Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Logo dan Standar Manual Grafis untuk Membangun Citra Identitas Badan Usaha Milik Desa Sukses Bersama Simpang Dafy Cahya Nugroho; Alfian Candra Ayuswantana
Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/kegiatanpositif.v1i4.467

Abstract

A logo is a medium for communicating values, goals, and creating an impression of professionalism from an institution. Meanwhile, standard logo graphic manuals are a medium for communicating values, goals, and creating an impression of professionalism from an institution. These two elements are interrelated and inseparable. This journal discusses visual identity design, especially logos and graphic manual standards for the Sukses Bersama Simpang Village-Owned Enterprise which is implemented in the Merdeka College Competency Program (PKKM). Village Development Students at the East Java "Veteran" National Development University, Visual Communication Design Study Program were assigned to create a new logo design and standard graphic manual for the business entity. This design was carried out by means of direct observation, interviews and data collection through SWOT analysis. The aim of this design is to facilitate the identification of the Sukses Bersama Simpang Village-Owned Enterprise, reflect the institution's values and mission, and improve its image and reputation. Benefits include providing an impression of professionalism, increasing trust, and creating a strong, consistent identity. This program is carried out with the aim of community service carried out in Simpang Village, Prambon District, Sidoarjo Regency
MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR Alfian Candra Ayuswantana; Lutfi Tri Atmaji; Diana Aqidatun Nisa; Pungky Febi Arifianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16334

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya. Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek. Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan. Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan. Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi. Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam. Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke. Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society. A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it. This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek. Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values. This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years. This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved. The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned. The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors. These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values  
Perancangan Mural sebagai Daya Tarik Wisata Alas Outbound Edukasi di Desa Simpang Kecamatan Prambon Sidoarjo Hanafi Moeslim; Alfian Candra Ayuswantana
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): November: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v1i4.598

Abstract

Mural has now become a common media found in public spaces. In addition to being a means of information, murals also have interesting images and can have other functions, namely as a means of conveying messages, advertising materials, propaganda materials and even educational information documents. The making of this mural design will be applied to Community Service through the Independent Lecture Competency Program (PKKM) Bina Desa held by the Visual Communication Design Education Program of the National Development University "Veteran" East Java in Simpang Village, Prambon District, Sidoarjo Regency, East Java. The purpose of making the mural itself, among others, is to improve the aesthetics of tourist attractions as well as creating an attractive and beautiful visual appearance. This mural design will use design thinking approach. Design Thinking is a problem solving method that focuses on the user. This activity began on September 20, 2023 until October 25, 2023. The place of implementation is at the Alas Outbound Edukasi tourist spot in Simpang Village, Prambon District, Sidoarjo Regency, East Java. The PKKM Bina Desa collaboration between the Visual Communication Design Education Program of the National Development University "Veteran" of East Java and the Alas Outbound Edukasi tourism manager creates tourist attraction to visit Alas Outbound Edukasi Tourism, while providing cultural education for the community and visitors.
PERANCANGAN KARAKTER BUKU ILUSTRASI FASHION UNTUK REMAJA GENERASI Z SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SELF-ESTEEM MELALUI BERPAKAIAN Maloka, Aulia Rahma Putri; Ayuswantana, Alfian Candra; Widyasari, Widyasari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 04 (2024): Juli: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v3i04.1270

Abstract

Penampilan seringkali menjadi hal penting bagi remaja karena menjadi identitas bagi diri mereka. Penampilan juga dapat menjadi dampak positif dan negatif bagi remaja. Terutama bagi remaja generasi Z yang merupakan remaja dengan teknologi digital berupa media sosial yang sudah berkembang pesat. Berbagai pengenalan dan informasi dalam media sosial mendorong remaja generasi Z mengenali tren yang sedang berlangsung salah satunya dalam fashion. Mereka saling memberikan referensi satu sama lain mengenai fashion yang mereka kenakan hingga kebiasaan tersebut menjadi tuntutan untuk menjadi setara dalam suatu pergaulan. Sehingga dapat menjadi dampak negatif apabila terjadi rasa kurang puas dalam penampilan yang mengakibatkan kepercayaan diri menurun, sehingga tingkat self-esteem menjadi rendah. Wawasan mengenai fashion dibutuhkan untuk menghindari ketidakcocokan dalam penampilan yang berpengaruh dengan rasa percaya diri remaja generasi Z.
Perancangan Web Komik Angling Dharma Sebagai Pengenalan Cerita Rakyat Jawa Timur Kepada Dewasa 18-25 Tahun Febyanti, Feby; Ayuswantana, Alfian Candra; Wulandari, Sri
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/visualita.v12i1.9598

