Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Tidak Tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Penyakit Diabetes Melitus Di Uptd Puskesmas Air Putih Saputri, Eka Rahmayanti; Mardahlia, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam pelayanan penyakit Diabetes Melitus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan melibatkan data sekunder dari pihak puskesmas yang brdasarkan analisis dokumentasi, wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemahaman pasien tentang pentingnya pengelolaan penyakit yang mana masyarakat belum sadar akan dampak makanan yang mereka konsumsi sehari-hari, serta belum optimalnya koordinasi antar petugas kesehatan merupakan beberapa penyebab utama tidak tercapainya SPM dalam pelayanan penyakit Diabetes Melitus. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan pengelolaan penyakit Diabetes Melitus melalui peningkatan sumber daya manusia, edukasi kepada pasien, serta peningkatan koordinasi antar petugas kesehatan.
Upaya Akselerasi Transformasi Digital Keselamatan Pasien melalui Patymcare Nurhasanah, Nurhasanah; Anggraini, Ryzky Diah; Mardahlia, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4295

Abstract

Permasalahan di Puskesmas Segiri terkait insiden keselamatan pasien yang disebabkan oleh unsafe action (60%) dan unsafe condition (40%) pada bidan. Laporan mencatat 8 insiden, dan 80% bidan belum pernah mengikuti pelatihan keselamatan pasien. Tingkat pengetahuan bidan tentang keselamatan pasien masih di bawah 20%. Oleh karena itu, Program Patymcare dirancang untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien melalui transformasi digital. Secara khusus, program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bidan sebesar 80% melalui pelatihan selama 1 hari yang terdiri dari Edukasi Keselamatan Pasien dan Edukasi Patymcare. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan mulai dengan perencanaan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, demo, dan diskusi. Hasil kegiatan diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 87% dan keterampilan 90% dalam budaya keselamatan pasien dan pemanfaatan aplikasi Patymcare. Kesimpulan kegiatan ini bahwa Program Patymcare mampu meningkatkan keterampilan bidan lebih dari 90%.  Program ini mendapatkan respons positif dari mitra dan berpotensi untuk dilanjutkan secara berkelanjutan.
Kurang Memadainya Sarana Dan Prasarana Penunjang Pelayanan Kesehatan Di Uptd Puskesmas Muara Jawa Safitri, Dwi; Mardahlia, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4563

Abstract

Masalah penelitian ini berfokus pada kurangnya sarana dan prasarana di UPTD Puskesmas Muara Jawa, yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi layanan dan memberikan rekomendasi perbaikan. metode yang digunakan yaitu deskriptif dan melakukan analisis dengan diagram fishbone untuk mengetahui penyebab dari akar masalah yang di temukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia berdampak negatif pada pelayanan kesehatan. Puskesmas juga mengalami kendala dalam manajemen dan koordinasi antar pihak. Kesimpulan penelitian menyarankan perlunya peningkatan sarana dan prasarana serta pelatihan bagi tenaga kesehatan. Rekomendasi juga mencakup penguatan manajemen dan kerjasama dengan pihak terkait untuk meningkatkan layanan kesehatan.