Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peran Islam dalam Pengobatan Melayu: Penelitian Choirun Niswah; Viona Dhea Az-Zahra; Alfin Saputra; Aulia Rahmadani; Nur Istikomah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3736

Abstract

This piece explores the important function of ulama, or Islamic scholars, within Malay medicine, which fuses spiritual beliefs with medical practices to support community health. As pivotal figures in Malay society, ulama take a comprehensive view that combines prayer, ruqyah, which involves spiritual cleansing, and the use of age-old herbal treatments handed down over time. The research illustrates that ulama serve not just as spiritual guides but also as advocates for public health, bridging traditional spiritual healing with contemporary medical approaches. In the context of Malay culture, this role creates a synergy between community faith in spirituality and the credibility attributed to scientific medicine. Additionally, this article examines how ulama help preserve local cultural traditions while also fostering the growth of health practices that are inclusive and community-oriented. By highlighting the blending of spiritual and medical aspects, the ulama's position is seen as vital for enhancing harmony and ensuring the ongoing viability of holistic health within Malay culture. This study seeks to offer fresh perspectives on the significance of a multidisciplinary approach to understanding traditional healing methods that continue to be significant today.
Hikayat Anak sebagai Media Pendidikan Akhlak dan Karakter di Sekolah Dasar Muhammad Albab Mananna; Saipul Annur; Choirun Niswah
Jurnal Edukasi Vol 13 No 2 (2025): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v13i2.3363

Abstract

Hikayat sebagai bagian dari sastra tradisional memiliki peran penting dalam pewarisan nilai moral dan budaya dalam masyarakat Melayu. Artikel ini berfokus pada pengkajian nilai-nilai akhlak Islam yang terkandung dalam kumpulan hikayat anak dan menelaah keterkaitannya dengan pembentukan karakter pada peserta didik Sekolah Dasar. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka. melalui penelaahan berbagai hikayat populer seperti Malin Kundang, Batu Menangis, Kura-Kura dan Kelinci, serta kisah keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti Ali bin Abi Thalib dan Bilal bin Rabah. Analisis menunjukkan bahwa hikayat mengandung beragam nilai akhlak Islam, antara lain kejujuran, amanah, kesabaran, tanggung jawab, rendah hati, keberanian, keteguhan iman, serta sikap hormat kepada orang tua. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang menekankan pembentukan perilaku terpuji berdasarkan ajaran Islam. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa hikayat sangat relevan digunakan sebagai media pendidikan karakter karena alur ceritanya sederhana, dekat dengan dunia anak, dan kaya pesan moral. Implementasi nilai akhlak melalui hikayat dapat dilakukan melalui metode storytelling, role play, dan Project-Based Learning (PjBL), yang memungkinkan peserta didik menghayati dan mempraktikkan nilai moral dalam pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, hikayat memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang efektif untuk penguatan akhlak dan pembentukan karakter peserta didik di Sekolah Dasar.
Islam dan Legitimasi Kekuasaan: Konstruksi Identitas Politik pada Kesultanan Awal Melayu : Penelitian Choirun Niswah; Agustin, Amanda; Sari, Wulan; Ruki, Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3813

Abstract

This study aims to analyse the role of Islam in legitimising political identity and kekuasaan in early Melayu kingdoms such as Samudera Pasai, Malaka, and Demak. This study employs a kualitatif methodology with pustaka research that is based on primary and secondary data related to Islamic politics and Melayu history. The study's findings indicate that Islam is more than just a religious system; it also provides political legitimacy that supports social, legal, and governmental structures in the Melayu world. Islam's legitimacy is based on three pillars: theological (Zillullah fil Ard), normative-hukum (syariat as the foundation of law), and sociocultural (asimilating Islamic law with local customs). The results of this study enhance understanding of Islamic politics in Nusantara and the warisan of the Melayu kesultanan in creating a religious-political alliance.
Internalisasi Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Sepintu Sedulang Sebagai Representasi Identitas Budaya Melayu Bangka Sandrina Ramadhani; Saipul Annur; Choirun Niswah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3821

