Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN BAHAYA DAN KERENTANAN TSUNAMI MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS saputra, muhammad andika; Ashar, Faisal
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 4 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i4.120883

Abstract

Berdasarkan data BPS 2023, Kecamatan Tanjung Mutiara yang berpopulasi 34.162 jiwa dengan kepadatan tertinggi di Nagari Tiku Selatan (12.872 jiwa) terletak di pesisir barat Sumatera dan memiliki risiko kerentanan terhadap tsunami karena kondisi topografi datar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial dan pembobotan pada aspek fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan, mengacu pada Perka BNPB No. 2 Tahun 2012, untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan tsunami di Kecamatan Tanjung Mutiara. Hasilnya menunjukkan bahwa Nagari Durian Kapeh memiliki kerentanan rendah dengan luas bahaya 2.139 hektar, Nagari Tiku Utara dan Tiku V Jorong memiliki kerentanan sedang dengan luas bahaya 20.150 hektar, dan Nagari Tiku Selatan memiliki kerentanan tinggi dengan luas bahaya 6.198 hektar, di mana potensi kerugian dan kerusakan lingkungan meningkat sesuai dengan tingkat kerentanan masing-masing wilayah
PERENCANAAN ULANG GEOMETRI DAN SINYAL LALU LINTAS SIMPANG DURIAN TARUANG DI KOTA PADANG Abimayu, Muhammad Syahreza; Ashar, Faisal
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i2.123483

Abstract

Simpang Jalan Durian Taruang merupakan salah satu simpang empat di Kota Padang yang menghubungkan antara Jalan ByPass dengan Jalan Raya Ampang dan Jalan Kampuang Lalang. Permasalahan pada simpang Jalan Durian Taruang berupa tundaan yang tinggi dan seringnya terjadi kecelakaan. Pengaturan lampu lalu lintas yang dioperasikan saat ini belum dapat mengatasi kemacetan yang sering terjadi terutama pada jam-jam sibuk (peak hour). Kondisi eksisting pada simpang belum mampu menampung volume lalu lintas yang tergolong padat. Terutama terdapat lampu lalu lintas yang menunjukan perintah berhenti secara bersamaan. Begitupun sebaliknya, dari dua arah tersebut juga menunjukan lampu hijau yang memberi perintah untuk melaju secara bersamaan yang menyebabkan kemacetan dan rawan kecelakaan. Kondisi eksisting pada simpang belum mampu menampung volume lalu lintas yang tergolong padat yang menyebabkan antrian yang panjang. Dengan kata lain, simpang ini menjadi 3 fase. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perencanaan ulang geometri dan sinyal lalu lintas Simpang Durian Taruang, Kota Padang. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan geometrik dan sinyal lalu lintas direncanakan untuk merendahkan nilai tingkat pelayanagn atau LOS (Level of Service) artinya meningkatkan tingkat pelayanan Simpang Durian Tarung. Nilai tundaan lalu lintas pada kondisi eksisting sebesar 79,11 detik/SMP yaitu pada tingkat pelayanan F sehihngga memerlukan pemberian skenario berupa penambahan lebar jalan dengan asumsi lalu lintas sama dengan konsisi eksisting dan perubahan fase dari fase 3 menjadi fase 4 dari skenario sebelumnya, Pada sinyal lalu lintas kondisi eksisting sebesar 190 detik setiap simpangnya dan setelah dilakukan evaluasi menjadi 76 detik untuk setiap simpangnya. Adanya perubahan peraturan pada simpang durian tarung kota Padang yang sebelumnya semua persimpangan diperbolehkan untuk belok kiri jalan lurus diganti menjadi tidak ada yang diperbolehkan untuk belok kiri disaat lampu lalu lintas tidak bewarna hijau.
Analisa Parameter Kebutuhan Jarak dan Waktu Zona Rawan Tsunami pada Proses Evakuasi Masyarakat Kota di Padang Andreas, Laras Oktavia; Ashar, Faisal; Zuwida, Nidal
CIVED Vol. 9 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v9i3.336

