Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau dengan Meningatkan Pola Pemeliharaan Tanaman di Kelurahan Pasirwangi Kota Bandung Soleh, Mochamad Arief; Suherman, Cucu; Rosniawaty, Santi
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 2 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i2.53813

Abstract

Keberadaan lahan sisa di perkotaan idealnya dapat dijadikan tempat untuk menaman pohon sehingga bermanfaat bagi kepentingan umum. Setiap kota diharuskan memiliki jumlah ruang terbuka hijau (RTH) seluas 30% dari total lahan yang digunakan. Saat ini setiap kelurahan di Bandung telah dianjurkan memiliki kawasan RTH, seperti yang ada di Kelurahan Pasirwangi Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung memiliki RTH dengan luas 4 ha. Kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan RTH di kelurahan pasirwangi salahsatunya adalah minimnya informasi dan kemampuan untuk menanam dan memelihara tanaman di RTH khususnya tanaman tahunan. Untuk menambah wawasan masyarakat terhadap teknologi pemeliharaan tanaman tahunan maka telah dilaksanakan penyuluhan teknologi pemeliharaan  tanaman khususnya pada tanaman pisang yang berada di RTH Kelurahan Pasirwangi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan pemeliharaan tanaman pisang di lahan RTH sehingga dapat berbuah dengan baik dengan memberikan pupuk MKP (monokalium phospate) dan zat pengatur tumbuh (ZPT) paklobutrazol. Progam dimulai dari tanggal 5 Januari 2023 sampai dengan 6 Februari 2023, dilaksanakan berupa demonstrasi pembuatan pupuk organik cair mikroorganisme lokal (MOL), percobaan aplikasi berbagai perlakuan ke sampel tanaman pisang di RTH Kelurahan Pasirwangi, dan sosialisasi Pemeliharaan dan Pemupukan Tanaman Tahunan. Hasil penyuluhan terdapat peningkatan pemahaman peserta.
Studi Pemangkasan dan Aplikasi Sitokinin-Giberelin pada Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Produktif Klon GMB 7 Dewi Anjarsari, Intan Ratna; Jajang Sauman Hamdani; Cucu Suherman; Tati Nurmala; Heri Syahrian Khomaeni; Vitria Puspitasari Rahadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.468 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.32046

Abstract

Pemangkasan pada tanaman teh yang dilakukan di kebun teh produktif menyebabkan sebagian besar atau secara keseluruhan organ fotosintesis tanaman hilang dan diperlukan waktu sekitar 2-3 bulan utuk tumbuh kembali. Pemangkasan dilakukan dengan jenis dan tinggi pangkasan yang bervariasi. Penambahan sitokinin benzil amino purine (BAP) dan giberelin (GA) diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pucuk setelah dipangkas. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh pemangkasan serta aplikasi BAP dan GA terhadap pertumbuhan dan hasil pucuk teh. Percobaan dilaksanakan kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung bulan Agustus 2017-Oktober 2018 menggunakan rancangan split-split plot terdiri dari jenis pemangkasan (pemangkasan bersih dan pemangkasan ajir) sebagai petak utama, tinggi pangkasan sebagai anak petak (40 cm, 50 cm, dan 60 cm), aplikasi BAP dan GA sebagai anak-anak petak (0 ppm, 60 ppm BAP, 50 ppm GA, 60 ppm BAP+ 50 ppm GA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan bersih dan 60 ppm BAP + 50 ppm GA menghasilkan pertumbuhan terbaik pada tinggi tunas. Tinggi pangkasan 60 cm dan 60 ppm BAP menunjukkan indeks klorofil daun tertinggi bulan ke-3 sebesar 91.58 (lebih tinggi daripada hasil penelitian sebelumnya yaitu 62.5-75.28), sedangkan tinggi pangkasan 60 cm dan 60 ppm BAP + 50 ppm GA memberikan bobot basah pucuk per perdu tertinggi pada pemetikan produksi. Secara tunggal, tinggi pangkasan 50 cm menurunkan jumlah pucuk burung serta 50 ppm GA mempersingkat lamanya masa dormansi pucuk menjadi 22 hari. Kata kunci: dormansi pucuk, pucuk burung, teh produktif
Co-Authors Agung Budi Laksono Agung Budi Laksono, Agung Budi Albert Franscyscus ANNE NURAINI Anne Nurainni Annisa Nuraisah Annisa Nurul Fatimah Apong Sandrawati Arya Hanif Nugroho Ashari, Asri Mulya Asmi Maulina Bayu Adji Purwoko Buchory, Gina Nur'aini Dewi Santika Dewi Santika Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Erdiansyah Rezamela Erdiansyah Rezamela Esnakelga Bernadetha Keliat Fatimah, Annisa Nurul Fetrina Oktavia Fetrina Oktavia Firma, Farin Gelsbrata Gita Natali Heri Sahrian Heri Syahrian Heri Syahrian Khomaeni Heru Rizka Santosa Iftita Fitri Indriana, Kovertina Rakhmi Intan Ratna Dewi Anjarsari Jajang Sauman Hamdani Joko Santoso M. Amrul Khoiri M. Arief Sholeh Marenda Ishak Sonjaya Sule Meddy Rachmadi Mira Ariyanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mohamad Arief Soleh Nurainni, Anne Nurliawati, Sri Desi Pangaribuan, Ikhwan Fadli Purwoko, Bayu Adji R. Damayanthi R. Damayanthi, R. Rafli Pangestu Cokro Suyitno Ria Wulansari Rija Sudirja Rina Devnita Ruminta Ruminta Sahrian, Heri Saiful Afif Almatholib Samuel, Joshua Santi Rosniawaty Siti Zubaidah Sukmayana, Dodi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Syamsiyah Syaher Syamsiyah Syamsiyah Syfani Fitria Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Utari Madani Jayyidah Veronika Sri Rahayu Wulandari Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Widara Almaghfirah Ismail Wieny H Rizky Wieny H Rizky, Wieny H Wulandari, Veronika Sri Rahayu Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly, Yudithia