Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KASUS KEHILANGAN KVARH PELANGGAN TARIF I-2 DENGAN DAYA 16.500 VA DAN 17.600 VA DI PT PLN (PERSERO) AREA SEMARANG Kartikaningtyas, Arni; Ariyanto, Eko
Gema Teknologi Vol 18, No 2 (2015): October 2014 - April 2015
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.666 KB) | DOI: 10.14710/gt.v18i2.8979

Abstract

Arni Kartikaningtyas, Eko Ariyanto, in this paper explain that In electric power transmission and distribution, volt-ampere reactive (var) is the unit used to measure reactive power into AC electric power system. Reactive power in AC circuits when current and voltage are not in phase. Is a true symbol and Var, var, or VAR, but all three terms are widely used. Var terms proposed by Romanian Constantin Budeanu electrical engineer and was introduced in 1930 by the IEC in Stockholm, which has been adopted as a unit for reactive power. Var can be regarded as both the imaginary part of the apparent power, or the power flowing to the load reactive, where voltages and currents specified in volts and amperes. Two definitions are equivalent. Reactive power into the power unit kVArh is used by passive components beyond resistor which is a power loss or power that is not desirable. This power to a minimum to avoid, or at least minimized, although it will not disappear altogether, by minimizing the power factor. Industrial customers are groups of customers with the use of induction machines used for the induction process that requires a great power to drive the motor and pull out the reactive power usage needs to be taken into account. Customers I 2 is the class of tariffs for industrial purposes being at low voltage with power above 14 kVA to 200 kVA. Keywords: VAR, customer Industry.
PURIFIKASI METHYL BLUE DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI PROSES MENGGUNAKAN ALUMINIUM (Al) SEBAGAI PLAT ELEKTRODA Guna, Diah Septa erita; Ariyanto, Eko -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i1.2215

Abstract

Dapat dilihat sekarang permasalahan Limbah industri tekstil yang banyak mengandung pewarna seperti methyl blue adalah salah satu jenis limbah yang sulit untuk dibiodegradasi. Elektrokoagulasi bukanlah teknologi baru, tetapi di Indonesia penerapannya belum banyak diketahui oleh sebagian masyarakat. Proses ini sederhana dan mudah diterapkan dengan kemampuan yang baik dalam menggumpalkan berbagai pengotor dan polutan, baik bahan organik maupun anorganik. Dalam penelitian Elektrokoagulasi dilakukan pada tegangan 12 Volt dengan variasi pH 5, 7, dan 9, serta dengan waktu 120 menit dilakukan untuk mempelajari waktu yang paling baik dalam proses elektrokoagulasi, pH yang paling baik dalam proses elektrokoagulasi dan efisiensi elektrokoagulasi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan empat buah plat Aluminium (Al) penelitian dilakukan di laboratorium Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang. Proses elektrokoagulasi methyl blue mencapai konsentrasi kesetimbangan pada menit ke 120 untuk semua variasi pH. Persentase Efisiensi penyisihan methyl blue pada pH 5 adalah 48,7 %, pada pH 7 persentase kesetimbangan adalah 70,5 %. Sedangkan pada pH 9 yaitu 86,3 %. Kata kunci : Elektrokoagulasi, Methyl blue, Aluminium.
Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam Pada Berbagai Jarak Tanam Terhadap Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar Ungu Di Tanah Gambut ARIYANTO, EKO; ZULFITA, DWI; SURACHMAN, SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24840

