Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Kelayakan Investasi Pada Bangunan Puskesmas Halong Dengan Metode Net Present Value K M B Sahureka; F A Sangadji; I Oppier; S I Latuconsina
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v5i1.1039

Abstract

The construction of the new Halong Puskesmas was carried out because the old puskesmas no longer met the standards set by the government. The construction of the new Halong health center is intended so that in the future the people in Halong village and the surrounding area can get good service. Consistent building maintenance is a requirement that must be met, especially for buildings that are to be used commercially. Life Cycle Cost is used to find the value and percentage of the initial cost, replacement and maintenance costs and operational costs during the economic life of the building from the data provided by the Halong Health Center. The Net Present Value is used to analyze the feasibility of the investment by finding the present value of the difference between income and expenses during the economic life of the Halong Health Center. From the results, it is found that the four components that make up the Life Cycle Cost are the initial cost of Rp. 5,534,999,131.79, Operational Costs of Rp. 1,082,976,586.66, maintenance and replacement costs of Rp. 15,226,565,089.41. The final NPV calculation is -2,693,330,679.61. NPV<0.
IDENTIFIKASI KRITERIA PRASYARAT GREEN BUILDING PADA GEDUNG LABORATORIUM TERPADU PENDUKUNG BLOK MASELA Susiana Aprilia Tehuayo; Chirsty Gery Buyang; Fauzan A Sangadji
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.175-182

Abstract

Abstrak Permasalahan lingkungan khususnya pemanasan global menjadi topik permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini. Oleh karena itu perlu adanya pembangunan dengan berkonsep green building yang dapat mengurangi atau menghilangkan dampak negatif terhadap lingkungan, dengan menggunakan lebih sedikit air, energi atau sumber daya alam, serta memiliki dampak positif terhadap lingkungan dengan menghasilkan energi sendiri. Pada gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura Ambon dirancang dengan menggunakan konsep green building sehingga perlu adanya identifikasi secara menyeluruh untuk memaksimalkan persentase penerapannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura Ambon sesuai dengan kriteria prasyarat yang ditentukan GBCI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang didapat melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer berupa observasi lapangan, pengukuran dan wawancara, serta melakukan analisis data dengan menggunakan chek list, sementara data sekunder berupa pengumpulan data site plan beserta data-data lain yang tidak ditemukan pada pengambilan data primer. Setelah dilakukan penelitian, hasil akhir menunjukan bahwa gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura Ambon memenuhi 6 (enam) prasyarat kelayakan bagunan diantaranya, tersedia luasan gedung sebesar 12.200 m2, adanya kepemilikan rencana UKL/UPL, fungsi gedung sesuai dengan peruntukan lahan berdasarkan RT/RW setempat, kesesuaian gedung sesuai dengan standar keselamatan untuk kebakaran, kesesuaian gedung sesuai dengan standar aksesibilitas difabel dan kesesuaian gedung sesuai standarisasi bangunan tahan gempa. Kata kunci: Pemanasan global, green building, Laboratorium Terpadu.
ANALISIS PENERAPAN KONSEP BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PROYEK GEDUNG POLTEKKES KEMENKES, MALUKU Andi Rizky Vanath; Christy Gery Buyang; Fauzan A Sangadji
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.76-83

