Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Next-generation counseling virtual reality as a transformative tool for immersive psychological therapy alzet Rama; Wiki Lofandri; anggi Firmanjaya Saputra
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 1 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086180011

Abstract

The rapid evolution of immersive technologies has created new opportunities for innovation in psychological counseling. This article investigates Virtual Reality (VR) as a transformative tool for next-generation counseling, emphasizing its potential to deliver immersive psychological therapy tailored to digital natives. Unlike conventional face-to-face approaches, VR enables controlled, interactive, and safe therapeutic environments that enhance emotional presence, reduce stigma, and improve treatment adherence. Recent studies (2021–2025) highlight VR’s effectiveness in addressing anxiety, phobias, post-traumatic stress, and stress regulation, while also demonstrating its promise for preventive and educational mental health practices. This study employs a systematic literature review supported by pilot case observations to assess the effectiveness and limitations of VR-based counseling. Findings reveal that immersive VR experiences can strengthen client–counselor engagement, foster motivation, and personalize therapeutic pathways through adaptive scenarios and real-time feedback. Moreover, the integration of VR aligns with the vision of Society 5.0, in which human-centered technology addresses complex psychological and social challenges. The study contributes to the growing discourse on digital mental health by positioning VR not merely as a supplementary medium but as a paradigm shift in counseling practice. Future research directions include the development of scalable VR platforms for clinical, educational, and community-based interventions, alongside critical considerations of accessibility, ethics, and long-term psychological outcomes
Paradigma augmented reality dalam pelatihan olahraga: studi konseptual tentang cognitive load theory alzet Rama; Wiki Lofandri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086248011

Abstract

Revolusi digital secara radikal mengubah cara atlet mempersiapkan diri, dan Augmented Reality (AR) merupakan alat terpenting dalam perubahan ini. teoretis ini mengeksplorasi penerapan augmented reality (AR) dalam pelatihan olahraga, dengan menggunakan Teori Beban Kognitif (CLT) sebagai kerangka kerja untuk menilai dampaknya terhadap beban mental atlet. Evaluasi sistematis terhadap literatur menunjukkan bahwa AR memiliki kemampuan unik untuk mengoptimalkan beban kognitif. Ia secara efisien mengurangi stres mental yang tidak perlu dengan mengubah instruksi yang rumit menjadi petunjuk visual yang mudah dipahami dan terintegrasi secara spasial, yang menghilangkan efek “split-attention”. Di sisi lain, AR meningkatkan beban kognitif yang relevan, yaitu upaya mental yang diperlukan untuk pembelajaran mendalam, dengan memberikan umpan balik real-time dan simulasi visual yang membantu membangun skema motorik yang kuat. Misalnya, dalam angkat beban, Anda dapat menggunakan visualisasi gerakan interaktif untuk membantu mengangkat beban. Dalam senam, dapat menggunakannya untuk memperbaiki postur secara langsung. Namun, masih ada masalah yang perlu diselesaikan, seperti risiko antarmuka yang buruk memperburuk kekacauan kognitif, biaya infrastruktur yang tinggi, dan kebutuhan pengguna untuk beradaptasi. Kami menyimpulkan bahwa integrasi strategis AR dan CLT menyediakan kerangka kerja yang kokoh untuk menciptakan lingkungan pelatihan yang adaptif dan berbasis bukti. Sinergi ini menjanjikan tidak hanya mempercepat proses menguasai kemampuan motorik yang kompleks, tetapi juga membuat jalur menuju performa atletik puncak lebih efisien dan berkelanjutan.
Link and match ke skill-tech-wellness: kerangka konseptual pendidikan vokasi olahraga di era society 5.0 alzet Rama; Wiki Lofandri; Siti Fadillah Sallamah; Rizki Adam
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 3 (2024): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086306011

