Claim Missing Document
Check
Articles

Biodiversitas Zooplankton di Perairan Barek Motor, Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Ardiansyah, Zulfi; Apriadi, Tri; Muzammil, Wahyu
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.4104

Abstract

Potensi sumberdaya laut yang terdapat di Perairan Barek Motor, Kota Kijang cukup banyak, salah satunya adalah ikan. Keberadaan ikan tersebut mengindikasikan bahwa masih tersedia paan alami yaitu plankton (fitloplankton dan zooplankton). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi zooplankton di Perairan Barek Motor, Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.  Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis zooplankton dan keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi zooplankton di Perairan Barek Motor, Kijang Kota, Kecbamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pengambilan sampel zooplankton dilakukan di 30 titik acak. Sampel zooplankton diambil menggunakan plankton net dengan metode statis. Identifikasi dan pencacahan zooplankton menggunakan metode sensus.  Parameter yang dihitung yaitu kelimpahan, indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan zooplankton di Perairan Barek Motor sebesar 2,533 individu/L. Zooplankton yang dijumpai sebanyak 6 genera yang terdiri dari 3 kelas. Kelas Crustacea sebanyak 1 genera terdiri dari Nauplius sp. Kelas Hexanauplia sebanyak 3 genera yang terdiri dari Tropocyclops, Calanus sp, dan Oithona sp. Kelas Maxillopoda sebanyak 2 genera terdiri dari Tortanus sp, dan Cyclopoida sp. Komposisi kelas Crustacea sebanyak 75%, kelas Hexanauplia 4%, dan kelas Maxillopoda 21%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) zooplankton adalah 0,8964, tergolong dalam kategori rendah. Indeks dominasi memperlihatkan nilai 0,5821, termasuk kategori sedang, dan indeks keseragaman dengan nilai 0,4607 termasuk dalam kategori rendah.
Laju Pertumbuhan Karang Acropora brueggemanni dan Psammocora digitata Ditransplantasi di Perairan Bintan Rudiansyah Rudiansyah; Dedy Kurniawan; Tri Apriadi; Rika Kurniawan
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.42001

Abstract

Indonesia memiliki 2,5 juta hektar luasan terumbu karang dengan persentase kondisi terumbu karang dalam kondisi rusak cukup banyak yaitu 36,18%, untuk kondisi dalam kategori cukup sebanyak 34,3% sedangkan kategori baik yaitu 22,96%, dan hanya 6,56% termasuk dalam kategori sangat baik. Perairan Kampung Baru Lagoi seringkali menjadi objek konservasi seperti penyu dan terumbu karang. Sebagai ekosistem yang sangat produktif, pengelolaan terumbu karang yang lestari sangatlah penting. Tindakan konservasi terumbu karang memerlukan informasi tentang pertumbuhan karang, khususnya laju pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang jenis Acropora brurggemanni dan Psammocora digitata di Perairan Kampung Baru Lagoi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023 di Perairan Kampung Baru Lagoi Bintan. Media tranplantasi yang digunakan adalah meja transplantasi yang terbuat dari bahan pipa dengan substrat keramik. Masing-masing jenis karang diuji sebanyak 5 sampel. Media transplantasi diletakkan di kedalaman 5 meter dengan jarak 157 meter dari garis pantai. Monitoring pengukuran terumbu karang dan kualitas air dilakukan setiap 15 hari selama 6 bulan.  Dari hasil penelitian didapat pertumbuhan mutlak Acropora brueggemanni 46,14 ± 0,5 mm dan Psammocora digitata 2,40 ± 0,47 selama 6 bulan. Laju pertumbuhan karang Acropora brueggemanni terbilang baik dengan nilai rata-rata 0,2851 mm/hari dan 8,5536 mm/bulan, sedangkan Psammocora digitata memiliki nilai laju pertumbuhan yang sangat lambat dengan rata-rata 0,0319 mm/ hari dan 0,959 mm/ bulan. Acropora brueggemanni memiliki tingkat kelangsungan hidup 80% dan Psammocora digitata memiliki tingkat kelangsungan hidup 100%. Indonesia has 2.5 million hectares of coral reef area with the percentage of coral reefs in damaged condition being quite high, namely 36.18%, for conditions in the fair category it is 34.3% while in the good category it is 22.96%, and only 6.56 % is included in the very good category. The waters of Kampung Baru Lagoi are often the object of conservation, such as turtles and coral reefs. As a highly productive ecosystem, sustainable management of coral reefs is very important. Coral reef conservation actions require information about coral growth, especially its growth rate. This research aims to determine the absolute growth, growth rate and survival rate of coral species Acropora brurgmanni and Psammocora digitata in the waters of Kampung Baru Lagoi. The research was carried out from October 2022 to March 2023 in the waters of Kampung Baru Lagoi Bintan. The transplant medium used is a transplant table made of pipe material with a ceramic substrate. Each type of coral was tested with 5 samples. The transplant media was placed at a depth of 5 meters at a distance of 157 meters from the coastline. Monitoring measurements of coral reefs and water quality are carried out every 15 days for 6 months. From the research results, it was found that the absolute growth of Acropora brueggemanni was 46.14 ± 0.5 mm and Psammocora digitata 2.40 ± 0.47 for 6 months. The growth rate of Acropora brueggemanni coral is considered good with an average value of 0.2851 mm/day and 8.5536 mm/month. Meanwhile, Psammocora digitata has a very slow growth rate with an average of 0.0319 mm/day and 0.959 mm/month. Acropora brueggemanni has a survival rate of 80% and Psammocora digitata has a survival rate of 100%. 
Respon Pertumbuhan dan Sintasan Benih Enhalus acoroides Terhadap Pengkayaan Nutrien Menggunakan Limbah Budidaya Udang Aditya Hikmat Nugraha; Tri Apriadi; Fadhliyah Idris; Widia Kartika Di Sari Putri
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.42850

