Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Mesin Pengayak Rotary Dalam Pemisahan Glukomanan Menggunakan Metode Full Factorial Hamni, Arinal; Ibrahim, Gusri Akhyar; Yahya, Achmad; Tarkono; Taqwa, Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung porang diperoleh dari proses pengeringan dan pengayakan umbi porang, yang mana memiliki kadar glukomanan yang tinggi. Glukomanan merupakan serat pangan larut air yang mengandung kalori yang rendah dan banyak digunakan sebagai bahan pengental dalam industri pangan. Salah satu proses pengolahan porang menjadi glukomanan diantaranya adalah pengayakan rotary screen, yaitu suatu proses pemisahan bahan berdasarkan ukuran lubang kawat atau mesh yang terdapat pada ayakan yang berputar. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut kemiringan dan kecepatan putaran ayakan terhadap kinerja mesin rotary screen dan menentukan kondisi terbaik mesin rotary screen dalam pemisahan glukomanan tepung porang. Mesin pemisah yang digunakan jenis rotary screen dengan dua jenis ukuran mesh. Sudut kemiringan yang digunakan 5°, 10°, dan 15°, kecepatan putaran ayakan divariasikan pada 30 rpm, 40 rpm,dan 50 rpm. Desain penelitian yang dipilih untuk dua faktor dan dua level adalah full factorial, dimana massa input awal tepung porang sebanyak 1 kg. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa kedua parameter, baik sudut kemiringan ataupun kecepatan putaran berpengaruh secara signifikan terhadap massa glukomanan dengan nilai P-value sebesar 0,03, sedangkan kecepatan putaran ayakan sebesar 0,017. Berdasarkan hasil respon parameter terbaik diperoleh bahwa variasi sudut kemiringan 5° dan kecepatan putaran ayakan 30 rpm memberikan hasil terbesar dengan rendemen glukomanan sebesar 340 gram.
Optimization of tool wear and surface roughness in ST-37 steel turning process with varying tool angles and machining parameters Burhanuddin, Yanuar; Harun, Suryadiwansa; Ibrahim, Gusri Akhyar; Hamni, Arinal
Jurnal Polimesin Vol 22, No 3 (2024): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i3.4983

Abstract

The process of cutting low carbon steel (ST-37) typically utilizes High-Speed Steel (HSS) tools owing to their high hardness, affordability, and ease of shaping tool geometry. In machining, tool geometry plays a crucial role in the material cutting process and determines the quality of the final product, particularly surface roughness. The objective of this research is to achieve optimal surface roughness by varying the tool geometry and nose radius. This study employed an experimental approach using ST-37 and HSS tools. The variations in tool geometry include side rake angles of 12°, 15°, and 18°; side cutting edge angles of 85°, 80°, and 75°; and nose radii of 0 mm, 0.4 mm, and 0.8 mm. The machining parameters applied consist of a cutting depth of 1 mm and 2 mm, spindle rotation speeds of 185 rpm, 425 rpm, and 624 rpm, and a feed rate of 0.05 mm/rev, 0.075 mm/rev, and 0.1 mm/rev. Tool wear measurements were captured using a USB camera, whereas the surface roughness was assessed using a surface roughness tester. The impact of the tool geometry on the surface roughness was analyzed using the Taguchi-Grey Relational Analysis (Taguchi-GRA) and ANOVA methods. The optimal combination for ST-37 lathe machining with a sharpening tool is: A1 (cutting depth 1 mm), B1 (cutting speed 17.42 m/min), C3 (feed 0.05 mm/rev), D1 (corner radius 0 mm), E3 (side rake angle γ 18°), and F3 (side cutting edge angle γ 75°). According to the Analysis of Variance (ANOVA), three factors—cutting speed, tool tip angle, and chip angle—should be considered to achieve minimal tool wear and desirable surface roughness during machining
Implemention of Washing Machine to Increase The Production Capacity of Sweet Potato : Implementasi Mesin Pencuci untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Ubi Jalar Gusri Akhyar Ibrahim; Indra Hermawan; Arinal Hamni; Dewi Sartika; Subeki; Ahmad Su’udi
Dharmakayana Vol 2 No 1 (2025): Mei : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific ac
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v2i1.41156

Abstract

The rotary system sweet potato washing machine is used to clean sweet potatoes that are dirty and contain lots of soil and other impurities such as microorganisms. The rotary system which rotates and rolls is used for perfect movement, so that the dirt covering the sweet potato is removed completely. The aim of this activity is to test and determine the production capacity of the rotary system of sweet potato washing machines used by sweet potato collecting farmers. The testing was carried out by putting a number of sweet potatoes into the washing tub, along with running water as a cleaning fluid. The drum is rotated with a rotation speed of 1430 rpm which is connected to a gear ratio of 1:30, so the rotation speed is smaller. The stirring arm is moved simultaneously with the movement of the drum. The rotating stirrer arm will provide a more dynamic movement so that the adhering soil will be removed from the surface of the sweet potato, as the washing water flows. The test results showed that the process of washing the sweet potatoes was successful, where the sweet potatoes that had dirt attached to them came off completely. The production capacity of the sweet potato washing machine is 50 kg, with a washing time of 5 minutes. The production cycle for a rotary system sweet potato washing machine is 15 minutes while manual washing is 40 minutes. Meanwhile, the productivity of rotary system washing sweet potatoes can reach 180 kg/hour. The production costs required for the equipment are IDR. 539,-/hour.
PEMBUATAN MESIN PENYUIR IKAN SISTEM ROATRY UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ABON SKALA UMKM Ibrahim, Gusri Akhyar; Ramadhan, Bagus; Hamni, Arinal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i2.440

