Claim Missing Document
Check
Articles

Program TBS Cerdas Untuk Meningkatkan Kesadaran Anak-anak Akan Pentingnya Menjaga Mata Air dan Lingkungan Sekitar di Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur, Lombok Timur Ahmad Jupri; Ersa Maulidiatus Soleha; Lalu Iqbal Aryadifta; Nurul Alany Asyiqin; Eka Sunarwidi P; Tapaul Rozi; Wardatul Jannah; Pahmi Husain
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.163 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2315

Abstract

Desa Tetebatu Selatan merupakan salah satu desa yang berada di kawasan Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Desa ini merupakan desa yang memiliki banyak mata air karena berada di bawah kaki gunung rinjani, mulai dari yang berskala kecil hingga besar. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak tentang cara menjaga dan melestarikan mata air dan lingkungan di Desa Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Metode kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi dan edukasi tentang upaya menjaga dan melestarikan mata air serta lingkungan sekitar. Tim pengabdian memberikan materi sosialisasi dan edukasi program TBS Cerdas kemudian diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Materi edukasi dan sosialisasi antara lain: (1) Menjaga kebersihan lingkungan dan sekitar kawasan sumber mata air. (2) Meningkatkan pengawasan terhadap air limbah yang dapat mencemari air permukaan dan air tanah. (3) Meningkatkan sosialisasi pencegahan pencemaran air bagi masyarakat. (4) Pembersihan dan penanaman di sumber mata air dilakukan bersama masyarakat. (5) Kegiatan konservasi yang melibatkan siswa-siswa sekolah. Hasil kegiatan pengabdian yaitu adanya peningkatan pemahaman peserta program TBS. Peserta pengabdian sangat antusias dan memberikan pertanyaan kepada tim penyaji sosialisasi program TBS yang berkaitan dengan langkah-langkah konkrit yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari tentang upaya menjaga mata air dan lingkungan sekitar agar tetap lestari dan bersih. Oleh karena itu, peran semua pihak dalam menjaga dan melestarikan mata air sangat diperlukan.
EDUKASI GIZI PADA IBU HAMIL SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENGURANGI PENINGKATAN ANGKA STUNTING Ahmad Jupri; Asri Julianti; Eka Puspitasari; Pahmi Husain; Eka S Prasedya; Tapaul Rozi
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i3.735

Abstract

The growth and development of the child is determined since the fetus is still in the womb and the amount of nutritional intake of the mother's food during pregnancy. Pregnant women who consume less food during pregnancy will have an impact on the health of the baby at birth such as stunting, growth disorders and underweight. Stunting is a condition of failure to thrive due to optimal nutritional deficiencies. The purpose of this education is to increase the knowledge of pregnant women about nutrition during pregnancy as one of the efforts for children to be born stunted. The target at the time of the visit of pregnant women was 20 pregnant women. The Educational Service method is carried out through three stages, namely planning visits, carrying out visits and delivering socialization materials. The results of the service activities show that most of the age range of pregnant women are in the 26-32 yearold range, which is 50%, then 33-39 year old group is 30%, and 19-25 year old group is 20%. Then the level of knowledge of pregnant women related to nutritional knowledge shows that the level of knowledge is sufficient by 45%, while 30% of pregnant women have good knowledge and 25% of pregnant women participants have less knowledge. During the educational activity, participants asked many questions related to efforts to maintain the health of babies and pregnant women, especially in consuming foods that contain balanced nutrition, especially for baby growth. This educational activity can increase the knowledge and understanding of pregnant women about nutrition during pregnancy as an effort to prepare before and after childbirth, especially reducing the number of stunting.
Manajemen Perkawinan Ternak Sapi Di Kecamatan Pujut Lombok Tengah Untuk Mendukung Program Desa Seribu Sapi Maskur; Rahma Jan; Lestari; Tapaul Rozi; Muhammad Muhsinin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i1.3344

