Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KAJIAN PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR URIN SAPI TERHADAP HASIL MELON (Cucumis melo L.) Ariyanto, Shodiq Eko; Suharijanto, Suharijanto
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i1.10406

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk pelengkap cair Urin sapi terhadap hasil melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bondo Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2022. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri atas dua faktor dan satu kontrol perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk pelengkap cair Urin sapi dengan 3 level yaitu konsentrasi 100 ml/L (D1), konsentrasi 200 ml/L (D2), dan konsentrasi 300 ml/L (D3). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk pelengkap cair dengan 3 level yaitu pemberian 2 kali pada umur 20 HST dan 30 HST (F1), pemberian 3 kali pada umur 20 HST, 30 HST, dan 40 HST (F2), pemberian 4 kali pada umur 10 HST, 20 HST, 30 HST, dan 40 HST (F3)Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk pelengkap cair Urin sapi berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman melon dan meningkat mutu  buah dari M2 (1,0 – 1,5 kg)   menjadi M1 (1,5 kg). Bobot buah tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi 300 ml/L (D3) yaitu 2,49 kg dan terendah pada perlakuan tanpa pupuk pelengkap cair (kontrol) yaitu 2,02 kg. Juga meningkatkan kadar gula melon dari katagori rendah (9,37%) menjadi sedang  (8 – 13%), dengan kadar gula berkisar antara (10,80-11,53%).
KAJIAN KOMPOSISI PUPUK KANDANG SAPI DAN KOSENTRASI UREA TERHADAP HASIL SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Wicaksono, Jonathan Hendri; Sri Djono, Hendy Hendro; Ariyanto, Shodiq Eko
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i2.9202

Abstract

[13/12 15.01] Mas Buang PSI: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam campuran tanah dengan pukuk kandangan sapi dan pemberian pupuk urea melalui daun tehadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian telah dilaksanakan di Desa Tamansari Kecamatan Tlogowungu dengan ketinggian tempat 17 m diatas permukaan laut dengan jenis tanah latosol dan dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2022. Metode penelitian adalah percobaan faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor sebagai perlakuan dengan tiga kali ulangan (blok sebagai ulangan). Faktor pertama komposisi Media Tanam (M), terdiri atas tiga (3) taraf yaitu: tanah/kontrol (K0), tanah dengan pupuk kandanga sapi perbandingan 1:1 (M1), tanah dengan pupuk kandanga sapi perbandingan 1:2 (M2). Faktor kedua yaitu: konsentrasi pupuk urea diberikan melalui daun terbagi empat aras: kontrol (K0), konsentrasi pupuk urea 1 g l-1 (K1), konsentrasi pupuk urea 2 g l-1 (K2), dan konsentrasi pupuk urea 3 g l-1 (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komposisi media tanam antara tanah dengan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau, dengan terbaik pada perlakuan M2 (tanah ditambah pupuk kandang sapi 1:2). Perlakuan konsentrasi pupuk urea dengan pemberian lewat daun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Perlakuan interaksi antara komposisi media tanam (campuran tanah ditambah pupuk sapi) dengan kosentrasi pupuk urea tidak berpengaruh nyata dan tidak terjadi interaksi[13/12 15.02] Mas Buang PSI: This study aims to determine the effect of the composition of the planting medium mixed with cow manure and urea fertilizer on the growth and yield of mustard greens (Brassica juncea L.). The research has been carried out in Tamansari Village, Tlogowungu District with an altitude of 17 m above sea level with latosol soil types and carried out in June - August 2022. The research method was a factorial experiment with the basic pattern of Completely Randomized Block Design (RAKL) consisting of two factors as treatment with three replications (block as replication). The first factor is the composition of Planting Media (M), consisting of three (3) levels, namely: soil/control (K0), soil with cow manure ratio 1:1 (M1), soil with cow manure ratio 1:2 (M2) . The second factor is: the concentration of urea fertilizer given through the leaves divided into four levels: control (K0), urea fertilizer concentration 1 gl-1 (K1), urea fertilizer concentration 2 gl-1 (K2), and urea fertilizer concentration 3 gl-1 ( K3).The results showed that the composition of the planting medium between soil and cow manure had a significant effect on the growth and yield of mustard greens, with the best treatment being M2 (soil plus cow manure 1:2). Treatment of concentration of urea fertilizer by giving it through the leaves did not significantly affect the growth and yield of mustard greens. The interaction treatment between the composition of the growing media (mixture of soil plus cow manure) and the concentration of urea fertilizer had no significant effect and no interaction occurred.
GROWTH RESPONSE OF UNGU EGGPLANT (Solanum melongena L.) TO ORGANIC WATER Hyacinth (Eichhornia crassipes) AND NPK PUPPY DOSAGE CHARGE Murjiono, Mohammad Andi; Supriyo, Hadi; Ariyanto, Shodiq Eko
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.12090

