Rama, Alzet
Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Link and match ke skill-tech-wellness: kerangka konseptual pendidikan vokasi olahraga di era society 5.0 Rama, alzet; Lofandri, Wiki; Fadillah Sallamah, Siti; Adam, Rizki
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 3 (2024): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086306011

Abstract

Era Society 5.0 mentransformasi industri olahraga menjadi ekosistem dinamis yang berpusat pada manusia, teknologi, dan kesejahteraan holistik. Namun, pendidikan vokasi olahraga menghadapi tantangan kesenjangan kompetensi karena kurikulumnya yang konvensional dan tidak selaras dengan tuntutan industri baru. Konsep "Link and Match" tradisional dinilai sudah tidak memadai karena bersifat linear dan mengabaikan penguasaan teknologi serta pendekatan wellness. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap literatur primer dan sekunder terkait Society 5.0, pendidikan vokasi, teknologi olahraga, dan ilmu wellness. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis konsep untuk mensintesis temuan dan merumuskan kerangka teoritis baru. Hasil penelitian menghasilkan kerangka konseptual integratif "Skill-Tech-Wellness". Kerangka ini terdiri dari tiga pilar: skill, Kompetensi humanistik dan teknis yang meliputi coaching, manajemen, kewirausahaan, komunikasi, dan pemecahan masalah; tech, Melek dan pemanfaatan teknologi digital seperti wearable device, analitik data, dan kebugaran digital;  wellness, Pendekatan kesehatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Sinergi dinamis antar ketiga pilar ini menjadi kunci penciptaan lulusan yang unggul. Implementasinya menuntut transformasi kurikulum radikal menjadi berbasis proyek, peningkatan kapasitas dosen, dan pembangunan kemitraan strategis dengan pemain di industri olahraga modern. Kerangka ini merepresentasikan pergeseran paradigma menuju pendidikan vokasi yang futuristik, integratif, dan selaras dengan jiwa Society 5.0.
Digital technology dalam teaching factory: kerangka konseptual untuk revolusi industri vokasi di indonesia Rama, Alzet; Dermawan, andri; Rahma, Nova Chintia; Putri, Meila Rosi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 9 No. 3 (2024): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30035838000

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan 5.0 telah mengubah lanskap pendidikan, sehingga memerlukan adaptasi terhadap teknologi digital seperti Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data. Tujuan artikel ini adalah untuk menyajikan kerangka konseptual untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam model Teaching Factory (TEFA) guna meningkatkan relevansi pendidikan di Indonesia dengan kebutuhan industri. Melalui tinjauan literatur dan analisis SWOT, studi ini mengidentifikasi potensi kolaborasi industri-pendidikan dan penciptaan lapangan kerja sebagai pendorong utama, sementara perluasan infrastruktur digital dan resistensi agama di sektor pendidikan menjadi faktor yang signifikan. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi TEFA dapat meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran berbasis simulasi (Virtual Reality/Augmented Reality), kurikulum dinamis, dan pengajaran berbasis data. Namun, kesuksesan bergantung pada peningkatan akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas guru, dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. Artikel ini memberikan rekomendasi strategis untuk mengoptimalkan TEFA digital sebagai sarana transformasi pendidikan vokasi dalam menanggapi tuntutan periode industri saat ini
Vocational Technology Education Innovation: Building a Generation of Experts in the Digital Age Rama, Alzet; Ambiyar, Ambiyar; Lapisa, Remon; Verawardina, Unung
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323361

Abstract

This article discusses the importance of innovation in vocational technology education as an effort to build a generation of experts who are competent in facing the challenges of the digital era. In the context of rapid technological development, vocational technology education needs to adapt to remain relevant to the demands of modern industry. This article highlights several key aspects of vocational technology education innovation, including curriculum adaptation relevant to industry developments, the application of practical and project-based learning, the utilization of technology in the learning process, collaboration with industry, as well as the development of soft skills. Through this innovative approach, it is expected that vocational technology education is able to produce graduates who not only have strong technical skills, but are also able to adapt, innovate, and contribute significantly in the ever-evolving world of work. With a focus on building a generation of experts in the digital era, this article.
Towards a proactive mental health ecosystem: a conceptual model of integrated digital layers Rama, alzet; Lofandri, Wiki; Fadillah Sallamah, Siti; Humayra, Syahda
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086684011

Abstract

Sementara dunia terus dilanda krisis kesehatan mental global, sistem layanan yang ada saat ini sebagian besar bersifat reaktif, hanya membantu orang setelah mereka mencapai tahap krisis. Makalah konseptual ini mengusulkan Ekosistem Berlapis untuk Pengelolaan Kesehatan Mental Proaktif sebagai solusi yang dapat memperbaiki struktur layanan, membuka jalan untuk fokus pada pencegahan dini dan pemeliharaan kesejahteraan daripada sekadar penyembuhan. Model yang diusulkan di sini terdiri dari empat lapisan yang saling terkait secara fungsional: pertama, pengumpulan data sensorik yang menggunakan sumber pasif dan aktif; kedua, mesin analitik prediktif yang mengeluarkan sinyal peringatan dini; ketiga, pengiriman intervensi mikro; dan terakhir, keterlibatan manusia sebagai pemeriksaan klinis akhir. Selain mengusulkan tipologi intervensi yang mencakup aspek kognitif, perilaku, sosial, dan digital, makalah ini juga mengkritik “Paradoks Privasi-Personalisasi” dengan mengusulkan solusi etis seperti minimalisme data dan kontrol pengguna yang transparan. Dengan menetapkan ukuran kinerja baru seperti tingkat keterlibatan dan penurunan peristiwa eskalasi, struktur ini diharapkan menjadi panduan untuk mengembangkan teknologi kesehatan mental yang tidak hanya cerdas tetapi juga mampu membangun kepercayaan dan otonomi pengguna
Conceptualizing career counseling for the human-centric industry 5.0: an integrative framework for TVET Rama, alzet; Lofandri, Wiki; Mukhlizul Fuad, Saftrian; Fadillah Sallamah, Siti
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526687

Abstract

Artikel ini mengusulkan sebuah kerangka konseptual konseling karir yang responsif terhadap tuntutan human-centric dan keberlanjutan pada era Industri 5.0 dalam Pendidikan Kejuruan (Vocational Education). Kerangka ini dibangun atas tiga pilar filosofis: human-centricity, keberlanjutan (sustainability), serta ketangguhan dan adaptabilitas (resilience and adaptability). Melalui analisis teori konseling karir kontemporer seperti Career Construction Theory, Life Design Approach, dan Happenstance Learning Theory, penelitian ini menyusun model integratif bernama “Human-Centric Career Counseling for TVET 5.0”. Model ini menekankan empat dimensi intervensi: Self & Meaning, Technical & Digital Synergy, Ecological & Social Sustainability, dan Adaptive Career Management. Tujuannya adalah menggeser orientasi konseling dari sekadar penempatan kerja (job matching) menuju pembentukan Sustainable and Adaptive Career Agents, individu yang tidak hanya terampil teknis, tetapi juga reflektif, adaptif, serta memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Artikel ini memberikan landasan teoretis dan rekomendasi praksis bagi konselor, lembaga vokasi, dan pembuat kebijakan, meskipun masih memerlukan pengujian empiris lebih lanjut