Abstract

In this modern era, it is necessary to design a culture in Indonesia that attracts the interest of the younger generation so they don't forget their country's identity. Literature is one area of culture that can be raised. This design aims to introduce one of Indonesian literature, namely the folklore of Angling Dharma to the target age group of 18-25 years. The media that is effectively used is comics. There are several types of comics, one of which is web comics. Web comics were chosen because this type of comic is cheaper and has a wider reach than printed comics. The design will use a qualitative descriptive method to analyze interview data, questionnaires and feedback which will then be followed by the implementation of the design concept, and then the implementation of the design. The design will focus on the fantasy genre as the main attraction. From the results of the research, designers can find out how to get the younger generation interested in learning Angling Dharma folklore. Like the character designs in an anime/cartoon style, the main characters have issues that are close to the reader, and the setting designs are fantasy-like. With this design, it is hoped that the Angling Dharma web comic can attract the curiosity of the younger generation.
Pengaruh Nilai Islam pada Visual Pakaian Dewa dan Resi Boneka Wayang Jekdong Jawa Timur Ayuswantana, Alfian Candra; Sachari, Agus; Irfansyah, Irfansyah
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 01 (2020): February 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i1.2852

Abstract

Abstrak Wayang Jekdong hidup dan berkembang dalam konteks sosial-budaya Arek yang sangat khas. Budaya Arek sebagai sub-budaya Jawa Timur menyebar dari pantai utara Jawa Timur ke pedalaman sepanjang aliran sungai Brantas menyebabkan pengaruh nilai-nilai Islam kental terasa pada budaya Arek. Nilai-nilai Islam yang kuat salah satunya dapat dilihat dalam wayang boneka Jekdong sebagai artefak budaya masyarakat budaya Arek. Penelitian ini berfokus pada pengamatan visual pada boneka Jekdong yang mewakili nilai-nilai Islam melalui bentuk boneka. Pengamatan dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui proses analisis komponen visual Spradley dalam wayang Jekdong yang didukung oleh teori semiotika dyadic Saussure-Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh nilai-nilai Islam yang diwakili dalam bentuk boneka wayang Jekdong terutama pada tokoh Dewa (dewa atau dewa tertinggi) dan Resi (pertapa). Bentuk budaya Arek sebagai komunitas Islam pesisir sangat jelas terlihat terutama pada atribut pakaian yang ditampilkan seperti keberadaan turban putih, khaftan, qamis, dan sepatu Persia. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah tentang wayang golek Jekdong dalam sudut pandang ilmiah seni di provinsi Jawa Timur khususnya. Kata Kunci: budaya Arek, busana, wayang Jekdong, Islam pesisir AbstractThe Jekdong puppets lives and develops in a very distinctive Arek socio-cultural context. The Arek culture as East Java sub-culture spreads from the north coast of East Java to the depths along with the Brantas river flow causing the influence of Islamic values upon the Arek Culture. Strong Islamic values, one of them can be seen within Jekdong puppets as a cultural artifact of the Arek society. This research focuses on visual observations on Jekdong puppets that represent Islamic values through the form of puppets. Observations performed with an ethnographic approach through a process of Spradley's visual components analyzing in Jekdong puppets and supported by the dyadic semiotics theory of Saussure-Barthes. The results of the analysis show that there are influences of Islamic values that represented in the form of Jekdong puppets, especially in Dewa (deity or supreme being) and Resi (hermits or saints) figures. The form of Arek culture as an Islamic coastal community is very clearly visible, especially in the fashion attributes that displayed such as the existence of white turban, Kaftan, Qamis, and Persian shoes. It expected that this research could provide scientific contributions about the Jekdong puppet show puppet in the scientific viewpoint of art, particularly in East Java province. Keywords: Arek culture, coastal Islam, fashion, Jekdong puppet
REPRESENTASI SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT BUDAYA AREK DALAM BONEKA WAYANG GATHOTKACA KRODHA PADA WAYANG JEKDONG Ayuswantana, Alfian Candra; Atmaji, Lutfi Tri; Setiawan, Bayu
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 01 (2024): March 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i01.8040