Abstract

Dilaporkan bahwa luasan ekosistem lamun di dunia terus mengalami penurunan. Salah satu faktor diantaranya adalah tingginya konsentrasi nutrien di perairan pesisir yang berasal dari aktivitas masyarakat. Benih lamun merupakan salah satu fase penting di dalam awal perkembangan kehidupan lamun. Selain itu juga nutrien menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan benih lamun. Pada penelitian ini sumber nutrien yang akan digunakan dalam proses pembenihan lamun berasal dari limbah budidaya udang.  Tujuan Penelitian ini untuk mengukur respon pertumbuhan dan tingkat sintasan benih lamun Enhalus acoroides yang dikultivasi pada media limbah budidaya udang dan mengukur perubahan konsentrasi nutrien pada limbah budidaya udang sebagai media tumbuh benih lamun Enhalus acoroides. Benih lamun Enhalus acoroides ditumbuhkan pada tiga perlakuan yaitu : jumlah tegakan lamun jarang (perlakuan A), jumlah tegakan lamun sedang (perlakuan B) dan jumlah tegakan lamun rapat (perlakuan C). Proses kultivasi dilakukan selama 4 minggu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya benih lamun mengalami penurunan pertumbuhan. Tingkat sintasan benih lamun tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai sebesar 90%. Penyerapan nutrien (amonia, nitrat, dan fosfat) yang terdapat pada limbah budidaya udang optimal terjadi pada perlakuan C. Konsentrasi nutrien pada seluruh perlakuan cenderung mengalami penurunan It is reported that the area of seagrass ecosystems worldwide continues to decline. One of the factors is the high concentration of nutrients in coastal waters originating from community activities. Seagrass seedling are one of the critical phases in the early development of seagrass life. In addition, nutrients are also one of the factors that influence the development of seagrass seeds. In this study, the nutrients used in the seagrass seeding process come from shrimp farming waste. The purpose of this study was to measure the growth response and survival rate of seagrass seeds Enhalus acoroides cultivated in shrimp farming waste media and to measure changes in nutrient concentration in shrimp farming waste as a growing medium for seagrass seeds Enhalus acoroides. Seagrass seeds Enhalus acoroides were grown in three treatments, namely: the number of sparse seagrass stands (treatment A), the number of medium seagrass stands (treatment B) and the number of dense seagrass stands (treatment C). The cultivation process was carried out for 4 weeks. The study results showed that seagrass seeds generally experienced a decrease in growth. The highest survival rate of seagrass seeds was found in treatment C, with a value of 90%. The absorption of nutrients (ammonia, nitrate, and phosphate) in shrimp farming waste was optimally achieved in treatment C. Nutrient concentrations in all treatments tended to decrease.
Kepadatan Perifiton Epifitik dan Kaitannya dengan Kualitas Perairan di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau Rio Junaydi Ginting; Tri Apriadi; Andi Zulfikar
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.37104