Abstract

Sapi Bali merupakan ternak lokal asli Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangbiakkan dan sebagai plasma nutfah harus tetap dilestarikan. performans sapi Bali cenderung menurun disebabkan aplikasi program pemuliaan yang kurang ketat, sehingga mutu genetiknya rendah. Dalam upaya memperbaiki mutu genetik, Pola Peternakan Inti Terbuka (Open Nucleus Breeding) tampaknya sesuai untuk diterapkan dalam pengembangan sapi Bali yang banyak melibatkan peternakan rakyat sebagai populasi dasar dengan dukungan kegiatan seleksi pada berbagai lapisan peternakan dan harus ditunjang dengan manajeman perkawinan yang baik dan benar. Teknik manajemen perkawinan sapi potong dapat dilakukan dengan menggunakan (1) Intensifikasi kawin alam (IKA) dengan pejantan terpilih, (2) teknik inseminasi buatan (IB) dengan semen beku (frozen semen) dan teknik IB dengan semen cair (chilled semen). Pengaturan manajemen perkawinan dan teknik pemberian pakan saat beranak, kawin, sapih dan bunting tua pada sapi potong induk diharapkan mengikuti suatu model yang dikenal sebagai/dengan kalender perkawinan dan program pemberian pakan (surge feeding) pre dan pasca beranak. Tujuan kalender ini untuk mempercepat birahi kembali setelah beranak untuk segera dikawinkan dan memudahkan terjadi fertilisasi (kebuntingan) berikutnya.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Berbasis Video Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VII Di SMPN 10 Mataram M. Mabrur Haslan; Ismul Hadi; L. Kasip; Tapaul Rozi; Muhammad Muhsinin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i1.3880

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu interaksi antara dua orang atau lebih. Dalam proses pembelajaran guru harus dapat mengatur pelaksanaan dalam belajar interaksi antar guru dan siswa. Keaktifan belajar merupakan salah satu unsur dasar yang paling penting diterapkan dalam proses pembelajaran. Guru dituntut agar memiliki kemampuan dalam mengelola pola pengajaran yang menerapkan model Two Stay Two Stray. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray dalam pembelajaran PPKn di SMPN 10 Mataram, Untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaraan PPKn setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray di SMPN 10 Mataram.
Kegiatan Jumat Bersih Sebagai Pembentukan Karakter di Dusun Otak Bagket Desa Wisata Tetebatu Selatan Ahmad Jupri; Lalu Kukuh Yoga Peratama Putra; La Ode M. Fradel D.A; Febrian Gazy Arrasyid; Tapaul Rozi; Eka Sunarwidi Prasedya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 2 (2023): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i2.4410

Abstract

Kegiatan jumat bersih merupakan kegiatan bersih-bersih dan gotong royong yang dilaksanakan setiap hari jumat yang dilakukan rutin oleh sekelompok pemuda otak bangket bersama mahasiswa KKN Tematik yang mengabdi di Desa Tetebatu Selatan sebagai Desa Wisata. Desa wisata merupakan salah satu bentuk wisata yang menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat sehingga partisipasi masyarakat menjadi komponen terpenting dalam pengembangannya. Namun satu permasalah yang dihadapi Desa Tetebatu Selatan khususnya Dusun Otak Bangket sebagai desa wisata ialah kurangnya kesadaran sebagian dari masyarakat dalam menanamkan rasa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Berdasarkan judul tersebut kegiatan Jumat bersih yang dilakukan bertujuan untuk Pembentukan Karakter tentang pentingnya kebersihan lingkungan sebagai desa wisata yang diharapkan menjadi kegiatan rutin yang dapat dilakukan merata disemua dusun-dusun yang ada di desa Tetebatu selatan sebagai desa wisata agar menciptakan rasa perduli terhadap kebersihan lingkungan yang sehat dan bersih. Metode pelaksanaan dalam program KKN di Desa Tetebatu Selatan pada program kerja tambahan jumat bersih dilakukan dengan mengkonfirmasi kepada sekretaris Desa untuk lokasi kegiatan bersih-bersih dan melakukan kegiatan turun lapangan bersama forum pemuda otak bangket. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam program ini adalah gerakan jumat bersih-bersih sampah plastik dan sekaligus penanaman bunga disepanjang jalan. Hasil dari kegiatan KKN ini telah dilakukan kegiatan Jumat bersih dengan melakukan kegiatan turun lapangan dan melakukan kegiatan bersih-bersih sekaligus dilakukan penanaman bunga disepanjang jalan bersama forum pemuda, agar masyarakat setempat dapat menciptakan lingkungan wisata yang sehat dan bersih.
Penanaman Bibit Pohon Dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Desa Paok Pampang Tentang Penghijauan Lingkungan Ahmad Jupri; Silviana Umami; Muhammad Yunus; Fadli; Tapaul Rozi; Eka Sunarwidi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7592

