Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Penentuan Posisi Access Point Pada Ruang Tertutup Menggunakan Algoritma Genetika Misbahuddin; Djul Fikry
DIELEKTRIKA Vol 10 No 2 (2023): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v10i2.348

Abstract

WiFi is a term used for wireless network devices (WLAN) based on IEEE 802.11 standard. Access Point is a WLAN device that is used as a transmitter or receiver. One of the parameters that can determine the performance of a WiFi is the coverage area of an access point. Placement it is not appropriate with environmental conditions will cause some of an area that is not covered or a blankspot area. In this research, the position of the access point was optimized using a genetic algorithm based on position and coverage area. Total coverage area is obtained by determining the union coverage area of all access points which appropriate with the range that is determined using indoor propagation model. From the research results, the most optimal number of access points is 5 access points. The existing condition with 5 access points has a coverage area of 75.27%, while optimization using 5 access points has a coverage area of 96.64%. The optimization can increase the coverage area by 21.38% and reduce the blank spot area to 3.36%.
PENANAMAN KELAPA GENJAH SEBAGAI ALTERNATIF TANAMAN LAHAN KERING, UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PERTANIAN MAJU DAN BERKELANJUTAN Lalu Jazuly Khaerul Hady; Yunisa Afriani; Supiani Supiani; Ni Wayan Krisnitha Putri; Dena Prihatiningsih; Dinda Ayu Rizqia; Randa Maulana; Mathildes Inna Kamuri; Arsy Saefatullah; Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v5i2.259

Abstract

Desa sukaraja merupakan desa dengan curah hujan yang cukup rendah. Hal tersebut menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan dalam bidang pertanian. Permasalahan yang umumnya dihadapi adalah sulitnya pengairan lahan pertanian, dan kurangnya keragaman jenis tanaman yang bisa dibudidayakan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dari masyarakat desa tentang jenis tanaman bisa dibudidayakan di lahan kering. Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan alternatif tanaman berupa varietas kelapa genjah yang cepat beradaptasi dengan kondisi lahan kering. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan pemilihan bibit kelapa genjah, persiapan lahan tanam, penanaman bibit kelapa genjah, serta penyiraman dan pemupukan tanaman kelapa genjah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terpilihnya beberapa varietas bibit kelapa genjah yang unggul, pemanfaatan lahan untuk penanaman bibit kelapa genjah siap dan sesuai dengan metode pelaksanaan, setelah tersedianya bibit dan lahan kemudian dilakukan penanaman bibit kelapa genjah, selanjutnya perawatan dilakukan dengan melakukan penyiraman serta pemupukan secara rutin. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Desa Sukaraja bahwa tanaman kelapa genjah dapat menjadi tanaman alternatif yang cocok di tanam pada lahan kering.
Aplikasi Game 2D berbasis Andorid dengan Logika Fuzzy pada NPC (Non-Player Character): Android-based 2D Game Application with Fuzzy Logic on NPC (Non-Player Character) Ibzani Ilham Shagianto; Giri Wahyu Wiriasto; Djul Fikri Budiman; Misbahuddin; Ni Made Seniari
JEITECH (JOURNAL OF ELECTRICAL ENGINEERING AND INFORMATION TECHNOLOGY) Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Depertment of Electrical Engineering University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various games emerge with different types, platforms, qualities, and popularity. This is due to the integration of many tools with the Android Operating System. Therefore, the main objective of this research is to create a game in the form of an application with Artificial Intelligence for Non-Player Characters (NPC). The implementation of Fuzzy Logic on the NPC aims to enable the NPC to make Decision Making (DM) for dynamic movements, attacking the character played by the human player with the intention of inflicting damage through forward, backward, and attacking movements, gradually reducing the health point (HP) parameter until it is depleted, thus allowing the NPC to win the game. Similarly, the human player will also attack the NPC with forward, backward, jumping, and attacking movements. We named this mobile game "Battle Fence" and it can be played on the Android platform. Furthermore, fuzzy logic plays a role in several modes that we have prepared, such as the "rage" mode, where the NPC can automatically increase its movement speed to attack the human player when the NPC's HP-bar parameter is approaching depletion. Another mode we provide, also possessed by the NPC, is the "back-to-life" mode, where the NPC can revive after being defeated by the human player with an increased health point bar compared to before. The test results show an increase in the Attack-dmg parameter by 20 points, while the Max-Health parameter increased by 100 and 84 points. Based on these results, it can be concluded that the DM and the development of the HP parameter in the application work effectively
Menumbuhkan Kesadaran Petani: Promosi Cara Mengintegrasikan Pertanian Cerdas dalam Pertanian Konservasi Misbahuddin; Sukartono; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Faturrahman; Jafar, Sitti Rusnah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.8165

