Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Ethnobotany study of potential and utilization of medicinal plants by local communities in Muara Enim Regency, South Sumatera Hastiana, Yetty; Novitasari, Novitasari; Aseptianova, Aseptianova; Nawawi, Sulton
Jurnal Mangifera Edu Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v7i2.152

Abstract

Ethnobotany of medicinal plants is a botanical science that studies using plants as drugs to treat a disease. This study aimed to determine the types of plants, processing methods, usage methods, and the use value (UV) of plants used as medicine by local people in Kayuara Sakti Village. The research method used is descriptive exploratory. The sampling technique used is purposive sampling. The research sample consisted of 49 people in Kayuara Sakti Village. They are collecting data using interviews, observation, and documentation. Data analysis in this study is qualitative and quantitative. The results of this study obtained the following data: (1) The types of medicinal plants used by local communities in Kayuara Sakti Village are 100 species belonging to 50 families. Diseases that are often treated are diseases that are commonly suffered by the community. (2) The method of processing medicinal plants is by boiling (44%), pounding/mashing (14), grated and squeezing (13%), brewing (7%), cooking and splitting (5%), without processing (4%), kneaded (3%), burned (2%), soaked, rolled, crushed, roasted and withered (1%). (3) The way to use medicinal plants is by drinking (57%), eating (16%), smearing (10%), dripping (3%), plugging and bathing (2%), and gargling, chewing, and rubbed (1%). (4) Use value (UV) medicinal plants used by the community are 0,02-0,81. The species with the highest value is turmeric (Curcuma domestica Val.).
Respon Pupuk Organik Ampas Tahu dengan Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan Ipomoea reptans Sunarsih, Fitri; Hastiana, Yetty; Aseptianova, Aseptianova
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6879

Abstract

Pupuk  organik ampas tahu dengan bioaktivator mol tape singkong mengandung unsur  makro yang berpotensi terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur makro pupuk organik ampas tahu dengan bioaktivator mol tape singkong pada konsentrasi yangr berbeda terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans). Penelitian di dilaksanakan di kebun biologi,uji hara pupuk organik dan tanah di laboratorium Baristand, metode Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Hasil penelitian ini menujukkan terdapat kandungan unsur makro pupuk organik ampas tahu  pada Nitrogen terdapat 0,09 %, posfor (sbg P2O5)  terdapat  0,62% dan Kalium (sbg K2O) 1,82 %. Dari hasil analisis sidik ragam terhadap tinggi tanam F-hitung perlakuan 2,769 lebih kecil dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42),jumlah daun F-hitung perlakuan 6,284 lebih besar dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42), lebar daun F-hitung perlakuan 17,40 lebih besar dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42), dan pada panjang daun F-hitung perlakuan 6,935 lebih besar dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42). Pemberian pupuk organik ampas tahu dengan bioaktivator sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans)  Growth is a process increase the size, shape or volume. kale  (Ipomea reptans L.) is a plant that lived and can grow more than one year. characteristic of kale is elliptic, has spacious, containing water (herbaceous) and potholes. the purpose of this studyto determine the content of macro elements in organic fertilizers made from tofu and fermented cassava bio-activator mole on the growth of land kale (Ipomoea reptans, L). This study carried out on the garden in the UMP and test biological nutrientorganic fertilizers and performed in the Baristand’s laboratory. This research using randomized block design (RBD) with 4 treatments and 6 rans. the results of this study shows that it contains macro elements (CME) in soil and organic fertilizer pulpout with a bio-activator mol cassava with different concentrations, and test results significant difference (LSD) at treatment P0, P1, P2, and P3 showed highly significant the height, number of leaves, leaf width and length of the leaves on the plant kale land (Ipomoea reptans L).
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI INSEKTISIDA ELEKTRIK UNTUK MENGENDALIKAN NYAMUK PENULAR PENYAKIT DBD Aseptianova, Aseptianova; Fitri Wijayanti, Tutik; Nurina, Nita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5178