Abstract

Berdasarkan peta zona rawan tsunami Kota Padang, risk potential area terbesar terdapat di daerah sekitar pantai, salah satunya Kecamatan Padang Utara yang sangat beresiko besar jika terjadi tsunami yang berjarak ±2-3 km dari bibir pantai. Sedangkan pada zona aman bencana tsunami di asumsikan 4-5 km dari bibir pantai. Tsunami diprediksi terjadi dalam rentang waktu 10-20 menit setelah terjadinya gempa dengan skala besar. maka perlu analisa parameter kebutuhan jarak dan waktu dalam proses evakuasi bencana agar masyarakat sekitar Kecamatan Padang Utara dapat memperkirakan kemampuan mereka dalam menyelamatkan diri apabila terjadi bencana tsunami. Metode penelitian berupa deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian terdapat 15 shelter yang ada pada Kecamatan Padang Utara, dilanjutkan dengan menganalisa parameter waktu dan jarak dari bibir pantai menuju shelter. Waktu tiba tsunami terlama terletak pada titik shleter PDAM yang berada di Kelurahan Gunung Pangilun dengan perkiraan ETA adalah 16 menit 9 detik, dan waktu tiba tsunami tercepat terletak pada shelter SMPN 7 Padang Kelurahan Lolong Belanti dengan perkiraan ETA adalah 1 menit 50 detik. Pembuatan peta indution area didapati dari beberapa data hasil penelitian. Tahap terakhir berupa penyebaran angket di seluruh Kec. Padang Utara, indikator Pengalaman dengan capaian sebesar 78%, yang dikategori cukup memiliki pengalaman terkait evakuasi bencana tsunami. Indikator Pengetahuan dengan capaian sebesar 74%, yang dikatagorikan cukup memahami teori terkait evakuasi bencana tsunami dan pada indikator penerapan capaian sebesar 71%, yang dikategori cukup paham dalam penerapan evakuasi bencana tsunami.
Perencanaan Pilar Hidran Kawasan Kelurahan Flamboyan Baru Kota Padang Ashar, Faisal; Hardi, Satria Restu; Septiani, Nazmi
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.383112

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesiapsiagaan untuk bencana kebakaran pada kawasan padat penduduk. Perkotaan cendrung memiliki penduduk yang cukup tinggi dan susunan perumahan yang padat, sehingga memiliki jalan lintas yang relatif kecil. Perumahan yang padat akan menjadi masalah ketika terjadi kebakaran, karena tidak cukup akses mobil pemadam untuk masuk ke perumahan yang padat penduduk. Perencanaan yang dilakukan adalah membangun alat proteksi kebakaran aktif seperti hidran pilar pada kawasan padat penduduk, dengan bersumberkan air PDAM. Prosedur yang pertama dilakukan dalam penelitian ini adalah mengobservasi kawasan guna untuk menempatkan titik hidran yang akan direncanakan. Dalam simulasi distribusi air ke hidran disimulasikan dengan suatu program komputer yaitu epanet, yang melaksanakan simulasi hidraulik dan perilaku air dalam suatu jaringan pipa distribusi air minum. Perecanaan ini memiliki biaya yang terjangkau dengan sistem hidran yang mencukupi syarat yang telah ditentukan oleh peraturan menteri pekerjaan umum. Perencanaan ini dilakukan tanpa melakukan pembongkaran rumah masyarakat karena jalur pipa yang direncanakan tidak mengganggu atau berada pada rumah masyarakat di Kelurahan Flamboyan Baru.
Community Preparedness Level in the Area Nurul Haq Shelter Against the Threat of Earthquake and Tsunami Disasters Ashar, Faisal; Pratama, Putra Jonita
CIVED Vol. 10 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i3.449

