Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Nilai SPAD dengan Intensitas Serangan Penyakit Blas Pada Umur Padi Yang Berbeda Sudiarta, I Made; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p16

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Padi sawah yaitu tanaman padi yang dalam pertumbuhannya memerlukan air. Ketidakpastian di masa depan terkait ketersediaan pangan menimbulkan rasa khawatir berbagai pihak karena berbagai tantangan yang ada. Tantangannya antara lain bekurangnya luas lahan pertanian yang produktif, masalah iklim, bahaya serangan hama dan penyakit tanaman serta peningkatan degradasi lahan. Tanaman yang sakit adalah tanaman yang tidak dapat melakukan aktifitas fisiologis secara sempurna, yang akan mengakibatkan tidak sempurnanya produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Penyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada pertanaman padi yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae Cav. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui hubungan kandungan klorofil dengan intetnsitas serangan penyakit blas pada umur padi yang berbeda. Abstract Rice is an important food crop that has become the staple food for more than half of the world's population. Rice plant health is very important in determining crop yields. The value of chlorophyll has a close relationship with plant health which can determine the yield of rice production. If the health of the plant decreases, it will be susceptible to disease. Blast disease is one of the factors causing plant health to decline. The attack intensity of the disease can be seen in the green on the leaves. SPAD (Soil Plant Analysis Development) is a simple tool that can determine the amount of chlorophyll in plant leaves called SPAD. This study aims (1) to determine the relationship between SPAD and the intensity of blast disease attacks. (2) To obtain a correlation value between SPAD and the intensity of blast disease attacks. Data collection was carried out in Medium Village which is in the Badung Regency area. Sampling data from the age of rice 71 to 94 HST (Day after Planting). To obtain data, 3 rice fields were measured diagonally, 5 points were taken for each rice field plot, 9 clumps were taken for each point, and the SPAD measurement for each clump was divided into 3 parts of the upper, middle, and lower leaf stems. Each leaf is divided into 3 top, middle, and bottom. The intensity can be seen from the distribution of the spots on the leaves. The development of intensity with age and SPAD with age, if the intensity value is high then the SPAD value is low otherwise if the SPAD value is high then the disease attack intensity value is low. From the research results it can be concluded that SPAD with intensity has a linear relationship, with a correlation value of 0.8634 or 86%. Correlated data is very strong because the correlation value exceeds 0.75 or 75%.
Analisis Tingkat Akurasi Pendugaan Serangan Penyakit Blas Menggunakan Pendekatan Citra Multispektral pada Berbagai Ketinggian Akuisisi Nirmalayani, Komang Puspha; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p13