Abstract

AbstrakSeni wayang kulit Jekdong adalah warisan budaya komunitas budaya Arek yang telah berkembang sesuai dengan dinamika dan karakter budaya Arek. Boneka wayang kulit Jekdong memiliki fitur khas yang membedakan jenis wayang kulit lainnya di Pulau Jawa. Keunikan bentuk ini tidak lain adalah cerminan dari nilai-nilai lokal budaya Arek. Boneka tokoh Gathutkaca Krodha dianggap salah satu tokoh yang paling sesuai untuk mewakili seni wayang Jekdong. Gathutkaca Krodha adalah sosok yang populer karena intensitasnya yang sering ditampilkan dalam berbagai pertunjukan boneka Jekdong. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelisik lebih dalam cara-cara masyarakat budaya Arek mencerminkan karakter budaya yang dimilikinya pada wujud visual boneka wayang Jekdong. Penelitian ini berfokus pada rupa visual boneka wayang Gathutkaca Krodha yang dianalisis berdasarkan komponen sindrom atau ciri-ciri rupa boneka wayang Jekdong dan didukung oleh teori semiotika Pierce dan Barthes dalam penelusuran pemaknaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan wayang Gathutkaca Krodha mencerminkan karakteristik budaya agraris-pesisir rakyat jelata dengan menampilkan instrumen alat pertanian dan kecenderungan untuk mendekati bentuk kelugasan visual realis-naturalistik untuk mengkomunikasikan karakater sosok Gathutkaca. Kata Kunci: Arek, Gathutkaca Krodha, semiotika, wayang Jekdong AbstractJekdong Leather Puppet Art is a cultural heritage of the Arek cultural community that has developed in accordance with the dynamics and character of the Arek culture. Jekdong wayang kulit puppets have distinctive features that make distinctions from other types of wayang kulit on the island of Java. The peculiarities of this form of form are nothing but a reflection of local values of Arek culture. Gathutkaca Krodha's puppet figure is considered one of the most suitable figures to represent the Jekdong puppet art. Gathutkaca Krodha is a popular figure because of its intensity which is often shown in various Jekdong puppet shows. The purpose of this study is to explore more deeply the ways in which the Arek cultural community reflects the cultural character it has in the visual form of the Jekdong puppet. This study was analyzed by identifying the visual form based on the components of the syndrome or the visual characteristics of Jekdong puppet puppets, and supported by the theory of semiotics in the search for meaning. The results of the study show that the appearance of the Gathutkaca Krodha puppet puppet reflects the characteristics of the agrarian culture of the common people by displaying agricultural tool instruments and the tendencies to approach realis-naturalistic visual form to communicate the Gathutkaca figure.  Keywords: Arek, Gathutkaca Krodha, Jekdong puppet doll, semiotic
Perancangan Ui/Ux Website E-Commerce Mercandise Kota Sidoarjo Menggunakan Design Thinking Ananta Argy Swardana; Alfian Candra Ayuswantana
SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2024): Mei : SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/seniman-widyakarya.v2i1.1941

Abstract

Internet technology has not only transformed societal thought patterns but has also significantly impacted lifestyles, particularly through User Interface (UI) and User Experience (UX). In Indonesia, specifically in the fashion e-commerce sector, there has been rapid growth with over 2 million e-commerce businesses. The UI/UX design process utilizes the Design Thinking method, encompassing stages such as Emphatize, Define, Ideate, Prototype, and Testing. Through the involvement of surveys and interviews, user issues are identified and formulated in the How Might We framework. Figma is employed in the development of UI/UX, resulting in a prototype tested through Usability Testing and the Single Ease Question. The testing outcomes indicate the success of the prototype. Through the application of the Design Thinking method, the design process yields effective solutions, providing an optimal user experience in interacting with the e-commerce merchandise website of Sidoarjo city.
VIDEO ANIMASI UNTUK MENGHADAPI MASALAH KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Andika Putra Fajar; Alfian Candra Ayuswantana; Sri Wulandari
JURNAL IMAJINASI Vol 7, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v7i2.45517

Abstract

Animasi mampu menyampaikan suatu materi yang secara nyata tidak bisa dilihat oleh mata melalui visualisasi seperti perasaan yang terdapat dalam diri manusia contohnya masalah kesehatan mental. Secara umum, animasi dibagi menjadi dua yaitu animasi 2D (dua dimensi) dan animasi 3D (tiga dimensi). Animasi dua dimensi (2D) merupakan teknik pembuatan animasi yang menggunakan gambar bersumbu (axis) dua yaitu X dan Y. Perancangan ini menggunakan metode pengembangan multimedia. Pengembangan multimedia ini memiliki siklus ataupun tahapan yang dapat diikuti yaitu menentukan pokok permasalahan, studi kelayakan, analisa kebutuhan, merancang konsep, merancang isi, menulis naskah, memproduksi multimedia, melakukan tes dan menggunakan ataupun memelihara sistem. Sehingga dapat menghasilkan sebuah kata kunci yaitu “Helpful and Restful”. Kata kunci tersebut memiliki arti yaitu merasa tebantu dengan adayang edukasi dan juga informasi mengenai masalah kesehatan mental, cara menghadapinya dengan mengenali diri sendiri dan memberikan rasa tenang untuk menghadapi masalah kesehatan mental. Animasi dirancang sebagai media untuk memberikan pemahaman terhadap masalah kesehatan mental, dan juga untuk memberikan edukasi tentang kesehatan mental. The Animation can convey material that cannot be seen by the eye through visualization, such as the feelings contained in humans, for example mental health problems. In general, animation is divided into two, namely 2D (two-dimensional) animation and 3D (three-dimensional) animation. Two-dimensional (2D) animation is an animation creation technique that uses two-axis images, namely X and Y. This design uses a multimedia development method. This multimedia development has cycles or stages that can be followed, namely determining the subject matter, feasibility study, needs analysis, designing concepts, designing content, writing scripts, producing multimedia, conducting tests and using or maintaining the system. So that it can produce a keyword that is "Helpful and Restful". These keywords have the meaning of feeling helped with education and information about mental health problems, how to deal with them by knowing yourself and giving you a sense of calm when dealing with mental health problems. Animation is designed as a medium to provide an understanding of mental health problems, and also to provide education about mental health. 
PERANCANGAN STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM KAMPANYE EDUKASI PENCEGAHAN KDRT UNTUK PEREMPUAN USIA 21-30 TAHUN Yazmin Mahira Putri; Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian; Alfian Candra Ayuswantana
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i2.5863