Abstract

Paper ini membahas pentingnya meningkatkan kesadaran petani dan mendorong integrasi praktik pertanian cerdas dalam konteks pertanian konservasi. Menyadari perlunya menyelaraskan kearifan pertanian tradisional dengan teknologi mutakhir, kegiatan in menekankan penilaian terhadap praktik konservasi yang ada, penggabungan strategis teknik pertanian presisi dalam pertanian konservasi dan memberikan pemahaman tentang konservasi keanekaragaman hayati berupa tanaman padi merah. Hal ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang presisi dan sistem irigasi cerdas dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Kegiatan ini juga menekankan pendidikan dan keterlibatan masyarakat sebagai elemen penting untuk menumbuhkan penerimaan dan pemahaman di kalangan petani. Dengan menyoroti potensi manfaat dan menekankan sinergi antara pertanian cerdas dan konservasi, inisiatif ini berupaya mendorong perubahan transformatif menuju lanskap pertanian yang lebih berkelanjutan dan memadai secara teknologi. Untuk mendukung tercapainya konsep integrasi pertanian cerdas dalam pertanian konservasi dan konservasi keanekaragaman hayati, tim peneliti Universitas Mataram melaksanakan promosi kepada petani yang berada pada Keluran Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupateng Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
LoRa SV611-Based Communication System To Monitor Behaviour of Rocket Using Inertial Measurement Unit Sensor Misbahuddin, Misbahuddin; Taufik, Muhamat; Suksmadana, I Made Budi
International Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering Vol. 5 No. 2 (2022): International Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering (IJEEP
Publisher : Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijeepse.5.2.30-36