Abstract

Abstrak Pengukuran intesitas serangan penyakit blas biasanya dilakukan secara manual, sehingga diperlukan waktu lama dan ketelitian dalam mengidentifikasi. Hal tersebut dapat menghambat penanganan yang menyebabkan penyebaran semakin meluas sehingga beresiko terhadap penurunan produktivitas padi, maka diperlukan pengembangan mengenai pendugaan intesitas serangan melalui teknologi dengan menggunakan citra multispektral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara indeks vegetasi dengan intensitas serangan penyakit padi pada berbagai ketinggian akuisisi citra dan mendapatkan akurasi pendugaan intensitas serangan penyakit padi pada berbagai ketinggian. Sampel intesitas serangan penyakit diambil sebanyak 3 petak dimana perpetaknya diambil 5 titik secara diagonal, setiap titik terdapat 9 rumpun. Akuisisi citra pada ketinggian 15 meter, 30 meter, dan 45 meter menggunakan drone Phantom 4 yang dilengkapi dengan kamera multispektral. Mosaiking menggunakan software Agisoft dan normalisasi menggunakan photoshop. Analisis indeks vegetasi NDVI, SAVI, CIG menggunakan QGIS 2.28. Hasil penelitian menunjukkan hubungan indeks vegetasi dengan intesitas serangan penyakit blas pada berbagai ketinggian berkorelasi linier. Indeks vegetasi NDVI 15meter, SAVI 15meter dan 30meter, CIG 15meter, 30meter, dan 45meter berkorelasi sangat kuat. Indeks vegetasi NDVI 30meter, SAVI 45meter berkorelasi kuat dengan intesitas serangan penyakit, sedangkan NDVI ketinggian 45meter berkorelasi cukup kuat dengan intesitas serangan. NDVI 15meter memiliki akurasi paling tinggi sebesar 97,96%. Citra multispektral dengan ketinggian 15meter dapat digunakan untuk menduga penyakit blas karena memiliki korelasi sangat kuat dan akurasi untuk pendugaan yang tinggi. Abstract Measurement of the intensity of blast disease attack is usually done manually, so it takes a long time and accuracy in identifying. This can hamper the handling which causes the spread to be more widespread so that it risks a decrease in rice productivity, so it is necessary to develop the estimation of attack intensity through technology using multispectral imagery. This study aims to determine the relationship between vegetation index and the intensity of rice disease attack at various heights of image acquisition and get the accuracy of estimating the intensity of rice disease attack at various heights. Samples of disease attack intensity were taken as many as 3 plots where each plot was taken 5 points diagonally with per point taken 9 clumps. Followed by acquiring images of heights of 15 meters, 30 meters, and 45 meters using a Phantom 4 drone equipped with a multispectral camera, after the image is obtained, continued mosaicing using Agisoft software, then normalization using Photoshop. NDVI, SAVI, CIG vegetation index analysis is carried out using QGIS 2.28. The results showed that correlation was made to obtain the equation used for validation, and accuracy. The relationship between vegetation index and blast disease intensity at various altitudes was linearly correlated. Vegetation index NDVI 15 meters, SAVI 15 meters and 30 meters, CIG 15 meters, 30 meters, and 45 meters were strongly correlated. Vegetation indices NDVI at 30 meters, SAVI at 45 meters were strongly correlated with disease intensity, while NDVI at 45 meters was moderately strongly correlated with disease intensity. The 15-meter NDVI had the highest accuracy of 97.96%. Multispectral imagery with a height of 15 meters can be used to predict blast disease because it has a very strong correlation and high accuracy for estimation.
Analisis Hubungan Nilai SPAD dengan Nilai Indeks Vegetasi pada Tanaman Padi yang Terserang Penyakit Blas Menggunakan Citra Multispektral Putra, Gede Suyoga Ariasta; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p08