Abstract

Proses quantity takeoff material atau perhitungan volume pekerjaan merupakan proses yang dilakukan untuk mendapatkan estimasi biaya material dalam sebuah proyek kontruksi. Proses quantity takeoff material yang dikerjakan secara manual seringkali menimbulkan kesalahan – kesalahan human error seperti kesalahan pembacaan gambar, penginputan data, dll, serta memakan waktu dalam pengerjaannya. Selain itu perubahan pada design yang sering kali berubah – ubah mengikuti kondisi di lapangan memakan banyak waktu apabila dilakukan secara manual. BIM mengubah seluruh konsep design, seluruh informasi kontruksi berupa gambar, estimasi biaya, dll dapat saling terkait/terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan data Detailed Engineering Design menggunakan Software Autodesk Revit 2021 (Student Version) yang didapatkan dari konsultan perencana pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Permanen Poltekkes Kemenkes, Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih total cost material menggunakan metode konvensional/manual dengan metode BIM, serta mengetahui perbedaan pengerjaan design berbasis CAD dan berbasis BIM pada pekerjaan struktur dan arsitektur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya selisih total cost material menggunakan metode konvensional/manual dan metode BIM, pada pekerjaan struktur diperoleh selisih sebesar 10,4 % dan pada pekerjaan arsitektur diperoleh selisih sebesar 5,4 %. Penggunakan Software berbasis BIM dalam pengerjaan design dapat mempermudah pengerjaan karena seluruh proses pengerjaan design saling terintegrasi sehingga lebih menghemat waktu dibandingkan dengan pengerjaan design menggunakan CAD yang dilakukan secara terpisah dalam pengerjaannya.
IDENTIFIKASI KRITERIA PRASYARAT GREEN BUILDING PADA GEDUNG OJK PROVINSI MALUKU Alwin A Lerebulan; Fauzan A Sangadji; Christy Gery Buyang
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.84-91

Abstract

Konsep green building dapat mengurangi atau menghilangkan dampak negatif terhadap lingkungan, dengan menggunakan lebih sedikit air, energi atau sumber daya alam, serta memiliki dampak positif terhadap lingkungan dengan menghasilkan energi sendiri. Konsep green building pada Gedung OJK Provinsi Maluku sudah diterapkan namun belum dimaksimalkan sesuai dengan kriteria prasyarat GBCI, sehingga perlu dilakukan identifikasi secara menyeluruh untuk memaksimalkan persentase penerapannya, untuk itulah maka dilakukan penelitian dengan judul Identifikasi Kriteria Prasyarat Green Building pada Gedung OJK Provinsi Maluku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah Gedung OJK Provinsi Maluku sesuai kriteria prasyarat GBCI. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi penulisan, serta memberikan wawasan keilmuan bagi penulis dengan konsep berdasar pada bidang ilmu teknik sipil atau bidang ahli untuk merancangkan fungsi bangunan sesuai kriteria dan syarat guna meminimalisir dampak buruk suatu proyek pembangunan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer berupa observasi lapangan, pengukuran dan wawancara, sementara data sekunder berupa pengumpulan data site plan beserta data-data lain yang tidak ditemukan pada pengambilan data primer, dengan metode analisis data berupa chek list. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gedung OJK Provinsi Maluku memenuhi 7 (tujuh) prasyarat kelayakan bagunan diantaranya: minimum luas gedung 5.141,94 m2, kesediaan data gedung untuk diakses GBCI terkait sertifikasi, kepemilikan rencana UKL/UPL, fungsi gedung sesuai dengan peruntukan lahan berdasarkan RT/RW setempat, kesesuaian gedung terhadap standar keselamatan untuk kebakaran, kesesuaian gedung terhadap standar aksesibilitas difabel dan kesesuaian gedung terhadap standarisasi gempa.
Application of Forage Processing Technology (Silage) for Animal Husbandry Communities Harmoko; Alam, Asmirani; Fatimah Kamaruddin, Sitti; Leunupun, Engrith Grafelia; Suryaningrum, Sumarah; Rumtutuly, Fransheine; Lestari; Sangadji, Fauzan A
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v3i3.200

Abstract

Silage is a simple processed feed which is carried out by means of anaerobic fermentation. The community service activity program was done in Werwaru village in 2022. The main target in implementing this community service was the breeder community in Werwaru Village. This team consisted of lecturers and students of Pattimura University Animal Husbandry Study Program (PSDKU). The results of the implementation of community service with the theme of processing forage for animal feed into silage feed got well and smoothly, this could be said because of being participated on the head of villager and his staff. During the presentation on materials, the community gave interactive questions related to silage processing so that the breeder community felt more aware of the benefits, used and methods of processing forage into silage feed. With the implementation of this community service activity, it was hoped that it would provide benefits to the livestock community in Werwaru village.
Optimalisasi Pelaksanaan Pekerjaan Dengan Menggunakan Metode Crashing pada Proyek Peningkatan Struktur Jalan Laha-Negeri Lima. Tuhuteru, Ilham; Sangadji, Fauzan A.; Oppier, Imran; Latuconsina, Syafruddin Ishak
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v3i1.839