Abstract

Perifiton merupakan salah satu biota yang dapat dijadikan sebagai indikator ekologis karena sifatnya yang sensitif terhadap perubahan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, kepadatan, indeks ekologi perifiton, status kualitas perairan Senggarang Besar, dan kaitan kepadatan perifiton epifitik dengan kualitas perairan di perairan Senggarang Besar. Titik sampling ditentukan menggunakan metode simple random sampling dan menghasilkan 10 titik sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2022. Pengukuran parameter perairan meliputi salinitas, pH, DO, suhu, intensitas cahaya, dan kecepatan arus dilakukan secara in situ sedangkan uji analisis yang meliputi kekeruhan, nitrat, fosfat, dan kepadatan perifiton dilakukan di laboratorium. Pengambilan sampel perifiton dilakukan dengan cara mengerik seluruh permukaan daun, menggunakan 3 kali pengulangan dengan interval 10 hari dan pencacahan menggunakan metode sensus. Didapat 12 genera dengan 3 divisi yaitu dari divisi Bacillariophyta (Navicula sp., Coscinodiscus sp., Nitzschia sp., Synedra sp., Tabellaria sp., Pleurosigma sp., Cyclotella sp., Skeletonema sp., Cylindrotheca sp., dan Bacteriastrum sp.), divisi Dinophyta (Prorocentrum sp.), dan divisi Cyanophyta (Oscillatoria sp.). Jumlah kepadatan totalnya mencapai 1.675 sel/cm2 dengan rata-rata kepadatan tertinggi 125 Ind/cm2 dimiliki oleh genus Navicula sp. Indeks keanekaragaman menunjukkan kondisi tidak stabil, indeks keseragaman dan nilai dominansi menunjukkan kondisi tertekan atau terdegradasi. Status kualitas perairan Senggarang Besar berada dikategorikan tingkat pencemaran sangat ringan/fase saprobik Oligosaprobik. Parameter perairan yang memiliki kaitan erat dengan kepadatan perifiton pada minggu 1 adalah parameter kekeruhan, pada minggu 2 dan 3 parameter kecepatan arus.
The presence of harmful algae in the coastal waters of Bintan Island, Riau Islands Tri Apriadi; Winny Retna Melani; Andi Zulfikar; Deni Sabriyati; Wahyu Muzammil; Nuralim Pasisingi
Depik Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34135

Abstract

Environmental mitigation measures are being undertaken as a proactive approach to prevent the adverse consequences associated with Harmful Algal Blooms (HABs). Presently, there is a lack of comprehensive information regarding the occurrence of HABs in the waters surrounding Bintan Island, and routine monitoring to assess the potential for eutrophication is absent. This research should begin by gathering information about potential sources that contribute to the emergence of HABs, the specific types of algae with the capacity to trigger HABs The primary objective of this study is to identify the harmful algae species present in the coastal waters of Bintan Island. The research was conducted in August 2023, with the sampling process taking place at four specific locations within the coastal waters of Bintan Island. These sampling stations were selected deliberately to capture the varying activities predominant in each respective area. The microalgae found consisted of four groups, namely Bacillariophyta, Cyanophyta, Dinophyta, and Chlorophyta. Bacillariophyta is a group of microalgae with the highest abundance proportion at all observation stations. Harmfull Algae found in the coastal waters of Bintan Island generally come from the Dinophyta group of the types Ceratium sp., Peridinium sp., Prorocentrum sp., and Dinophysis sp. Harmful microalgae from the Dinophyta group were found at all research stations, with the highest proportion of abundance at Station 2 (6%) and the lowest at Station 3 (1%). The difference in these findings is thought to be due to the dynamics of the hydrosanographic parameters of the waters, especially nutrient concentrations.Keywords:BintanCeratiumDinophytaHarmfulMicroalgae
KEBIASAAN MAKANAN IKAN BARONANG (Siganus guttatus, Bloch 1787) DI PERAIRAN SEI CARANG KOTA TANJUNGPINANG Indriyani, Yuri; Susiana, Susiana; Apriadi, Tri
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.12.2.2020.51-60

