Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Window of Nursing Journal

Hubungan Perawatan Paliatif dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Safruddin, Safruddin; Maryunis; Suhermi; Papalia, Sunarti
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.517 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.24

Abstract

Pasien pendertita kanker payudara akan mengalami perubahan fisik, psikologis (seperti tingkat depresi dan kecemasan), fungsi sosial, seksual serta aktifitas sehari-hari. sehingga akan berpengaruh terhadap kualitas hidup atau quality of life (QOL) penderita. Akan tetapi dengan adanya Perawatan paliatif yang baik diharapkan mampu merubah kualitas hidup pasien kanker menjadi lebih baik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan paliatif dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 43 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan paliatif dengan kualitas hidup baik yaitu 26 pasien (83,9%) dan yang memiliki perawatan paliatif dengan kualitas hidup kurang baik 5 pasien (16,1%) sedangkan yang memiliki perawatan palitif dengan kualitas hidup cukup baik 3 pasien (30,0%) dan yang memiliki perawatan paliatif dengan kualitas hidup kurang baik 7 pasien (70,0%) sedangkan perawatan paliatif dengan kualitas hidup Baik 0 pasien (0,0%) dan yang memiliki perawatan paliatif dengan kualitas hidup kurang baik 2 pasien (4,7%). Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai probabilitas (p value =0,001. Sehigga dapat disimpulkan bahwa ini adalah terdapat hubungan antara perawatan paliatif dengan kualitas hidup pada kualitas hidup pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
Faktor Internal dan Eksternal dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Keperawatan D. hukom, Sridina; Suhermi; Alam, Rizqy Iftitah
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.23 KB) | DOI: 10.33096/won.v2i2.715

Abstract

Students who experience stress can have a positive or negative impact. An increase in the amount of academic stress will reduce academic ability which affects the achievement index. Even those that are considered too heavy can trigger memory problems, concentration, decreased problem-solving abilities, and academic abilities. This study aims to determine the influence of external and internal factors on stress levels in fourth semester nursing students. This type of research is an analytic survey research, which is to identify the influence of internal and external factors on stress levels on nursing students. The research design used is a cooperative research design (cross sectional). The sample in this study was all prigravida maternity mothers with a total of 54 respondents. The relationship test was carried out using the Regression test with a significance level (α) of 0.05. Regression test results p = 0.000, which means the p value is smaller than the value (α) 0.05, thus H0 is rejected and Ha is accepted. Interpretation of the influence of internal and external factors on stress levels in fourth semester nursing students. With this study, it can be concluded, UMI nursing students in semester IV at the Indonesian Muslim University, where students who experience stress caused by internal factors get 27 students (i) (50.0%) who experience severe stress levels, while 17 students (i) (31.5%) who experienced moderate stress. internal factors obtained 29 students (i) (53.7%) who experienced severe stress levels, while 17 students (i) (31.5%) experienced moderate stress.
Pengaruh Terapi Musik Klasik terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III Hijrianti Suharnah; Fatma Jama; Suhermi
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v2i1.289

Abstract

Kehamilan primigravida merupakan suatu kondisi yang menimbulkan perubahan fisik dan psikologis. Salah satu aspek psikologis berpengaruh pada kehamilan yang dapat menyebabkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di UPTD Puskesmas Turikale Kab. Maros. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah “One Group Pretest-Postest Design”. Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan besar sampel sebanyak 23 ibu hamil. Pemberian terapi musik klasik dilakukan sebanyak 6 kali intervensi selama 2 minggu. Analisa data yang digunakan menggunakan analisa data uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Apabila nilai p < 0,05 maka Ha diterima, berarti ada pengaruh variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian dari analisa statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ lebih kecil dari nilai α = 0,05 maka Ha diterima. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil Primigravida Trimester III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravida. Setelah diberikan intervensi terapi musik klasik terhadap ibu hamil primigravida trimester III terjadi penurunan tingkat kecemasan.
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi Bujang, Nurul Magfirah; Muhammad Khidri Alwi; Suhermi; Ernasari
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v3i2.498