Abstract

The city of Padang is an area that is prone to earthquakes that have the potential to cause tsunamis. This can be seen from historical data on earthquakes in Padang City. There is a prediction of a large-scale earthquake caused by the Mentawai megathrust fault, where the city of Padang is predicted to be affected by the earthquake and tsunami. Parupuk Tabing is included in the red area if a tsunami disaster occurs. Parupuk Tabing has a shelter to reduce the impact if an earthquake and tsunami disaster occurs. One of them is the Nurul Haq Shelter. Currently, the population around the shelter is around 4,000 people, but the level of preparedness for the dangers of earthquakes and tsunamis is not yet known. This research uses parameters compiled by LIPI – UNESCO 2006, where the parameters tested are; knowledge about earthquake and tsunami disasters, emergency response plans, early warning systems, and resource mobilization. Based on the results of data analysis and research discussions, it was concluded that the level of community preparedness in facing earthquake and tsunami disasters in the area around the Nurul Haq Shelter was included in the very prepared category, namely with an index of 80.97. Then, the knowledge and attitude parameters have a score of 84.78 or "Very Ready", and for the emergency response plan parameters they get a score of 76.57 or "Ready", and for the disaster warning parameters they get a score of 78.36 or "Ready", finally, for the resource mobilization parameter, it got a score of 80.97 "Very Ready". In general, the conclusion is that the community around the shelter understands and is ready to face the threat of earthquakes and tsunamis.
Study of Factors Influencing the Implementation Building Information Modelling (BIM) in Construction Project Arifin, Ari Syaiful Rahman; Zakiyyah, Ulfah; Giatman, M.; Ashar, Faisal
CIVED Vol. 10 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i3.474

Abstract

Building Information Modelling (BIM) has become a major trend in the global construction industry. In Indonesia, socialization on BIM has been carried out, but its implementation has not been fully implemented. Therefore, it is necessary to study the factors that influence the application of BIM in construction projects. The purpose of this research is to identify the factors that influence the implementation of BIM in construction projects in the city of Padang, Indonesia. This research was conducted on construction service providers and used a descriptive research design with a quantitative approach. The research sample consisted of 28 companies with a total of 84 respondents using a purposive sampling technique. Primary data collection methods include questionnaires and interviews. The results of this study are Barrier factors and strategic factors in BIM implementation. The barrier factors in BIM implementation on construction projects according to ranking, namely (1) limited Human Resources (22%), (2) Lack of Standards and Guidelines (21%), (3) Lack of Support from Stakeholders (20%), (4) Cost (19%) and (5) Limited Infrastructure and Technology (18%). The strategic factors in BIM implementation on construction projects, according to ranking, are (1) Technical and Technology (21%), (2) Human Resources (20%), (3) Management (20%), (4) Stakeholders and Regulations (20%) and (5) Organization (19%). This study highlights the dominant factors influencing BIM implementation in the construction industry and provides valuable insights for stakeholders to enhance and accelerate BIM implementation in the region.
Tsunami Vertical Evacuation Building Analysis (Shelter) Based on Number and Location: Case Study of Koto Tangah District- Padang City Ashar, Faisal; Hadiguna, Rika Ampuh; Faisal, Muhammad
CIVED Vol. 11 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i1.509

Abstract

Koto Tangah Sub-district is a sub-district where part of its area is located on the coast, making it prone to tsunami disasters. Despite the fact that the large number of exposures in the tsunami red zone predicted to happen in this District, there are only three tsunami shelters in the red zone of Koto Tangah District. The purpose of this study was to determine the distribution of official shelters in Koto Tangah District, the distribution of planned shelters, and the coverage of shelter service areas. The research method used is a quantitative descriptive method. In this study, what is discussed is the number and location of shelters, as well as the location of the planned tsunami shelters. Also, this present study sought to finding out the coverage area that can be served by the shelter with the help of GIS applications. The results of the data analysis are as follows: (1) There are nine villages (kel.) that are in the tsunami red zone of the Koto Tangah District and are not served by official shelters, namely: Kel. Padang Sarai, Kel. Batipuh Panjang, Kel. Lubuk Buaya, Kel. Pasia Nan Tigo, Kel. Batang Kabung Ganting, Kel. Koto Pulai, Kel. Koto Panjang Ikua Koto, Ex. Dadok Stumping Black, and parts of Ex. Parupuk Tabing. (2) The analyzed planned shelters and horizontal points examined that all of the Koto Tangah red zone areas can be served by shelters, and the planned shelters can be reached in the span of 34.5 minutes with a distance of 1554.57 m, meaning that people who are in the tsunami red zone can evacuate safely before the tsunami hits the city. (3) local government needs to add another 6 planned shelters in Kel. Padang Sarai, Kel. Lubuk Buaya, Kel. Pasie Nan Tigo, Kel. Batang Kabung Ganting, and Kel. Parupuk Tabing, with each shelter's planned height of 8.5 meters.
Analysis Placement of Tsunami Vertical Evacuation Shelters Based on Number and Location (Case Study: Painan City) Alfurqan, Ahmad; Ashar, Faisal
CIVED Vol. 11 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i2.574

