Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Wisatawan Lokal pada Interior Onshore Floating Resort Nastiti, Ratna Andriani; Ayuswantana, Alfian Candra; Tanadda, Onna Anieko; Fata, Ibrahim; Herwina, Nevlin Cresentia; Dini, Mazaya Islami
Waca Cipta Ruang Vol. 10 No. 1 (2024): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v10i1.11424

Abstract

The concept of healing has gained significant popularity in Indonesia, particularly in light of the recent surge in Covid-19 cases. The term "healing" has gained popularity in Google searches as a replacement for the term "traveling". An intriguing therapeutic retreat is the Bee Jay Bakau Resort, located in Probolinggo. One notable coastal destination with promising potential is the floating resort. In general, floating resorts offer distinctive accommodations that provide a unique experience of being on the sea. Tourists can immerse themselves in the oceanic lifestyle, enjoying panoramic views and the company of marine fauna. The aforementioned experience can be imparted to tourists through the aid of a captivating and unforgettable floating interior design. The objective of the research is to identify visual elements that can impact tourists' perception while inside the floating resort. The study will utilize a qualitative descriptive method, employing the snowball sampling approach to recruit participants. Data acquisition is accomplished through the utilization of the semi-structured interview technique to get information from respondents. The study findings revealed variations in the perspective of individual tourists, with a predominant emphasis on the visual elements of the interior. Moreover, the outcomes of this study are anticipated to serve as a standard for developing interior designs for floating resorts, particularly in the context of a post-pandemic environment.
Perancangan Desain Kemasan Boxset Ilustrasi “Nostalgia Band Komunal” Hanafi, Hanafi Moeslim; Ayuswantana, Alfian Candra; Yani, Aditya Rahman
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12967

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menghadirkan identitas visual yang kuat, representatif, serta memiliki nilai estetika yang sejalan dengan karakter musik heavy metal yang diusung band Komunal. Proyek ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan band untuk memperkuat citra visual melalui produk merchandise yang bukan hanya berfungsi komersial, tetapi juga menjadi medium ekspresi dan kedekatan emosional dengan penggemar. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 198 responden, dengan tambahan studi eksisting pada produk sejenis seperti Lawless Burgerbar x Komunal Boxset dan Black Sabbath Hand of Doom Boxset. Hasil perancangan menghasilkan desain boxset yang menggabungkan elemen ilustratif, tipografi dekoratif khas metal, dan palet warna gelap yang merepresentasikan kekuatan, agresivitas, dan karakter khas Komunal. Proses perancangan ini membuktikan bahwa pengembangan ilustrasi identitas visual dapat menjadi strategi komunikasi visual efektif dalam memperkuat hubungan emosional antara band dan penggemar.
Analisis Kebutuhan Kampanye Edukasi pada Siswi SMA Mengenai Opsi Menstrual Cup sebagai Alternatif Produk Sanitasi Menstruasi di SMA N 1 KRIAN Hartanto, Salsabilla Auliazaki; Ayuswantana, Alfian Candra; Wibisono, Aryo Bayu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1796

Abstract

Menstruasi masih menjadi topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan secara gamblang, terutama di kalangan remaja perempuan. Kurangnya pemahaman mengenai manajemen kebersihan menstruasi berdampak pada rendahnya kesadaran remaja terhadap opsi alat sanitasi menstruasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kampanye edukasi mengenai penggunaan menstrual cup sebagai alternatif produk sanitasi menstruasi di kalangan siswi SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi dan focus group discussion (FGD) untuk menggali pengetahuan, persepsi, dan sikap siswi terhadap menstrual cup. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) rendahnya pengetahuan tentang menstrual cup, (2) adanya persepsi tabu dan rasa takut, (3) keterbatasan akses terhadap informasi yang mudah dipahami, dan (4) ketertarikan terhadap edukasi melalui media visual yang ringan dan interaktif. Temuan tersebut menegaskan pentingnya kampanye edukasi berbasis desain komunikasi visual yang mampu menyampaikan pesan kesehatan reproduksi secara empatik, terbuka, dan inklusif. Penelitian ini diharapkan menjadi landasan konseptual bagi perancangan kampanye edukasi visual yang efektif untuk meningkatkan literasi menstruasi serta menumbuhkan sikap positif terhadap kesehatan reproduksi remaja perempuan.
Perancangan Identitas Visual Wisata Kuliner Kampung Lele Di Kabupaten Kediri Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness Sholekhaningtyas, Lutvia Febrin; Diana Aqidatun Nisa; Alfian Candra Ayuswantana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12903

