Claim Missing Document
Check
Articles

Makanan dan Kebiasaan Makan Siput Gonggong (Laevistrombus turturella) di Perairan Dusun Senempek Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Jumiah, Jumiah; Susiana, Susiana; Apriadi, Tri
Akuatiklestari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i1.3674

Abstract

Dusun senempek Desa Limbung berada di Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga. Dusun Senempek memiliki kekayaan sumberdaya alam yang dikatakan cukup banyak, seperti: ikan, kepiting, cumi-cumi, gamat (teripang), siput gonggong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio panjang usus siput gonggong, jenis makan dan kebiasaan makan siput gonggong, dan kondisi fisika kimia perairan yang memengaruhi keberadaan siput gonggong. Metode yang dilakukan adalah porvosive sampling sebanyak 3 stasiun. Parameter yang diukur adalah parameter fisika kimia perairan. Analisis data yang dilakukan yaitu rasio panjang usus dan panjang total siput gonggong, indeks bagian terbesar, indeks viseral somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio panjang usus dan panjang total siput gonggong masing-masing sebesar 1,35, 1,06, 1,13 dan termasuk golongan omnivora. Jenis makanan siput gonggong yang ditemukan adalah detritus, mikroalga kelas Bacillariophyta, Cyanobacteria, Chlorophyta, Dinoflagellata, Cilliophora, Radiolaria, Stramenophytes, dan Foraminifera dari kelas Rotalidia. Jenis makanan yang paling banyak ditemukan didalam usus siput gonggong(Laevistrombus turturella) adalah Bacillariophyta dengan nilai indeks terbesar 54-67% sebagai makanan utama. Nilai VSI sebesar 34,75-58,54% bersifat continous feeder.
Inventory of Epiphytes Aquatic Microfungi in Pond of Tailing Bauxite in Tanjungpinang, Bintan Island, Riau Islands Province Rima Aryani; Tri Apriadi
Journal Omni-Akuatika Vol 14, No 3 (2018): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2018.14.3.595

Abstract

On the washing process of bauxite mining will produce waste, that was red mud. Those red mud will be streamed in pond of tailing bauxite. Eleocharis sp. has been pioneer plant in pond of tailing bauxite. The objective of this study was identify the epiphytes aquatic microfungi in pond of tailing bauxite, at Tanjungpinang, Bintan Island. Samples were collected by three different stations from Eleocharis sp. density with three samples points in each stations. In this research, the results of epiphyte aquatic microfungi were cultured got five genera and six different species of aquatic microfungi, such as Mucor sp., Curvularia sp. (1 and 2), Phialophora sp., Phoma sp., and Arthrographis sp.Keywords: aquatic microfungi, bauxite, Bintan, Eleocharis sp., tailing
Survival Rate and Growth of Economical Fishes in Tailing Ponds of Bauxite Post-mining in Senggarang, Tanjungpinang City Irvan Hasan Ashari; Tri Apriadi; Winny Retna Melani
Journal Omni-Akuatika Vol 15, No 2 (2019): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.274 KB) | DOI: 10.20884/1.oa.2019.15.2.728

Abstract

The tailing pond of bauxite post-mining in Senggarang, Tanjungpinang City, have been potency of natural feed sources from phytoplankton and zooplankton. Moreover, the water quality of the tailing pond of bauxite post-mining has begun to support fish life. The objective of this study was to determine the survival rate and growth of economical fish in tailings ponds of bauxite post-mining in Senggarang, Tanjungpinang. The research was conducted by field experiment using a completely randomized design. There were different fish varieties as treatment: tilapia (Oreochromis niloticus), gouramy (Osphronemus gouramy), and tambaqui (Colossoma macropomum). Every treatment was  carried out 5 replications, with 6 fish in every cage replication. Monitoring the water quality and the fish survival on the 0th, 10th, 20th and 30th days. The survival of economical fishes in tailing ponds of bauxite post-mining from the highest to lowest were tambaqui (97%), tilapia (83%), and gouramy (40%), respectively. The growth of fishes length from the highest to the lowest were gouramy (0,223 cm), tambaqui (0,037 cm), and tilapia (0,018 cm). Meanwhile, all variety of fish tested had a decreased in weigh: gouramy -0,2310 grams, tilapia -0,4281 grams, and tambaqui -1,3498 grams. The management of tailing ponds of bauxite post-mining in Senggarang for fisheries activities can be carried out by tambaqui (C. macropomum) culture cage with several conditions such as measurement of carrying capacity and capacity, management of water quality, feed, and technical aspects of culture.Keywords: bauxite, economical fish, growth, survival rate, tailing ponds
Pertumbuhan Lamun Enhalus acoroides Di Perairan Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan Salahuddin Salahuddin; Tri Apriadi; Wahyu Muzammil
Jurnal Kelautan Vol 15, No 1: April (2022)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v15i1.11387