Abstract

Abstrak Penyakit blas yaitu penyakit yang menyerang daun tanaman padi. Serangan penyakit blas dapat mempengaruhi klorofil dan kesehatan tanaman padi. Klorofil daun dapat diestimasi menggunakan alat klorofil meter SPAD untuk memperoleh nilai SPAD. Klorofil tanaman dapat diestimasi menggunakan citra multispektral dengan analisis indeks vegetasi. Nilai indeks vegetasi mempunyai hubungan kuat dengan klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan nilai SPAD dengan nilai Indeks Vegetasi pada tanaman padi yang terserang penyakit blas menggunakan citra multispektral dan menentukan tingkat korelasi nilai SPAD dengan nilai Indeks Vegetasi pada tanaman padi yang terserang penyakit blas menggunakan citra multispektral. Pengambilan sampel nilai SPAD dilakukan pada 3 petak sawah, setiap petak diambil 5 titik secara diagonal, setiap titik diambil 9 rumpun padi. Selanjutnya akuisisi citra multispektral menggunakan Drone DJI Phantom 4 dengan kamera multispektral pada ketinggian 15 m, 30 m, dan 45 m. Citra selanjutnya dimosaicking menggunakan Agisoft Metashape, kemudian dinormalisasi dengan Photoshop. Berikutnya analisis indeks vegetasi NDVI, CIG, dan SAVI menggunakan QGIS 3.16, dilanjutkan dengan analisis regresi antara nilai SPAD dengan nilai indeks vegetasi. Hasil analisis menunjukkan ketiga indeks vegetasi pada berbagai ketinggian menghasilkan hubungan linier dan tingkat korelasi berkisar kuat sampai sangat kuat. Tingkat korelasi kuat pada indeks NDVI 45 m (65,4%), SAVI 45 m (63,1%), dan tingkat korelasi sangat kuat pada indeks NDVI 15 m (94,2%), 30 m (79,5%), CIG 15 m (80,5%), 30 m (84,8%), 45 m (82,5%), dan SAVI 15 m (80,5%), 30 m (78%). Dapat disimpulkan bahwa indeks vegetasi NDVI dengan ketinggian 15 m memberikan nilai korelasi paling kuat. Abstract Blast disease is a disease that attacks the leaves of rice plants. Blast disease attacks can affect chlorophyll and the health of rice plants. Leaf chlorophyll can be estimated using a SPAD chlorophyll meter to obtain the SPAD value. The vegetation index value has a strong relationship with chlorophyll. This study aims to obtain the relationship between SPAD value and Vegetation Index value in rice plants affected by blast disease using multispectral imagery and determine the level of correlation between SPAD value and Vegetation Index value in rice plants affected by blast disease using multispectral imagery. SPAD value sampling was carried out on 3 rice field plots, each plot was taken 5 points diagonally, and each point was taken 9 rice paddy clumps. Next, multispectral image acquisition using the DJI Phantom 4 Drone with multispectral cameras at altitudes of 15 m, 30 m, and 45 m. The image is then mosaiced using Agisoft Metashape, then normalized with Photoshop. Next, the vegetation index analysis of NDVI, CIG, and SAVI using QGIS 3.16, followed by regression analysis between the SPAD value and the vegetation index value. The results of the analysis showed that the three vegetation indices at various altitudes produced a linear relationship and the degree of correlation ranged from strong to very strong. Strong correlation rate on NDVI 45 m (65.4%), SAVI 45 m (63.1%), and very strong correlation on NDVI index 15 m (94.2%), 30 m (79.5%), CIG 15 m (80.5%), 30 m (84.8%), 45 m (82.5%), and SAVI 15 m (80.5%), 30 m (78%). It can be concluded that the NDVI vegetation index with a height of 15 m provides the strongest correlation value.
Keragaman Unsur Hara Nitrogen pada Lahan Sawah di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur Wahyuni Mawadatin Niklah; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; I Made Anom Sutrisna Wijaya
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 4 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2019.v04.i01.p03

Abstract

Informasi keragaman pada suatu daerah dapat dijelaskan dengan membagi daerah tertentu ke dalam zona homogen. Proses homogenitas dalam sistem informasi geografis dilakukan dengan menggunakan interpolasi. Interpolasi spasial adalah memperkirakan nilai sebuah variabel lapangan yang tidak termasuk dalam sampel penelitian dan berlokasi di dalam area yang dicakup oleh lokasi sampel. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan keragaman unsur hara nitrogen dengan sifat pendukung tanah seperti EC (Electrical Conductivity), pH (Derajat keasaman), kadar air, SOM (Soil Organic Matter) pada lahan sawah di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan luas 142 ha. Penelitian ini menggunakan analisis spasial IDW atau jarak inverse tertimbang. Teknik IDW mengasumsikan setiap titik memiliki pengaruh lokal, yang berbanding terbalik dengan kekuatan yang dipilih dari kejauhan. Unsur hara nitrogen tersedia pada lahan menunjukkan keragaman yang memiliki range termasuk kategori rendah hingga sedang, nitrogen pada lahan memiliki rata-rata sedang sebesar 0,25 persen. Distribusi nitrogen pada lahan termasuk kategori significant cluster yaitu distribusi secara kelompok dan memiliki hubungan pada setiap lokasi. Rata-rata sifat pendukung tanah pH, EC, SOM, dan kadar air masing-masing sebesar (7,25; 0,852 mS/cm; 22,43% dan 10,70%). Keragaman unsur hara nitrogen yang rendah terdapat pada lahan yang memiliki kadar air rendah, SOM gambut rendah, EC sangat rendah dan pH netral. Sedangkan unsur hara nitrogen sedang terdapat pada lahan kadar air sedang, SOM gambut sedang, EC sangat rendah hingga rendah dan pH netral.
Pengaruh Konsentrasi NaHCO3 dan Suhu Perendaman Terhadap Sifat Rehidrasi Kacang Gude Kering (Cajanus cajan (L.) Millsp.): The Effect of NaHCO3 Concentration and Soaking Temperature on the Rehydration Properties of Dried Pigeon Peas (Cajanus cajan (L.) Millsp.) Yunita Kusumaning Ratri; Gede Arda; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Sri Handayani Nofiyanti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p09