Abstract

Desa Paok Pampang merupakan hasil pemekaran dari Desa Dasan Lekong pada tahun 2010. Desa ini terletak di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa Paok Pampang memiliki potensi dan komoditas unggulan berupa pertanian, perkebunan, dan peternakan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Meskipun 90% masyarakat Desa Paok Pampang fokus pada mata pencaharian di bidang pertanian, namun desa ini masih membutuhkan penghijauan lingkungan untuk menjaga kestabilan lingkungan. Selain itu, penghijauan lingkungan juga merupakan kelanjutan dari program kerja KKN PMD Unram periode Juni – Agustus 2023. Penghijauan lingkungan memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan dampak positif pada kualitas hidup manusia. Salah satu langkah konkret untuk mewujudkan penghijauan adalah melalui penanaman bibit pohon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Paok Pampang terhadap pentingnya penghijauan lingkungan melalui penanaman bibit pohon sebagai upaya edukasi. Metode penelitian ini melibatkan observasi langsung dengan melaksanakan pengamatan di tempat kegiatan. Pengumpulan data sebelum kegiatan dikumpulkan melalui metode wawancara dengan kepala desa, sekretaris desa, dan beberapa kepala dusun Desa Paok Pampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman bibit pohon efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kestabilan maupun kelestarian lingkungan. Temuan ini dapat menjadi kontribusi pemahaman lebih lanjut tentang peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan.
Peningkatan Kualitas Tanaman Dan Pembenahan Tanah Menggunakan Pupuk Organik Padat Di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Ahmad Jupri; Ripandi; Erlin Yugistina; Fadli; Tapaul Rozi; Rachmawati Noviana R
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7600

Abstract

Desa Paok Pampang, merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Dasan Lekong tahun 2010, memiliki potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat. Namun, limbah pertanian dan peternakan dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengelolaan limbah dengan memanfaatkan pupuk organik dari kotoran hewan sesuai Peraturan Menteri Pertanian. Pupuk Organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian besar atau sepenuhnya terbuat dari bahan organik yang berasal dari tumbuhan dan/atau hewan yang telah mengalami proses rekayasa. Pupuk ini dapat berupa bentuk padat atau cair, dan digunakan untuk menyediakan bahan organik serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Permasalahan yang sering dihadapi adalah bagaimana cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur tentang penggunaan pupuk padat untuk meningkatkan kualitas tanah dan tanaman. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dilakukan pembuatan pupuk padat dari kotoran hewan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang cara pembuatan dan penggunaan pupuk padat. Kegiatan sosialisasi dihadiri dengan antusiasme tinggi, menunjukkan minat masyarakat terhadap upaya meningkatkan kualitas tanaman dan pembenahan tanah. Dengan kegiatan ini dapat meningkatan pengetahuan masyarakat Desa Paok Pampang tentang pembuatan dan penggunaan pupuk padat. Masyarakat juga dapat memahami manfaat pupuk padat dalam meningkatkan kualitas tanaman dan pembenahan tanah.
Pemanfaatan Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Paok Pampang, Sukamulia, Lombok Timur Ahmad Jupri; Nurmala Handayani; Lalu Ahmad Fikri Zainuri; Fadli; Tapaul Rozi; Eka Sunarwidi P; Hilman Ahyadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani adalah sulit mendapatkan sebuah pupuk subsidi dari pemerintah, baik dari segi pemerataan distribusi sampai jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan luas lahan pertanian. Sementara dari segi manfaat pupuk subsidi hanya memberikan manfaat tidak terlalu berkepanjangan, karena sering menggunakan pupuk kimia membuat kualitas tanah berubah dari yang sebenarnya, apabila terlalu sering menggunakan atau terlalu banyak menggunakan pupuk berbahan kimia membuat kerusakan tanah pada lahan yang bisa mengakibatkan berkurangnya produktifitas dari sektor pertanian. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair (POC) di desa paok pampang, sukamulia, lombok timur. Berdasarkan permasalahan diatas, penulis menemukan beberapa metode dan teknologi yang dirangkum dalam program KKN antara lain pendataan, observasi dan praktik dengan tujuan memberikan solusi atas permasalahan yang ada.
Cegah Stunting dengan Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Desa Penedagandor Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Ahmad Jupri; Pahmi Husain; Emma Sucianawati; Gusti Ayu Dwi Novia Ardina; Eka Sunarwidi; Tapaul Rozi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 3 No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v3i2.1118