Abstract

ABSTRACTPangkil Village is one of the villages located in Teluk Bintan District, Bintan Regency, Riau Islands Province which has potential for seagrass resources, especially the type of Enhalus acoroides. This study aims to examine the growth response of seagrass E. acoroides to differences in water quality in the waters of Pangkil Village. This research was conducted in September to November 2020. The stations in sampling site was determined by purposive sampling method, there were 4 sampling stations, namely: shipping activity, boat mooring activities, catching shellfish activity, and no activity of the community (mangrove area). The measurement of the growth rate of seagrass leaves was useds the marking method on young and undamaged leaves using a cable tie. Leaf growth was observation for 60 days with intervals of 15 days. The water quality in Pangkil Village Waters meets quality standards. The highest density value of Enhalus acoroides seagrass was in the shipping activity of 64.67 ind/m2. The highest growth rate of seagrass after 60 days on Enhalus acoroides seagrass leaves was in the boat mooring activity area with value 0.401 cm/day, while the lowest growth rate of Enhalus acoroides leaves was in the area of catching shellfish activity of 0.383 cm/day.Keywords: Enhalus acoroides. density, growth rate, Pangkil WatersABSTRAKDesa Pangkil merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki potensi sumberdaya lamun, khususnya jenis Enhalus acoroides. Penelitian ini bertujuan melihat respon pertumbuhan jenis lamun E. acoroides terhadap perbedaan kualitas air di Perairan Desa Pangkil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Penentuan stasiun ditentukan dengan metode purposive sampling, terdapat 4 stasiun pengambilan sampel yaitu: stasiun 1 merupakan wilayah perairan dengan aktivitas pelayaran (dermaga), stasiun 2 merupakan wilayah aktivitas tambatan perahu (jatty), stasiun 3 merupakan wilayah adanya aktivitas penduduk tangkap kerang, dan stasiun 4 merupakan wilayah tidak ada aktivitas penduduk (wilayah mangrove). Pengukuran laju pertumbuhan daun lamun mengunakan metode penandaan pada daun yang muda dan tidak rusak menggunakaan kabel ties. Pengamatan pertumbuhan daun selama 60 hari dengan interval waktu 15 hari sekali. Kualitas perairan fisika dan kimia di Desa Pangkil memenuhi baku mutu. Nilai kerapatan lamun Enhalus acoroides tertinggi pada berada pada aktivitas pelayaran (dermaga) sebesar 64,67 ind/m2.  Laju pertumbuhan lamun tertinggi setelah 60 hari pada daun lamun Enhalus acoroides yaitu pada wilayah aktivitas tambatan perahu (jatty) sebesar 0,401 cm/hari, sedangkan laju pertumbuhan daun lamun Enhalus acoroides terendah dapat wilayah aktivitas penduduk berupa aktivitas penangkapan kerang  sebesar 0,383 cm/hari.Kata kunci: Enhalus acoroides, kerapatan, laju pertumbuhan, Perairan Pangkil.
Length-weight relationship and environmental parameters of Macrobrachium malayanum (J. Roux, 1935) in Senggarang Water Flow, Tanjungpinang City, Riau Islands, Indonesia Wahyu Muzammil; Tri Apriadi; Winny Retna Melani; Kurnia Dwi Handayani
Aceh Journal of Animal Science Vol 5, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/ajas.5.1.14858

