Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Comparing Realistic Mathematics Education and Cyclical Learning: Effects on Mathematical Communication and Reasoning Skills Anim, Anim; Sapta, Andy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2205

Abstract

Penelitian kuasi-eksperimen ini bertujuan menguji perbedaan efektivitas model Realistic Mathematics Education (RME) dan Pembelajaran Bersiklus dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan penalaran matematis siswa. Melibatkan dua kelas eksperimen di SMP N 2 Kisaran (kelas VIII-4 dan VIII-5) yang dipilih melalui cluster random sampling, penelitian mengumpulkan data melalui instrumen tes yang kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok RME mencapai performa yang secara signifikan lebih tinggi dalam kedua kemampuan dibandingkan kelompok Pembelajaran Bersiklus, dengan selisih 9,5% pada komunikasi matematis (F=4.627, p=0.03) dan 9,0% pada penalaran matematis (F=15.31, p=0.00). Temuan kunci mengungkap bahwa sementara kemampuan awal matematis tidak berinteraksi dengan model pembelajaran dalam memengaruhi komunikasi, interaksi signifikan terdeteksi pada kemampuan penalaran matematis (F=16.54, p=0.00). Kesimpulannya, model RME terbukti lebih unggul dalam mengembangkan kedua kemampuan matematis tersebut, menegaskan pentingnya pemilihan model pembelajaran yang sesuai untuk mencapai hasil belajar yang optimal. This quasi-experimental study aims to examine the difference in effectiveness between the Realistic Mathematics Education (RME) model and Cyclical Learning in improving students' mathematical communication and reasoning skills. Involving two experimental classes at SMP N 2 Kisaran (classes VIII-4 and VIII-5) selected through cluster random sampling, the study collected data through test instruments, which were then analyzed using ANOVA. The results showed that the RME group achieved significantly higher performance in both abilities compared to the Cyclical Learning group, with a difference of 9.5% in mathematical communication (F=4.627, p=0.03) and 9.0% in mathematical reasoning (F=15.31, p=0.00). Key findings revealed that while initial mathematical ability did not interact with the learning model in influencing communication, a significant interaction was detected in mathematical reasoning ability (F=16.54, p=0.00). In conclusion, the RME model proved to be superior in developing both mathematical abilities, emphasizing the importance of selecting an appropriate learning model to achieve optimal learning outcomes.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING Hasibuan, Christina; Anim, Anim; Aritonang, Erika
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v2i2.238

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Penelitian ini dilakukan di kelas IX-3 pada SMP Negeri 2 Kisaran selama 2 siklus dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diterapkannya model Project Based Learning. Peningkatan ini ditunjukkan melalui peningkatan skor tes kemampuan berpikir kritis dengan rata-rata meningkat dari 30 pada Parsiklus menjadi 65 pada siklus I, dan mencapai 82 pada siklus II, serta pengamatan terhadap partisipasi aktif dan kemampuan analisis peserta didik selama kegiatan proyek. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
SELF-REGULATED LEARNING SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA anim, Anim; Sirait , Syahriani; Rahmadani, Elfira; Syafitri, Ely
TRANSFORMASI Vol 7 No 2 (2023): TRANSFORMASI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v7i2.3274

Abstract

This research aims to describe students' self-regulated learning in mathematics learning. The research was conducted using a qualitative-descriptive approach. The research subjects were 30 2nd grade students at State Elementary School No. 010246 Banjar. Data collection was carried out by administering questionnaires and interviews. The research results show that the average questionnaire result for nine SRL indicators is 70.33, which is included in good criteria. The lowest results are found in the indicator "diagnosing learning needs" and the indicator "self-concept" with a score of 60. The highest results are found in the indicators "learning initiative" and "utilizing and seeking relevant learning resources" with a score of 75. These results still require further research as well as efforts to increase students' SRL.
Melatih Kreativitas Diri Siswa Dasar Melalui Fun Book Dalam Pembelajaran Ma-tematika Dan Bahasa Anim, Anim; aryni, Yen; permatasari, Putri lidiana
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i1.2902

Abstract

This article discusses the use of Fun Books as a measuring tool to increase students' creativity at elementary school level in mathematics and language learning. This service is carried out with a focus on measuring students' creativity levels before and after implementing the Fun Book as well as evaluating how to stimulate students' creativity in both subjects. The target of the training is selected students, namely SD Negeri No. 010246 Banjar. The students selected were 16 Grade 2 students. The problem seen at this school is that students are still passive in learning, students are not yet creative and have difficulty answering questions asked by the teacher during each lesson in class, there are even 50% of students who are sleepy when taking part in class lessons. The impact of this training was that 13 students were able to use Fun Book media. Evaluation is carried out at the end of the training by distributing questionnaires to measure the participant's level of understanding. The questionnaire contains questions related to the respondent's identity; general questions related to mathematics and language learning and specific questions related to Fun Book media. The calculation of the questionnaire used the Guttman scale. The evaluation results showed that 89.84% had increased knowledge seen from the calculation of the questionnaire per individual and per question asked and the participation and enthusiasm of students during activities using the Fun Book.Keywords: Fun Book; creativity; student
Analisis Kesulitan Pelaksanaan Perkuliahan PPG Dalam Jabatan dalam Lingkup Kemendikbud Syafitri, Ely; Nisa, Khairun; Anim, Anim; Sirait, Syahriani; Rahmadani, Elfira; Rahayu, Sri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.829

Abstract

In-Service Teacher Professional Education is a program designed to improve the quality of teachers who are already in the office or are currently actively teaching. This program is carried out online, so this program also has several difficulties faced by students. This research was conducted at Asahan University to examine the difficulties of implementing lectures. Data was collected from 85 respondents. The main obstacles faced by students include internet network problems, technical obstacles, time constraints, difficulties in understanding the material, and adapting to change. The difficulties faced by PPG Daljab students require holistic attention from educational institutions. The government and educational institutions need to respond to these findings to ensure effective and inclusive learning in the context of PPG Daljab.
Analisis hasil belajar siswa pada materi perbandingan menggunakan model problem based learning di SMP Negeri 4 Kisaran Sartika, Dewi; Anim, Anim; Sitorus, Marudut
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pyth.v13i1.6119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan belajar siswa dalam topik perbandingan menggunakan pendekatan Model Problem Based Learning di SMP Negeri 4 Kisaran. Salah satu tantangan dalam pengajaran perbandingan adalah kesulitan siswa dalam memahami konsep tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Model Problem Based Learning (PBL) dipilih sebagai metode pembelajaran yang memfokuskan siswa pada pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan tes akhir yang dilakukan dalam dua siklus. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kemajuan belajar siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat mempengaruhi kemajuan belajar dalam memahami materi perbandingan yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai yang siginifikan pada tes akhir dikarenakan model ini melibatkan siswa dalam pemecahan masalah nyata dan relevan dalam kehidupan sehari-hari dan hasilnya siswa dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan matematika yang kompleks dan memiliki kesiapan untuk menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.