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan wilayah di jawa Timur yang mempunyai potensi besar untuk mengembangkan wisata di bidang kuliner. Salah satunya adalah Kampung Lele yang berada di Desa Cakruk, Kecamatan Ngadiluwih. Wisata Kuliner Kampung Lele merupakan rumah makan yang memiliki ciri khas olahan makanannya berbahan dasar ikan lele. Dalam suatu wisata sangat penting dalam membangun brand awareness untuk membangun citra dari tempat wisata tersebut. Pembaruan identitas visual pada Kampung Lele bertujuan untuk meningkatkan citra yang kuat. Berdasarkan riset studi eksisting diketahui bahwa Kampung Lele sudah mempunyai logo dan media promosi utama, yaitu dari mulut ke mulut dan Instagram. Kampung Lele memiliki logo yang belum konsisten dalam implementasinya. Perancangan ini menggunakan gabungan metode kualitatif dan metode kuantitatif dengan menggunakan 3 tahapan, yaitu tahap wawancara, observasi lapangan, dan menyebarkan kuesioner. Perancangan ini juga menggunakan prosedur perancangan desain yang sistematis meliputi, identifikasi masalah, riset perancangan, konsep desain, dan evaluasi desain. Brand Awareness dirancang sebagai media komunikasi untuk mengembangkan brand agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dan meningkatkan daya tarik pengunjung. Diharapkan dengan adanya penerapan rebranding ini, identitas visual Wisata Kuliner Kampung Lele menjadi konsisten sehingga mampu membangun citra brand yang kuat.
Perancangan Identitas Visual Wisata Kuliner Kampung Lele Di Kabupaten Kediri Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness Sholekhaningtyas, Lutvia Febrin; Diana Aqidatun Nisa; Alfian Candra Ayuswantana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12903

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan wilayah di jawa Timur yang mempunyai potensi besar untuk mengembangkan wisata di bidang kuliner. Salah satunya adalah Kampung Lele yang berada di Desa Cakruk, Kecamatan Ngadiluwih. Wisata Kuliner Kampung Lele merupakan rumah makan yang memiliki ciri khas olahan makanannya berbahan dasar ikan lele. Dalam suatu wisata sangat penting dalam membangun brand awareness untuk membangun citra dari tempat wisata tersebut. Pembaruan identitas visual pada Kampung Lele bertujuan untuk meningkatkan citra yang kuat. Berdasarkan riset studi eksisting diketahui bahwa Kampung Lele sudah mempunyai logo dan media promosi utama, yaitu dari mulut ke mulut dan Instagram. Kampung Lele memiliki logo yang belum konsisten dalam implementasinya. Perancangan ini menggunakan gabungan metode kualitatif dan metode kuantitatif dengan menggunakan 3 tahapan, yaitu tahap wawancara, observasi lapangan, dan menyebarkan kuesioner. Perancangan ini juga menggunakan prosedur perancangan desain yang sistematis meliputi, identifikasi masalah, riset perancangan, konsep desain, dan evaluasi desain. Brand Awareness dirancang sebagai media komunikasi untuk mengembangkan brand agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dan meningkatkan daya tarik pengunjung. Diharapkan dengan adanya penerapan rebranding ini, identitas visual Wisata Kuliner Kampung Lele menjadi konsisten sehingga mampu membangun citra brand yang kuat.
Perancangan Desain Karakter Wisatawan dalam Buku Ilustrasi Wisata Trenggalek untuk Usia 18-25 Tahun Faliq Firashan; Aninditya Daniar; Alfian Candra Ayuswantana
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 5 No. 1 (2026): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v5i1.8616