Abstract

Kampanye merupakan kegiatan penyampaian informasi terencana dengan tujuan mempengaruhi pandangan maupun sikap seseorang yang dilakukan bertahap pada waktu tertentu. Kehidupan dalam rumah tangga tidak terlepas dari permasalahan rumah tangga yang ada. Permasalahan dalam rumah tangga yang terlampau berat berujung pada perceraian. Salah satu faktor permasalahan rumah tangga yang berujung perceraian yaitu KDRT. Kasus KDRT didominasi oleh korban perempuan melalui Catatan Komnas Perempuan tahun 2023. Tujuan perancangan strategi pemasaran kampanye pada media sosial Instagram untuk memberikan edukasi kesadaran kepada perempuan yang belum menikah tentang pentingnya mencegah KDRT untuk kehidupan berumah tangga nantinya. Dalam perancangan ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara, FGD, dan observasi. Data tersebut dianalisis dengan teknik analisis fishbone dan teknik analisis 5W+1H menghasilkan kata kunci “Edukasi Cermat Memilih Pasangan Hidup” sebagai acuan konsep verbal dan visual dari strategi pemasaran melalui media sosial instagram. Hasil dari strategi pemasaran melalui media sosial instagram kampanye edukasi ini diharap dapat menjadi bentuk upaya Perempuan menncegah KDRT dimasa mendatang.
Co-Authors Aditya Rahman Yani Adwitiya, Fairuzah Nafisah Afifah, Annisa Fitri Agus Sachari Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian Aji, Restu Ismoyo Ananta Argy Swardana Andika Putra Fajar Angelita Laurent Dameria Sinaga Aris Sutejo Artanto, Aphief Tri Atmaji, Lutfi Tri Bagastama, Reyhan Azel Bayu Setiawan Bayu Wibisono, Aryo Clara Oktavia Firdaus Dafy Cahya Nugroho Diana Aqidatun Nisa Dini, Mazaya Islami El Chidtian, Aileena Solicitor Rica Fadjar Satria Dwi Putra Fata, Ibrahim Febyanti, Feby Galang Asa Hadi, Azrial Brahmantya Nugraha Hanafi Moeslim Hanafi, Hanafi Moeslim Herwina, Nevlin Cresentia I Putu Rayga Ondias Putra Ikowanda, Kumala Divya Irfansyah Irfansyah Izayanah, Fatihah Nahya Karmelia Fernanda, Rima Lutfi Tri Atmaji Lutfi Tri Atmaji Maloka, Aulia Rahma Putri Masdijanto, Nanda Ramadhan Putra Masnuna, Masnuna Muhammad Mashuda Naghiesa, Fairuz Nur Nastiti, Ratna Andriani Nisa, Dwi Zuhrotun Octaviasari Pungky Febi Arifianto Putra Wahyuni, Rendy Shohibul Putri, Yazmin Mahira putri, zahra nabila Rachmadhani, Dinda Rizki Raditya Eka Rizkiantono Rizqi, Azmi Annur Rohmah, Abidatur Romadhona, Mahimma Shinta Rahma Puspita Sri Wulandari Sri, Wulandari Sukina Sukina sumartono, kattreen aulia Sutejo, Aris Syafiq, Alfie Ade Riyan Tanadda, Onna Anieko Vina Dwi Sartika Vina Dwi Sartika Widyasari Widyasari, Widyasari Widyayuniar, Nabilah Wiedhella, Zahra Agnestia Wulandari, Sri Yazmin Mahira Putri Yudhistira, Arva Rangga Yurif Setya Darmawan Zahra, Nabila Alya Zebrinna Delivia Putri Bahri