Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Metode Whole Language Berbasis ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Bagi Anak Autism Non-Verbal Eka Yuli Astuti; Abyan Wardah Salsabila; Yoga Budhi Santoso
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v6i2.937

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kondisi perkembangan yang meliputi kekurangan dalam kemampuan sosial, komunikasi, dan ketertarikan yang terbatas. Pada persentase yang ada 50% anak autism tidak dapat berbicara. Dan subyek dalam penelitian ini adalah anak autism non-verbal yang mengalami hambatan dalam membaca dengan cara menunjukkan kata dengan gambar. Pendekatan whole language dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan whole language berbasis Applied Behaviour Analysis (ABA) untuk meningkatkan kema mpuan membaca permulaan bagi anak autism non-verbal. Membaca permulaan yang diberikan secara utuh dan terpadu dan pemilihan kata dalam penelitian ini berdasarkan kegiatan sehari hari dan benda yang ada di sekitarnya Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain Single Subject Reserch dengan desain penelitan A-B-A. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fase baseline-1 (A-1) masih kurang, hal ini ditunjukan dengan mean level 46%. Pada fase intervensi (B) dengan menggunakan pendekatan whole language untuk meningkatkan membaca permulaan ditunjukan dengan mean level 59,3% dan pada fase baseline-2 (A-2) dimana pemberian intervensi tidak dilakukan menunjukan mean level 68%. Data tersebut menunjukkan kecenderungan arah adanya peningkatan setelah intervensi diberikan. Artinya terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada membaca permulaan pada anak autism non-verbal dengan menggunakan pendekatan whole language berbasis ABA.
Pengaruh Penggunaan Pendekatan Metode Sight Word Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Down Syndrome Usia 10 Tahun Pertiwi, Dwi Endah; Ferlita, Fifi; Yuli Astuti, Eka
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 8 No. 1 (2024): SPEED: JOURNAL OF SPECIAL EDUCATION
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v8i1.1867

Abstract

Membaca dibutuhkan oleh anak anak dengan Down syndrome untuk membantu meningkatkan kemampuan dalam berbahasa dan kemampuan memorinya walaupun tidak sebagai pembaca yang independent, selain itu Anak Down syndrome memiliki kemampuan visual yang lebih baik daripada kemampuan auditorinya sehingga dapat menjadi modal untuk menyampaikan pembelajaran membaca untuk mereka. Penelitian ini melibatkan kemampuan visual mereka dengan pendekatan metoda sight word yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode tersebut terhadap kemampuan membaca kata dan kalimat anak Down syndrome di Yayasan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Hasanah Metode penelitian yang digunakan adalah single subject research (SSR) menggunakan desain A-B-A yang terdiri dari baseline-1, intervensi (B) baseline-2 (A2),pengumpulan data dilakukan melalui wawanacara dengan guru dan observasi pada subyek yaitu seorang anak down syndrome. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kemajuan terhadap kemampuan membaca pada subyek , sehingga dapat dikatakan metode ini memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan membaca subyek seorang anak Down syndrome usia 11 tahun .
Implementasi Program Pembelajaran Keterampilan Vokasional Massage Bagi Peserta Didik Tunanetra Hidayat, Samsul; Astuti , Eka Yuli
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2414

Abstract

The implementation of vocational massage skills learning program for phase C blind students at SLB Bina Harapan Pangandaran is an educational service strategy aimed at supporting independence and work readiness of blind students. This study aims to describe the process of implementing massage skills programs, identify obstacles faced by teachers, and analyze strategies used to overcome these constraints. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects were massage skills teachers and phase C blind students. The results showed that the program was implemented in stages, starting from basic theory to direct practice with a multisensory approach adapted to the characteristics of blind students. The main obstacles include limited tactile teaching media, unavailability of braille modules, limited practice space, and variations in student abilities. Teachers overcome these obstacles by modifying teaching aids, implementing individual approaches, delivering material orally and through direct demonstration, and involving parents in supporting practice at home. The massage skills program has a positive impact on improving fine motor skills, self-confidence, communication skills, and independence of blind students. The conclusion of this research is that the massage skills program has a positive effect on independence and work readiness of blind students. Research recommendations include developing more varied tactile teaching media, preparing braille and audio modules, improving teacher training, strengthening collaboration with parents and professionals, and providing adequate practice spaces.
Wheelchairs with Portable Ramps (Waffle) Help the Daily Mobilty of Students with Disabilities Emay Mastiani; Reza Febri Abadi; Siti Nur; Eka Yuli Astuti; Khairil Fikri
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8446

Abstract

Students with physical disabilities often face various complex and diverse challenges in living their campus life. These challenges are not only limited to academic aspects, but also cover various aspects of daily life, including social interaction, access to campus facilities, and participation in various extracurricular activities. One of the most crucial aspects and often a major obstacle is the issue of mobility. Mobility is a very important basic need, but for students with physical disabilities, moving from one place to another on campus is often a very big challenge. Many buildings and facilities on campus are not designed with accessibility needs for people with disabilities in mind, so they have to struggle harder to be able to move around, attend classes, or simply participate in campus activities. This is where the important role of the Wheelchair with Portable Ramp (WAFEL) comes in, an innovation specifically designed to help overcome this mobility problem. WAFEL offers a very practical and effective solution, allowing students with physical disabilities to move more freely and independently in carrying out daily activities on campus. With WAFEL, students with physical disabilities are not only helped in terms of mobility but also have greater opportunities to participate fully in campus life, which can ultimately improve their quality of life and academic achievement