Abstract

Painan City is a city whose part of the area is located on the coast, so it is prone to tsunami disasters. This disaster is unpredictable and can occur at any time. Based on interview data with BPBD South Pesisir Regency, Painan City has 10 shelters ranging from; official shelters, buildings that are multifunctional as shelters, and natural shelters. The purpose of this study is to determine the range of services of the tsunami shelter in Painan City today. The research method used is a quantitative descriptive method. In this study, what was discussed was the evaluation of the number and location of existing shelters, as well as determining the location of planned or additional tsunami shelters, as well as to determine the coverage of areas that can be served by these shelters with the help of GIS applications. Based on the results of the analysis, it was found that the entire tsunami danger zone area of Painan City could be served by existing shelters, in a span of 26 minutes with a distance of 1,171.56 meters. This means that people in the tsunami danger zone can evacuate safely before the tsunami disaster comes.
Spatial Analysis of Modeling Potential Flood Areas in Padang City using Google Earth Engine Yunika, Rahmi; Ashar, Faisal
CIVED Vol. 11 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i2.576

Abstract

Flooding in Indonesia tends to increase from year to year, and one of the causes is high rainfall. Padang City is one of the areas that has high rainfall intensity which can trigger flooding. This research aims to present spatial information on flood-prone areas by processing data in Google Earth Engine (GEE) and determine the level of flood vulnerability in Padang City. GEE is a platform capable of processing geopatial data on a large scale using multi-temporal imagery and utilizing cloud computing technology that allows solving large problems in a short time. This research uses CHIRPS Dayli data: Climate Hazard Group Infrared Precipitation, NASA SRTM Digital Elevation 30 m, Sentinel 2-A and research administrative boundaries. This study uses rainfall, elevation, TPI, NDWI and NDVI parameters. Data analysis and processing in this study were fully carried out in GEE. The results showed that the area very prone to flooding has an area of 5569.46 ha or 8.03%. The prone area is 28064.57 ha or 40.46% and the non-prone area is 35726.20 ha or 51.51%. The results of this research are expected to help the government in flood mitigation in Padang City.
PERENCANAAN ULANG (REDESIGN) BUNDARAN SIMPANG DPRD PROVINSI SUMATERA BARAT Pasyazade, Muhammad Faridh; Ashar, Faisal
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i3.129083

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan persoalan yang terus mengalami peningkatan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Padang. Salah satu lokasi yang menjadi titik rawan kemacetan adalah di Simpang Bundaran DPRD Provinsi Sumatera Barat. Di lokasi ini ditemukan panjang antrian dan waktu tundaan yang tinggi, yang disebabkan oleh desain simpang yang kurang efisien, keberadaan bundaran yang tidak berada di posisi simetris, serta perilaku pengguna jalan yang kurang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang eksisting dengan menggunakan metode MKJI 1997 dan PKJI 2023, serta melakukan perencanaan ulang terhadap geometri simpang untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas. Metode penelitian mencakup pengumpulan data volume lalu lintas, data geometrik, dan data sinyal yang diperoleh dari hasil survei di lapangan. Kemudian, dilakukan analisis kapasitas serta tingkat pelayanan dengan pendekatan teoritis dan simulasi mikroskopik menggunakan perangkat lunak Autodesk Civil 3D dan PTV VISSIM. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi simpang saat ini menghasilkan panjang antrian hingga 55,30 meter dan rata-rata tundaan sebesar 47,61 detik per satuan mobil penumpang (smp). Alternatif perencanaan ulang dilakukan dengan menghapus bundaran dan mengganti konfigurasi simpang menjadi simpang bersinyal dengan rancangan geometri yang lebih optimal. Hasil simulasi desain tersebut menunjukkan peningkatan kinerja simpang, ditandai dengan menurunnya panjang antrian menjadi 23,99 meter dan tundaan menjadi 16,58 detik per smp. Dengan demikian, perencanaan ulang ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi arus lalu lintas dan diharapkan dapat dijadikan acuan dalam perbaikan manajemen lalu lintas di simpang-simpang strategis lainnya di Kota Padang.