Abstract

Penggunaan obat anti nyamuk berbahan dasar kimia marak dilakukan seiring meningkatnya populasi nyamuk demam berdarah (DBD). Pencegahan nyamuk dengan memanfaatkan bahan alami menjadi salah satu alternatif yang tidak hanya menguntungkan bagi manusia tapi juga lingkungan sekitar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas daun mint, lengkuas, Sambiloto, babadotan, daun alpukat, daun salam, pucuk merah, dan daun zodia sebagai obat anti nyamuk elektrik terhadap nyamuk Aedes aegypti. Prosedur penelitian dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 8 variabel bebas (8 tanaman) dan 1 variabel terikat (nyamuk Aedes aegypti). Jumlah perlakuan sebanyak 9 dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa dalam waktu 5 menit, ekstrak yang paling efektif untuk mortalitas nyamuk adalah pada ekstrak daun Alpukat dan daun Salam sebanyak 100%, ekstrak lengkuas sebanyak 82,22%, esktrak daun Mint sebanyak 51,11%, dan ekstrak daun Babadotan sebanyak 8,89%. Ekstrak daun salam dan daun alpukat mampu membunuh nyamuk dalam waktu 5 menit, lengkuas dan daun mint mampu membunuh nyamuk dalam waktu 10 menit dengan persentase lengkuas yang lebih besar. Ekstrak daun Babadotan mampu membunuh nyamuk dalam waktu 20 menit, sedangkan ekstrak Zodia mampu membunuh nyamuk dalam waktu 30 menit (perhitungan menit ke-25 dan menit ke-30). Hasil analisis menunjukkan signifikansi sebesar (0,00) 0,05 yang berarti ekstrak tanaman berpengaruh nyata terhadap mortalitas nyamuk Aedes aegypti L.
Education on the use of natural ingredients as medicine and making hand sanitizer Astriani, Meli; Wijayanti, Tutik Fitri; Hidayat, Saleh; Aseptianova, Aseptianova; Saputri, Wulandari; Antika, Rindi Novitri
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12632

Abstract

Background: Biodiversitas tumbuhan di Indonesia dikenal sangat tinggi dan terbesar di dunia karena berada dalam Kawasan Malesia. Sebanyak 300 spesies tumbuhan digunakan untuk pengobatan tradisional. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi pemanfaatan tanaman sebagai obat, memanfaatkan bahan alam menjadi handsanitizer, dan sosialisasi pentingnya mencuci tangan bagi Masyarakat. Metode: Pengabdian ini dilakukan kolaborasi antara narasumber dengan mahasiswa KKN dan Masyarakat. Metode meliputi tiga tahapan yaitu penyampaian materi, demonstrasi dengan penanyangan video, diskusi dan evaluasi. Hasil: Pembuatan handsanitizer dengan konsentrasi daun sirih di atas 15% sama dengan etanol sebagai alternatif yang dapat dilakukan untuk pemakaian sendiri. Kegiatan edukasi ini juga menunjukkan kepuasan peserta berkaitan dengan materi kegiatan merupakan hal baru sebesar 96%, kepuasan dengan materi yang dijelaskan 47,4% (sangat puas), 45,4% (puas), 1,09% (cukup puas). Efisien waktu pengabdian yang dilakukan sebesar 98,15% menyatakan seimbang antara materi dan tugas). Kesimpulan: Edukasi pemanfaatan tanaman obat dan handsanitizer memberikan pengetahuan kepada peserta tentang pemanfaatan tanaman kelor sebagai obat, pembuatan handsanitizer dari daun sirih, dan menerapkan cuci tangan dengan sabun yang baik dan benar.
Pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Untuk meningkatkan nilai gizi, kesehatan, kepedulian dan profil pelajar pancasila Aseptianova, Aseptianova; Hastiana, Yetty; Abadi, Suyud; Nuraini, Nita; Wijayanti, Tutik Fitri
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13841

Abstract

Background: Tanaman obat keluarga (TOGA) atau apotek hidup, dapat dibudidayakan untuk menunjang peningkatan kesehatan, pendapatan, serta diolah menjadi berbagai jenis produk yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, fakta menunjukkan masih banyak masyarakat termasuk siswa belum dapat memanfaatkan peluang Usaha kecil menengah terkait TOGA. Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana teknik pengolahan dan pemasaran TOGA. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terkait pemanfaatan TOGA dan mendukung profil pelajar pancasila siswa SMA YWKA Palembang. Metode: Mitra dalam kegitatan pengabdian ini adalah SMA YWKA Palembang, terdiri atas 12 orang guru, 20 siswa, dan 9 orang tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Palembang (5 dosen dan 4 mahasiswa). Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, dan refleksi (angket dan tes dengan soal pilihan ganda). Hasil: Angket kepuasan peserta berada pada kriteria baik sekali, hal ini juga didukung hasil tes terkait pengetahuan peserta yang diperoleh nilai rata-rata 80,21. Kesimpulan: Kegiatan ini membantu siswa dan guru memahami tanaman obat keluarga (TOGA), manfaat, dan berbagai produk olahan TOGA, serta mendukung profil pelajar siswa khususnya pada tema gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, dan kewirausahaan.