Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar: The Relationship Between Environmental Sanitation and the Incidence of Diarrhea in Toddlers in the Work Area of the Pertiwi Health Center, Makassar City Nur, Nur Hamdani; Rahmadani, Nanang; Hermawan, Adi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.427 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2206

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi lingkungan merupakan salah syarat kesehatan lingkungan yang harus dimiliki setiap keluarga. Dampak dari rendahnya tingkat cakupan sanitasi yaitu menurunkan kualitas lingkungan hidup masyarakat, sehingga dapat meningkatkan penularan penyakit berbasis lingkungan seperti diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional desain Cross Sectional Study. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi dengan populasi penelitian sebanyak 456 balita. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 balita dihitung menggunakan rumus Lemeshow (1990), dan diperoleh dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan Observasi lapangan. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan uji Chi square menggunakan SPSS kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas fisik air bersih (p value = 0,014) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar tahun 2020. Variabel yang tidak ada hubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar tahun 2020 yaitu variabel sumber air minum (p value = 0,683) dan variabel jenis lantai rumah (p value = 0,361). Sedangkan variabel kepemilikan jamban, hasil penelitian menunjukkan 100% responden memiliki jamban dengan syarat sanitasi sehingga variabel kepemilikan jamban tidak dapat dianalisis dengan uji bivariat karena data yang homogen (Constant). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian diare pada balita berhubungan secara signifikan dengan kualitas fisik air bersih di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar.
Efektifitas Penyaringan Sederhana dengan Media Cipping, Arang Aktif, dan Zeolit Dalam Menstabilkan Kadar BOD dan COD Limbah Cair Usaha Laundry Rumah Tangga: The Effectiveness of Simple Filtering with Cipping Media, Activated Charcoal, and Zeolite in Stabilizing BOD and COD Levels of Liquid Waste for Household Laundry Business Rahmadani, Nanang; Syafri, Muhammad; Mustari, Sahdan; Nur, Nur Hamdani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.043 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2209

Abstract

Latar Belakang: Limbah yang dihasilkan oleh sisa proses laundry berpotensi untuk menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan terutama pada badan air. Tujuan: Penelitian adalah untuk Mengukur efektifitas penyaringan sederhana dengan media cipping, karbon aktif, dan zeolit dalam menstabilkan kadar BOD dan COD limbah cair usaha laundry rumah tangga. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat pre-eksperimen design dengan jenis pretest dan postest yang disajikan melalui bentuk tabel dan grafik. Populasinya adalah salah satu tempat usaha laundry rumah tangga yang terletak kota Makassar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan nilai BOD dan COD pada semua rancangan baik pada wadah 1, wadah 2 dan wadah 3. Bila dibandingkan efektifitas antara tiga wadah 1, 2 dan tiga terlihat bahwa tidak memili perbedaan yang signifikan. Wadah 1 dan wadah 3 memiliki tingkat penurunan nilai COD dan BOD yang relative sama bila dibandingkan dengan wadah 2. Kesimpulan: media penyaringan sederhana dengan menggunakan media cipping dan arang aktif, media cipping dan zeolite, dan media cipping, arang aktif dan zeolite memenuhi syarat baku mutu air No. P68/Menlhk-Setjen/2016. Saran yaitu masyarakat diharapkan untuk pengguna jasa laundry sebaiknya menggunakan alat penyaringan sederhana sebelum dibuang ke lingkungan agar pencemaran air berkurang dan kondisi lingkungan tetap bersih dan sehat.
Efektifitas Pelatihan APD Ramah Anak terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Penggunaan Masker dalam Pencegahan Penularan COVID-19 pada Siswa SD Marjinal di Kota Makassar: The Effectiveness of Child Friendly PPE Training on Increasing Knowledge and Compliance with the Use of Masks in Preventing the Transmission of COVID-19 in Marginal Elementary School Students in Makassar City Sulistyaningtyas, Nunik; Nanang Rahmadani; Adi Hermawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2798

