Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Overview of Reticulocyte Counts in Patients with Chronic Kidney Failure at Ciamis Regional General Hospital Atun Farihatun; Doni Setiawan; Dallya Mentari
Mukhtabar Journal of Medical Laboratory Technology Vol 3 No 2 (2025): Mukhtabar: Journal of Medical Laboratory Technology (October 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/mjmlt.v3i2.789

Abstract

Background & Objectives: The prevalence of chronic kidney failure in Ciamis Regency based on medical records data from Ciamis Regional General Hospital in 2023 was 318 patients. Chronic kidney failure often causes complications, one of which is anemia. Reticulocyte examination in patients with chronic kidney failure can help diagnose complications such as anemia and determine the response to bone marrow. The purpose of this study was to determine the number of reticulocytes in patients with chronic kidney failure. Method: This research method is descriptive with purposive sampling technique. The respondents in this study were 39 people with chronic kidney failure at Ciamis Regional General Hospital.  This study was conducted at the Hematology Laboratory of STIKes Muhammadiyah Ciamis in May 2024. The examination technique was carried out using brilliant crystal blue solution staining and examined under a microscope. The examination results were compiled into tables and explained narratively. Results: The results of this examination showed that 34 people (87%) had normal reticulocyte counts and 5 people (13%) had above-normal reticulocyte counts. Conclusion: It can be concluded that the average reticulocyte count in patients with chronic kidney failure is normal.
EDUKASI BAHAYA BORAKS DI DALAM MAKAN PADA SISWA SMA TERPADU AR-RISALAH Doni Setiawan; Nabil Ridla; FirdausDeanisa Azhara; Arisa Khunapaqudsi; Fedriansyah; Della Rizkika Gunawan; Maya Yulia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boraks merupakani bahan berbahaya yang seringkali disalahgunakan sebagai bahan tambahan pada makanan. Penggunaan boraks terutama pada jenis makanan yang umum dikonsumsi oleh siswa sekolah dasar tentu saja dapat menimbulkan resiko keracunan. Permasalahan utama yang ditangani dalam kegiatan pengabdian ini yaitu minimnya pengetahuan para siswa terkait boraks serta bahaya yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks. Solusi yang diberikan antara lain melalui edukasi terhadap siswa sebagai konsumen terkait pengertian, ciri dan bahaya makanan yang mengandung boraks. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Indikator capaian menunjukkan 87% siswa telah mengetahui bahaya boraks dalam makanan. Kegiatan edukasi kesehatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya komunitas tertentu seperti di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Boraks, Bahan Tambahan Pangan, Edukasi, Keamanan Pangan, Siswa