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan berapa jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam terbaik pada ubi jalar ungu di tanah gambut, serta untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam pada ubi jalar di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split PlotDesign) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan terdiri dari jarak tanam (J) sebagai petak utama (mainplot) dan pupuk kotoran ayam (P) sebagai anak petak (subplot). Adapun jarak tanam terdiri dari tiga taraf, yaitu : j1 = (70 cm x 20 cm) j2 = (70 cm x 25 cm) j3 = (70 cm x 30 cm)dan pupuk kotoran ayam terdiri dari tiga taraf, yaitu : p1 = (10 ton/ha) p2 = (15 ton/ha ) p3 = (30 ton/ha). Masing-masingperlakuan diulang sebanyak 3 kali.Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, panjang batang utama (cm), klorofil daun (spad unit), Berat kering tanaman (g), Jumlah umbi Per Tanaman, Berat umbi segar Per Tanaman, Berat umbi segar Per petak. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak ditemukan perlakuan berbagai jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar ungu di tanah gambut serta tidak terjadi interaksi antara jarak tanam dan pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu di tanah gambut. Kata kunci:JarakTanam,UbiJalarUngu, KotoranAyam, Tanah Gambut
PENGARUH JUMLAH KOTORAN SAPI DAN SAMPAH ORGANIK TERHADAP PEMBIAKAN EM4 PADA PROSES ANAEROB Ariyanto, Eko; Kalsum, Ummi; Ruliansyah, M. Wahyu
Jurnal Distilasi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i1.3375

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya mencapai 238.518.000 jiwa pada tahun 2015, data ini diambil setiap 5 tahun sekali. Hal tersebut menyebabkan lonjakan penggunaan bahan makanan tepatnya di kota palembang seperti sayur mayur dan sebagainya yang banyak dikonsumsi masyarakat yang semuanya akan menghasilkan sampah, pada tahun 2020 sampah di kota palembang adalah 1.400 ton / per tahun. hari. Dikhawatirkan akan menimbulkan masalah bagi masyarakat yang tentunya berdampak pada kesehatan. Sampah yang tidak dibuang dengan baik dapat menimbulkan penyakit seperti diare, disentri, kudis, jamur dan lain-lain. Seperti kita ketahui, rata-rata petani di Indonesia menggunakan pupuk anorganik yang dapat merusak unsur tanah dan senyawa lainnya. Melihat dari kondisi tersebut, kami memiliki solusi dengan mengolah sampah organik menjadi Struvite (pupuk organik) dengan menggunakan metode Anaerobik. Sampah organik merupakan sampah yang mengalami pelapukan dan mudah terurai yang biasa disebut dengan kompos. Kompos berasal dari limbah daun dan sayur yang dijual di pasaran. Berbagai macam teknologi dan metode telah digunakan untuk mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh limbah, antara lain dengan menggunakan proses mebran dan penyerapan. Namun, karena biaya peralatan yang digunakan, itu banyak uang dan sedikit mahal. Metode ini terbagi menjadi dua yaitu metode anaerobik dan metode aerobik. Pengolahan limbah yang prosesnya tidak memerlukan adanya oksigen sebagai syarat kelangsungan hidup bakteri sehingga bakteri tersebut disebut bakteri anaerob. Proses pembuatan pupuk struvite dapat dilakukan dengan dua cara yaitu proses aerobik dan proses anaerobik. Proses aerobik merupakan proses yang membutuhkan oksigen agar fermentasi dapat terjadi, sedangkan anaerob adalah proses yang tidak membutuhkan oksigen sehingga bakteri akan disebut sebagai bakteri anaerob.
Techno-Economic Study of Substation Electric Power in Indonesia: A Mini-Review Al Hakim, Rosyid Ridlo; Ariyanto, Eko; Arief, Yanuar Zulardiansyah
ARRUS Journal of Engineering and Technology Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/jetech540