Abstract

A payload is a material carried by a rocket that acts as telemetry, monitoring environmental conditions and transmitting them to earth-based receiving stations. The goal of this study is to design, build, and test a rocket payload monitoring system that will track the rocket's position, behaviour, and trajectory. The rocket payload and the Ground Control Station are designed and manufactured separately (GCS). The payload is made up of a variety of components, including an Arduino Uno, an MPU-6050 sensor, a GPS Neo-7M, and a LoRa SV611 transmitter. The GCS is made up of a raspberry Pi, a LoRa SV611 receiver, USB TTL, and python idle. Pitch, roll, yaw, longitude, latitude, and altitude are among the six characteristics that the rocket payload monitoring system can track. The results of the tests show the rocket payload monitoring system can track six parameters and trajectory in real time with a high degree of accuracy. All payload measurement parameters are clearly displayed in the GCS interface as graphs that are updated every 1000 milliseconds.
ECONOMIC DISPATCH MENGGUNAKAN IMPERIALIST COMPETITIVE ALGORITHM (ICA) PADA SISTEM KELISTRIKAN LOMBOK Hazi, Khaerul; Rosmaliati, Rosmaliati; Misbahuddin, Misbahuddin
DIELEKTRIKA Vol 1 No 1 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.365 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang optimalisasi pada sisi pembangkit untuk pemilihan daya yang dibangkitkan pada masing – masing generator dengan tujuan untuk mendapatkan biaya yang ekonomis khususnya pada Sistem Kelistrikan Lombok, tentunya dengan memperhatikan daya beban dan losses. Economic Dispatch (ED) menggunakan metode Imperialist Competitive Algorithm (ICA) ini dapat menghasilkan kombinasi daya pembangkitan dan biaya termurah dengan perlakuan Parameter ICA optimasi ED Kelistrikan Lombok dengan kombinasi country = 150 dan imperialist = 5, koefisien asimilasi β = 1.5 dan koefisien revolusi = 0.3. Biaya total pembangkitan yang dihasilkan oleh metode Imperialist Competitive Algoritma sebesar 72.881.839 Rp/jam lebih kecil dibandingkan dengan metode Algoritma Genetika (GA) sebesar 73.230.930 Rp/jam sehingga dengan menggunakan kombinasi daya pembangkitan metode ICA dapat menghemat biaya sebesar 349.090 Rp/jam dibandingan dengan metode GA.
SISTEM MONITORING DAN KONTROL PENERANGAN JALAN UMUM MENGGUNAKAN JARINGAN KOMUNIKASI LoRa BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) Taufik, Taufik; Misbahuddin, Misbahuddin; Nrartha, I Made Ari
DIELEKTRIKA Vol 8 No 2 (2021): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerangan jalan umum merupakan salah satu elemen atau komponen yang harus ada pada setiap jalan, berfungsi sebagai penerangan jalan pada malam hari demi keselamatan pengendara. Penerangan jalan umum sebagian besar menyala pada malam hingga pagi hari secara terus menerus tanpa sistem pengawasan dan pengendalian yang memakan listrik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang sebuah sistem monitoring dan kontrol penerangan jalan umum menggunakan jaringan komunikasi LoRa berbasis internet of things (IoT) yang digunakan untuk memonitoring besaran tegangan, arus, daya, frekuensi, dan faktor daya dan juga untuk mengontrol lampu penerangan jalan umum dalam hal ini menghidupkan dan mematikan saja. Ini menggunakan jaringan komunikasi modul ESP32 - LoRa – OLED sebagai mikrokontroller, pengirim data dan penerima data dalam jarak yang jauh, modul relay sebagai saklar, sensor PZEM 004T untuk pengambilan data tegangan, arus, daya, frekuensi, dan faktor daya, menggunakan platform IoT yaitu myDevices Cayenne sebagai penampil data pada laptop atau smartphone melalu protokol MQTT Broker selama masih terkoneksi dengan jaringan internet. Pengujian alat terdiri dari pengujian sensor tegangan AC, pengujian sensor arus AC, pengujian koneksi LoRa, pengujian IoT dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil pengujian yang didapatkan sensor tegangan AC memiliki keakuratan yang baik dengan nilai % error rata – rata sebesar 0.30% untuk sensor 1 tegangan AC PJU 1, 0.17% untuk sensor 2 tegangan AC PJU 2 dan sensor arus AC sebesar 1.22% untuk sensor 1 arus AC PJU 1, 1.41% untuk sensor 2 arus AC PJU 2. Kemudian koneksi LoRa dari jarak 100 m sampai 1000 m untuk penggujian line of sight, data LoRa pengirim masih bisa diterima oleh LoRa penerima sedangkan penggujian koneksi LoRa non line of sight dengan 10 titik lokasi yang berbeda, LoRa penerima masih bisa menerima data dari LoRa pengirim, namun delay waktu pengiriman data terbilang lama.Untuk penggujian IoT dengan menggunakan platform IoT myDevices Cayenne data dapat ditampilkan dan dikontrol. Kemudian pada pengujian sistem keseluruhan bahwa sistem yang dibuat telah mampu memonitor dan mengontrol penerangan jalan umum melalui laptop atau smartphone dengan jaringan komunikasi LoRa selama terhubung dengan internet.
Sosialisasi Smart-ICows Aplikasi Sistem Pengenalan Individu Sapi Ternak pada Kelompok Koperasi Ternak Sapi di Lombok Timur Wiriasto, Giri Wahyu; Misbahuddin, Misbahuddin; Iqbal, Muhamad Syamsu; Rachman, A Sjamsjiar; Akbar, L A Syamsul Irfan; Zamroni, Sulthon
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5891

