Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Pencahayaan Menggunakan Dialux Evo pada Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon Heriadi, Mul Fadia Fahira; Sangadji, Fauzan A.; Buyang, Christy G.
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2026): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v4i2.1426

Abstract

Berdasarkan pengambilan data lapangan yang telah dilakukan menggunakan Lux Meter Kuber AS803 data yang diperoleh menunjukkan bahwa beberapa ruang kuliah pada lantai 1, 2, dan 3 memiliki pencahayaan yang bervariasi. Misalnya, ruang Studio PWK di lantai 1 memiliki nilai iluminasi sebesar (22) lux, yang belum sesuai dengan Standar SNI yang merekomendasikan nilai iluminasi untuk ruang studio sebesar 350 Lux. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencahayaan di Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon dengan menggunakan perangkat lunak DIALux Evo. Tingkat pencahayaan yang diukur adalah pencahayaan alami dan pencahayaan buatan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6575-2001 tentang tingkat pencahayaan minimum yang direkomendasikan untuk lembaga pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung dan pengukuran menggunakan lux meter, pengukurn menggunakan lux meter dilakukan untuk mengetahui data awal pada setiap ruangan. Data primer meliputi dimensi ruangan, spesifikasi lampu, dan kondisi eksisting Gedung, dan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa ruang kuliah dan ruang dosen belum memenuhi standar SNI. Pada pencahayaan alami, nilai lux bervariasi tergantung waktu pengukuran, intensitas tertinggi terjadi pada siang hari dan menurun pada sore hari. Pada pencahayaan buatan, rata-rata nilai lux di lantai 1 adalah 114,73 lux, lantai 2 adalah 151,72 lux, dan lantai 3 adalah 71,34 lux, yang masih di bawah nilai standar SNI yang direkomendasikan untuk ruang kuliah yatu (250 lux). Faktor penyebab rendahnya pencahayaan adalah kurangnya jumlah titik lampu dan daya lampu yang rendah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan titik lampu, peningkatan daya lampu, serta optimalisasi desain pencahayaan menggunakan DIALux Evo agar memenuhi standar SNI.
Penilaian Kondisi Jembatan Wai Tomu 1 Menggunakan Pedoman Pemeriksaan Jembatan No 01/P/BM/2022 Dan Estimasi Biaya Pemeliharaan Rumatamerik, Yasir; Sangadji, Fauzan A; Wangean, Febrino
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2026): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v4i2.1758

Abstract

Jembatan merupakan bagian vital jalan yang berfungsi sebagai penghubung yang akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan ketika jembatan mengalami kerusakan. Diperlukan pemeriksaan berkala pada jembatan untuk mengetahui kondisi jembatan serta mengevaluasi biaya pemeliharaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis data dari hasil pemeriksaan jembatan Wai Tomu I menggunakan Pedoman Pemeriksaan Jembatan No 01/P/BM/2022. Pedoman Pemeriksaan Jembatan ini juga merupakan metode pemeriksaan jembatan yang telah ditetapkan oleh Dirjen Bina Marga sebagai sarana untuk membantu pemerintah dalam pembangunan dan desentralisasi. Selain itu, Pedoman Pemeriksaan Jembatan tahun 2022 digunakan sebagai penentu skala prioritas dalam pemeliharaan jembatan. Penelitian ini dilakukan pada Jembatan Wai Tomu I yang melintasi Sungai. Setiap elemen dinilai dengan poin 0 dan 1 sesuai dengan level yang ada, yakni level 5 (terendah) hingga level 1 (tertinggi) yang berarti jembatan mengalami kerusakan total. Terdapat 5 kategori dalam penilaian jembatan yaitu Struktur (S), Kerusakan (R), Kuantitas (K), Fungsi (F), dan Pengaruh (P), serta menghitung kuantitas kerusakan dan total kuantitas elemen. Selanjutnya, kelima kategori tersebut akan dijumlahkan untuk memperoleh nilai kondisi jembatan dengan nilai 0 (baik), 1 (rusak ringan), 2 (rusak sedang), 3 (rusak berat), 4-5 (kritis atau runtuh). Setelah diperoleh nilai kondisi, selanjutnya yaitu menghitung biaya penaganannya. Hasil dari penelitian dengan menggunakan cara skrining ini diperoleh Jembatan Wai Tomu I memperoleh nilai 2 (rusak sedang), dengan biaya pemeliharaan sebesar Rp. 64.651.908,63.
IDENTIFIKASI PENYEBAB TIMBULNYA LIMBAH PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA AMBON Evana Bintang, Syakira; Taihuttu, Felix; Sangadji, Fauzan A.
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5683

