Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Tidak Tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Penyakit Diabetes Melitus Di Uptd Puskesmas Air Putih Saputri, Eka Rahmayanti; Mardahlia, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam pelayanan penyakit Diabetes Melitus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan melibatkan data sekunder dari pihak puskesmas yang brdasarkan analisis dokumentasi, wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemahaman pasien tentang pentingnya pengelolaan penyakit yang mana masyarakat belum sadar akan dampak makanan yang mereka konsumsi sehari-hari, serta belum optimalnya koordinasi antar petugas kesehatan merupakan beberapa penyebab utama tidak tercapainya SPM dalam pelayanan penyakit Diabetes Melitus. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan pengelolaan penyakit Diabetes Melitus melalui peningkatan sumber daya manusia, edukasi kepada pasien, serta peningkatan koordinasi antar petugas kesehatan.
Upaya Akselerasi Transformasi Digital Keselamatan Pasien melalui Patymcare Nurhasanah, Nurhasanah; Anggraini, Ryzky Diah; Mardahlia, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4295

Abstract

Permasalahan di Puskesmas Segiri terkait insiden keselamatan pasien yang disebabkan oleh unsafe action (60%) dan unsafe condition (40%) pada bidan. Laporan mencatat 8 insiden, dan 80% bidan belum pernah mengikuti pelatihan keselamatan pasien. Tingkat pengetahuan bidan tentang keselamatan pasien masih di bawah 20%. Oleh karena itu, Program Patymcare dirancang untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien melalui transformasi digital. Secara khusus, program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bidan sebesar 80% melalui pelatihan selama 1 hari yang terdiri dari Edukasi Keselamatan Pasien dan Edukasi Patymcare. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan mulai dengan perencanaan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, demo, dan diskusi. Hasil kegiatan diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 87% dan keterampilan 90% dalam budaya keselamatan pasien dan pemanfaatan aplikasi Patymcare. Kesimpulan kegiatan ini bahwa Program Patymcare mampu meningkatkan keterampilan bidan lebih dari 90%.  Program ini mendapatkan respons positif dari mitra dan berpotensi untuk dilanjutkan secara berkelanjutan.
Kurang Memadainya Sarana Dan Prasarana Penunjang Pelayanan Kesehatan Di Uptd Puskesmas Muara Jawa Safitri, Dwi; Mardahlia, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4563

Abstract

Masalah penelitian ini berfokus pada kurangnya sarana dan prasarana di UPTD Puskesmas Muara Jawa, yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi layanan dan memberikan rekomendasi perbaikan. metode yang digunakan yaitu deskriptif dan melakukan analisis dengan diagram fishbone untuk mengetahui penyebab dari akar masalah yang di temukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia berdampak negatif pada pelayanan kesehatan. Puskesmas juga mengalami kendala dalam manajemen dan koordinasi antar pihak. Kesimpulan penelitian menyarankan perlunya peningkatan sarana dan prasarana serta pelatihan bagi tenaga kesehatan. Rekomendasi juga mencakup penguatan manajemen dan kerjasama dengan pihak terkait untuk meningkatkan layanan kesehatan.
Exposure to Cyberbullying Victimization and Its Implications for Adolescent Health in the Digital Era Umar, Zulkifli; Mardahlia, Dewi; Ardan, M
Sebatik Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i2.2710

Abstract

Cyberbullying victimization is a form of technology-based harassment that has been increasing in line with the rising use of social media among adolescents. This phenomenon has implications for both physical and mental health and has the potential to encourage risky behaviors. This study aims to analyze the relationship between social media use, exposure to cyberbullying victimization, and its implications for adolescent health risk behaviors in Samarinda City. The research employed a cross-sectional design involving 393 high school students aged 16–18 years, selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire covering social media use, experiences of harassment, bullying, intimidation, and health risk behaviors. The analysis was conducted using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The findings revealed that 45% of adolescents had experienced cyberbullying, with verbal harassment, intimidation, and the spread of harmful content as the dominant forms. Furthermore, 35.2% of respondents were identified as engaging in risky behaviors, particularly social media addiction, substance abuse, and risky sexual behavior. The PLS-SEM model demonstrated that social media use was positively associated with harassment, bullying, intimidation, and cyberbullying victimization (p < 0.05). In addition, cyberbullying victimization, harassment, and intimidation significantly contributed to adolescent health risk behaviors, with an R² value of 0.62. Exposure to cyberbullying victimization was proven to have a significant impact on adolescent health risk behaviors. Promotive and preventive interventions involving families, schools, and health services are needed to strengthen adolescent resilience and to create a safe digital ecosystem in the technological era.
Pengaruh Jumlah dan Jenis Tugas, Tekanan Kerja, Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi Terhadap Mutu SDM di Rumah Sakit Ibu dan Anak ‘Aisyiyah Samarinda 2025 Ramla Ramla; Erwin Purwaningsih; Dewi Mardahlia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42833