Abstract

Latar belakang: Masker dapat berfungsi secara efektif dalam pencegahan penularan COVID-19 jika mengerti cara pemakaian yang benar dan patuh dalam penggunaannya. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas pelatihan APD ramah anak terhadap pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker dalam rangka pencegahan COVID-19 pada siswa SD Marjinal di Kota Makassar. Metode: Desain Penelitian ini menggunakan randomized pre test – post test with control group design. Sampel penelitian sebanyak 40 siswa dengan 20 siswa pada kelompok control dan 20 siswa pada kelompok eksperimen. Tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling yaitu dengan melakukan pemilihan sekolah secara acak. Hasil: Analisis data menggunakan tehnik analisis Wilcoxon Signed Rank Test menunjukan adanya perbedaan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker pada siswa SD Marjinal di Kota Makassar dengan nilai Asymp. sig > α 0.05. Nilai Asymp.sig untuk pengetahuan penggunaan masker pada kelas eksperimen = 0,125, sedangkan pada kelas kontrol nilai Asymp.sig = 0,356. Untuk kepatuhan penggunaan masker nilai Asymp.sig pada kelas eksperimen bernilai 0,186, sedangkan pada kelas control nilai Asymp.sig = 0,406. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: bahwa pengetahuan dan kepatuhan siswa dalam penggunaan masker untuk mencegah penularan COVID-19 setelah diberikan pelatihan mengalami peningkatan. Pelatihan sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan siswa dalam penggunaan masker untuk mencegah penularan COVID-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian HIV/AIDS pada Remaja 12-15 Tahun di Puskesmas Kali Bobo Nabire: Factors Related to the Event of HIV/AIDS in Youth 12-15 Years Old in Kali Bobo Nabire Puskesmas Nanang Rahmadani; Rizky Indah Pratiwi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2962

Abstract

Latar belakang: Adapun kegiatan yang dilakukan seperti penyuluhan terhadap pekerja setiap hari senin tentang bahaya HIV/AIDS dan cara pencegahannya. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS pada remaja usia 12-15 Tahun di Puskesmas Kali Bobo Nabire. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Dalam penelitian cross-sectional peneliti melakukan pengukuran variabel pada satu saat tertentu pada setiap subyek yang hanya diobsevasi satu kali dan pengukuran variabel subyek dilakukan pada saat pemeriksaan tersebut Hasil: Dalam melakukan analisis, khusunya terhadap data penelitian akan menggunakan ilmu statistik terapan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dianalisis. Apabila penelitiannya deskriptif, maka akan menggunakan statik deskriptif Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan sikap dengan kejadian HIV/AIDS pada remaja usia 12-15 Dari hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik chi-square, diperoleh nilai p=0,589,(α>0,05), hal ini berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan Kejadian HIV/AIDS Pada Remaja Usia 12-15 Tahun Di Puskesmas Kalibobo Nabire.
Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Diare di Desa Paisubatu Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan : Factors Influencing the Incidence of Diarrhea Diseases in Paisubatu Village, Buko District, Bangai Kepulauan District Nanang Rahmadani; Sahdan Mustari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3327

Abstract

Latar belakang: Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak diberbagai negara termasuk Indonesia. Diperkirakan lebih dari 1,3 miliar serangan dan 3,2 juta kematian pertahun pada balita disebabkan oleh diare. Setiap anak mengalami episode serangan diare rata-rata 3,3 kali setiap tahunnya. Lebih kurang 80% kematian tejadi pada anak berusia kurang dari dua tahun. Dari data kejadian diare di desa Paisubatu selama empat tahun terakhir meninjukan peningkatan kejadian setiap tahunnya. Pada tahun 2014 terdapat 38 kejadian diare, tahun 2015 sebanyak 41 kejadian, tahun 2016 sebanayk 46 kejadian dan pada tahun 2017 sebanyak 54 kejadin diare. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit diare di Desa Paisubatu Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Observasional Analitik, Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross sectional, Populasi penelitian ini yaitu seluruh masyarakat yang terkena diare di Desa Paisubatu pada tahun 2017 yang berjumlah 57 KK. Hasil: Hasil penelitian dari responden sebanyak 57 responden. Variabel Independen yaitu pengetahuan, sikap, dan Perilaku. Variabel dependen adalah penyakit Diare. Data yang diperoleh dari responden dengan menggunakan kuesioner. Uji statistic menggunakan program SPSS Versi 16 dan Hasil uji statistic Chi-Square dengan tingkat kepercayaan ρ < α (0.05). Kesimpulan: Berdasarkan analisis chi-Square didapatkan pula bahwa ketiga variabel independen yakni pengetahuan, Sikap dan Perilaku mempunyai hubungan yang erat dengan kejadian diare di Desa Paisubatu. Hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas ketiga variabel independen lebih kecil dari nilai alfa (0,05)
Pengaruh Promosi Kesehatan Isi Piringku terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Makkasau: The Effect of Health Promotion on the Contents of my Plate on Mothers' Level of Knowledge in Feeding Toddlers in the Makkasau Community Health Center Working Area Nanang Rahmadani; Sahdan Mustari; Irwan Amar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4188