Abstract

Macrobrachium malayanum (J. Roux, 1935) is a freshwater prawn occuring in Senggarang Water Flow, Tanjungpinang City, Riau Island, Indonesia. Least concern (LC) status of the IUCN red list threatened species and limited research about this species in Senggarang Water Flow cause this basic research is important to do. The objectives of the study were to examine the length-weight relationship of the M. malayanum in Senggarang Water Flow, Tanjungpinang City, Riau Island Province, Indonesia. A total of 84 samples were used in this study consist of 32 samples in February and 52 samples in April. Length-weight relationship of M. malayanum in February was W= 0.093TL1.425 (R2 = 0.59) and W=0.052TL2.195 (R2 = 0.75). Samples in February and April showed negative allometric growth. A temporal analysis of the negative allometric in b value showed in April (2.195) more larger than February (1.425). Environmental parameters such as temperature, current, dissolved oxygen, pH, salinity, nitrate, and phospate are still appropriate condition. M. malayanum found in substrate type slightly gravelly sand and gravelly sand.
PENJARINGAN ISU STARTEGIS PERMASALAHAN PENGELOLAAN WADUK SUMBER AIR BAKU DI PULAU BINTAN Winny Retna Melani; Tri Apriadi; Wahyu Muzammil; Andi Zulfikar; Deni Sabriyati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.11073

Abstract

Abstract. Bintan Island has limited freshwater stock. Fulfillment of raw water is obtained by four existing main reservoirs: Sei Pulai, Sei Gesek, Kolong Enam, and Sei Jago. These reservoirs have some problems that can affect the quality and quantity of raw water. The objective of this community empowerment was to facilitate communication between stakeholders who had an interest in capturing strategic issues related to reservoir management problems in Bintan Island. This activity was carried out through a focused discussion forum (FGD) involving stakeholders related to reservoir management on Bintan Island. Stakeholders came from various government agencies and related institutions. Based on the stages of activities that had been carried out, the facilitator activities have succeeded in getting strategic issues on the problem of raw water reservoirs in Bintan Island. The study involving all stakeholders (academics, government, non-governmental organizations) needs to be carried out to manage the reservoir in Bintan Island in a sustainable manner. In addition, intersectoral synergy management is required through water resources forums.               Abstrak. Pulau Bintan memiliki keterbatasan ketersediaan air tawar. Pemenuhan kebutuhan air baku diperoleh dari empat waduk uama yang ada: Sei Pulai, Sei Gesek, Kolong Enam, dan Sei Jago. Waduk-waduk tersebut memiliki permasalahan yang dapat memengaruhi kualias dan kuantitas ketersediaan air. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memfasiliasi komunikasi antar stakeholder yang memiliki kepentingan dalam rangka menjaring isu-isu strategis terkait permasalahan pengelolaan waduk di Pulau Bintan. Kegiatan dilakukan melalui rangkaian kegiatan forum diskusi terarah (FGD) yang melibatkan stakeholder yang berkaitan dengan pengelolaan waduk di Pulau Bintan. Stakeholder berasal dari berbagai instansi pemerintahan dan lembaga terkait.  Berdasarkan tahapan kegiatan yang telah dilakukan, Tim Pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat telah berhasil mendapatkan isu-isu strategis permasalahan waduk sumber air baku di Pulau Bintan. Kajian komprehensif melibatkan semua stakeholder (Akademisi, Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat) perlu dilakukan dalam rangka pengelolaan waduk di Pulau Bintan secara berkelanjutan. Selain itu, diperlukan pengelolaan sinergis lintas sektor melalui wadah/ forum sumber daya air.
Diversity and Distribution of Macroalgae in Beralas Bakau Island, Gunung Kijang District, Bintan Regency Fadhil Dwi Prakoso; Febrianti Lestari; Tri Apriadi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v9i2.7357

Abstract

Bintan Regency have potential aquatic resources which have ecologically important value, one of these resources is macroalgae or seaweed. The objective of this study was to determine the composition of species, density, distribution patterns and environmental factors that influence the presence of macroalgae in the waters of the Beralas Bakau island. This research was conducted with a random method of 30 points using a 2x2 m plot. The results of the study found 7 types of macroalgae namely, Acanthophora spicifera, Caulerpa lentillifera, Gracilaria Salicornia, Halimeda opuntia, Kappaphycus cottonii, Padina australis, and Sargassum cristaefolium. The highest density was Sargassum cristaefolium (34.75 ind/m²) and the lowest was H. opuntia (0.25 ind/m²) with a total overall value of species density 51.25 ind/m². The distribution pattern value was uniform with a value of -2.843. Based on the results obtained from the Principal Component Analysis (PCA), the relationship between phosphate parameters and pH was more closely related to the density of macroalgae types compared with other chemical physics parameters
KEBIASAAN MAKANAN IKAN BARONANG (Siganus guttatus, Bloch 1787) DI PERAIRAN SEI CARANG KOTA TANJUNGPINANG Yuri Indriyani; Susiana Susiana; Tri Apriadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.12.2.2020.51-60