Abstract

Abstrak Kacang gude kering (Cajanus cajan (L.) Millsp) memiliki tekstur yang keras dan kemampuan rehidrasi yang rendah, sehingga memerlukan proses perendaman/ rehidrasi agar kacang gude dapat diolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memberikan hasil terbaik dari penggunaan larutan NaHCO3 dan suhu perendaman terhadap sifat rehidrasi kacang gude kering. Penelitian ini dilakukan dengan proses perendaman pada kacang gude kering utuh yang memiliki ukuran 5 mm, rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua faktor yakni konsentrasi larutan NaHCO3 0%, 0,5%, dan 1% dan suhu perendaman 25°C, 35°C, dan 45°C. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah laju rehidrasi, volume, tekstur, kadar air basis kering, dan persentase penyerapan air. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan larutan NaHCO3 dan suhu perendaman, dengan kombinasi larutan NaHCO3 1% dan suhu perendaman 45°C sebagai interaksi faktor terbaik dan menghasilkan laju rehidrasi tertinggi sebesar 77,20% bk/jam, dengan peningkatan volume sebesar 102,98%, penurunan tekstur dengan nilai akhir sebesar 26,65 N, kadar air sebesar 182,8% bk, dan penyerapan air sebesar 90,56% dari berat awalnya.   Abstract Dried pigeon pea (Cajanus cajan (L.) Millsp) has a hard texture and low rehydration ability, so it requires a soaking/rehydration process so that the pigeon pea can be processed. This study aims to analyze and provide the best results from the use of NaHCO3 solution and soaking temperature on the rehydration properties of dried pigeon pea. This study was conducted by soaking whole dried pigeon pea with a size of 5 mm, the experimental design used was a Randomized Block Design (RBD), with two factors namely the concentration of NaHCO3 solution 0%, 0.5%, and 1% and soaking temperature 25°C, 35°C, and 45°C. The parameters observed in this study were the rehydration rate, volume increase, texture, dry basis water content, and percentage of water absorption.  The results of the study showed a significant influence of the use of NaHCO3 solution and soaking temperature, with a combination of 1% NaHCO3 solution and a soaking temperature of 45°C as the best factor interaction and resulting in the highest rehydration rate of 77.20% bk/hour, with an increase in volume of 102.98%, a decrease in texture with a final value of 26.65 N, water content of 182.8% bk, and water absorption of 90.56% of its initial weight.  
Dampak Jangka Pendek Pengelolaan Jerami Padi terhadap Karbon Organik dan Rasio CN Tanah Ida Ayu Kusuma Tri Handayani; Ni Nyoman Sulastri; I Gusti Ketut Arya Arthawan; I Made Anom Sutrisna Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p09