Abstract

Mesin penyuir daging dirancang dan dibuat dengan skala UMKM untuk diimplementasikan di salah satu UMKM pembuatan abon ikan. Ketersedian ikan dalam jumlah banyak hasil tangkapan pelayan berpotensi dikembangkan untuk produksi abom. Rancangan dibuat menggunakan aplikasi Autodesk untuk memudahkan dalam marakit komponen-komponen mesin penyuir daging ikan. Sedangkan pembuatan dilakukan dengan mempertimbangkan kegunaan dan funggsi. Rangka dibuat menggunakan besi hollow untuk mempertimbangak kekuatan sedangkan bak penampungan dibuat menggunakan pelat aluminium agar terhindar dari kontaminasi bahan terhadap daging ikat. Hasil rancangan dan pembuatan menunjukan bahwa mesin penyuir daging ikan dapat berfungsi dengan baik, dimana daya motor adalah sebesar ½ hp dan kecepatan putaran 1400 rpm. Hasil suwiran dating ikan menunjukan ukuran yang seragam sehingga dapat dikatakan lebih baik dibandingkan dengan pembuatan dilakukan secara manual.
Ergonomic Analysis of a Modified Dishwashing Facility in a Medium Scale Restaurant Panuju, Achmad Yahya Teguh; Kurniawan, Sandi; Hamni, Arinal
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 6 No 02 (2025): October
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dishwashing is a crucial stage in the production process of restaurants, where ergonomic aspects for the operators play an important role in determining overall productivity. To support the performance improvement of small and medium enterprises (SMEs), this study conducted an experimental analysis to evaluate the ergonomic level of dishwashing activities in a restaurant located in Bandar Lampung. Prior to the assessment, modifications had been made to the design of the dishwashing facility. The evaluation was carried out using the Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), energy consumption analysis, the Nordic Body Map (NBM) questionnaire, and an investigation of the relationship between ergonomic levels and operator productivity. The results revealed that the modified design significantly improved the ergonomic quality of the facility and led to a measurable increase in operator productivity. These findings demonstrate that workplace design improvements in SMEs can effectively enhance both ergonomics and business performance. 
Penguatan UMKM Anjosia Di Tengah Persaingan Global Melalui Inovasi Produk Kopi Tablet Hamni, Arinal; Ibrahim, Gusri Akhyar; Subeki; Sartika, Dewi
DHARMA RAFLESIA Vol 23 No 2 (2025): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v23i2.45840

Abstract

Usaha pengembangan kopi bubuk telah dilakukan dengan perbaikan proses pengolahan, pembuatan kemasan dan pengembangan penjualan. Bagaimanapun juga, hal ini berlum mampu menghasilkan peningkatan keberdayaan lembaga secara signifikan. Oleh karena itu, inovasi pembuatan varian produk baru berupa kopi tablet memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menghadapi tantangan. Kegiatan ini bertujuan membuat kopi tablet berbahan baku kopi serbuk, gula aren dan penguat serta labeling dan kemasan.. Pembuatan kopi tablet menggunakan cetak aluminiun dan penekanan dilakukan menggunakan alat press.  Kopi serbu, gula aren, dan PVP dicampurkan secara merata menggunakan mikser selama 15 menit. Setelah campuran merata kemudian dimasukan ke cetakan dan ditekan untuk mendapatkan kopi tablet.  Selanjutnya pengeringan dilakukan selama 30 menit pada suhu 150 ºC. Pengemasan dilakukan dalam bentuk botol plastik dan botol kaca. Hasil kegiatan ini berupa kopi tablet dengan diameter 12 mm dan ketebalan 8 mm, yang dikemas dalam bentuk kemasan botol dengan label.  Kopi tablet dengan cita rasa gula aren telah berhasil diproduksi yang sertai dengan kemasan bermerk Anjosia Coffee special.
Perancangan Pahat Ulir Kortikal Menggunakan Metode Reverse Engineering Akhyar Ibrahim, Gusri; Nanda Radigo Putra, Deky; Burhanuddin, Yanuar; Hamni, Arinal; Harun, Suryadiwansa
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat potong merupakan komponen penting untuk proses pemesinan, terutama untuk pengerjaan material titanium sebagai implant. Pembuatan baut ulir kortikal biasa diproduksi menggunakan proses whirling, akan tetapi ketersedian mesin tidak banyak tersedia. Cara lain membuat ulir kortikal adalah menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat khusus, yang mana peralatan ini juga tidak tersedia. Mengatasi persoalan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang pahat ulir kortikal yang dipasangkan pada mesin bubut menggunakan Reverse Engineering Method. Perancangan dilakukan dengan cara mendapatkan data hasil pembuatan ulir kortikal secara trial and error, sehingga didapatkan bentuk ulir yang diinginkan. Selanjutnya pahat yang sudah ditentukan dirancang dengan membuat gambar yang menyerupainya. Software Autodesk digunakan untuk membuat gambar 2D dan 3D. Proses desain pahat ini mengacu pada data standar ISO 5835 ulir kortikal sehingga didapatkan parametrik desainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa disain pahat bubut ulir menggunakan Reverse Engineering Method berhasil dilakukan dengan mengacu data pengujian lapangan secara uji coba, melalui tahapan penggambaran sketching menggunakan 2D. Perbedaan ukuran parameter model 3D pahat bubut ulir kortikal dengan parameter kritis dari pengukuran secara langsung relatif kecil, sehingga dapat dinyatakan bahwa hasil pemodelan 3D sama dengan ukuran yang sebenarnya. Kata kunci :  bubut; kortikal; pahat; reverse engineering; ulir.