Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Ajaran Konfusianisme dalam Film Looking Up《银河补习班 Yínhé Bǔxíbān》 Mangesthi, Tiara; Ayesa, Ayesa; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.27788

Abstract

Tiongkok merupakan salah satu negara yang kaya akan budayanya. Masyarakat dapat mengetahui suatu budaya dengan cara menonton film yang berasal dari negara tersebut, termasuk budaya Tiongkok. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ajaran dan budaya yang mempengaruhi ajaran yang disampaikan oleh ayah kepada anaknya dalam film Looking Up atau dalam Bahasa Mandarin berjudul《银河补习班 Yínhé Bǔxíbān》. Film Looking Up adalah satu dari sekian banyak film yang dapat mencerminkan budaya yang mempengaruhi ajaran orang tua kepada anaknya di Tiongkok. Data penelitian ini berupa data tekstual dalam film Looking Up. Data penelitian ini berupa percakapan dan monolog yang menggambarkan ajaran ayah kepada anaknya. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan teori Tang (1992) yang menjelaskan bahwa, budaya Tiongkok dibentuk salah satunya oleh ajaran Konfusianisme. Penelitian ini berfokus pada pengaruh ajaran Konfusianisme. Ditemukan sebelas data yang berkaitan dengan ajaran ayah kepada anak yang dipengaruhi oleh ajaran Konfusianisme. Data yang sudah ditemukan, kemudian dianalisis menggunakan 论语 Lúnyǔ atau Analek Konfusius (2018) yang merupakan salah satu kitab ajaran Konfusianisme. Dapat disimpulkan dari keseluruhan data yang sudah dianalisis, bahwa film Looking Up mengajarkan tentang ajaran konfusius mengenai pendidikan, kehidupan, dan sopan santun.   China is one of the countries with rich culture. People can know the culture of a country by watching movies from that country, including Chinese culture. Therefore, this research aimed to find out the teachings and culture that influence the teachings given by the father to his son in the movie Looking Up, or in Mandarin《银河补习班 Yínhé Bǔxíbān》. The movie Looking Up is one of many movies that can reflect the culture that influences what parents teach their children in China. The data of this research is the textual data in the movie Looking Up. This research data is in the form of conversations and monologues that describe the teachings of fathers to their children. The research method used in this paper is descriptive qualitative. The data will be analysed using Tang's theory (1992) which explains that Chinese culture is shaped by Confucianism. This research focuses on the influence of Confucianism. Eleven data were found relating to the teaching of fathers to children who were influenced by the teachings of Confucianism. The data found were then analysed using 论语 Lúnyǔ or Analects of Confucius (2018), which is one of the books of Confucianism teachings. From all the data analysed, it can be concluded that the movie Looking Up teaches about Confucian teachings on education, life and manners.
Exploring types and functions slang words in television series season 4 Yulia, Erin; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Journal of Education, Social & Communication Studies Vol. 1 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : PT. MAWAMEDIA JAYAMUSTA BUANASIHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71028/jescs.v1i3.10

Abstract

Slang is an ever-evolving form of language that includes new vocabulary in phrases with extended meanings, often associated with younger generations. This study aims to discover the types and functions of slang words applied in On My Block TV Series Season 4 based on Allan and Burridge’s theory, the characters in On My Block TV Series Season 4 use slang in their daily or informal contexts. In this study, the writer used descriptive qualitative methods and utilized Allan and Burridge’s (2006) theory of types and functions of slang words to analyse the data. The research results showed 105 slang words used in On My Block TV Series Season 4 and identified 5 types of slang  words applied. There were 53 fresh and creative types, 23 flippant types, 6 imitative types, 14 acronym types, and 9 clipping types. The writer also collected 6 functions of slang words applied, which are 7 to addresses, 7 to humiliates, 7 to initiate relax conversations, 6 to form an intimate atmosphere, 4 to express impressions, and 7 to reveal angers. The function of slang words to show intimacy does not apply in this series. Fresh and creative slang types and to initiate relax conversation slang functions are used more often in On My Block TV Series Season 4.
Proses Komunikasi Interpersonal Terapis dan Anak Berkebutuhan Khusus untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Rahayuni, Silvia; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Jurnal Common Vol. 7 No. 1 (2023): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/common.v7i1.8004