Abstract

The annual rice planting cycle produced 6.73 tons of dry straw per hectare. Rice straw had beneficialnutrients for plants, but farmers often burned or buried it to reduce waste and enhance soil fertility. Becausestraw was hard to decompose, additional decomposers like bacteria were needed. This study aimed toinvestigate the short-term impact of rice straw management on soil organic carbon (C-organic) and the C/Nratio. The experimental design used was Nested Design. The study involved three straw managementtreatments: burning (BR), straw incorporation without EM4 addition (S0), and straw incorporation withEM4 addition (S1). Laboratory analysis was conducted on the C-organic and C/N ratio parameters.Differences in soil parameters observed before and after straw management treatments were analyzed usingthe Wilcoxon Signed Rank Test. The analysis showed an increase in C-organic after treatment: 29.7% forburning, 10.9% for straw incorporation, and 10.2% for straw incorporation with EM4. The rise in C-organicafter straw management treatments is due to the mineralization of soil organic matter. This mineralizationis indicated by average C/N values below 20, although the C/N ratio after burning increased by 56% andafter straw incorporation with EM4 increased by 0.35%. The average C/N ratios from all treatments rangedfrom 9.1 to 16.8. In the short term, all three straw treatments can increase organic carbon and C/N ratiosbelow 20.
Estimasi Evapotranspirasi Potensial Kabupaten Tabanan Berdasarkan Suhu Permukaan Daratan Menggunakan Citra Landsat 8: Estimation of Potential Evapotranspiration in Tabanan Regency Based on Land Surface Temperature Using Landsat 8 Imagery Ni Nyoman Sulastri; Taruli Lasmaria Simanjuntak; I Made Anom Sutrisna Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p10

Abstract

Evapotranspirasi Potensial (ETp) merupakan parameter iklim yang berguna untuk memperkirakan kebutuhan air tanaman sesuai kondisi cuaca setempat. Penentuan ETp di kabupaten Tabanan dilakukan mengingat Kabupaten Tabanan merupakan daerah yang memiliki luas lahan sawah terluas di Pulau Bali. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menentukan Land Surface Temperature (LST) yang berada di Kabupaten Tabanan, Bali dan untuk mengestimasi nilai evapotranspirasi potensial estimasi evapotranspirasi potensial berdasarkan LST yang berada di Kabupaten Tabanan, Bali. Penentuan LST dan ETp dilakukan dengan menggunakan Google Earth Engine (GEE) dan perangkat lunak QGIS 3.28.11. ETp ditentukan dengan menggunakan metode Blaney Criddle. Data Citra Satelit yang digunakan adalah Citra Landsat 8 dari tahun 2018 – 2022 pada Bulan Mei – Oktober dengan penutupan awan kurang dari 20%. Sebaran LST bulan Mei - Oktober tahun 2018 sebaran untuk daerah bagian utara Kabupaten Tabanan yang meliputi Kecamatan Baturiti, sebagian Kecamatan Penebel dan sebagian Kecamatan Pupuan memiliki kisaran suhu 10°C-30°. Untuk daerah selatan Kabupaten Tabanan yang meliputi Kecamatan Kediri, Kecamatan Tabanan, Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Selemadeg, dan Kecamatan Selemadeg Barat memiliki kisaran suhu 25°C-45°C. Peta distribusi spasial ETp pada bulan Mei-Oktober tahun 2018-2022 di Kabupaten Tabanan menunjukkan pola sebaran yang menyerupai pola sebaran LST. Daerah Pesisir Tenggara mempunyai ETp berkisar 5 mm/hari sampai lebih dari 6 mm/hari. Sedangkan pada daerah bagian utara Kabupaten Tabanan memiliki nilai ETp berkisar 4 mm/hari kurang dari 5 mm/hari. Dapat disimpulkan bahwa makin tinggi LST nilai ETp makin tinggi. Nilai rata-rata LST dan ETP adalah adalah 29,7 oC dan 5,32 mm/hari.
Modifikasi Mesin Pencacah Sampah Organik dengan Kemiringan Sudut Hopper terhadap Karakteristik Hasil Pencacahan: Modification of Organic Waste Shredding Machine with Inclination of the Hopper Angle on the Characteristics of the Shredding Results Adelia Lany Diana; I Nyoman Sucipta; I Made Anom Sutrisna Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pencacah sampah organik digunakan untuk mengecilkan ukuran sampah organik seperti limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Pada mesin pencacah di TPS 3R Punggul Hijau, ditemukan masalah kemacetan selama proses pencacahan yang disebabkan oleh sudut kemiringan hopper 40 derajat yang kurang optimal. Kemiringan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kelancaran aliran sampah organik dan kapasitas produksi mesin. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan modifikasi hopper dengan melebarkan lubang pemasukan dan memvariasikan sudut kemiringan hopper menjadi 50 derajat, 60 derajat, dan 70 derajat. Kapasitas berat ditentukan dengan mengisi hopper dengan sampah organik hingga batas maksimum lalu ditimbang. Modifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kerja mesin dan memperlancar aliran sampah organik ke dalam ruang pencacahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas produksi mesin setelah modifikasi berkisar antara 230 kg/jam hingga 406 kg/jam. Sebagai perbandingan, kapasitas pada sudut 40 derajat sebelum modifikasi adalah 274,5 kg/jam dengan efisiensi 97,74%. Setelah modifikasi, kapasitas tertinggi dicapai pada sudut 60 derajat yaitu 401,11 kg/jam dengan efisiensi 98,76%. Sebaliknya, kapasitas terendah terjadi pada sudut 70 derajat sebesar 225,42 kg/jam dengan efisiensi 95,52% serta sudut kemiringan 50 derajat menghasilkan sebesar 339,93 kg/jam dengan tingkat efisiensi 97,12%. Dapat disimpulkan bahwa sudut kemiringan hopper sebesar 60 derajat merupakan sudut optimal karena mampu memberikan kinerja mesin yang paling tinggi dan lebih efisiensi untuk mengurangi risiko penyumbatan.
Tingkat Kepuasan Petani Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.) terhadap Penggunaan Pupuk Organik di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Ni Luh Rani Sulastri; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p01

