Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERBEDAAN TINGKAT KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PENYULUHAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI DUSUN MONG I & II DESA KUTA KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2023 Hasrun Ningsih; Fuji Khairani; Surgayati
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3139

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh kasus komplikasi ibu hamil di Desa Kuta tahun 2020, yang paling banyak adalah kasus anemia, dimana diantara 60 ibu hamil, 35 orang (65%) mengalami anemia. Dari hasil survey 10 ibu hamil dengan anemia, didapat bahwa penyebab dari anemia pada ibu hamil 3 orang (30%) disebabkan karena mal absorbsi, sedangkan 7 orang (70%) disebabkan karena diet malnutrisi dimana diet malnutrisi itu disebabkan oleh kurangnya kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe antara sebelum dan sesudah diberi penyuluhan pada ibu hamil Trimester I di Dusun Mong I & II Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah tahun 2023. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan penelitian ini menggunakan one group pre and post-test design. Hasil penelitian ini secara analitik diuji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan aplikasi SPSS dengan α 0,05 besar sampel 52 responden. Berdasarkan uji statistik, diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti menolak H0 dan menerima H1, sehingga ada perbedaan kepatuhan konsumsi tablet Fe sebelum dan sesudah diberi penyuluhan pada ibu hamil di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2023. Kesimpulan ada perbedaan Tingkat pengetahan komsumsi tablet Fe antara sebelum dan sesudah diberi penyuluhan pada ibu hamil Trimester I di Dusun Mong I & II Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah tahun 2023.
Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Rekam Medis Menggunakan Metode Workload Indicator Staff Need (WISN) Pada Bagian Assembling di RSUD Provinsi NTB Fatuhu, Muhamad Siladani; Ningsih, Dwi Nurfitria; Yanti, Ni Komang Wijiyani; Khairani, Fuji
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 1 No 2 (2021): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assembling merupakan bagian unit rekam medis yang berfungsi dalam perakitan dokumen rekam medis dengan menganalisis kelengkapan berkas rekam medis. Studi pendahuluan 5 Agustus 2020 di RSUD Provinsi NTB bahwa di unit assembling memiliki 2 orang petugas dengan beban tugas untuk 1 dokumen rekam medis (DRM) rata-rata waktu 17 menit. Permasalahan yaitu adanya tugas petugas assembling sehingga petugas harus melebihi jam kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja rekam medis menggunakan metode Workload Indicator Staff Need bagian assembling di RSUD Provinsi NTB. Jenis penelitian kualitatif dengan desain cross sectional. Populasi petugas rekam medik di RSUD Provinsi NTB sebanyak 45 orang, sampel 2 orang petugas assembling. Teknik sampel menggunakan cluster sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara dengan instrumen wawancara dan check list. Data di analisis kualitatif secara deskriptif. Hasil penelitian waktu kerja tersedia 112.560 menit, standar beban kerja 6.253 menit, standar kelonggaran 0,265 menit dengan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan perhitungan metode WISN yaitu sebanyak 3 orang petugas. Diharapkan rumah sakit menambahkan 1 orang petugas assembling karena berdasarkan perhitungan dengan metode WISN diperoleh kebutuhan tenaga kerja sebanyak 3 orang sedangkan di RSUD Provinsi NTB terdapat 2 orang petugas assembling.
Literature Review: Factors Caused an Increase the Number of Early Marriage during the Covid-19 Pandemic Ismiati Ismiati; Fuji Khairani; Teguh Achmalona
Journal of Ners and Midwifery Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v9i1.ART.p112-120

Abstract

Early marriage is an issue that is quite hotly discussed at this time, especially during the COVID-19 pandemic. The reason is, during the COVID-19 pandemic, there was an increase in the number of early marriages which became a serious threat to women's health, dignity and autonomy. This study aimed to determine the factors that cause an increase in early marriage during the COVID-19 pandemic. The method a literature review was conducted using the Google Scholar, Pubmed, and Science Direct databases to search for national and international journals researching early phenomena during the COVID-19 pandemic. The results of a review of 6 journals showed that the factors that cause an increase in early marriage during the pandemic are caused by several factors, namely economic problems, free sex, lack of knowledge in children, low awareness and knowledge of parents about the impacts and risks arising from child marriage, both physically and mentally. , mental, social and psychological, cultural and because they believe that marriage is an escape from schoolwork, homework, and the stress and boredom of studying and staying at home during a pandemic.Conclusion: From the results of a journal review, it can be concluded that the COVID-19 pandemic has impacted many aspects of life and continues to be felt throughout the world. Including the increase in marriage during the COVID-19 pandemic. To prevent an increase in child marriage, namely the existence of social protection interventions related to social, economic and educational empowerment of adolescents, especially poor youth during the pandemic. and joint efforts are needed involving parents, victims, community leaders, faith-based organizations, governments, international agencies and stakeholders related to preventing early marriage, especially during a pandemic.