Abstract

Hasil tangkapan nelayan di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau yaitu ikan baronang (S. guttatus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio panjang usus relatif (RLG), jenis serta komposisi makanan ikan baronang (S. guttatus) di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampling ikan baronang (S. guttatus) dilakukan dalam waktu 2 bulan sebanyak 1 kali dalam seminggu, sehingga total sampling ikan sebanyak 8 kali. Analisis data untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan baronang (S. guttatus) menggunakan indeks bagian terbesar/index of preponderance (IP). Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah ikan yang didapatkan sebanyak 43 ekor. Jumlah ikan berdasarkan jenis kelamin didapatkan sebanyak 18 ekor ikan baronang (S. guttatus) jantan dan 25 ekor ikan baronang (S. guttatus) betina. RLG ikan baronang (S. guttatus) betina dan jantan berturut-turut adalah 2,4 dan 2,2. Berdasarkan nilai RLG tersebut, ikan baronang (S. guttatus) tergolong ikan omnivor. Kelompok makanan ikan baronang (S. guttatus) terdiri dari mikroalga, makroalga, protozoa, detritus, dan crustacea. Hasil indeks bagian terbesar/IP diketahui bahwa makanan utama ikan baronang (S. guttatus) di Perairan Sei Carang adalah mikroalga berdasarkan jenis kelamin, bulan penangkapan, dan kelompok ukuran panjang tubuh.The catches of fishermen in Sei Carang Tanjungpinang City, Riau Islands are baronang fish (S. guttatus). The objective of this study was to determine the Relative length of the gut (RLG), type and food composition of baronang fish (S. guttatus, Bloch 1787) in Sei Carang, Tanjungpinang City, Riau Islands. The method used in this research was survey method. Sampling of baronang fish (S. guttatus) was taken once a week in two months, so that the total of the sampling was eight times. The index of preponderance (IP) was used in this research to analyze the data in determining baronang fish (S. guttatus) food habits. The result showed that total fish caught were 43, there were 18 male and 25 female. Relative length of the gut or RLGs female and male baronang fish (S. guttatus) were 2.4 and 2.2 respectively. Based on the RLG value, baronang fish (S. guttatus) was classified as omnivore. Furthermore, the food types of baronang fish (S. guttatus) were a microalgae, macroalgae, protozoa, detritus, and crustaceans. Index of preponderance showed that the main food of baronang fish (S. guttatus) in Sei Carang was microalgae based on sex, month of capture, and body length measurement.
STOK KARBON LAMUN THALLASIA HEMPRICHII DAN SEDIMEN PULAU BINTAN KEPULAUAN RIAU Rizki Aulia Ansari; Tri Apriadi; Agung Dhamar Syakti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.596 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1478

Abstract

Penelitian ini mengenai stok karbon lamun T.hemprichii dan sedimen Pulau Bintan Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan karbon pada lamun T.hemprichii dan sedimen pulau Bintan Kepulauan Riau. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode transek kuadrat yang dilakukan pada 2 stasiun yaitu stasiun Teluk Bakau dan stasiun Busung. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kerapatan lamun T.hemprichii memengaruhi nilai biomassa lamun T.hemprichii dan tinggi rendahnya nilai biomassa dan kerapatan lamun T.hemprichii  dapat memengaruhi stok karbon lamun T.hemprichii. Secara keseluruhan stok karbon lamun T.hemprichii pada stasiun Teluk bakau (2007,14 14gC/m2'> ) lebih tinggi dibandingkan stasiun Busung  (1979,98 14gC/m2'> ). Nilai stok  karbon pada sedimen di stasiun Busung (3269 Mg/ha) lebih tinggi dibandingkan dengan Teluk Bakau (2400,64 Mg/ha).
Pengenalan Biota Akuatik Aliran Sungai Senggarang dengan E-Katalog Melalui Pembelajaran Tatap Muka Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19 Wahyu Muzammil; Tri Apriadi; Winny Retna Melani; Andi Zulfikar; Deni Sabriyati
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 3 (2021): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.3.324-332