Abstract

Leek is one of the horticultural crops that is widely cultivated by farmers in Candikuning Village since the last 10 years. One of the organic fertilizers used by leek farmers is postal organic fertilizer made from a mixture of chicken manure and husks (grain husks). The research aims to analyze the level of satisfaction of farmers and identify the factors that influence the satisfaction of farmers as consumers of fertilizer. Datacollected through a random survey using questionnaires and interviews with 50 farmers of leeks using organic fertilizer Postal in Candikuning Village in April-May 2019. Analysis was conducted using descriptive methods, Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI). The results of this study indicate that postal organic fertilizer users are dominated by productive age farmers(58%), elementary-junior high school level education (84%), side jobs in agriculture (56%). Farmers were satisfied (CSI: 72.27%) on the performance of Postal organic fertilizer. The conclusion of this study is the satisfaction of farmers who use organic fertilizer on leek plants by 72.27%, which means farmers are satisfied. Farmer satisfaction is influenced by the ability to increase yields, product prices and product packaging
PENGEMBANGAN ALGORITMA IMAGE PROCESSING UNTUK MENDUGA HASIL PANEN PADI Made Arya Bhaskara Putra; I Made Anom S. Wijaya; Yohanes Setiyo
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 1 (2015): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/j.beta.2015.v03.i01.p04