Abstract

Hasil tangkapan nelayan di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau yaitu ikan baronang (S. guttatus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio panjang usus relatif (RLG), jenis serta komposisi makanan ikan baronang (S. guttatus) di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampling ikan baronang (S. guttatus) dilakukan dalam waktu 2 bulan sebanyak 1 kali dalam seminggu, sehingga total sampling ikan sebanyak 8 kali. Analisis data untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan baronang (S. guttatus) menggunakan indeks bagian terbesar/index of preponderance (IP). Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah ikan yang didapatkan sebanyak 43 ekor. Jumlah ikan berdasarkan jenis kelamin didapatkan sebanyak 18 ekor ikan baronang (S. guttatus) jantan dan 25 ekor ikan baronang (S. guttatus) betina. RLG ikan baronang (S. guttatus) betina dan jantan berturut-turut adalah 2,4 dan 2,2. Berdasarkan nilai RLG tersebut, ikan baronang (S. guttatus) tergolong ikan omnivor. Kelompok makanan ikan baronang (S. guttatus) terdiri dari mikroalga, makroalga, protozoa, detritus, dan crustacea. Hasil indeks bagian terbesar/IP diketahui bahwa makanan utama ikan baronang (S. guttatus) di Perairan Sei Carang adalah mikroalga berdasarkan jenis kelamin, bulan penangkapan, dan kelompok ukuran panjang tubuh.The catches of fishermen in Sei Carang Tanjungpinang City, Riau Islands are baronang fish (S. guttatus). The objective of this study was to determine the Relative length of the gut (RLG), type and food composition of baronang fish (S. guttatus, Bloch 1787) in Sei Carang, Tanjungpinang City, Riau Islands. The method used in this research was survey method. Sampling of baronang fish (S. guttatus) was taken once a week in two months, so that the total of the sampling was eight times. The index of preponderance (IP) was used in this research to analyze the data in determining baronang fish (S. guttatus) food habits. The result showed that total fish caught were 43, there were 18 male and 25 female. Relative length of the gut or RLGs female and male baronang fish (S. guttatus) were 2.4 and 2.2 respectively. Based on the RLG value, baronang fish (S. guttatus) was classified as omnivore. Furthermore, the food types of baronang fish (S. guttatus) were a microalgae, macroalgae, protozoa, detritus, and crustaceans. Index of preponderance showed that the main food of baronang fish (S. guttatus) in Sei Carang was microalgae based on sex, month of capture, and body length measurement.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN ALIRAN SUNGAI RESUN, KABUPATEN LINGGA, KEPULAUAN RIAU Kurnianto, Alief; Purnama, Aji; Dhamanda, Fariz; Al Haddad, Fatmah; Melani, Winny Retna; Zulfikar, Andi; Amelia, Karla; Nugraha, Tito Aria; Anzani, Yunita Magrima; Apriadi, Tri
Biospecies Vol. 19 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v19i2.48997

Abstract

 The Resun River is located in North Lingga Village, Lingga Regency, Riau Islands. Besides being a tourist attraction, the Resun River is also used by local communities for anthropogenic activities such as bathing and washing. The presence of macrozoobenthos can serve as an indicator in assessing river water quality. This research was conducted from July to September 2023 with the aim of determining the structure of the macrozoobenthos community and water quality status based on the presence of macrozoobenthos in the Resun River, Lingga Regency. Sampling locations were determined using a purposive sampling method, taking into account land use conditions and anthropogenic activities, with three sampling stations. The data analysis used was in the form of macrozoobenthos community structure and Family Biotic Index (FBI). Macrozoobenthos found in the Resun River consisted of 5 families. The predominance of Elmidae at Station 1 and 2 suggests highly oxygenated and relatively undisturbed environmental conditions. Conversely, the increased abundance of Chironomidae at Station 3 indicates greater anthropogenic influence, reflecting spatial variation in disturbance levels within the Resun River ecosystem. Based on the Family Biotic Index analysis, the water quality of the Resun River ranged from excellent to good, with FBI values of 3.34 – 4.57, indicating slight degradation of the aquatic ecosystem. The Resun River generally demonstrated favorable ecological conditions. Nonetheless, anthropogenic pressures observed near Station 3 merit further investigation, as they may contribute to increased inputs of organic pollutants into the aquatic system.
The presence of harmful algae in the coastal waters of Bintan Island, Riau Islands Tri Apriadi; Winny Retna Melani; Andi Zulfikar; Deni Sabriyati; Wahyu Muzammil; Nuralim Pasisingi
Depik Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34135