Abstract

Small islands have short rivers characteristics, small catchment areas so that the ability to absorb rainwater into the ground is also reduced, such as the flow of rivers in Senggarang, Tanjungpinang City. Research related to aquatic biodiversity in Senggarang river flow has been carried out, the availability of information about the freshwater ecosystems that exist there is an interesting thing to inform the high school students as a generation of learners who lived near Senggarang river. The introduction of the aquatic biota of Senggarang river is expected to increase the sense of care, willingness, and insight in saving the resources of aquatic biota of Senggarang river flow will be sustainable. An introduction to the aquatic biota of the Senggarang river flow with the participants of class XI State High School 6 Tanjungpinang. The activity was carried out in three stages, namely a pre-test of knowledge about aquatic biota of the Senggarang river flow through quizizz media, education of any aquatic biota in the Senggarang river through e-catalog media containing pictures and descriptions of biota identification, and post-test with the same questions as the pre-test through the quizizz media to measure the extent to which students recognition, knowledge, and understanding have increased regarding the aquatic biota of the Senggarang river. The level of recognition, knowledge, and understanding of students increased from a very low–moderate range to a moderate–high range. Teaching media in the form of an e-catalog is very effective in introducing aquatic biota from the Senggarang river flow, according to the target stakeholders who are still in high school education.
Co-Authors Abiyya, Nida’ Farah Aditya Hikmat Nugraha Adrian Damora Agung Dhamar Syakti Ahmad Fauzan Akbar, R. M. Rachmad Rizal Aknes Safitri Aliati Iswantari Alsha, Syahbana Adavani Amelia, Karla Ani Suryanti Ardiansyah, Zulfi Arpas, Heru Diwan Ashari, Irvan Hasan Ayu, Inna Puspa Billa, Nur Salsa Cris Kuntadi Dedy Kurniawan Dhanar Syahrizal Akhmad Diana Azizah Dwi Yuni Wulandari Dwita, Dwita Efrina Yanti Fadhil Dwi Prakoso Fadhliyah Idris Fadilla, Rizkia Nurul Febrianti Lestari Fendi Pradana Fitri, Nurul Fitria Ulfah Ginanjar Pratama Ginting, Rio Junaydi Haryoko, Ilham Hasniar, Raja Hertyastuti, Putri Restu Hetty Sari Marlina Silitonga Hidayani, Siti Husna Anisa Irvan Hasan Ashari Irvan Hasan Ashari Ismail jumiah, jumiah Kurnia Dwi Handayani Kurniadi, Zefri Khalik Kurnianto, Alief Listia Ningsih Luthvi Nurwulandari M, Niken T Majariana Krisanti Marcelino, Nico Mario Putra Suhana Maulidina, Azzahra Mita Hasteti Muhammad, Fachry Mulyadi Mulyadi Mustaromin, Endang Nengsih, Listia Nida’ Farah Abiyya Niken T.M. Pratiwi Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Normalasari Normalasari, Normalasari Novi Fatmayanti Novita MZ Novrianto Gunawan Nugraha, Tito Aria Nuralim Pasisingi Nurhidayah Rahmah Nurwulandari, Luthvi Ompsunggu, Putri Juniaty Br Panjaitan, Andreas Bona Christian Pratiwi, Wahyuning Purwoko, Agus R Luki Karunia R. M. Rachmad Rizal Akbar Rahmah, Nurhidayah Ramdhani, Nida Mardhiyah Rani Fitmadiniyah Reza Ilham Rima Aryani Risandi Dwirama Putra Rizki Aulia Ansari Rusmiati Rusmiati Sabriyati, Deni Salahuddin Salahuddin Samsudin Samsudin Sigid Hariyadi Sulasteri Sulasteri Sunartri Agung Susiana Syafriani, Ria Tina Sitorus W R Melani Wahyu Muzammil Winny Retna Melani Y Rosdatina Yoga Oktaliandi Saputra Yulianti, Ismi Dwi Yuri Indriyani Zulfikar, Andi