Abstract

Era Society 5.0 mentransformasi industri olahraga menjadi ekosistem dinamis yang berpusat pada manusia, teknologi, dan kesejahteraan holistik. Namun, pendidikan vokasi olahraga menghadapi tantangan kesenjangan kompetensi karena kurikulumnya yang konvensional dan tidak selaras dengan tuntutan industri baru. Konsep "Link and Match" tradisional dinilai sudah tidak memadai karena bersifat linear dan mengabaikan penguasaan teknologi serta pendekatan wellness. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap literatur primer dan sekunder terkait Society 5.0, pendidikan vokasi, teknologi olahraga, dan ilmu wellness. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis konsep untuk mensintesis temuan dan merumuskan kerangka teoritis baru. Hasil penelitian menghasilkan kerangka konseptual integratif "Skill-Tech-Wellness". Kerangka ini terdiri dari tiga pilar: skill, Kompetensi humanistik dan teknis yang meliputi coaching, manajemen, kewirausahaan, komunikasi, dan pemecahan masalah; tech, Melek dan pemanfaatan teknologi digital seperti wearable device, analitik data, dan kebugaran digital;  wellness, Pendekatan kesehatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Sinergi dinamis antar ketiga pilar ini menjadi kunci penciptaan lulusan yang unggul. Implementasinya menuntut transformasi kurikulum radikal menjadi berbasis proyek, peningkatan kapasitas dosen, dan pembangunan kemitraan strategis dengan pemain di industri olahraga modern. Kerangka ini merepresentasikan pergeseran paradigma menuju pendidikan vokasi yang futuristik, integratif, dan selaras dengan jiwa Society 5.0.
The quantified athlete in virtual spaces: a theoretical model for integrating VR and biometric data to redefine peak performance training alzet Rama; Wiki Lofandri; siti Fadillah Sallamah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 3 (2024): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086355011

Abstract

Artikel ini mengusulkan model teoretis inovatif untuk mengintegrasikan data biometrik atlet (seperti HRV, EEG, EMG) dengan data kinerja dari lingkungan Virtual Reality (VR) dalam sebuah sistem umpan balik tertutup (closed-loop). Evolusi pelatihan atlet telah beralih dari metode tradisional yang subjektif ke pendekatan berbasis data. Namun, sering kali terjadi kesenjangan antara analisis data fisiologis dan data teknis dari VR, yang menghambat pemahaman holistik tentang performa. Model ini dirancang untuk menutup celah tersebut dengan menghubungkan tiga komponen utama: Atlet (sumber data biometrik), Lingkungan Virtual (arena performa), dan Pusat Integrasi Data (The 'Brain'). Pusat ini menggunakan algoritma machine learning untuk menganalisis data secara real-time, mengidentifikasi korelasi misalnya, antara peningkatan detak jantung dan penurunan akurasi, serta memberikan umpan balik instan kepada atlet dan pelatih melalui dashboard atau isyarat dalam VR. Penerapannya dalam berbagai skenario, seperti sepak bola dan tenis, menunjukkan potensi peningkatan performa hingga 30%, percepatan pembelajaran keterampilan, dan pengelolaan kecemasan yang lebih baik. Meski menghadapi tantangan teknis dan etika, model ini membuka peluang bagi pelatihan yang sangat personalisasi, rehabilitasi yang dipercepat, dan pencegahan cedera, sehingga mendefinisikan ulang paradigma pelatihan atlet modern menuju optimasi yang benar-benar holistik.
Relevansi teori teknologi pendidikan dalam menjawab tantangan era industri 4.0 di pendidikan vokasi Alzet Rama; Wiki Lofandri; Syahda Humayra; Siti Fadillah Sallamah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 8 No. 2 (2023): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086365011

Abstract

Revolusi Industri 4.0 membawa transformasi signifikan pada dunia kerja, yang pada gilirannya menuntut adaptasi dalam sistem pendidikan vokasi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan pedagogis yang dihadapi pendidikan vokasi di era ini dan menganalisis relevansi teori teknologi pendidikan (EdTech) dalam meresponsnya. Melalui tinjauan pustaka sistematis dan analisis konseptual, penelitian ini mengidentifikasi tantangan kunci seperti kebutuhan rapid re-skilling, penyelesaian masalah kompleks, kolaborasi manusia-mesin, literasi data, dan pembelajaran mandiri. Hasil analisis menunjukkan bahwa teori EdTech tradisional seperti Behaviorisme, Kognitivisme, dan Konstruktivisme masih relevan namun tidak memadai jika diterapkan secara tunggal untuk menjawab seluruh kompleksitas tantangan tersebut. Sebaliknya, teori yang lebih baru seperti Konektivisme dan Heutagogy menawarkan pendekatan yang lebih sesuai untuk mendukung pembelajaran seumur hidup dan otonomi siswa. Sebagai novelty, artikel ini mengusulkan sebuah kerangka teoretis hibrid yang mengintegrasikan prinsip-prinsip dari teori lama dan baru untuk menciptakan pendekatan pedagogis yang lebih komprehensif dan adaptif. Implikasinya menekankan pergeseran peran guru menjadi fasilitator dan pentingnya landasan teori yang kuat dalam adopsi teknologi untuk memastikan efektivitas pembelajaran dan kesiapan kerja lulusan vokasi di tengah dinamika Industri 4.0
The empathic avatar: a conceptual framework for ai-driven counseling and the preservation of therapeutic alliance in the digital age alzet Rama; Wiki Lofandri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 8 No. 3 (2023): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086371011