Abstract

Secara umum kebutuhan pangan hewani sebagian besar masih ditopang dari produksi daging sapi. Data sensus masih belum menggambarkan situasi nyata jumlah yang sebenarnya sehingga selisih proyeksi data sensus masih belum menggambarkan tingkat ketersediaan secara pasti. Pada tingkat peternak telah diupayakan oleh stakeholder penggunaan penanda qrcode yang dipasangkan pada telinga sapi sebagai metode identifikasi individu. Sekilas hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan metode ini memiliki keterbatasan, terutama terkait dengan kelemahan dalam redundansi data dan validasi registrasi individu sapi baru. Terdapat potensi kesalahan saat nomor identitas sapi tertukar antara peternakan dan tempat penjualan ternak. Kesalahan lainnya tidak terpantaunya jumlah sapi yang telah masuk pada rumah potong sehingga secara sensus masih tetap terhitung. Selain itu pada domain penggemukan, diperlukan pencatatan riwayat perawatan. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang dapat mendukung peternakan sapi berbasis teknologi. Pada tahap awal, solusi sistem yang kami tawarkan adalah sistem identifikasi biometrik cerdas atau smart ICows yang terintegrasi pada peternakan sapi khususnya pemilik ternak. Sistem ini berupa aplikasi berbasis android terpasang pada perangkat smartphone yang dimiliki setiap pemilik ternak. Sistem ini berperan sebagai alat identifikasi yang nantinya dapat terhubung pada sistem basisdata rekam-jejak pemuliaan sapi ternak. Proses identifikasi ini menggunakan image moncong atau muzzle sapi. Dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, kami ingin menguji hasil pengembangan sistem identifikasi sapi ternak dengan tingkat akurasi 83%.
The Sistem IoT Untuk Monitoring Suhu dan Pengaturan Kelembaban Penetasan Telur Penyu Nurmahsya, Guruh Khedar; Misbahuddin, Misbahuddin; Paniran, Paniran
Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) Vol 6 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josyc.v6i1.6262

Abstract

Turtles are endangered and protected animals today, the turtle population is declining all the time due to various factors, including climate change and global warming. Turtles are TSD or Temperature dependent Sex Determination animals with the development of their embryos dependent on temperature and humidity which requires moisture content in the nest during the incubation period. As a conservation effort carried out at the Kuranji Dalang Conservation, West Lombok aims to design an Internet of Things (IoT)-based system made to monitor temperature and regulate sand moisture. This tool is designed to monitor the environmental temperature in the sand area if the optimum temperature at hatching is 25°C-33 °C using DHT11, and regulates the humidity of the nest sand by 21%-40% using a soil moisture sensor. Eggs during the incubation period of turtles with a nest temperature of 25°C-29 °C will become male hatchlings, while the nest temperature of 29 °C-33 °C will become female hatchlings. This system is controlled using an ESP32 NodeMCU microcontroller whose data is transmitted through a blynk that can be monitored remotely, the tests that have been carried out are able to monitor an average temperature of 29-30 °C, in addition to being able to regulate an average humidity of 27.93. With a water pump watering with a duration of 12 seconds in the morning, 25 seconds in the afternoon and 17 seconds in the afternoon when the sand is dry with a predetermined humidity of 21%-40%.
Implementasi Private Blockchain Menggunakan Multichain Sebagai Sistem Keamanan Data IoT Wiriasto, Giri Wahyu; Misbahuddin
DIELEKTRIKA Vol 12 No 1 (2025): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v12i1.417

Abstract

Integrasi teknologi blockchain dengan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan keamanan dan privasi data menjadi solusi yang semakin relevan di era digital. Dengan fokus pada keamanan IoT saat mendistribusikan data, risiko manipulasi data dapat dikurangi karena blockchain memungkinkan struktur terdesentralisasi dan terenkripsi. Integritas data ditingkatkan melalui verifikasi transaksi dan penyimpanan data yang diotorisasi dengan hash value dan bukti transaksi (txid). Penggunaan jaringan private blockchain mengontrol akses data, meningkatkan keamanan, privasi, dan memastikan akses terbatas pada pihak yang diizinkan.Percobaan dilakukan dan didapatkan nilai kemungkinan komulatif berdasarkan jumlah block dengan nilai kemungkinan komulatif dihasilkan dari nilai block yang bertambah setiap 15 detik sampai mendapatkan jumlah 6 konfirmasi dari prinsip blockchain sehingga suatu block dinyatakan valid dalam jaringan blockchain, yang mengartikan setelah block ditambahkan ke rantai dibutuhkan 6 block tambahan untuk memastikan keamanan transaksi. Kemudian didapatkan juga nilai kemungkinan komulatif berdasarkan jumlah waktu yang dibutuhkan membuat block di dalam blockchain, dengan nilai kemungkinan komulatif dihasilkan dari nilai block yang bertambah setiap 15 detik sampai mendapatkan jumlah 6 konfirmasi dari prinsip blockchain sehingga suatu block dinyatakan valid dalam jaringan blockchain. Kemudian hingga suatu block dinyatakan valid saat waktu mencapai 60 detik sampai 165 detik. Hasilnya menunjukkan bahwa blockchain dapat meningkatkan keamanan data IoT serta menjaga integritas data dengan lebih baik, memperkuat otorisasi, dan mengontrol akses data secara lebih selektif