Abstract

Construction waste is a common issue faced in development projects, primarily due to inefficient material usage, technical errors, and lack of supervision. In Ambon City, the increase in construction activities has not always been accompanied by proper waste management. This study aims to identify the most dominant types of construction waste and analyze the main factors causing the generation of such waste from the perspective of stakeholders, namely contractors, consultants, and government agencies. The method used is a descriptive quantitative approach through a two-stage questionnaire distribution. The first stage was conducted to determine the most dominant type of waste, while the second stage measured the intensity of the factors causing waste generation based on project phases: planning, procurement, and implementation. A total of 77 respondents were involved in this study. Data analysis techniques included validity tests, reliability tests, as well as mean analysis and ranking using the SPSS program. The results show that ceramic tiles are the most dominant type of waste. The main contributing factor is the large number of unusable ceramic tile cuts due to mismatched room dimensions, followed by incomplete working drawings and careless material handling. Waste management strategies derived from respondent feedback have been validated by experts and deemed feasible for on-site implementation.
Analisis Kerusakan Dan Estimasi Biaya Perbaikan Pada Gedung C Laboratorium Teknik Universitas Pattimura Ambon Suwarno Hadi Kusumo; Buyang Buyang; Fauzan A. Sangadji
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3980

Abstract

Bangunan Gedung C Laboratorium Teknik merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang diberikan oleh kampus untuk kepentingan mahasiswanya. Sejak dari mulai berdirinya Gedung C Laboratorium teknik sangat minim sekali melakukan perawatan dan perbaikan bangunan gedung. Dengan umur Bangunan gedung sudah berusia lebih dari 62 tahun, Sebagai contoh, Universitas Pattimura Ambon memiliki 31 ruangan dan 6 WC, 2 ruangan instalasi, 2 ruangan Gudang untuk lantai ( satu) untuk lantai ( dua ) terdiri dari 32 ruangan, 3 WC dan 1 ruangan instalasi Listrik. bekerja sampai saat ini. Maka fisik bangunan mulai mengalami kerusakan terutama kerusakan, arsitektural yang telah terjadi pada gedung C Laboratorium Teknik Universitas Pattimura Ambon yaitu kerusakan pada dinding, lantai, plafon, kaca, jendela, pintu dan cat. Sehingga diperlukan perbaikan agar kondisi gedung tetap layak fungsi. Maka dari itu, perlu adanya Analisis Kerusakan Dan Estimasi Biaya Perbaikan Pada Gedung C Laboratorium Teknik Universitas Pattimura Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipikal kerusakan yang terjadi dan mengetahui biaya perbaikan komponen dengan menggunakan metode estimasi harga perkiraan taksiran kasar (approximate estimate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kerusakan pada beberapa elemen arsitektural bangunan dengan tingkat kerusakan sebesar 5,25% termasuk golongan kerusakan yang ringan karena di bawah 35% dari harga bangunan gedung sesuai hasil perhitungan kerusakan dan harga satuan pekerjaan perbaikan Gedung C Laboratorium Teknik adalah sebesar Rp1.459.444.905,200.
ANALISIS SISTEM PENCAHAYAAN PADA GEDUNG FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Rumfot, Siti Nursani; Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan
MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2026): MARSEGU : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : PT. BARRINGTONIA ASIATICA LESTARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69840/marsegu/2.11.2026.780-793

Abstract

This study aims to analyze the artificial lighting system in the building to determine whether the resulting illumination levels comply with the standards set by SNI 6197:2020. The main issue addressed is the low lighting which affects visual comfort and user productivity. This research adopts a descriptive quantitative method with observational and simulation approaches. Primary data were obtained through direct measurements using a lux meter and by collecting room dimension data, while secondary data were sourced from national standards and related journals. Lighting simulations were conducted using Dialux Evo software to visualize and evaluate lighting performance in each room. The results show that most rooms have lighting intensity levels below the standard. For instance, classrooms that should have 350 lux only recorded a maximum of 120 lux. The simulations carried out aim to visualize lighting more accurately. This study contributes significantly to the evaluation of lighting systems to be more effective and efficient
IDENTIFIKASI PENCAHAYAAN ALAMI GEDUNG SEKOLAH MUHAMMADIYAH AMBON BERDASARKAN SNI 03-6197-2000 Huwae, Jeams; Sangadji, Fauzan .A.; Taihuttu, Felix
JURNAL SIMETRIK Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v16i1.3500