Abstract

Tanaman terong sangat berpotensi untuk dibudidayakan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sayuran. Pada sisi lain, masalah kesuburan lahan menjadi kendala dalam budidaya terong. Pengunaan pupuk pupuk organik enceng gondok dan pupuk NPK merupakan upaya mengembalikan tingkat kualitas tanah yang digunakan dalam budidaya tanaman pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap pengaruh pemberian pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan dosis pupuk NPK. penelitian dilaksanakan di Desa Cengkal Sewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada bulan Mei sampai Juli 2022. Percobaan faktorial berpola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik eceng gondok (E), terbagi dalam tiga taraf yaitu E1 (10 ton/ha), E2 (20 ton/ha) dan E3 (30 ton/ha). Faktor ke dua adalah dosis pupuk majemuk NPK (N) yang terdiri dari tiga taraf yaitu N1 (100 kg/ha), N2 (200 kg/ha) dan N3 (300 kg/ha). Hasil akhir menunjukkan bahwa dosis pupuk organik eceng gandok berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman terong ungu yaitu pada tinggi tanaman terong ungu umur 4 MST. Dosis pupuk organik eceng gondok 10 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman terong ungu umur 4 Minggu setelah tanam. Dosis pupuk majemuk NPK berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan. Dosis pupuk majemuk NPK 200 kg/ha meningkatkan pertumbuhan tanaman terong ungu. Terdapat interaksi antara dosis pupuk organik eceng gondok dengan dosis pupuk majemuk NPK terhadap bobot kering tajuk tanaman terong ungu. Eggplant plants have the potential to be cultivated in order to fulfill vegetable needs. On the other hand, land fertility problems are an obstacle in eggplant cultivation. The use of water hyacinth organic fertilizer and NPK fertilizer is an effort to restore the level of soil quality used in the cultivation of agricultural crops. The purpose of the study was to determine the growth response of purple eggplant (Solanum melongena L.) to the effect of water hyacinth organic fertilizer (Eichhornia crassipes) and NPK fertilizer doses. The research was conducted in Cengkal Sewu Village, Sukolilo District, Pati Regency from May to July 2022. The factorial experiment was patterned on the basis of a Completely Randomized Group Design (CRGD) consisting of two factors and three replications. The first factor is the dose of water hyacinth organic fertilizer (E), divided into three levels, namely E1 (10 tons/ha), E2 (20 tons/ha) and E3 (30 tons/ha). The second factor is the dose of NPK compound fertilizer (N) which consists of three levels namely N1 (100 kg/ha), N2 (200 kg/ha) and N3 (300 kg/ha). The final results showed that the dose of water hyacinth organic fertilizer had a significant effect on the growth of purple eggplant plants, namely the height of purple eggplant plants at the age of 4 weeks after planting. The dose of water hyacinth organic fertilizer 10 tons/ha increased the height of purple eggplant plants at 4 weeks after planting. The dose of NPK compound fertilizer has a significant effect on growth parameters. The dose of NPK compound fertilizer 200 kg/ha increases the growth of purple eggplant plants. There is an interaction between the dose of water hyacinth organic fertilizer and the dose of NPK compound fertilizer on the crown dry weight of purple eggplant plants.
Regenerasi Eksplan Artemisia annua L. secara In Vitro dengan Perlakuan Sitokinin dan Air Kelapa Nitasari, Isnaini; Yuliana, Farida; Ariyanto, Shodiq Eko
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i1.9770