Abstract

Trenggalek Regency is one of the regencies located in the southern part of East Java that has high potential for natural tourism, such as caves, waterfalls, and beaches. However, this potential is not yet widely known by people from outside the region, especially the younger generation. The low level of awareness among people outside the region is influenced by limited access to information about Trenggalek’s tourism. Therefore, an effective medium that can attract the attention of young people is needed, such as an illustrated book. Based on the questionnaire results, the majority of respondents show a high interest in illustrated books. In an illustrated book, an engaging character is needed to convey messages so that readers do not feel bored. The method used in this study is a mixed-method approach with a descriptive analyze. This approach is applied to analyze data obtained from observations, interviews, literature studies, and questionnaires, as well as to develop design concepts and outcomes. This research aims to increase awareness and knowledge of people outside Trenggalek about Trenggalek’s tourism. By highlighting the topic of character design in the illustrated tourism book of Trenggalek, it is expected that readers can easily absorb and understand the content of the book.
Representasi Nilai Islam pada Desain Karakter Joko Samudro dalam Media Webtoon Dwi Purwati, Elfira; Ayuswantana, Alfian Candra; Wulandari, Sri
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Besaung: Desember 2025-Maret 2026
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is driven by the scarcity of religious-themed visual media capable of engaging the younger generation, particularly through popular platforms such as Webtoon. The urgency of this study lies in the need for innovative proselytizing (dakwah) media that resonates with contemporary visual tastes without compromising historical substance. The primary focus of this research is the visualization of Islamic values in the character design of Joko Samudro, an adaptation of the youth of Sunan Giri. This study aims to present a religious figure that is aesthetically relevant for today's Muslim youth. The research method employed is descriptive qualitative with Roland Barthes' semiotic approach to deconstruct the sign system in the character's visualization. Data were collected through interviews with the managers of the Giri Kedaton historical site, topographical observations, and questionnaires distributed to 102 respondents. The results indicate that Islamic values such as amanah, siddiq, and fathanah are manifested through a blend of traditional-modern attire with an earth-tone color palette (brown and white) symbolizing spiritual purity. Semiotically, the symmetrical white udeng (headtie) denotes self-control, while the loose baju kurung represents Islamic simplicity. In conclusion, this design successfully integrates historiographic identity with contemporary semi-realist visual trends, making the character of Joko Samudro an effective instrument for social meaning-making among the younger generation
Co-Authors Aditya Rahman Yani Adwitiya, Fairuzah Nafisah Afifah, Annisa Fitri Agus Sachari Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian Aji, Restu Ismoyo Ananta Argy Swardana Andika Putra Fajar Angelita Laurent Dameria Sinaga Aris Sutejo Artanto, Aphief Tri Atmaji, Lutfi Tri Bagastama, Reyhan Azel Bayu Setiawan Bayu Wibisono, Aryo Clara Oktavia Firdaus Dafy Cahya Nugroho Daniar, Aninditya Diana Aqidatun Nisa Dini, Mazaya Islami Dwi Purwati, Elfira El Chidtian, Aileena Solicitor Rica Fadjar Satria Dwi Putra Faliq Firashan Fata, Ibrahim Febyanti, Feby Galang Asa Hadi, Azrial Brahmantya Nugraha Hanafi Moeslim Hanafi, Hanafi Moeslim Hartanto, Salsabilla Auliazaki Herwina, Nevlin Cresentia I Putu Rayga Ondias Putra Ikowanda, Kumala Divya Irfansyah Irfansyah Izayanah, Fatihah Nahya Karmelia Fernanda, Rima Lutfi Tri Atmaji Lutfi Tri Atmaji Maloka, Aulia Rahma Putri Masdijanto, Nanda Ramadhan Putra Masnuna, Masnuna Muhammad Mashuda Naghiesa, Fairuz Nur Nastiti, Ratna Andriani Nisa, Dwi Zuhrotun Octaviasari Pungky Febi Arifianto Putra Wahyuni, Rendy Shohibul Putri, Yazmin Mahira putri, zahra nabila Rachmadhani, Dinda Rizki Raditya Eka Rizkiantono Rizqi, Azmi Annur Rohmah, Abidatur Romadhona, Mahimma Shinta Rahma Puspita Sholekhaningtyas, Lutvia Febrin Sri Wulandari Sri, Wulandari Sukina Sukina sumartono, kattreen aulia Syafiq, Alfie Ade Riyan Tanadda, Onna Anieko Vina Dwi Sartika Vina Dwi Sartika Widyasari Widyasari, Widyasari Widyayuniar, Nabilah Wiedhella, Zahra Agnestia Wulandari, Sri Yazmin Mahira Putri Yudhistira, Arva Rangga Yurif Setya Darmawan Zahra, Nabila Alya Zebrinna Delivia Putri Bahri