Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Analysis of the Density Variation on Thermal Conductivity Wood Plastic Composite Made from Lamtoro Wood (Leucaena leucocephala) And Polypropylene Waste Hazlina Hazlina; Azrul Azwar; Asifa Asri
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62867

Abstract

The thermal conductivity of Wood Plastic Composite (WPC) made with lamtoro wood and polypropylene (PP) was studied by varying its density. The PP was obtained from 240 ml mineral plastic glasses, and the lamtoro wood particles were shieved in 6 mesh sizes. In this study, we considered the composition ratio between PP and wood particles to be 70:30, and the thermal conductivity was measured using a thermal conductivity apparatus. Based on the data analysis, we found that the density of WPC made with PP and lamtoro wood influenced its thermal conductivity. The results showed that the thermal conductivity of sample A is 0.2 W/mºC, sample B is 0.4 W/mºC, and sample C is 0.5 W/mºC, for the densities of 0.4 g/cm3, 0.5 g/cm3, 0.6 g/cm3, respectively. In conclusion, as the density increases, the thermal conductivity of WPC also increases. Thus, based on it thermal conductivity, the WPC made from PP and lamtoro wood is classified as an isolator.
Analisis Uji Kekuatan Tarik Serat Daun Nanas dengan Variasi PerlakuanAlkali pahmi, mayana; Asri, Asifa; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.67083

Abstract

Parameter penting dalam penentuan filler pada papan komposit serat adalah sifat mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis yaitu kekuatan tarik dan elongation pada serat daun nanas yang diberikan perlakuan alkali. Alkali yang digunakan adalah larutan Natrium Hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Selain variasi konsentrasi NaOH, juga dilakukan perendaman dengan waktu yang berbeda yaitu 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Pembuatan spesimen uji dan pengujian tarik serat dengan ukuran (250Ñ…20Ñ…4) mm. Serat daun nanas sebelum diberikan perlakukan memiliki diameter 0,6 ±0,1 µm. Setelah dilakukan perendaman dengan NaOH, diameter serat mengalami peningkatan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Nilai kekuatan tarik serat sebelum diberikan perlakuan adalah 18,33 MPa. Nilai kekuatan tarik serat ini mengalami peningkatan setelah direndam dengan NaOH 2,5% maupun 5% selama 90 menit. Namun, kekuatan tarik serat mengalami penurunan setelah waktu perendaman melewati 90 menit. Serat daun nanas yang direndam dengan NaOH 2,5% selama 90 menit memiliki ketebalan 0,8 ± 0,2 µm, kekuatan tarik 28,11 MPa. Sementara serat daun nanas yang direndam NaOH 5% selama 90 menit sedikit dan mengalami penurunan nilai kekuatan tarik jika dibandingkan dengan NaOH 2,5% (90 menit) yaitu 26,88 MPa.Kata Kunci : serat daun nanas, uji tarik, NaOH, elongation