Abstract

Environmental mitigation measures are being undertaken as a proactive approach to prevent the adverse consequences associated with Harmful Algal Blooms (HABs). Presently, there is a lack of comprehensive information regarding the occurrence of HABs in the waters surrounding Bintan Island, and routine monitoring to assess the potential for eutrophication is absent. This research should begin by gathering information about potential sources that contribute to the emergence of HABs, the specific types of algae with the capacity to trigger HABs The primary objective of this study is to identify the harmful algae species present in the coastal waters of Bintan Island. The research was conducted in August 2023, with the sampling process taking place at four specific locations within the coastal waters of Bintan Island. These sampling stations were selected deliberately to capture the varying activities predominant in each respective area. The microalgae found consisted of four groups, namely Bacillariophyta, Cyanophyta, Dinophyta, and Chlorophyta. Bacillariophyta is a group of microalgae with the highest abundance proportion at all observation stations. Harmfull Algae found in the coastal waters of Bintan Island generally come from the Dinophyta group of the types Ceratium sp., Peridinium sp., Prorocentrum sp., and Dinophysis sp. Harmful microalgae from the Dinophyta group were found at all research stations, with the highest proportion of abundance at Station 2 (6%) and the lowest at Station 3 (1%). The difference in these findings is thought to be due to the dynamics of the hydrosanographic parameters of the waters, especially nutrient concentrations.Keywords:BintanCeratiumDinophytaHarmfulMicroalgae
Makrozoobentos as a Bioindicator of Water Quality in Pengujan Village, Bintan Regency: Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Pengujan Kabupaten Bintan Rizkia Nurul Fadilla; Winny Retna Melani; Tri Apriadi
Habitus Aquatica Vol 2 No 2 (2021): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.2.1.83

Abstract

Makrozoobentos adalah salah satu indikator biologi yang dapat dijadikan acuan dalam penilaian kualitas lingkungan di berbagai ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan di Desa Pengujan berdasarkan indikator biologis makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2021 yang berlokasi di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling terdiri dari 5 stasiun pengamatan. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan transek kuadran berukuran 1×1 m2. Parameter yang diamati meliputi kualitas perairan (parameter fisika dan kimia), serta jenis dan kepadatan makrozoobentos. Parameter fisika dan kimia perairan dibandingkan nilai Baku Mutu berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, sedangkan analisis AMBI (A Marine Biotic Index) digunakan untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan keberadaan makrozoobenthos. Hasil pengukuran parameter perairan masih berada pada ambang batas baku mutu PP RI No 22 Tahun 2021 kecuali untuk parameter nitrat dan fosfat yang tidak memenuhi baku mutu di setiap stasiunnya. Kepadatan makrozoobentos tertinggi yaitu pada stasiun 3 yang berada pada kawasan dermaga, sedangkan kepadatan terendah yaitu pada stasiun 5 yang berada pada kawasan penangkapan siput gonggong. Kualitas perairan berdasarkan makrozoobentos sebagai bioindikator perairan dengan indeks AMBI semua stasiun termasuk dalam kategori sedikit tercemar.
Bioinformation of Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) during Covid-19 Pandemic in Bintan District, Riau Islands Province: Bioinformasi Rajungan (Portunus pelagicus) dalam Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Wahyu Muzammil; Tri Apriadi; Winny Retna Melani; Adrian Damora
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.34442