Abstract

This study aims to evaluate the levels of natural and artificial lighting in the Muhammadiyah School Ambon building based on SNI 03-6197-2000. The research was conducted in 15 rooms, including classrooms and supporting spaces, using a descriptive quantitative method with direct measurements obtained through a lux meter.The results indicate that all rooms have lighting levels below the minimum standard requirement of 250 lux for classrooms. Inadequate lighting is caused by limited window openings, obstructed room positions, and building designs that do not support optimal daylight penetration, combined with insufficient artificial lighting conditions.This study concludes that the lighting system at Muhammadiyah School Ambon does not meet visual comfort standards. Improvements to artificial lighting, optimization of natural lighting, and regular maintenance of lighting installations are recommended to enhance the quality of the learning environment. Keyword:  Lighting School Indonesian National Standard Sni 03-6197-2000, Lux Meter Classroom Visual Evalution
Identifikasi Limbah Pembongkaran (Demolition waste) pada Proyek Konstruksi di Kota Ambon Dian Ayu Sabila; Felix Taihuttu; S Fauzan A Sangadji
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.16578

Abstract

Pertumbuhan pembangunan konstruksi yang pesat berdampak pada meningkatnya volume limbah pembongkaran (Demolition waste), khususnya limbah beton yang belum dimanfaatkan secara optimal di Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis limbah pembongkaran yang dominan serta menentukan strategi pengelolaannya berdasarkan persepsi pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dua tahap dan wawancara kepada kontraktor, konsultan, dan instansi pemerintah. Tahap pertama bertujuan mengidentifikasi jenis limbah dominan, sedangkan tahap kedua digunakan untuk menilai dan memeringkat alternatif pengelolaan limbah beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah beton merupakan jenis limbah paling dominan dengan persentase tertinggi (100%) yang berasal dari pembongkaran struktur bangunan. Strategi pengelolaan yang paling banyak dipilih adalah Reuse, seperti pemanfaatan sebagai material timbunan, batu pijakan, Gabion, dan pelindung pantai, karena lebih praktis dan ekonomis dibandingkan Recycle. Namun, implementasi pengelolaan limbah masih menghadapi kendala berupa kondisi geografis, akses lokasi, dan keterbatasan peralatan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan pengelolaan limbah konstruksi berbasis Reuse serta peningkatan fasilitas pengolahan limbah untuk mendukung praktik Recycle. Implikasinya, pengelolaan limbah yang tepat dapat meningkatkan efisiensi material, mengurangi dampak lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir seperti Kota Ambon.
PENILAIAN KRITERIA GREEN BUILDING PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i1.1384

Abstract

Krisis energi Pemanasan global merupakan isu fenomenal saat ini dan menjadi salah satu tantangan dunia termasuk di Indonesia. Krisis energi sedang mendapat perhatian khusus bagi negara-negara di dunia, karena kebutuhan energi yang terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya populasi penduduk. Di samping itu pemanasan global disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tidak ramahnya pembangunan yang berdampak bagi lingkungan. Konsep green construction dan green building merupakan solusi untuk mengurangi pemanasan global dan krisis energi dalam lingkup Bangunan Teknik Sipil. . Studi kasus yang digunakan adalah bangunan dalam tahap operasional dan pemeliharaan yaitu gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura. Metode penelitian yang digunakan pada gedung Fakultas Teknik adalah analisis green building berdasarkan perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1. Tujuan dari penelitian ini sdalah untuk melakukan pengkajian kondisi eksisting dan kesesuaian gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura serta memberikan rekomendasi terkait usaha perbaikan Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura terhadap konsep Green Building dengan standar Greenship Existing Building v.1.1. Dari tujuan tersebut didapatkan hasil penelitian yaitu Metode green building ini terdapat 6 kategori yaitu tepat guna lahan (ASD) emperoleh 17 poin, efisiensi dan konservasi energi (EEC) memperoleh 3 poin, konservasi air (WAC) memperoleh 2 poin, sumber dan siklus material (MRC) memperoleh 6 poin, kesehatan dan kenyamanan dalam ruang (IHC) memperoleh 14 poin dan manajemen lingkungan bangunan (BEM) tidak dapat memperoleh poin. Dari 42 kriteria yang ada dalam kategori Greenship, gedung teknik unpatti memperoleh total poin sebesar 42 dari 177 poin  maksimal, sehingga gedung fakultas teknik memperoleh predikat perunggu dengan jumlah poin sebesar 42 poin.