Abstract

Abstrak Sumber Daya Manusia adalah pondasi utama bagi kemajuan organisasi, institusi, dan negara. yang berkualitas tinggi menjadi kunci dalam mendorong daya saing, meningkatkan produktivitas, serta melahirkan inovasi di berbagai bidang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh mutu sumber daya manusia di Rumah Sakit Ibu dan anak Aisyiyah Samarinda pada tahun 2025 guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai kondisi kerja karyawan. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Rumah Sakit Ibu dan anak Aisyiyah Samarinda berjumlah 120 orang sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik analisis data dilakukan dengan uji Kendall’s Tau menggunakan komputerisasi untuk mengetahui hubungan antara mutu SDM dan jumlah jenis tugas, tekanan kerja, keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah dan jenis tugas, tekanan kerja, keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap mutu SDM, nilai rata-rata sebesar 18257 dengan standar deviasi sebesar 1.0333. dan Nilai uji normalitas menunjukkan angka 0.000, yang berarti data ini tidak terdistribusi normal. Sementara itu, nilai P yang diperoleh adalah 0.853, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan diantara variabel variabel yang ada. Kesimpulan Tingginya Jumlah dan jenis tugas, Tekanan Kerja, Keseimbangan kerja dan Kehidupan Pribadi tidak berpengaruh signifikan terhadap di Rumah Sakit Ibu dan anak Aisyiyah Samarinda. Tingginya jumlah dan jenis tugas, Tekanan kerja, keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi dapat mengurangi semangat dan motivasi, yang berdampak negatif pada kualitas pekerjaan dan kepuasan.
Korelasi Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Kepatuhan Hand Hygiene dan Dampaknya Pada Angka Hais di RSUD I.A. Moeis Samarinda Halimah Sadiyah; M. Ardan; Dewi Mardahlia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60175

Abstract

Kepatuhan hand hygiene merupakan kunci pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs). Di IGD RSUD I.A. Moeis Samarinda, kepatuhan masih rendah (45–50%) sementara angka phlebitis melonjak hingga 14,02‰. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap perawat terhadap kepatuhan hand hygiene serta dampaknya terhadap kejadian HAIs. Desain cross-sectional diterapkan pada 30 perawat IGD yang dipilih secara total sampling. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan (10 item) dan sikap (9 item), observasi kepatuhan sesuai standar WHO, serta data sekunder HAIs periode 2023–2025. Analisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan 29,67 (74,2%), sikap 33,20 (83,0%), namun rata-rata kepatuhan hanya 46,8%. Pengetahuan (p=0,035; r=0,386) dan sikap (p=0,021; r=0,421) berhubungan signifikan dengan kepatuhan dengan kekuatan sedang. Meski pengetahuan dan sikap tergolong baik, hanya 3,3% perawat mencapai kepatuhan 100%; beban kerja tinggi dan minimnya pengawasan menjadi faktor kesenjangan. Lonjakan phlebitis (14,02‰) sejalan dengan rendahnya kepatuhan. Simpulan: Pengetahuan dan sikap berpengaruh positif terhadap kepatuhan, tetapi penerapan aktual masih rendah. Diperlukan penguatan edukasi, monitoring berkelanjutan, dan budaya keselamatan pasien untuk menurunkan angka HAIs.
Evaluasi Keterlambatan Kehadiran Pegawai di Rumah Sakit X Veronika Meliany; Dewi Mardahlia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12703

Abstract

Disiplin kerja pegawai merupakan salah satu aspek fundamental yang berperan penting dalam menunjang kelancaran operasional organisasi, efektivitas pelaksanaan tugas, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Laporan ini menyajikan hasil evaluasi terhadap permasalahan keterlambatan kehadiran pegawai di Rumah Sakit X selama periode September 2025 hingga Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola keterlambatan kehadiran pegawai, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan, serta menentukan alternatif solusi yang tepat sebagai upaya perbaikan disiplin kerja. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, dan telaah dokumen rekapitulasi absensi kepegawaian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keterlambatan kehadiran masih terjadi dengan frekuensi yang bervariasi di kalangan pegawai dan berpotensi menghambat ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan serta kontinuitas pelayanan. Analisis akar masalah menggunakan diagram Fishbone (Ishikawa) mengidentifikasi empat faktor utama, yaitu metode pengawasan yang belum optimal, manajemen monitoring yang belum dilaksanakan secara berkelanjutan, kesadaran individu pegawai terhadap disiplin waktu yang masih perlu ditingkatkan, serta faktor lingkungan berupa kemacetan lalu lintas dan jarak tempat tinggal. Penentuan prioritas pemecahan masalah menggunakan metode Reinke menunjukkan bahwa peningkatan pengawasan melalui pemantauan absensi secara rutin menjadi prioritas utama. Rencana tindak lanjut meliputi penyusunan jadwal monitoring, evaluasi data absensi bulanan, dan sosialisasi aturan kehadiran secara berkala untuk mendukung peningkatan kedisiplinan pegawai dan optimalisasi mutu pelayanan kesehatan.