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi perikanan yang tinggi karena didominasi oleh wilayah perairan dibandingkan daratannya. Potensi perikanan yang tinggi tersebut diantaranya adalah komoditas rajungan. Pandemi covid-19 di seluruh dunia berpengaruh terhadap berbagai sektor, salah satunya sektor perikanan rajungan, sehingga informasi biologi (bioinformasi) dalam masa pandemi ini sangat bermanfaat untuk kegiatan perikanan rajungan berkelanjutan di Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan bioinformasi terkait rajungan dalam masa pandemi covid-19 di Kabupaten Bintan. Bioinformasi tersebut meliputi distribusi ukuran, pola pertumbuhan, nisbah kelamin jantan dan betina, serta tingkat kematangan gonad rajungan betina di perairan Kawal dan Pengujan. Ukuran lebar karapas rajungan di Kawal berkisar antara 102,2–187,9 mm dan ukuran lebar karapas rajungan di Pengujan berkisar antara 106,3–148,4 mm. Modus kelas lebar karapas ditemukan pada nilai tengah kelas 130 mm (di Kawal) dan 140 mm (di Pengujan). Pola pertumbuhan rajungan baik betina maupun jantan di Kawal dan Pengujan bersifat allometrik negatif. Berdasarkan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05), nisbah kelamin rajungan jantan-betina secara umum baik di Kawal maupun di Pengujan pada kondisi yang seimbang. Tingkat kematangan gonad (TKG) pada rajungan betina secara keseluruhan ditemukan mulai dari stadia TKG 1 sampai stadia TKG 4. Di perairan Kawal ditemukan sebesar 67% matang gonad, 22% belum matang gonad, dan 11% berried female. Di perairan Pengujan ditemukan sebesar 31% matang gonad, 63% belum matang gonad, dan 6% berried female.
Co-Authors Abiyya, Nida’ Farah Aditya Hikmat Nugraha Adrian Damora Agung Dhamar Syakti Ahmad Fauzan Ahmad Zahid Ahmad Zahid Aji Purnama Akbar, R. M. Rachmad Rizal Aknes Safitri Al Haddad, Fatmah Aliati Iswantari Alief Kurnianto Alsha, Syahbana Adavani Amelia, Karla Andi Zulfikar Ani Suryanti Ardiansyah, Zulfi Arpas, Heru Diwan Ashari, Irvan Hasan Ayu, Inna Puspa Billa, Nur Salsa Cris Kuntadi Dedy Kurniawan Dhamanda, Fariz Dhanar Syahrizal Akhmad Diana Azizah Dwi Yuni Wulandari Dwita, Dwita Efrina Yanti Fadhil Dwi Prakoso Fadhliyah Idris Febrianti Lestari Fendi Pradana Fitri, Nurul Fitria Ulfah Ginanjar Pratama Ginting, Rio Junaydi Haryoko, Ilham Hasniar, Raja Hertyastuti, Putri Restu Hetty Sari Marlina Silitonga Hidayani, Siti Husna Anisa Indriyani, Yuri Irvan Hasan Ashari Irvan Hasan Ashari Ismail jumiah, jumiah Karla Amelia Kurnia Dwi Handayani Kurniadi, Zefri Khalik Kurnianto, Alief Listia Ningsih Luthvi Nurwulandari M, Niken T Majariana Krisanti Marcelino, Nico Mario Putra Suhana Maulidina, Azzahra Mita Hasteti Muhammad, Fachry Mulyadi Mulyadi Mustaromin, Endang Nengsih, Listia Nida Mardhiyah Ramdhani Nida’ Farah Abiyya Niken T.M. Pratiwi Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Normalasari Normalasari, Normalasari Novi Fatmayanti Novita MZ Novrianto Gunawan Nugraha, Tito Aria Nuralim Pasisingi Nurhidayah Rahmah Nurwulandari, Luthvi Ompsunggu, Putri Juniaty Br Panjaitan, Andreas Bona Christian Pratiwi, Wahyuning Purnama, Aji Purwoko, Agus R Luki Karunia R. M. Rachmad Rizal Akbar Rani Fitmadiniyah Reza Ilham Rika Kurniawan Rima Aryani Rio Junaydi Ginting Risandi Dwirama Putra Rizki Aulia Ansari Rizkia Nurul Fadilla Rudiansyah Rudiansyah Rusmiati Rusmiati Sabriyati, Deni Salahuddin Salahuddin Samsudin Samsudin Sigid Hariyadi Sulasteri Sulasteri Sunartri Agung Susiana Susiana Susiana Syafriani, Ria Tina Sitorus Tito Aria Nugraha W R Melani Wahyu Muzammil Widia Kartika Di Sari Putri Winny Retna Melani Y Rosdatina Yoga Oktaliandi Saputra Yulianti, Ismi Dwi Yunita Magrima Anzani Zulfikar, Andi