Abstract

Perkembangan aplikasi kesehatan mental digital (DMHIs) dan kecerdasan buatan generatif membuka peluang baru dalam layanan konseling. Namun, kemampuan AI dalam memproses data emosi belum diimbangi dengan pemahaman emosional sejati, menciptakan tantangan dalam membangun Aliansi Terapeutik (Therapeutic Alliance) sebagai fondasi kesuksesan terapi. Artikel ini mengusulkan kerangka kerja konseptual "Digital Therapeutic Alliance Framework" untuk mengatasi kesenjangan ini. Kerangka ini mendekonstruksi empati menjadi komponen kognitif dan afektif yang dapat dimodelkan AI melalui Pemrosesan Bahasa Alami dan avatar responsif. Dengan menerjemahkan tiga pilar Aliansi Terapeutik - Ikatan (Bond), Tujuan (Goals), dan Tugas (Tasks) - ke dalam parameter teknis, kerangka ini memetakan bagaimana avatar AI dapat membangun kepercayaan melalui konsistensi dan personalisasi, menetapkan tujuan kolaboratif, serta merancang tugas yang disertai psikoedukasi dan umpan balik konstruktif. Namun, artikel ini secara kritis menegaskan batasan etika AI dengan menekankan bahwa simulasi empati bukan pengganti belas kasih otentik. Untuk itu, protokol eskalasi "Human-in-the-Loop" untuk situasi krisis diusulkan. Kerangka "Empathic Avatar" ini berperan sebagai pembuka akses dan pelengkap dalam ekosistem kesehatan mental, menciptakan kemitraan simbiosis antara efisiensi algoritmik AI dan kedalaman emosional konselor manusia
Literasi finansial digital dan kesenjangan ekonomi: tinjauan teoretis tentang peran teknologi pendidikan inklusif alzet Rama; Wiki Lofandri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 8 No. 3 (2023): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086375011

Abstract

Transformasi ekonomi digital yang didorong oleh FinTech menjanjikan inklusi keuangan, namun secara paradoks berpotensi memperlebar kesenjangan digital-finansial bagi populasi rentan akibat rendahnya Literasi Finansial Digital (LFD). Respons pendidikan tradisional seringkali gagal mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar. Artikel ini mengatasi kesenjangan teoretis tersebut dengan mengonstruksi Model Tinjauan Teoretis (MTT) TPI-LFD, yang memposisikan Teknologi Pendidikan Inklusif (TPI)—berlandaskan prinsip Universal Design for Learning (UDL)—sebagai variabel mediator kunci. TPI didefinisikan sebagai integrasi infrastruktur digital dan kerangka pedagogis UDL yang fokus pada aksesibilitas kognitif dan keterlibatan multimoda. Model ini beroperasi dalam tiga fase: Inklusi Akses, Transformasi Kapabilitas (LFD dan Efikasi Diri), dan Aktualisasi Dampak (Perilaku Finansial Adaptif). MTT TPI-LFD memproyeksikan bahwa desain teknologi yang inklusif dapat meningkatkan kompetensi LFD dan self-efficacy individu, yang pada akhirnya memicu perubahan perilaku finansial adaptif di level mikro. Secara agregat, perubahan perilaku ini merupakan determinan krusial yang berkontribusi pada mitigasi kesenjangan sosial-ekonomi di level makro. Model ini menawarkan landasan konseptual bagi perumus kebijakan untuk merancang strategi inklusi ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan, menuntut reorientasi dari sekadar penyediaan konten menuju desain instruksional yang humanis.
Towards a proactive mental health ecosystem: a conceptual model of integrated digital layers alzet Rama; Wiki Lofandri; Siti Fadillah Sallamah; Syahda Humayra
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086684011