Abstract

The aims of this research were to develop image processing algorithm that can be used for rice yield estimation. This research consist of: 1) image acquisition, 2) image analysis with Adobe Photoshop Cs 4 and MATLAB R2009B, and 3) make the algorithm that suitable for rice yield estimation. This research was testing three method of image processing, i.e. manual pre-processing, thresholding method, and shape of Structuring Elements (SE). Forming algorithm was done by analyzing image yield and be compare with real image. More like image yield with real image, then this method was suitable for doing rice image analysis. The result of analysis showed that process of rice image analysis have to be started with manual pre-processing, using custom thresholding method, and morphology with SE shape disk. The result image of the algorithm showed the most appropriate grain image with real image, and there’s no more image that identified as a grain. Based on number of pixel, the image yield of this method is 117.407 pixel. In conclusion, the algorithm for estimation of rice yield, consist of: image acquisition, manual pre-processing, gray scaling, thresholding custom, morphology with SE shape disk, image resize, and calculation of the number of pixel grain.
Co-Authors Adelia Lany Diana Adyaguhyatriko, Ida Bagus Ketut Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Keswari Krisnandika Anak Agung Putu Agung Suryawan W Ananda Pradnyasuari Angelia Puji Lestari Anis Novita Sari Anton Anugrah Aprianus Yupan Dharma Mbalur Atmaja, N. Bawa Chiharu Hongo Devi Suharni Tamba Dewa Putu Yoga Gautama Dewa Putu Yoga Gautama Gautama DWI PUTRA DARMAWAN Eisaku Tamura Elsafania Kristiani G.P. Ganda Putra Gede Andri Gede Arda Gede Suyoga Arista Putra Gede Teguh Sigmarawan Gusti Bagus Dwi Anugrah Harimurti Gusti Bagus Eka Chandra Harimurti, Gusti Bagus Dwi Anugrah Hervin Retno Pebrianto I Gede Ngurah Salpatira Widayana I GUSTI AGUNG AYU AMBARAWATI I Gusti Ayu Nadya Prasita Pasimpangan I Gusti Ketut Arya Arthawan I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara I Gusti Putu Eka Permana I Kadek Wahyu Wiguna I Ketut Merta Atmaja I Ketut Satria Rahadi I Ketut Suter I Made Marta Supriawan I Made Nada I Made Nada I Made Prasetia Candra Andika I Made Wirawan Suputra I Muna Bhaskara I Nyoman Sucipta I Putu Arya Patrama Kharisna Putra I Putu Gede Budi Sanjaya I Putu Gede Budisanjaya I Putu Gede Budisanjaya I Putu Mas Pradnyana Wibawa I Putu Riadi Handika I Putu Sukertayasa I Putu Sukertayasa I Putu Surya Wirawan I Putu Yogi Krisnadi Rahardi I Wayan Aris Santika Putra I WAYAN BUDIASA I Wayan Tika I Wayan Widia I. A. G. Bintang Madrini Ida Ayu Dwi Giriantari Ida Ayu Kusuma Tri Handayani Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja IDA AYU RINA PRATIWI PUDJA Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja Ida Bagus Komang Edo Setiawan Ida Bagus Putu Gunadnya Ida Bagus Putu Gunadnya IPutu Gde Budisanjaya IPutu Gede Budisanjaya. Budisanjaya. IPutu Mas Pradnyana Wibawa Kadek Agus Krisna Bayu KOMANG AYU NOCIANITRI Komang Puspha Nirmalayani Linda Puji Ayu Lestari Luh Putu Wrasiati Made Arya Bhaskara Putra Made Arya Bhaskara Putra MADE PHARMAWATI Made Praditiya Widyantara Made Ria Defiani Muhammad Azizi Rido Setiawan N. Bawa Atmaja Ni Kadek Sintya Resmiani Ni Ketut Rai Wulandari Ni Luh Putu Jullyantari Ni Luh Rani Sulasti Ni Luh Rani Sulastri Ni Luh Trimayanti Ni Made Wartini Ni Made Yusa Ni Nyoman Sulastri Ni Nyoman Sulastri Ni Wayan Sedani Nirmalayani, Komang Puspha Nyoman Dhira Prayasa Pande Ketut Diah Kencana Pande Putu Indra Yoginugraha Pande Putu Indra Yoginugraha Poppy Diana Sari Prihandoni Widodo Putra, Gede Suyoga Ariasta Putra, I Putu Arya Patrama Khrisna Risa Panti Ariani Rosurya Situmorang Rukmi Sari Hartati Sadyasmara, Cokorda Anom Bayu Samur, Gregorius Adelbertus Situmorang, Rosurya Sri Handayani Nofiyanti Sudiarta, I Made Sumiyati Sumiyati Harimurti Sumiyati Sumiyati Sumiyati Sumiyati SUMIYATI SUMIYATI Taruli Lasmaria Simanjuntak Viqtor Arya Nugraha Wahyu Octavianus Wahyu Octavianus Wahyuni Mawadatin Niklah Wayan Anik Wahyuni Widyalis Rani Tamara Wily Goldramijaya Yohanes Setiyo Yunita Kusumaning Ratri