Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengukuran dan Penilaian Status Gizi Pada Anak Usia Sekolah Di SDN 145 Inpres Bayowa, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Nur Alam; Ishak Bachtiar; Guruh Amir Putra; Nurfaidah; Hadijah Alimuddin
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.11896

Abstract

Siswa di tingkat sekolah dasar berada dalam tahap tumbuh dan perkembangan yang sangat memerlukan perhatian, terutama terkait dengan status gizi. Asupan gizi yang optimal, terkhusus selama masa sekolah dasar, sangat krusial untuk mendukung kemampuan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan anak dalam mengikuti proses belajar di sekolah. Zat gizi perlu dikonsumsi dalam jumlah yang tepat serta sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga dapat berfungsi dengan baik di dalam tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai status gizi siswa SDN 145 Bongaya dengan menggunakan metode pengukuran antropometri berdasarkan IMT/U dengan jumlah siswa 21 orang. Hasil analisis menjukkan sebanyak 66,67% sisw dengan status gizi baik, kemudian terdapat 23,81% siswa dengan status gizi kurang serta 9,5% dengan status gizi lebih. Dapat di simpulkan mayoritas status gizi siswa berada pada kategori baik. Namun masih ada beberapa siswa yang mengalami masalah gizi, baik pada status gizi kurang maupun gizi lebih. Deteksi dan intervensi dini dapat dijadikan langkah awal dalam pencegahan dampak buruk masalah gizi khusunya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Sawah ke Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah: Analysis of Factors Affecting the Transfer of Functions of Rice Land to Oil Palm Plantations (Elaeis guineensis Jacq.) in Polongaan Village, Tobadak District, Mamuju Tengah Regency Saleh, Samsuddin; Ahmad, Ahmad; Nur Alam
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2022): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v10i1.1588

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini dilakukan di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah dengan jumlah sampel 45 responden menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah adalah pendidikan, pendapatan, usia dan luas tanah. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel bebas tingkat pendidikan (X1 = 0,003), pendapatan (X2 = 0,002), luas tanah (X3 = -0,010) dan usia (X4 = -0,001) sedangkan koefisien regresi (konstan) adalah -0,239 sehingga persamaan regresi diperoleh hasil persamaan koefisien regresi sebagai berikut: Y = -0,239 + 0,003 X1 + 0,002 X2 + -0,010 X3 - 0,001X4. Berdasarkan hasil analisis uji-t, faktor pendapatan berpengaruh sangat signifikan terhadap konversi perkebunan kelapa sawit di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah dengan membandingkan sig t dengan alpha (0,05) masing-masing variabel bebas. Hasil analisis uji-F terlihat bahwa nilai F-hitung lebih besar dari pada F-tabel dengan nilai signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (pendidikan, pendapatan, usia dan luas tanah) secara bersama-sama berpengaruh terhadap alih fungsi lahan di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah. The purpose of this study was to analyze what factors influenced the conversion of paddy fields to oil palm plantations in Polongaan Village, Tobadak District, Central Mamuju Regency. This research was conducted in the Polongaan Village, Tobadak District, Central Mamuju Regency with a sample size of 45 respondents using purposive sampling. The results of the study showed that the factors affecting land use change in Polongaan Village, Tobadak District, Mamuju Tengah Regency were education, income, age and land area. Statistical test results show that the regression coefficient of the independent variable education level (X1 = 0.003), income (X2 = 0.002), land area (X3 = -0.010) and age (X4 = -0.001) while the regression coefficient (constant) is -0.239 so regression equations obtained the results of the regression coefficient equation as follows: Y = -0.239 + 0.003 X1 + 0.002 X2 + -0.010 X3 - 0.001X4. Based on the results of the t-test analysis, the income factor has a very significant influence on the conversion of oil palm plantations in the Polongaan Village, Tobadak District, Mamuju Tengah Regency by comparing sig t to alpha (0.05) of each independent variable. The results of the F-test analysis show that it appears that the F-calculated value is greater than the F-table with a significant value of 0.05. This shows that the independent variables (education, income, age and land area) jointly affect the transfer of land functions in Polongaan Village, Tobadak District, Mamuju Tengah Regency.
Optimizing Fuel Distribution: A Queuing Theory Analysis and Strategy for Industrial Truck Queue Management at Batu Licin Terminal Syauqiah Auliah Syam; Nur Alam; Suriyanti
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.267

Abstract

This study addresses chronic operational inefficiencies at the Batu Licin Fuel Terminal (TBBM), PT Multi Trading Pratama, characterized by prolonged industrial fuel truck queues. Applying a sequential explanatory mixed-methods design, the research collected quantitative data from 120 service events and qualitative insights from operational staff. Analysis using the M/M/c queuing model revealed system instability (ρ=1.37), an average queue length (Lq) of 8.41 trucks, and an average waiting time (Wq) of 68.9 minutes during peak hours. Root causes identified through thematic analysis include schedule non-compliance, high service time variability, and inefficient pre-loading procedures. Simulation of optimization scenarios demonstrated that adding a third loading arm (server) was the most effective intervention, stabilizing the system (ρ=0.91) and reducing waiting time by 89.8%. This research contributes to operational management literature by providing empirical evidence for applying Queuing Theory in the downstream energy sector and offers actionable, prioritized recommendations for terminal managers to enhance throughput, reduce costs, and improve customer satisfaction.
DIGITALISASI BERBASIS MICROSOFT OFFICE UNTUK PENGELOLAAN DAN PELAPORAN DATA KELUARGA PADA PEMBERDAYAAN KADER DASAWISMA Yuris Alkhalifi; Khairul Rizal; Amir, Amir; Nur Alam
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3272

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kader Dasawisma RT. 10 Mampang Prapatan dalam mengelola dan melaporkan data keluarga melalui penerapan digitalisasi berbasis Microsoft Office. Metode pengabdian yang digunakan adalah hands-on training yang menekankan praktik langsung, pendampingan personal, serta penyediaan modul digitalisasi sebagai panduan standar. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan kader dalam menggunakan Microsoft Excel untuk pengolahan data keluarga berbasis NIK, Microsoft Word untuk penyusunan laporan bulanan yang baku, serta Microsoft PowerPoint untuk visualisasi data dalam bentuk grafik. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa digitalisasi berbasis Microsoft Office efektif dalam meningkatkan akurasi, efisiensi, dan kerapian administrasi data keluarga, serta mendukung terwujudnya sistem pendataan yang lebih modern, terstruktur, dan berkelanjutan di tingkat komunitas.