Abstract

Salah satu kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan hendaya yang cukup adalah halusinasi. Halusinasi merupakan tanggapan indera terhadap rangsangan yang datang dari luar, dimana rangsangan tersebut dapat berupa rangsangan penglihatan penciuman, pendengaran, pengecapan, dan perabaan. peran serta keluarga adalah satu usaha untuk mengurangi angka kekambuhan penderita halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada klien halusinasi di UPTD Puskesmas Simpong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 36 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuisioner atau angket sebagai data primer yang diperoleh dari data responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji somer’s D. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada klien halusinasi di UPTD Puskesmas Simpong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Secara khusus didapatkan hasil dukungan penilaian dengan tingkat kekambuhan α = 0,138 > 0,05, dukungan informasional dengan tingkat kekambuhan α = 0,486 > 0,05, dukungan instrumental dengan tingkat kekambuhan α = 0,563 > 0,05 dan dukungan emosional dengan tingkat kekambuhan didapatkan hasil α = 0,306 > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan penilaian, informasional, instrumental dan emosional dengan tingkat kekambuhan. Diharapkan keluarga dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap klien dengan gangguan jiwa khususnya halusinasi, serta keluarga dapat mengetahui tanda-tanda mengenai gejala kekambuhan sehingga dapat meminimalisir tingkat kekambuhan klien.
Pengaruh Zikir Terhadap Ketenangan Jiwa dan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Zethira, Zara; Siokal, Brajakson; Suhermi
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v3i2.581

Abstract

Penatalaksanaan hipertensi nonfarmakologi dipandang penting dan bisa menjadi alternatif untuk lansia seperti berdoa dan berdzikir untuk mengatasi hipertensi diantaranya adalah melalui pengelolaan emosi. Emosi yang terkelola dengan baik, berdampak pada kemampuan individu dalam mengendalikan kognisi dan afeksi yang dapat menurunkan resiko tekanan darah tinggi sehingga dapat membuat tubuh selalu dalam keadaan rileks dan tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zikir terhdapa ketenangan jiwa dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Untia Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Pre-Experimental Design dengan model desain One –Group Pretest-Posttest Design dengan jumlah sampel 36 responden. Uji hubungan yang dilakukan dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α<0.05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh zikir terhadap ketenangan jiwa lansia, namun tidak untuk tekanan darah yang tidak terdapat pengaruh pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Untia. Pola makan yang salah bisa menjadi salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan penyakit hipertensi. Diharapkan terapi zikir dapat menjadi alternatif bagi lansia yang memiliki riwayat hipertensi .
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja Kasan, Hastri Arifin; Yusrah Taqiyah; Suhermi; Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v4i1.635

Abstract

Dismenore merupakan salah satu gangguan mestruasi yang sering di alami oleh remaja putri. Untuk penanganan dismenore bisa dilakukan dengan terapi non-farmakologi salah satunya adalah teknik relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan dismenore pada remaja di Ma Al-Ishlah Gale-gale Kabupaten Maluku Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre experiment dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian ini di laksanakan di Ma Al-Ishlah gale-gale sejak 14 Mei/14 Juli 2022 dengan jumlah populasi 60 remaja. Penelitian ini menggunakan metode total sampling. Pengolahan data menggunakan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat signifikn α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan, sebelum diberi perlakuan teknik relaksasi otot progresif tingkat dismenore pada remaja berada pada nyeri ringan 58,8% hingga nyeri sedang 40% dan nyeri berat 1,7%. Tetapi setelah di beri perlakukan teknik relaksasi otot progresif tingkat dismenore pada remaja berada pada tidak nyeri 55% hingga nyeri ringan 43,3% dan nyeri sedang 1,7%. Uji Wilcoxon menunjukkan p Value = 0,000. Sehingga Ha diterima artinya terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan dismenore. Kesimpulan dari penelitian bahwa relaksasi otot progresif dapat menurunkan dismenorea pada Remaja di Ma al-Ishlah Gale-gale Kabupaten Maluku Tengah. Oleh karena itu teknik relaksasi otot progresif dapat di jadikan sebagai terapi non-farmakologi yang bisa dilakukan secara mandiri dalam mengatasi tingkat dismenore.
Faktor Internal dan Eksternal dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Keperawatan Hukom, Sridina D.; Suhermi; Alam, Rizqy Iftitah
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v2i2.936

Abstract

Mahasiswa yang mengalami stres dapat berdampak positif atau negatif. Peningkatan jumlah stres akademik akan menurunkan kemampuan akademik yang berpengaruh terhadap indeks prestasi. Bahkan yang dirasa terlalu berat dapat memicu gangguan memori, konsentrasi, penurunan kemampuan penyelasaian masalah, dan kemampuan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap tingkat stresPada Mahasiswa Keperawatan Semester IV. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik yaitu mengindentifikasi pengaruh faktor internal dan eksternal tingkat stres pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian koperatif (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa keperawatan semester IV sejumah 54 responden. hasil uji statistic Regression didapatkan nilai ρ = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05. Hal ini menunjukan bahwa terdapat Pengaruh faktor internal dan eksternal dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan semester IV. Stres akademik sebaiknya tetap diantisipasi dan dikelola dengan baik, sehingga mahasiswa yang mengalami stres akademik dapat memberikan pengaruh yang positif (adaptif). Pertumbuhan fisik yang baik dan manajemen waktu yang baik akan membantu mahasiswa untuk lebih terarah dalam menjalani perkuliahan sehingga bisa mendukung mahasiswa untuk bersikap adaptif.
Dukungan Keluarga dengan Kejadian Demensia pada Lansia Adila, Adila Nurdefianty; Suhermi; Ramli, Rahmawati; Andi Yuliana
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.783