Abstract

Energy is something that people need every day. One of the energies that are glorified to meet people's energy needs is electrical energy. The need for electrical energy in Indonesia continues to increase in line with economic growth and the increasing population. One of the components of electric power that is useful for delivering electric current to transmission networks is a substation. With the feasibility of techno-economic, it is possible to know the feasibility of the quality of an electric power system based on financial analysis. This paper provides a mini-review of the techno-economy of substation electricity and its maintenance in several regions in Indonesia today. The research stages consist of literature study, identification of article titles, article abstract screening, complete article selection, and mini-review reviews. Several studies are still not widely applied to the calculation of the cost of energy consumption to customers. In addition, the basic cost of providing electricity, the profit from electricity sales, and the payback period method need to be improved in research related to the techno-economic analysis of electrical energy. It is important to do this to determine the potential feasibility and the estimated advantages and disadvantages of an electric power system.
Studi Biobriket Enceng Gondok (Eichhornia Crassipes) sebagai Bahan Bakar Energi Terbarukan Eko Ariyanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2015: Prosiding SNTKK 2015
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depletion of fossil energy reserves as a result of increased population growth and industrial sectors. Biomass can be considered as the best option for alternative renewable energy. The objective of this study was to investigate the possibility of water hyacinth (Eichhornia crassipes) to produce bio-briquette. The briquetting experiment was conducted with different both of tapioca strach and wood glue adhesive. The presentage of adhesive was 4%, 6%, 8%, 10%, and 12%. The briquettes were tested to evalueted water content, ash content and calorific value. The results showed that the value of water content and ash content increased by increasing presentage adhesive on bio-briquete. However, the calorific value reached the maximum point of 10 % and 8 % for addition tapioca strach and wood glue adhesive, respectively.
ANALISA KEMAMPUAN DAN KINETIKA ADSORPSI KARBON AKTIF DARI CANGKANG KETAPANG TERHADAP ZAT WARNA METIL ORANYE Eko Ariyanto; Dian Dwi Lestari; Dian Kharismadewi
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 32, No 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v32i2.7028

Abstract

Ketapang (Terminalia catappa) merupakan tanaman pohon peneduh yang banyak ditanam di taman dan tepi jalan. Buah bercangkang keras dari pohon ketapang ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, karenanya potensi pemanfaatannya masih terus diteliti. Cangkang buah ketapang dijadikan sebagai adsorben untuk menyerap zat warna metil oranye (MO) pada penelitian ini. Cangkang ketapang dibuat menjadi karbon aktif dengan diaktivasi menggunakan asam klorida 0,1 M. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi dari karbon aktif yang telah diaktivasi dan mempelajari kinetika adsorpsinya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai adsorben dalam menanggulangi pencemaran air. Standar baku mutu SNI 06-3730-1995 digunakan untuk menguji karbon aktif yang dihasilkan yaitu untuk uji kadar air, abu, zat terbang, dan daya serap iodium. Hasil analisa uji mutu karbon aktif yang dihasilkan didapatkan persentase nilai kadar air sebesar 2,87%, kadar abu sebesar 0,66%, kadar zat terbang sebesar 14,55%, dan daya serap iodium sebesar 818,90 mg/g. Morfologi dan pori permukaan karbon aktif dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy, dimana didapatkan ukuran pori setelah diaktivasi yaitu antara 6 – 14 mm. Hasil analisa adsorpsi zat warna metil oranye didapatkan kapasitas adsorpsi optimum sebesar 3,77 mg/g pada pH 4,2 dan waktu optimum 15 menit. Proses adsorpsi dari karbon aktif cangkang ketapang mengikuti model kinetika Lagergren pseudo orde satu dengan nilai R2 sebesar 0,993 dan memenuhi model isoterm Freundlich dengan nilai R2 sebesar 0,984.
Kinetika Pembentukan Struvite Kristal Menggunakan Zeolit Alam sebagai Adsorben pada Aeration Cone Column Crystallizer Eko Ariyanto; Yuyun Niyati; Dian Kharismadewi; Robiah Robiah
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.601 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.49406