Abstract

Sementara dunia terus dilanda krisis kesehatan mental global, sistem layanan yang ada saat ini sebagian besar bersifat reaktif, hanya membantu orang setelah mereka mencapai tahap krisis. Makalah konseptual ini mengusulkan Ekosistem Berlapis untuk Pengelolaan Kesehatan Mental Proaktif sebagai solusi yang dapat memperbaiki struktur layanan, membuka jalan untuk fokus pada pencegahan dini dan pemeliharaan kesejahteraan daripada sekadar penyembuhan. Model yang diusulkan di sini terdiri dari empat lapisan yang saling terkait secara fungsional: pertama, pengumpulan data sensorik yang menggunakan sumber pasif dan aktif; kedua, mesin analitik prediktif yang mengeluarkan sinyal peringatan dini; ketiga, pengiriman intervensi mikro; dan terakhir, keterlibatan manusia sebagai pemeriksaan klinis akhir. Selain mengusulkan tipologi intervensi yang mencakup aspek kognitif, perilaku, sosial, dan digital, makalah ini juga mengkritik “Paradoks Privasi-Personalisasi” dengan mengusulkan solusi etis seperti minimalisme data dan kontrol pengguna yang transparan. Dengan menetapkan ukuran kinerja baru seperti tingkat keterlibatan dan penurunan peristiwa eskalasi, struktur ini diharapkan menjadi panduan untuk mengembangkan teknologi kesehatan mental yang tidak hanya cerdas tetapi juga mampu membangun kepercayaan dan otonomi pengguna
Pengembangan E-Modul Menggunakan Aplikasi Flip Pdf Professional Pada Mata Kuliah Analisis Kurikulum Pendidikan Dasar Alzet Rama; Rusnardi Rahmat Putra; Yasdinul Huda; Remon Lapisa
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30031473000

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang pengembangan modul analisis kurikulum pendidikan teknologi meliputi uji validitas, uji praktikalitas dan uji efektifitas. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Research and Development (R&D). Model yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan prinsip ADDIE, metode pengumpulan data melalui angket dan tes hasil belajar, analisis data diolah menggunakan pendekatan kuantitatif dari penerapan modul dan dideskripksikan melalui pendekatan kualititatif untuk meyimpulkan hasil penelitian, subjek penelitian terdiri dari dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap pengembangan modul berbasis android memenuhi kelayakan, ditinjau dari aspek validitas, praktikalitas dan efektifitas. Hasil analisis aspek validitas pengembangan modul dari validator ahli materi adalah 92,98% dengan kriteria sangat valid, sedangkan dari validator ahli media adalah 78,57%, aspek praktikalitas pengembangan modul dari respon dosen pengampu skor persentase rata-rata 98,95% dan respon mahasiswa skor persentase rata-rata 87,76% dengan kriteria sangat praktis. Aspek efektifitas pengembangan modul dilihat dari tes kognitif hasil pembelajaran mahasiswa berupa pre-test dan post-test dengan menggunakan rumus gain score. Hasil tes pengetahuan pada 24 mahasiswa dan mendapatkan nilai skor rata-rata yang baik sebesar 74,29%, sehingga mencapai kriteria sangat tinggi. Kesimpulan bahwa pengembangan modul pembelajaran berbasis android ini mampu menarik perhatian mahasiswa dan membuat mahasiswa paham terhadap materi serta membuat mahasiswa mampu bekerjasama dalam berkelompok.
Konsep media sosial dalam pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) Alzet Rama; Wakhinuddin Simatupang; Dedy Irfan; Mukhlidi Muskhir
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30032530000

Abstract

Media sosial sebagai alat Transfer informasi dengan cepat tanpa harus terpaku pada waktu belajar tertentu dengan mempertimbangkan berbagai faktor untuk mencapai tujuan pembelajaran dapat tercapai. WhatsApp memiliki fitur yang membantunya menjadi lingkungan yang mendukung WhatsApp juga memfasilitasi proses belajar mengajar pekerjaan guru yang tidak masuk kelas padahal ada tugas di luar atau rapat yang tidak ada dapat dihilangkan, siswa yang tidak terlibat juga dapat mengirimkan karya dari WhatsApp kepada guru yang bersangkutan.Menggunakan media sosial dalam pendidikan adalah tantangan besar, tetapi sebenarnya tidak tak terhindarkan, lalu jadikan itu pengalaman belajar yang luar biasa siswa Whatsapp media sosial, khususnya WhatsApp sebagai sistem komunikasi yang canggih Adaptasi juga saat ini dibutuhkan guru dengan perkembangan dan kemajuan TIK dengan mengembangkan diri kita sendiri atau gunakan teknologi yang ada seperti WhatsApp sebagai alat Transfer informasi dengan cepat tanpa harus terpaku pada waktu belajar tertentu dengan mempertimbangkan berbagai faktor untuk mencapai tujuan pembelajaran dapat tercapai.WhatsApp memiliki fitur yang membantunya menjadi lingkungan yang mendukung WhatsApp juga memfasilitasi proses belajar mengajar pekerjaan guru yang tidak masuk kelas padahal ada tugas di luar atau rapat yang tidak ada dapat dihilangkan, siswa yang tidak terlibat juga dapat mengirimkan karya dari WhatsApp kepada guru yang bersangkutan.