Abstract

The problem that often occurs in construction projects is delay. The Laha Negri Lima Road Structural Improvement Development Project was chosen for the case study because it experienced a progress delay in its implementation of 12.16% at 17.31% progress. which causes the total project completion time to be longer, with a planned project completion time of 210 days. The aim of this research is to determine the minimum cost and optimum duration of acceleration using the crashing method. Also assisted by using Microsoft Project 2010 software to determine the project's critical path and create a simulation model in the form of a new schedule after acceleration analysis. The alternative project acceleration used is an additional 2 hours (overtime). The results of the analysis for the alternative of adding 2 working hours (overtime) obtained a time of 129 days with a cost efficiency of Rp. 214,719,386.87 The results of the analysis show that accelerating the project with the alternative of adding 2 hours of overtime work results in less total time and costs compared to the normal duration.
Analisis Kualitas Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Waai Maluku Tengah Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) Sangadji, Fauzan A.; Metekohy, Juliet Gracea; Sangadji, Fahira Winora
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.070-079

Abstract

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon merupakan salah satu pelayanan jasa penyeberangan dengan menggunakan kapal ferry. Pelabuhan Penyeberangan Waai ini menghubungkan Pulau Ambon dan beberapa lainnya (Haruku, Saparua dan Nusa Laut). Penyeberangan Waai di Maluku Tengah belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan akan pelayanan yang baik, terutama dalam aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Selain itu pelabuhan Waai juga masih memiliki masalah dalam kondisi prasarana yang kurang terawat dan minimnya fasilitas penunjang. Oleh karena itu, penting untuk mengukur kredibilitas dari masalah yang telah diuraikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayanan pada pelabuhan penyeberangan Waai. Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengukur kualitas jasa berdasarkan lima dimensi kualitas jasa (reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles). Metode pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada para pengguna jasa di pelabuhan penyeberangan Waai. Importance Performance Analysis (IPA) dihitung untuk menentukan kepuasan pelanggan. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa pelabuhan penyeberangan Waai memperoleh hasil pengukuran nilai GAP berdasarkan dimensi tangibles -1,18, reliability -0,33, responsiveness -0,63, assurance -2,84 dan emphaty -1,86 yang semuanya dilihat pada nilai rata-rata GAP 5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  terdapat ketidaksesuaian antara harapan atau presepsi penumpang dengan kualitas layanan di Pelabuhan Penyeberangan Waai pada semua dimensi yang diukur.
ANALISIS PENERAPAN GREEN CAMPUS BERDASARKAN UI GREENMETRIC PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Pertiwi, Hana; Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan A
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i1.2453

Abstract

The University of Indonesia launched the UI GreenMetric World University Ranking in 2010 as a benchmark for evaluating green campuses. The goal of the college community's "green campus" idea is to lessen its negative environmental effects by implementing programs like garbage recycling, green mobility, energy and water conservation, and climate change mitigation. Arrangement and infrastructure (15%), energy and climate change (21%), waste (18%), water (10%), transportation (18%), and education and research (18%) are the six assessment criteria for UI GreenMetric. The purpose of this research is to examine how the Unpatti Engineering Faculty has implemented the green campus idea by using the UI GreenMetric 2022 categories and indicators. This study employed a quantitative descriptive analytical approach. Two types of data were used: primary and secondary. Primary data came from field observations, measurements, and interviews. Secondary data was gathered from faculty members already in the field as well as information on sustainability issues, waste recycling, energy and water conservation, and other topics not covered by primary data collection. According to the study's findings, the planning and infrastructure (SI) category received 510 points, the energy and climate change (EC) category received 560 points, the waste and water (WR) categories received 0 points, the transportation (TR) category received 450 points, and the education and research (ED) category received 400 points. The Unpatti Engineering Faculty's green campus implementation study, as determined by the UI GreenMetric evaluation, yielded a total score of 1920 points out of a possible 10,000 points, or 19.20% out of 100%. Keywords: UI GreenMetric; Green Campus; Faculty of Engineering Unpatti
Analisis Produktivitas Alat Berat Excavator Dan Dump Truck Dengan Metode Cycle Time (Studi Kasus: Pembangunan Gudang Dan Ruko 2 Lantai di Hunuth, Ambon) Samalehu, Nurul Khainam; Sangadji, Fauzan A.; Oppier, Imran; Latuconsina, Syafruddin Ishak
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2025): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v4i1.1433