Abstract

Tradisi Sepintu Sedulang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Bangka yang terus dipertahankan hingga saat ini. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang mencerminkan nilai kesederhanaan, kesetaraan, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan metode library research untuk menelaah makna simbolik, fungsi sosial, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Sepintu Sedulang. Hasil kajian menunjukkan bahwa dulang yang dibawa secara seragam oleh seluruh keluarga melambangkan kesetaraan sosial, sedangkan makanan yang dibawa menjadi simbol keberkahan dan niat baik kolektif. Selain itu, keterlibatan seluruh masyarakat dalam prosesi tradisi memperkuat kohesi sosial, solidaritas, dan identitas kolektif masyarakat Melayu Bangka. Dengan demikian, Sepintu Sedulang tidak hanya menjadi praktik budaya, tetapi juga menjadi mekanisme sosial yang mempertahankan harmoni, memperkuat ikatan komunitas, dan merefleksikan identitas budaya Melayu Bangka secara utuh.
Strategi Komunikasi Humas Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Sekolah Di MIN I Palembang Okky Nadia; Choirun Niswah; Nyimas Atika
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi humas dalam meningkatkan kualitas layanan sekolah di min 1 palembang dan mengetahui kendala dan solusi pelaksanaan strategi komunikasi humas dalam meningkatkan kualitas layanan sekolah di min 1 palembang. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi informan penelitian yaitu waka huma,, Kepala Sekolah, dan Guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik yang digunakan dalam analisis data ialah reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa MIN 1 Palembang sudah menggunakan layanan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk mempermudah komunikasi antara wali siswa dan pihak sekolah. Melalui sistem ini, wali siswa dapat menghubungi nomor layanan PTSP untuk bertanya berbagai hal, seperti informasi mengenai ijazah atau legalisir dokumen. PTSP dilengkapi dengan sistem otomatis maupun respon langsung dari pihak sekolah. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, serta grup WhatsApp kelas yang melibatkan wali kelas dan guru untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan efisien.Namun, meskipun layanan digital sangat bermanfaat, sebagian wali siswa merasa kurang puas jika hanya bertanya melalui HP, sehingga mereka tetap memilih datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan secara tatap muka dari guru.
Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Pusat Sumber Belajar Di SMA ‘Aisyiyah 1 Palembang Nisa Rahmaliya; Choirun Niswah; Sri Eva Mislawaty
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perpustakaan sekolah dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran di SMA 'Aisyiyah 1 Palembang, termasuk penataan ruang, proses pengadaan dan pengelolaan bahan pustaka, serta peran perpustakaan dalam mendukung pembelajaran siswa. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, pustakawan, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan sudah berfungsi sebagai sumber belajar, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan koleksi, fasilitas, dan kompetensi pustakawan.
Pengawasan Program Tahfidz Al-Qur’an Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Awwal Palembang Intan Rahmadania; Choirun Niswah; Asep Rohman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengawasan program tahfidz Al-Qur’an, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengawasan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi .Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi sumber serta triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan program tahfidz telah berjalan cukup baik, meliputi kegiatan pemantauan rutin, pemeriksaan hafalan, bimbingan dan pengarahan, penerapan tindakan disiplin, serta tindakan koreksi bacaan siswa. Pengawasan program tahfidz Al-Qur’an di MI Al-Awwal Palembang telah terlaksana secara sistematis, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek fasilitas, rasio pembimbing, dan alokasi waktu agar proses pengawasan dapat berjalan lebih efektif dan optimal. Faktor pendukung utama pengawasan meliputi dukungan lembaga, fasilitas memadai, adanya sistem monitoring berupa buku catatan hafalan, komunikasi antara guru dan orang tua, serta koordinasi rutin antar pembimbing tahfidz. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu karena padatnya jadwal belajar, jumlah pembimbing yang masih minim, perbedaan kemampuan siswa dalam menghafal, serta keterbatasan ruang tahfidz dan alat pendukung lainnya
MASUKNYA ISLAM DAN PENGARUHNYA DI MELAYU Mona Alyaa Sausan; Saipul Annur; Choirun Niswah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10719

Abstract

Penelitian ini membahas proses masuk dan berkembangnya Islam di kawasan Melayu sebagai suatu peristiwa sejarah yang kompleks, melibatkan interaksi perdagangan, diplomasi, peran ulama, serta otoritas politik kerajaan-kerajaan Melayu. Islam tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang sejak abad ke-7 hingga mencapai puncak islamisasi pada abad ke-13 hingga ke-15 M. Studi ini juga menyoroti berbagai teori tentang asal kedatangan Islam Arab, Gujarat, Cina, Persia, dan Eropa serta faktor-faktor sosial-budaya yang mempercepat penerimaan masyarakat Melayu terhadap Islam, seperti perdagangan, perkawinan, legitimasi politik, dan nilai ideologi Islam. Selain itu, penelitian ini menjelaskan transformasi besar yang dibawa Islam terhadap peradaban Melayu, meliputi bidang akidah, pemerintahan dan hukum, ekonomi maritim, bahasa dan sastra, serta seni dan arsitektur. Melalui pendekatan riset kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa islamisasi di Melayu bukan hanya gerakan keagamaan, tetapi juga proses peradaban yang membentuk identitas Melayu hingga hari ini.
The Implementation of Educational Facilities and Infrastructure Inventory at SMP Negeri 12 Palembang Lestari, Ayu; Choirun Niswah; Lia Efriliyanti
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026): #2 IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1674

Abstract

This study aims to analyze the implementation of educational facilities and infrastructure inventory management at SMP Negeri 12 Palembang, as well as to identify the challenges and solutions in its implementation. This research employed a descriptive design with a qualitative approach. The informants in this study included the Vice Principal for Facilities and Infrastructure, the Principal, and the Head of Administration. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and documentation, while data analysis followed the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that the implementation of facilities and infrastructure inventory management at SMP Negeri 12 Palembang has been carried out fairly well. This is reflected in the presence of motivation, guidance, coordination, and communication in the inventory process. However, several challenges were identified, including limited human resources responsible for inventory management, the large number of items, limited storage space, and the accumulation of unusable items that have not yet been officially removed from inventory records. The proposed solutions include strengthening coordination among stakeholders, utilizing digital recording systems to facilitate inventory data management, and enhancing supervision by school leaders to ensure a more organized and systematic implementation of inventory management.