Abstract

Latar belakang: Peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan sikap dan tindakan seorang ibu dalam pemilihan makanan yang sehat bagi balita dapat dilakukan dengan program kesehatan masyarakat salah satunya dengan memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan intervensi terhadap perilaku sebagai determinan kesehatan atau kesehatan masyarakat. Secara umum, pendidikan kesehatan bertujuan untuk mengembangkan perilaku individu, kelompok atau masyarakat agar mereka berperilaku hidup sehat Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Promosi Kesehatan Isi Piringku Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Makkasau. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan metode pendekatan One Group Pretest Posttest Design Sampel pada penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita di wilayah kerja puskesmas Makkasau yang berjumlah 20 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai ?-value = 0,000 yang berarti ada pengaruh Promosi Kesehatan Isi Piringku Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Makan Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Makkasau. Kesimpulan: Sebelum dilakukan promosi Kesehatan isi piringku, pengetahuan ibu balita sebagian besar kurang baik. Setelah dilakukan promosi Kesehatan isi piringku, pengetahuan ibu balita sebagian besar baik. Terdapat Pengaruh Promosi Kesehatan Isi Piringku Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Makan Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Makkasau.
SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BARRU TAHUN 2010 Nanang Rahmadani
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.105

Abstract

Potensi pencemaran limbah rumah sakit dalam profil kesehatan Indonesia, Departemen Kesehatan, 1997 diungkapkan seluruh RS di Indonesia berjumlah 1090 dengan 121.996 tempat tidur. Analisis lebih jauh menunjukkan, produksi sampah (limbah padat) berupa limbah domestik sebesar 76,8 persen dan berupa limbah infektius sebesar 23,2 persen. Diperkirakan secara nasional produksi sampah (limbah padat) RS sebesar 376.089 ton per hari dan produksi air limbah sebesar 48.985,70 ton per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang Sistem Pengelolaan. Sampah Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Barru Tahun 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ruangan medis, Sampel dalam penelitian ini adalah semua ruangan yang termasuk dalam kategori ruangan medis : Unit Gawat darurat (UGD), Radiologi, Ruangan Bedah/operasi, Laboraturium, Fisioterapi, dan perawatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi dengan pendekatan deskriptif. Penarikan sampel menggunakan sistem total sampel (Exhaustic sampling). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pemilahan diruangan medis tidak terjadi pemisahan antara sampah pengumpulan sudah memenuhi syarat kesehatan yakni sampah dikumpul dalam waktu 1 x 24 jam dan jika sampah sudah penuh pada tempat sampah, proses pengankutan pun tidak memenuhi syarat kesehatan, penanganan juga tidak memenuhi syarat kesehatan, dan untuk tenaga pengelola sudah memenuhi syarat klasifikasi pendidikan minimal. Berdasarkan hasil analisis medis dan non medis, pewadahan pada semua ruangan medis tidak memenuhi syarat, proses dapat disimpulkan system pengelolaan sampah medis masih perlu perbaikan dibeberapa bagian terutama pada proses pemilahan, pewadahan yang harus diperbaiki agar sampah medis tidak langsung terkontaminasi dengan orang – orang yang berada disekitar tempat sampah tersebut, pengankutan yang harus diperhatikan agar memiliki trolly atau alat angkut khusus, dan utamanya pada proses penanganan yang perlu diperhatikan, yang harus melalui sterilisasi sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara kemudian di angkut ke tempat pembuangan akhir.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OBESITAS PADA WANITA DEWASA DI PUSKESMAS TARAWEANG KABUPATEN PANGKEP Nanang Rahmadani
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.396