Abstract

Setiap proyek konstruksi memerlukan alat berat untuk beberapa jenis pekerjaan, namun tidak mencakup semua jenis alat berat yang ada. Proyek pembangunan gudang dan ruko dua lantai di Hunut, Kota Ambon, terutama pada tahap pekerjaan tanah, melibatkan penggalian dan pemuatan melibatkan alat berat dengan satu excavator dan satu dump truck untuk mendukung proses gali-muat di lokasi pekerjaan tanah. Namun, jika terjadi kerusakan pada salah satu alat berat, hal ini dapat menghambat proses penggalian dan berpotensi mengurangi produktivitas, serta memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan galian.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui nilai produktivitas yang dihasilkan excavator dan dump truck pada pekerjaan galian Proyek Pembangunan Gudang dan Ruko 2 Lantai di Hunut, Kota Ambon. Metode yang digunakan metode cycle time berupa data waktu siklus. Hasil analisis menunjukkan selama 14 hari tiap hari 9 siklus bahwa nilai rata-rata produktivitas alat berat excavator per jam adalah 132,09 m3/jam dan prouktivitas per hari dengan durasi waktu 8 jam/hari adalah 975,48 m3/hari. Produktivitas alat berat dump truck per jam adalah 8,21 m3/jam dan produktivitas per hari adalah 68,9 m3/hari. Jumlah alat berat di lapangan adalah 1 excavator dan 1 dump truck, namun dari data perhitungan memerlukan 2 unit dump truck untuk memenuhi produktivitas excavator, maka produktivitas alat berat tersebut tidak optimal.
Analisis Pencahayaan Buatan Berdasarkan SNI 03-6575-2001 Pada Ruang Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Namlea Kabupaten Buru Wattiheluw, Moh. ilham Syah; Sangadji, Fauzan A.; Buyang, Christy G.
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1202.0215-221

Abstract

Pencahayaan buatan yang sesuai dengan standar sangat diperlukan di lingkungan rumah sakit untuk menunjang kenyamanan visual dan pemulihan pasien, serta mendukung efektivitas kerja tenaga medis. Ruang pasien seperti rawat inap, operasi, UGD, dan laboratorium pada rumah sakit umum Namlea memiliki kondisi layout letak pencahayaan yang kurang memadai dengan kondisi pencahayaan buatan yang belum cukup terang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian pencahayaan buatan di ruang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea, Kabupaten Buru, berdasarkan standar SNI 03-6575-2001. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengukuran intensitas cahaya menggunakan alat lux meter di ruang rawat inap, ruang operasi, UGD, dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang rawat inap memiliki intensitas pencahayaan rata-rata sebesar 89,92 lux, di bawah standar minimum 250 lux, sementara ruang operasi mencapai 158 lux dari standar 300 lux, ruang UGD hanya mencapai 105 lux dari standar 300 lux dan laboratorium hanya mencapai 74 lux dari standar 500 lux yang juga belum memenuhi standar. Penyimpangan ini disebabkan oleh penggunaan lampu dengan spesifikasi yang tidak tepat serta tata letak armatur yang kurang optimal. Rekomendasi yang diberikan meliputi penambahan jumlah lampu, penggunaan lampu LED yang lebih efisien, serta penyesuaian tata letak pencahayaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi manajemen rumah sakit, terkhususnya pada bangunan bidang kesehatan dengan klasifikasi rendah dalam meningkatkan kualitas pencahayaan agar sesuai dengan standar SNI 03-6575-2001, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi pasien serta tenaga medis.