Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TRAUMA HEALING PERSPEKTIF AL-QUR’AN: Studi Kasus Korban Perkosaan di Lembaga Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis Cirebon Layali Hilwa; Ahmad Syukron; Ade Naelul Huda
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10056

Abstract

Perkembangan zaman yang kian maju sering kali menyebabkan peningkatan sosial dan kriminalitas masyarakat. Perkembangan ini memiliki efek yang signifikan terhadap kehidupan sosial, namun sebaliknya, kemajuan tersebut juga berkontribusi terhadap munculnya berbagai bentuk kejahatan. Salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi adalah kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi seksual. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk meneliti berbagai cara yang bisa diterapkan untuk trauma healing bagi korban perkosaan dalam persepektif Al-Qur’an. Penelitian ini mendalami ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang ketenangan jiwa, keyakinan, kesabaran, instrospeksi diri, hikmah tentang cobaan hidup yang dialami korban perkosaan. Serta upaya untuk mencapai kedamaian dalam pikiran dan hati. Metode penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan library research, dengan meneliti pemulihan korban pemerkosaan lewat Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pemilihan sampel, pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil. Diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam bidang trauma healing dan kesehatan mental dari persepektif Al-Qur’an; Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendekatan trauma-healing yang terinspirasi oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip Al-Quran dapat memiliki dampak yang positif dalam pemulihan trauma bagi korban, seperti muhasabah (kesadaran diri dan refleksi), doa dan koneksi spiritual, penerimaan diri (ikhlas) dan ridha dengan menerima cobaan dan ujian hidup sebagai bagian dari takdir Allah dan percaya pada kebijaksanaan Allah dapat membantu korban mengatasi trauma dan memperoleh kedamaian hati
MAKNA IHSAN DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SEMANTIK PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU Ade Naelul Huda; Hawwa Nasywa Aqillah; Khoiriah Malinda Ritonga; Muhammad Encep Jaelani; Muhammad Alwan
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10247

Abstract

Konsep ihsan adalah salah satu istilah penting dalam al-Qur'an yang memiliki peran besar dalam membentuk nilai-nilai etika Islam. Meskipun umumnya dianggap sebagai bentuk kebaikan atau kesempurnaan dalam beribadah, makna yang terkandung dalam al-Qur’an menunjukkan makna yang lebih rumit dan terkait erat dengan sistem nilai wahyu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami arti ihsan dengan menggunakan pendekatan semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Penelitian ini juga mempertimbangkan beberapa aspek seperti makna dasar, makna relasional, makna oposisi, sinkronik dan diakronik, serta analisis secara bersamaan dan sepanjang waktu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang didasarkan pada studi kepustakaan dengan pendekatan semantik struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna akar ḥ-s-n tidak hanya meliputi kebaikan secara umum, tetapi semakin diperkuat dalam al-Qur’an melalui hubungannya dengan istilah-istilah seperti 'adl, iman, dan taqwa, serta melalui perbandingan dengan kata-kata seperti sayyi’ah dan zulm. Dalam kontkes penggunaannya, ihsan menunjukkan tingkatan nilai yang melebihi standar keadilan dan mempertunjukkan kualitas tindakan yang terarah pada kesadaran akan keagamaan. Analisis diakronik menunjukkan adanya perubahan dari makna sosial dan estetis yang ada sebelum munculnya al-Qur'an menuju makna yang lebih bersifat etis dan teologis, yang terpadu dalam sistem keyakinan satu Tuhan. Dengan demikian, ihsan berperan sebagai konsep yang menggambarkan tingkat kualitas keagamaan dalam struktur pandangan dunia al-Qur'an yang memiliki tingkatan dan saling terkait.