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan suatu kondisi yang terjadi akibatnya adanya ketidakseimbangan asupan zat Gizi dan aktivitas fisik yang mengakibatkan penimbunan lemak dalam tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan Faktor-Faktor Terhadap Perilaku Pencegahan Obesitas pada Wanita Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Taraweang Kecamatan labakkang Kabupaten pangkep. Metode: Desain penelitian ini. Merupakan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil: 91 responden yang diteliti menunjukkan bahwa sebanyak 30 (33%) wanita dewasa memiliki perilaku baik terhadap pencegahan Obesitas dan 61 (67%) wanita dewasa yang memiliki perilaku tidak baik untuk pencegahan Obesitas. Kesimpulan: Pola makan terdiri dari jenis makanan, jumlah makanan dan frekuensi makan. Adapun jenis dan jumlah makanan dituangkan dalam bentuk zat gizi yang adalah salah satu variabel untuk melihat pengaruh. Presentase asupan energi dibagi dalam dua kategori yaitu asupan energi cukup bila ≤80% AKG demikian didapat sebanyak 53 (58.2%) orang dan sebanyak 38 (41.8%) orang yang memiliki asupan energi lebih atau >80% AKG berdasarkan golongan umur. Hal ini menjadikan satu kesimpulan bahwa memperhatikan jenis, jumlah dan waktu makan adalah satu bentuk perilaku yang baik untuk pencegahan kejadian obesitas.
HUBUNGAN ANTARA PAPARAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI LINGKUNGAN KERJA DAN RISIKO KESEHATAN PADA PEKERJA INDUSTRI Nanang Rahmadani; Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.482

Abstract

Latar belakang: Paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dapat terjadi melalui beberapa rute, seperti inhalasi, kontak kulit, dan konsumsi tidak sengaja. Beberapa bahan kimia ini, seperti pelarut organik, logam berat, dan bahan kimia industri lainnya, telah terbukti berhubungan dengan risiko kesehatan yang serius, termasuk gangguan sistem pernapasan, sistem saraf, dan kanker. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dan risiko kesehatan pada pekerja industri. Metode: Penelitian ini akan menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hubungan antara paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dan risiko kesehatan pada pekerja industri Hasil: Berdasarkan data yang dikumpulkan dari survei, pengukuran paparan, wawancara, dan analisis catatan kesehatan, hasil penelitian menunjukkan temuan: Profil Paparan Bahan Kimia, Pekerja di industri yang diteliti terpapar berbagai bahan kimia berbahaya, termasuk pelarut organik (seperti toluen dan benzena), logam berat (seperti timbal dan merkuri), dan bahan kimia industri lainnya (seperti formaldehida). Kesimpulan: Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah pencegahan yang baik dan peningkatan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan untuk melindungi kesehatan pekerja di industri. Upaya kolaboratif antara manajemen industri, pekerja, dan pembuat kebijakan diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENTINGNYA MERAWAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK SEJAK USIA DINI Pariati; Faradillah Usman; Dwi Rezky Aulyah; Suciyati Sundu; Dewi Sartika; Arfiah Jauharuddin; Rumaisha Soemena; Asmiana Saputri Ilyas; Nanang Rahmadani; Nelly Nugrawati; Ayu Wijaya; Andi Muhammad Adam Aminuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.417

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Keadaan gigi dan mulut yang tidak terawat akan menimbulkan banyak masalah serta rasa tidak nyaman. Tindakan pencegahan yang dimulai sedini mungkin dibutuhkan agar tidak terjadi peningkatan prevalensi karies. Kesadaran dini sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahankan kesehatan gigi dan mulut. Kesadaran dini dapat dimulai pada anak pra-sekolah. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pendidikan kesehatan yaitu penyuluhan kesehatan ditujukan bagi masyarakat wilayah Posyandu Tamarunang Makassar. Metode: Kegiatan ini merupakan pengadian masyarakat yang terdiri dari sebanyak 32 orang warga dan tamu undangan terlibat dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan yaitu berupa penyuluhan dengan menggunakan Banner. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat bahwa Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang “Upaya Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sejak Usia Dini” Posyandu Tamarunang, terlaksana dengan lancar. Kesimpulan: kegiatan ini adalah masyarakat mengharapkan ada kegiatan penyuluhan lanjutan berkaitan pengetahuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut warga.