Abstract

Biji Artemisia annua L mempunyai viabilitas sangat rendah sehingga perbanyakan tanaman A. annua  dapat dilakukan secara vegetatif melalui kultur in vitro. Salah satu permasalahan untuk meningkatkan regenerasi A. annua dalam kultur in vitro yaitu penggunaan jenis ZPT alami maupun sintetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sitokinin dan air kelapa terhadap regenerasi eksplan A. annua. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus - Oktober 2022 di Laboratorium Kultur Jaringan Universitas Muria Kudus. Penelitian menggunakan metode percobaan observatif dan faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 3 kali ulangan, Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah sitokinin yang terdiri dari empat taraf yaitu: kinetin 0,5 ppm (S1), kinetin 1 ppm (S2), BAP 0,5 ppm (S3), BAP 1 ppm (S4) Faktor kedua adalah air kelapa yang terdiri dari dua taraf yaitu: tanpa penggunaan air kelapa (Ak0) dan air kelapa 10% (Ak1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sitokinin dan air kelapa berpengaruh nyata terhadap waktu muncul kalus, diameter kalus, bobot kalus dan jumlah tunas eksplan A. annua. Sitokinin jenis BAP dengan konsentrasi 0,5 ppm menunjukkan hasil tertinggi. Terjadi interaksi nyata antara sitokinin dan air kelapa terhadap waktu muncul kalus dan bobot kalus eksplan A. annua.
PENGARUH DOSIS KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Arini, Nindya; Ariyanto, Shodiq Eko; Latief, Muhammad Irkham
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i2.8988

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos kotoran sapi dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pada ketinggian tempat 16 m diatas permukaan laut (dpl), pada jenis tanah Latosol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial berdasar pada Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor sebagai perlakuan dan tiga kali ulangan sebagai blok. Faktor pertama adalah dosis pupuk kompos kotoran sapi (D) yang terdiri dari tiga aras, yaitu D0 (kontrol), D1 (5 ton/ha) dan D2 (10 ton/ha). Adapun faktor kedua yaitu dosis pupuk kalium yang terdiri dari tiga aras, yaitu K0 (0 kg/ha), K1 (50 kg/ha) dan K2 (100 kg/ha). Sehingga dari dua faktor tersebut diperoleh sembilan kombinasi perlakuan. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk kompos kotoran sapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Perlakuan dosis pupuk kalium berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur dua minggu setelah tanam, jumlah cabang produktif umur lima, enam, delapan dan sembilan minggu setelah tanam, jumlah polong per tanaman pada panen ke tiga dan bobot biji kering per petak. Terdapat Interaksi antara pupuk kompos kotoran sapi dengan pupuk kalium terhadap jumlah cabang produktif delapan minggu setelah tanam, jumlah cabang produktif sembilan minggu setelah tanam dan jumlah polong per tanaman pada umur sembilan minggu setelah tanam.
PERTUMBUHAN STEK KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria Berg.) AKIBAT PERLAKUAN PUPUK KANDANG SAPI Ariyanto, Shodiq Eko; Arini, Nindya; Sedjati, Subur
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i1.8254

Abstract

White turmeric is one of the traditional medicinal ingredients that can inhibit the proliferation of cancer cells and has various other benefits. Turmeric grows well in loose, fertile soil, contains organic matter, and is well drained. Manure is an organic fertilizer derived from livestock manure, either in the form of solids (faeces) mixed with food residue or urine, has the ability to improve the physical, chemical, and biological properties of the soil. The purposes of this study were (1) to determine the effect of giving cow manure to white turmeric suppression, and (2) to determine the dose of cow manure used. The design used in this study was a randomized block design consisting of five levels of treatment with manure doses. cows per polybag, namely: A (0 g), B (100 g), C (200 g), D (300 g) and E (400 g). The results of the study of cow manure treatment had a significant effect on shoot growth rate, shoot length, number of leaves and growth 
Pemberdayaan Masyarakat dengan Memanfaatkan Lahan Pekarangan dengan Gerakan Penanaman Sawi di Desa Ternadi Kabupaten Kudus Widyastuti, Winda; Ariyanto, Shodiq Eko; Prakoso, Tangguh; Murrinie, Endang Dewi
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13763

