Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Islam dalam Pengobatan Melayu: Penelitian Choirun Niswah; Viona Dhea Az-Zahra; Alfin Saputra; Aulia Rahmadani; Nur Istikomah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3736

Abstract

This piece explores the important function of ulama, or Islamic scholars, within Malay medicine, which fuses spiritual beliefs with medical practices to support community health. As pivotal figures in Malay society, ulama take a comprehensive view that combines prayer, ruqyah, which involves spiritual cleansing, and the use of age-old herbal treatments handed down over time. The research illustrates that ulama serve not just as spiritual guides but also as advocates for public health, bridging traditional spiritual healing with contemporary medical approaches. In the context of Malay culture, this role creates a synergy between community faith in spirituality and the credibility attributed to scientific medicine. Additionally, this article examines how ulama help preserve local cultural traditions while also fostering the growth of health practices that are inclusive and community-oriented. By highlighting the blending of spiritual and medical aspects, the ulama's position is seen as vital for enhancing harmony and ensuring the ongoing viability of holistic health within Malay culture. This study seeks to offer fresh perspectives on the significance of a multidisciplinary approach to understanding traditional healing methods that continue to be significant today.
Hikayat Anak sebagai Media Pendidikan Akhlak dan Karakter di Sekolah Dasar Muhammad Albab Mananna; Saipul Annur; Choirun Niswah
Jurnal Edukasi Vol 13 No 2 (2025): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v13i2.3363

Abstract

Hikayat sebagai bagian dari sastra tradisional memiliki peran penting dalam pewarisan nilai moral dan budaya dalam masyarakat Melayu. Artikel ini berfokus pada pengkajian nilai-nilai akhlak Islam yang terkandung dalam kumpulan hikayat anak dan menelaah keterkaitannya dengan pembentukan karakter pada peserta didik Sekolah Dasar. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka. melalui penelaahan berbagai hikayat populer seperti Malin Kundang, Batu Menangis, Kura-Kura dan Kelinci, serta kisah keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti Ali bin Abi Thalib dan Bilal bin Rabah. Analisis menunjukkan bahwa hikayat mengandung beragam nilai akhlak Islam, antara lain kejujuran, amanah, kesabaran, tanggung jawab, rendah hati, keberanian, keteguhan iman, serta sikap hormat kepada orang tua. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang menekankan pembentukan perilaku terpuji berdasarkan ajaran Islam. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa hikayat sangat relevan digunakan sebagai media pendidikan karakter karena alur ceritanya sederhana, dekat dengan dunia anak, dan kaya pesan moral. Implementasi nilai akhlak melalui hikayat dapat dilakukan melalui metode storytelling, role play, dan Project-Based Learning (PjBL), yang memungkinkan peserta didik menghayati dan mempraktikkan nilai moral dalam pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, hikayat memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang efektif untuk penguatan akhlak dan pembentukan karakter peserta didik di Sekolah Dasar.
Islam dan Legitimasi Kekuasaan: Konstruksi Identitas Politik pada Kesultanan Awal Melayu : Penelitian Choirun Niswah; Agustin, Amanda; Sari, Wulan; Ruki, Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3813

Abstract

This study aims to analyse the role of Islam in legitimising political identity and kekuasaan in early Melayu kingdoms such as Samudera Pasai, Malaka, and Demak. This study employs a kualitatif methodology with pustaka research that is based on primary and secondary data related to Islamic politics and Melayu history. The study's findings indicate that Islam is more than just a religious system; it also provides political legitimacy that supports social, legal, and governmental structures in the Melayu world. Islam's legitimacy is based on three pillars: theological (Zillullah fil Ard), normative-hukum (syariat as the foundation of law), and sociocultural (asimilating Islamic law with local customs). The results of this study enhance understanding of Islamic politics in Nusantara and the warisan of the Melayu kesultanan in creating a religious-political alliance.
Internalisasi Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Sepintu Sedulang Sebagai Representasi Identitas Budaya Melayu Bangka Sandrina Ramadhani; Saipul Annur; Choirun Niswah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3821

Abstract

Tradisi Sepintu Sedulang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Bangka yang terus dipertahankan hingga saat ini. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang mencerminkan nilai kesederhanaan, kesetaraan, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan metode library research untuk menelaah makna simbolik, fungsi sosial, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Sepintu Sedulang. Hasil kajian menunjukkan bahwa dulang yang dibawa secara seragam oleh seluruh keluarga melambangkan kesetaraan sosial, sedangkan makanan yang dibawa menjadi simbol keberkahan dan niat baik kolektif. Selain itu, keterlibatan seluruh masyarakat dalam prosesi tradisi memperkuat kohesi sosial, solidaritas, dan identitas kolektif masyarakat Melayu Bangka. Dengan demikian, Sepintu Sedulang tidak hanya menjadi praktik budaya, tetapi juga menjadi mekanisme sosial yang mempertahankan harmoni, memperkuat ikatan komunitas, dan merefleksikan identitas budaya Melayu Bangka secara utuh.