Abstract

Dementia is one of the global health problems with a total of more than 55 million cases in the world and more than 60% of them live in low to middle class countries. Adequate family support will inhibit the decline in cognitive function.This study aims to determine whether there is a relationship between family support and the incidence of dementia in the elderly in the working area of ​​the Bontomarannu Health Center. The design used in this study is descriptive analytic using a cross-sectional study approach. The sample included in this study was random sampling with a sample of 60 respondents. The test used in this research is using chi square. The results of this study indicate that family support for moderate family dysfunction is 67% compared to severe family dysfunction 10% and good 23%, severe cognitive impairment is 43% more than with 30% moderate cognitive impairment and 27%. There is a significant relationship between the relationship between family support and the incidence of dementia in the elderly in the Bontomarannu Community Health Center (p value 0.001 < 0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and the incidence of dementia in the elderly in the Bontomarannu Community Health Center. Therefore, it is hoped that the puskesmas can increase counseling to families about the importance of providing support to the elderly and then for the elderly and their families to be active in participating in posyandu activities, and routinely conducting health checks.
Efektivitas Terapi Psikoedukasi terhadap Kemampuan Keluarga dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Lidya Nurul Adha; Suhermi; Sunarti; Ramli, Rahmawati
Window of Nursing Journal Vol 6 No 1 (June, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/v1t50n94

Abstract

Family is a very important factor in the healing process of clients who experience mental health problems. One of the therapies that can be given to clients and families is psychoeducational therapy. This study aims to determine the effect of psychoeducational therapy on the ability of families to care for people with mental disorders in the UPTD Working Area of ​​Marusu Health Center Regency Maros. This research is a quantitative research with a pre-experimental design research design with a one group pretest-posttest research design carried out in the UPTD Working Area of ​​Marusu Health Center Kab. Maros in September 2022. The population in this study was 63 people and the sample was taken using a purposive random sampling method in accordance with predetermined criteria with a sample of 35 respondents. The test test in this study used a paired sample t-test with a significance level (ρ < 0.05). The results showed that before psychoeducation therapy was carried out, the family's ability to care for people with mental disorders in the poor category was 35 (100%). After doing psychoeducation therapy, it was found that the ability of families in the poor category was 5 respondents (14.3%) and 30 respondents (85.7%). The results of the paired t-test statistic obtained the value of = 0.000. The conclusion of this study is that there is an effect of psychoeducational therapy on the ability of families to care for people with mental disorders. Therefore, it is recommended to continue to provide support to families who have mental disorders and to conduct regular consultations with health health workers related to family development.
Hubungan Body Image dengan Perilaku Self Esteem pada Remaja Putri Idris, Indrayani; Suhermi; Alam, Rizqy Iftitah; Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.853

Abstract

Adolescents will go through various changes in themselves both physically, emotionally and psychologically. Associated with the physical changes that occur, adolescents must be able to accept their physical condition and use their bodies effectively. Physical changes that occur in adolescents are related to body image. A teenager is said to have a positive body image if he is satisfied with his current physical condition. This study aims to determine the relationship between body image and self-esteem behavior in young women in Punranga Village. This type of research is quantitative with a cross sectional study approach. The sampling technique used purposive sampling technique as many as 66 people from a total population of 80 people and used an instrument in the form of a questionnaire to retrieve information. The analysis uses the Chi-Square test as a tool to test the relationship between variables with a significance level of = 0.05. The results obtained 23 respondents who have a negative body image, of which there are 3 respondents (13.0%) who have low self-esteem and 20 respondents (87.0%) who have high self-esteem behavior. As for the positive body image, there are 43 respondents, of which 17 respondents (39.5%) have low self-esteem behavior and 26 respondents (60.5%) have high self-esteem behavior. The results of statistical tests with Chi-Square obtained p = 0.026 (<0.05). The conclusion in this study is that there is a relationship between body image and self-esteem in young women in Punranga Village. For this reason, it is hoped that adolescents will always increase their self-confidence and respect themselves, both in appearance and physically.