Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUKASI NONFORMAL

Penerapan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Menyimak Teks Iklan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Makassar Erniati Erniati; Muslima Muslima; Nurhayati Rachim; M. Arfah Shidiq
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Discovery Learning dalam meningkatkan keterampilan menyimak teks iklan siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Makassar. Lokasi penelitian di SMP Negeri 11 Makassar yang berlokasi di jalan Kapasa kecamatan Tamalanrea kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskritif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan kemampuan menyimak dengan penerapan model Discovery Learning. Data yang diperoleh dilaksanakan dalam dua siklus, dimana siklus I terdiri atas tiga kali pertemuan dan siklus II terdiri atas dua kali pertemuan dengan tahapan kegiatan yakni; Perencanaan, Pelaksanaan Observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Makassar yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi penilaian keterampilan menyimak siswa, dan hasil teks kemampuan menyimak siswa serta dokumentasi hasil kerja siswa. Sedangkan kriteria keberhasilan yaitu dari segi hasil yang dicapai siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Makassar dalam penelitian ini adalah nilai rata-rata keterampilan menyimak siswa meningkat dari siklus I ke siklus II mencapai 75 dari jumlah siswa yang mendapatkan nilai ≥75 (KKM keterampilan menyimak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menyimak teks iklan siswa pada pra siklus nilai tara-rata 1,06 dari aspek penilaian Keefektifan siswa dalam memperhatikan penjelasan cukup; Kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan guru cukup ; Sikap siswa dalam menerima materi pembelajaran cukup; Ketahanan konsentrasi siswa cukup; dan hasil penelitian siklus I mencapai 68,21 dan pada siklus II meningkat, mencapai 84,43 dan sudah memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditargetkan oleh peneliti.
Penerapan Strategi Think Talk Write (TTW) dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar Erniati Erniati; Lindayani Lindayani; Nurhayati Rachim
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil kemampuan menulis teks eksposisi melalui strategi Think Talk Write (TTW) pada siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 30 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 30 Makassar berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 18 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Desain penelitian yang digunakan adalam model Kemmis & Mc. Taggart dengan empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yaitu siklus II yang sudah terbukti keberhasilannya sehingga tidak dilanjutkan kepada siklus selanjutnya. Siklus II, terdiri atas empat kali pertemuan sebagai perlakuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi, dan observasi dalam bentuk catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan mencari nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisisi kelas VIII.7 SMP Negeri 30 Makassar. Peningkatan sikap dan keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran teks eksposisi meningkat dari pratinakan/kondisi awal berada dalam kondisi kurang, pada siklus II menjadi kategori baik. Pada pratindakan/kondisi awal nilai rata-rata kemampuan menulis siswa 51,19. Siswa yang mencapai nilai KKM (>75) sebayak sebanyak tujuh siswa (20%), sedangkan peningkatan nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi pada siklus II meningkat sebesar 83,11%.
Penerapan Metode Direct Instruction dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas XI SMKS YAPMI Makassar Erniati Erniati; Sri Ayuwandira; Andi Qur’atul Uyun
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi melalui metode direct instruction pada siswa kelas XI SMKS Yapmi Makassar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMKS Yapmi Makassar yang berjumlah 125 orang dan terbagi ke dalam empat kelas. Melihat keadaan populasi yang cukup besar maka dilakukan pengambilan sampel. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran dengan jumlah siswa 36 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 32 perempuan. Penarikan sampel dilakukan dengan cara klastering random samplingsederhana yaitu dilakukan pengundian secara acak. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai antara siklus I dan siklus II yang merupakan komponen yang saling berkaitan. Pengumpulan data melalui format observasi dan kemampuan menulis puisi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode direct instruction dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMKS Yapmi Makassar. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan skor rata-rata kemampuan menulis puisi berdasarkan unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri dari diksi, pengimajinasian, tipografi dan amanat dari siklus I yakni 52,50 kemudian meningkat sangat signifikan pada siklus II yakni menjadi 83,61. Sedangkan pencapaian ketuntas belajar pada siklus I sebesar 8,3% dan meningkat pada siklus II yakni sebesar 100%. Selain itu, aktivitas atau sikap siswa saat penerapan metode pembelajaran direct instruction dalam pembelajaran menulis puisi yang dilihat aktivitas mengamati dari siklus I sebesar 50% meningkat pada siklus II menjadi 61,11%, aktivitas menanya dari siklus I sebesar 55,55% meningkat pada siklus II menjadi 73,61%, aktivitas mencoba dari siklus I 62,50% meningkat pada siklus II menjadi 80,55% dan aktivitas menalar dari siklus I sebesar 69,44% meningkat pada siklus II menjadi 94,44%.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Menggunakan Media Video Dokumenter Kelas VII SMP Negeri 25 Makassar Erniati Erniati
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya kegiatan berbicara juga ditunjukkan dalam Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran bahasa Indonesia pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan KTSP, aspek kemampuan berbicara yang dipelajari siswa SMP kelas VII adalah berbicara dengan ragam sastra yaitu bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, mimik yang tepat, bercerita dengan alat peraga, dan menceritakan tokoh idola. Penelitian ini mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara menggunakan media video documenter kelas VII SMP Negri 25 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah redukasi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media video documenter dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek keterampilan berbicara dalam bentuk kegiatan bercerita dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.