Abstract

Wastewater from the fertilizer industry contains a high concentration of PO43- and NH4+. Those ions formed deposits that frequently clogged the conduits and reduced the pump efficiency of the wastewater treatment plant. A high concentration of PO43- and NH4+ in this wastewater can be used as a secondary source of PO43- fertilizer through the recovery process into struvite compounds (MgNH4PO4.6H2O). In this research, Struvite was crystallized in Aeration Cone Column Crystallizer (ACCC) with Magnesium modified natural Zeolite (Zeo-Mg) as adsorbent. Research also has been done using the Batch process, and the results were used as basis variables in the ACCC system. Effects of Zeolite activation, amounts of Zeo-Mg (10 – 30 g), PO43- and NH4+reactant ratio (1:1 – 1:3), pH (6 – 9), and reaction time (0 – 60 minutes) to the removal percentage of PO43- were used as research parameters that analyzed in struvite crystallization process. Zeo-Mg and struvite produced were analyzed using scanning electron microscopy and energy dispersive X-ray spectroscopy. Research results in the ACCC system with Zeo-Mg as adsorbent showed that the percentage of PO43- removal was 65% in 16 minutes and followed pseudo-first-order reaction kinetics with a reaction rate constant of 0.21 min-1. The PO43- removal reached equilibrium at pH 8.10 after 28 minutes. Simultaneous removal of PO43- to formed struvite crystals using Zeo-Mg as an adsorbent and without the addition of Mg ions solution in the ACCC system is a novel process in wastewater treatment. Moreover, this PO43- recovery process can be implemented in the industrial scale due to the practical operation.A B S T R A KAir limbah industri pupuk banyak mengandung PO43- dan NH4+. Ion-ion ini membentuk endapan yang seringkali menyumbat aliran pipa yang menyebabkan penurunan efisiensi pompa di instalasi pengolahan air limbah. Kandungan PO43- dan NH4+ berkonsentrasi tinggi ini dapat dijadikan sumber sekunder untuk membuat pupuk PO43- dengan melakukan recovery sebagai senyawa struvite (MgNH4PO4.6H2O). Pada penelitian ini, struvite dibentuk menjadi kristal menggunakan Aeration Cone Column Crystallizer (ACCC) dengan adsorben zeolit alam yang telah dimodifikasi menggunakan ion magnesium (Zeo-Mg). Penelitian juga dilakukan dengan menggunakan proses batch, yang hasilnya dijadikan basis variabel pada sistem ACCC. Pengaruh pengaktifan zeolit, penambahan Zeo-Mg (10–30 g), rasio reaktan PO43- dan NH4+ (1:1–1:3), perubahan pH larutan (6–9), dan lamanya waktu reaksi (0–60) menit terhadap persentase penyisihan PO43- menjadi parameter yang dianalisis pada proses kristalisasi struvite. Zeo-Mg dan struvite yang dihasilkan dianalisis menggunakan scanning electron microscopy dan energy dispersive X-ray spectroscopy. Penelitian menggunakan ACCC menghasilkan persentase penyisihan PO43- dengan adsorben Zeo-Mg sebesar 65% dalam 16 menit dan mengikuti persamaan kinetika reaksi orde satu, dengan konstanta laju reaksi 0,21 min-1. Penyisihan PO43- mencapai kesetimbangan pada pH 8,10 setelah 28 menit. Proses pemisahan PO43- dengan adsorben Zeo-Mg menjadi struvite secara berkesinambungan pada sistem ACCC merupakan proses baru pengolahan air limbah. Selain itu, proses pemanfaatan kembali PO43- ini dapat diterapkan ke dalam skala industri karena kemudahan dalam pengoperasiannya.
ADSORPTION MALACHITE GREEN ON NATURAL ZEOLITE Eko Ariyanto
Reaktor Volume 12, Nomor 3, Juni 2009
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.912 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.3.161 – 165