Abstract

Lahan pekarangan untuk budidaya tanaman merupakan langkah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pekarangan rumah biasanya tidak terlalu luas, sehingga diperlukan inovasi dalam budidaya sederhana, praktis dalam perawatan, dan dapat mengoptimalkan pekarangan yang terbatas. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran. Pekarangan dapat dimanfaatkan dengan menanam sayuran seperti sawi, sehingga pekarangan lebih bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan pemberdayaan desa binaan dalam bentuk pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Ternadi dalam budidaya tanaman pekarangan, sehingga setiap keluarga dapat memperkuat ketahanan pangan mereka. Metode kegiatan ini dimulai dengan survei lapangan, diikuti penyuluhan serta diskusi sekaligus dilakukan praktik dan evalusi pemanfaatan pekarangan dengan penanaman sawi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah sawi memiliki potensi untuk ditanam di pekarangan rumah. Oleh karena itu, pekarangan warga yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara produktif kini bisa dimanfaatkan lebih baik, menghasilkan produk yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Ternadi Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Tanaman Hortikultura dengan Memanfaatkan Pupuk Organik : Indonesia Widyastuti, Winda; Ariyanto, Shodiq Eko; Prakoso, Tangguh; Murrinie, Endang Dewi
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 07, Issue 01, Maret 2025
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol7.iss1.art17

Abstract

Utilizing yard land is one approach to achieving food security. Well-maintained yards can become comfortable, aesthetic, and healthy environments, one of which is by using them to grow horticultural plants, especially those that can be consumed daily. This community service activity, aimed at empowering the foster village, seeks to enhance the knowledge of the PKK women in Ternadi Village about the utilization of yards with horticultural plants and to provide knowledge and skills on how to make organic fertilizer. The methods used in this community service activity include surveys, counseling, discussions, practice, and evaluation. In general, the activities conducted have successfully increased the partner group's knowledge about yard utilization with horticultural plants and enhanced their understanding of the potential use of organic waste as a planting medium and fertilizer in the form of compost and liquid organic fertilizer.
PENINGKATAN INOVASI WISATA DESA WATUAJI MELALUI PENERAPAN WEBSITE DAN LAYANAN OUTBOND Riyoko, Sisno; Azizah, Noor; Ariyanto, Shodiq Eko; Saputro, Yayan Adi; Laila, Azzah Nor
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2004

Abstract

Watuaji Village has several tourism pioneers, but they are not yet organized, have no visitors, and are not yet known by outsiders. The priority problem in Watuaji village is the management and marketing aspects of tourism. So the service team partnered with BUMDes Sae and GAPOKTAN Sidodadi Makmur Watuaji to overcome these problems. The goals of this community service program is to improve partner empowerment in the aspects of knowledge and skills related to management, and improve partner skills in making Watuaji tourism promotion. This community service program uses some methods, they are discussion method at the preparation stage with coordination and socialization. The training stage with tutorial methods, lectures, discussions, and practice. The mentoring stage with practice and project methods. Evaluation stage with questionnaire, test and discussion methods. The results of this community service program are improving the management aspect, partners have increased knowledge with an average post-test score of 80. Partner empowerment, 80% increased their skills in managing and innovating tourism services. Tourism is managed together, and there is an innovative outbound package service. In the marketing aspect, there was an increase in partner knowledge at an average of 80. Partner empowerment in the marketing aspect, 80% of partners increased their skills in conducting online marketing through the website. The result is an increase in the number of tourist services, marketing media, and the number of tourist visitors in Watuaji Keling Jepara village.
EFEKTIVITAS PUPUK URINE SAPI DALAM MENINGKATKAN PERTUMUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Ariyanto, Shodiq Eko
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14890

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat efektifitas pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu POC Urin Sapi dan Pupuk NPK. Faktor I: P0: 0 ml/m2 (kontrol), P1: 100 ml + 1000 ml air/ m2 (dosis ajuran), P2: 200 ml + 1000 ml air/m2, P3: 300 ml + 1000 ml air/m2. Faktor II: perlakuan Pupuk NPK (M) yang terdiri dari empat taraf, yaitu  M0 = 0 kg/hektar, M1 = 125 kg/hektar (12,5 g/petak), M2 = 250 kg/hektar (25 g/petak), dan M3 = 375 kg/hektar (37,5 g/petak). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian POC urin sapi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada umur 7, 14, 21 dan 28 HSPT sedangkan pada pengamatan jumlah daun berpengaruh sangat nyata pada umur 14 dan 28 HSPT dan berpengaruh nyata pada umur 21 HSPT. Pengamatan bobot basah panen, bobot basah jual, dan bobot basah jual perhektar saling menunjukkan pengaruh yang nyata.