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh masyarakat terutama kelompok ibu rumah tangga seperti ibu hamil dan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting di lingkungan masyarakat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Desa Penedagandor Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur. Metode Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahapan antara lain: (1) Demonstrasi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). (2) Melakukan kegiatan penghijauan untuk menjaga kualitas air bersih dan (3) Melakukan kegiatan sosialisasi melalui focus group discussion (FGD) yang berkaitan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa; Kegiatan demonstrasi dapat memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat berkaitan dengan pola penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat dalam kehidupan sehati-hari. Kemudian kegiatan penghijaun di lingkungan masyarakat dapat menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan sosialisasi peran penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berjalan dengan baik dan antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan sosialisasi yang sangat tinggi pada saat focus group discussion berlangsung.
Sosialisasi Kesehatan Tentang Stunting, Pendewasaan Usia Pernikahan dan Pengenalan Hak Kesehatan Reproduksi Remaja (HKSR) Ahmad Jupri; Pahmi Husain; Andre Juanda Putra; Eka Sunarwidi; Tapaul Rozi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 3 No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v3i2.1119

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak sejak 1000 hari pertama kehidupan, stunting juga dapat diartikan sebagai kondisi gagal tumbuh terhadap anak balita (bayi dibawah 5 tahun) yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak mengalami mengalami keterlambatan dalam proses pertumbuhannya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat, remaja dan juga pemerintah desa dapat mencegah dan mengurangi angka stunting secara optimal melalui sosialiasai kesehatan. Metode pengabdian ini yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa“Sosialisasi Kesehatan Terkait Stunting, Pendewasaan Usia Pernikahan dan Pengenalan Hak Kesehatan Reproduksi Remaja (HKSR) berjalan dengan lancar serta peserta yang menghadiri kegiatan sosialiasai sangat antusias terutama pada saat sesi diskusi dan tanya jawab
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Karim Munzil Ade Lestari Adilah Putri Ahdiat Aunul Hipzi Ahmad Jupri Ahmad Jupri Ahmad Jupri Ahmad Jupri Al Farizi, Muhammad Salman Alan Firmansyah Ambrosia Christava Niwanoti Serrao Andre Juanda Putra Asri Julianti Baiq Alia Zuhro Mustikawati Baiq Rizki Amalia Baiq Ummu Khofifah Baiq Yolanda Ika Anggari Bayu Herlembang Budi Indarsih, Budi Damayanti , Eva Dani Syirojulmunir Darus Ade Saputra Dera Cantika Putri Dwi Kusuma Permatasari Eka Puspitasari Eka S Prasdyai Eka S Prasedya Eka S Prasedya Eka Sunarwidi Eka Sunarwidi P Eka Sunarwidi P Eka Sunarwidi Prasedya Emma Sucianawati Erlin Yugistina Ersa Maulidiatus Soleha Ersa Maulidiatus Soleha Fadhul Rahmansyah Fadli Febrian Gazy Arrasyid Febriantus Aguantara Firmansyah Firmansyah Fransiska Prisilia Lingking Gusti Ayu Dwi Novia Ardina Harun Abdat Hilman Ahyadi Hilman Ahydi Husain, Pahmi I Putu Gede Purnamia Irga Difani Ismul Hadi Isrowati Jamilatul Laili Jaya, I Nyoman Sukartha Jupri , Ahmad Kasip, L. Kasip, Lalu L. Kasip La Ode M. Fradel D.A Lalu Ahmad Fikri Zainuri Lalu Iqbal Aryadifta Lalu Iqbal Aryadifta Lalu Kukuh Yoga Peratama Putra Lalu M. Kasip Lalu Muhammad Kasip Lestari Lestari Lestari M. Anggiri Jauzy Ariyansyah M. Mabrur Haslan M. Muhsinin Maskur Maskur Maskur Maskur Maskur Maskur Maskur MMSI Irfan ,S. Kom Moh. Ihwan Gani Muhammad Alfin Jufasha Muhammad Mabrur Haslan Muhsinin, M. Muhsinin, Muhammad Nadratul Naim Ngakan Putu Bagus Mahaputra Ni Ketut Dewi Haryani, Ni Ketut Dewi Nidia Septianingrum Nikmatul Wahyu Agisni Nurhasanah Nurhasanah Nurmala Handayani Nurul Alany Asyiqin Oka, Risky Agustina Rachmawati Noviana R Rahma Jan Rahma Jan Rahmajan, Rahmajan Riky Riky Ripandi Ririn Ika Neisila Sarjoni Sarjoni Septian, I Gede Nano Silviana Umami Sugeng Prasetyo Sukirno Sukirno Syamsuhaidi Syamsuhaidi Tamzil, Moh Hasil Umrah Umrah Wardatul Jannah Wardatul Jannah Yomi Ramdhani