Abstract

A natural zeolite was employed as adsorbent for reducing of malachite green from aqueous solution. A batch system was applied to study the adsorption of malachite green in single system on natural zeolite. The adsorption studies indicate that malachite green in single component system follows the second-order kinetics and the adsorption is diffusion process with two stages for malachite green. Malachite green adsorption isotherm follows the Langmuir model.
BIOBRIKET ENCENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) SEBAGAI BAHAN BAKAR ENERGI TERBARUKAN Eko Ariyanto; Muhammad Arief Karim; Agung Firmansyah
Reaktor Volume 15, No.1, APRIL 2014
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.781 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.15.1.59-63

Abstract

Menipisnya cadangan energi fosil sebagai akibat dari meningkatnya pertumbuhan penduduk dan sektor industri. Biomassa dapat dianggap sebagai pilihan terbaik untuk energy alternatif terbarukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati kemungkinan eceng gondok (Eichhornia crassipes) untuk diolah menjadi bio-briket. Penelitian briket dilakukan dengan menggunakan tepung tapioka dan lem kayu sebagai perekat. Dengan persentase perekat adalah 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Bio-briket yang dihasilkan diamati kadar air evalueted, kadar abu dan nilai kalor. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air dan kadar abu meningkat dengan meningkatnya presentasi perekat pada bio-briket. Namun, nilai kalor mencapai titik maksimum 10% dan 8% untuk masing-masing penambahan tapioka strach dan lem kayu perekat.
Co-Authors Abid Djazuli Adiyatma, Muhammad Riko Afrian Satria Nugraha Agung Firmansyah Agus Djoko Purnomo Ajie Tentara, Muhammad Alqorni, Muhammad Faris Amsi Ramadani Pratama Pratama Ani Melani Ani Melani Apriani, Yosi Arni Kartikaningtyas, Arni Ary Rahmady Pratama Ary Rahmady Pratama Azhar, Ade Siti Sarah Azzahra Aprilia Rosa Budi Santosa Budi Santosa Cecilia Andriani Cekmas Cekdin, Cekmas Devita Amalia, Devita Dian Dwi Lestari Dina Samei Dwiyani Dista Yoel Tadeus Dwi Zulfita Edy Wahyudi Eka Sri Yusmartini Elfidiah Elfidiah Martini Elsa Wardani Eni Sulastri Eri Zuliarso Fadilah Fakhruddin Mangkusasmito Farid Samsu Hananto Fatimah Feby Ardianto Galih Abriansyah Gita Sintya Gumelar B, Muhammad Adi Guna, Diah Septa erita Gusmiatun Gusmiatun Heru Winarno Ikbal Oktaviansyah Iman Setiono Ismi Islamiyati Remuso Juniar, Heni Kharismadewi, Dian Komaini, M Ali Krisna, Andy E Lia Katerina M. Taufiq Noor Rokhman Mardwita Mardwita Martini Megido, Adiel Meli Astriani Merisha Hastarina Mitayani Purwoko Muhammad Abimas Halimzikri Muhammad Alvin Pratama Muhammad Arief Karim Muhammad Dzaky Muzhaffar Muhammad Hafiz Haikal Muhammad Pebri Pratama Muhammad Zainudin Nanda Shafira Netty Herawati Oktaviansyah, Ikbal Pamungkas, Zaka Adi Priyo Sasmoko Ristiawan, Masde Rizal Alfa Rizki Rizanti Fadilah Robiah Robiah Robiah, Robiah Rosyid Ridlo Al-Hakim Ruliansyah, M. Wahyu Sasky Oktafian Nabilla Septiaranisi, Eci Dwi Shanti Mayasari Sofiah Sri Martini Sri Martini Sri Rahayu Sri Wardhani Suarni, Ertati Sungkowo, Aming Surachman Surachman Tjatur Supriyono Tri Anggraini Trikolas, Trikolas Wahyu Triaji Rahadianto Yanuar Zulardiansyah Arief Yayuk Ngesti Rahayu Yudistira Yuliwati, Erna Yuniarto Yuniarto, Yuniarto Yuyun Niyati Yuyun Niyati