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi yang berlangsung di antara dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan kedekatan satu sama lain. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi interpersonal antara terapis dan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Dalam penelitian ini terdapat tiga terapis yang menjadi informan untuk diwawancarai dan enam sampel anak berkebutuhan khusus dengan berbagai jenis gangguan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi yang dilakukan terapis kepada anak berkebutuhan khusus di Sahabat Kecil Therapy & Learning Center perlu dilakukan pendekatan secara interpersonal. Pada saat terapi pun, terapis akan melakukan bonding kepada anak yaitu proses komunikasi melalui ikatan emosional. Hambatan dalam proses komunikasi interpersonal terapis dengan anak berkebutuhan khusus yaitu anak berkebutuhan khusus terkadang mengalami naik turun mood sehingga mengalami tantrum dan bisa dari orang tua anak tersebut yang kurang dapat diajak kerja sama untuk melakukan kegiatannya kembali dirumah.
WOMAN RESISTENCE IN A CHINESE DRAMA SERIES "SCARLET HEART 步步惊心 (BU BU JING XIN)" Ramadhanty, Ardhia Aulia; Fatmawati, Fatmawati; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 23, No 2 (2024): MARWAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v23i2.29699

Abstract

 Abstract:The aim of this study is to investigate the manifestations of resistance displayed by the main female character in the television series "Scarlet Heart 步步惊心" (Bu Bu Jing Xin), particularly Ruoxi/Zhang Xiao, using the feminist approach to power proposed by Naomi Wolf (1993). The method employed in this study was qualitative descriptive, with data sources consisting of words, phrases, sentences, and discourses encompassing elements of female resistance. The findings indicate that the main female character in this drama, Ruoxi/Zhang Xiao, exhibits resistance in alignment with the feminist perspective on power articulated by Naomi Wolf (1993), namely: 1) Affirming that men and women have equal worth in life. 2) Women have the right to take control of decisions that affect their lives. 3) Women's experiences deserve to be valued. 4) Women have the freedom to express themselves without hindrance, and 5) Women have the right to pursue and advocate for their needs as desired.Keywords: Resistance; Women; Drama; Feminism.
Students Ability to Analyze Homophones in the Animation Video 端午节 Duānwǔ jié (Dragon Boat Festival) on the YouTube Channel 三淼儿童官方频道 Sān miǎo értóng guānfāng píndào Andini, Batari; Rahmawati, Vina Dwi; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Bambuti Vol 7 No 1 (2025): Bambuti : Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53744/bambuti.v7i1.130

Abstract

Abstract. Homophones are the similarities in sound that occur in a word regardless of its spelling. In Mandarin, homophones are the similarity of sounds and tones in different Han characters and have different meanings. The purpose of this study was to determine the ability of Grade 2 students on homophonic words in the 端午节Duānwǔ jié (Dragon Boat Festival) Animation Video on the 三淼儿童官方频道Sān miǎo értóng guānfāng píndào Youtube Channel. The research method used is qualitative which is described descriptively. There are 10 test questions that are used to determine the ability of grade 2 students to homophonic words. The result of this study is that the majority of students have understood homophonic vocabulary. Keywords: Homophones, 端午节Duānwǔ jié (Dragon Boat Festival) Animation Video on the 三淼儿童官方频道Sān miǎo értóng guānfāng píndào Youtube Channel. Abstract (in Bahasa). Homofon adalah kesamaan bunyi yang terjadi pada sebuah kata tanpa memperhatikan ejaannya. Dalam bahasa Mandarin, homofon merupakan kesamaan bunyi dan ton pada suatu karakter Han yang berbeda dan makna yang berbeda pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Mahasiswa Tingkat 2 dalam menganalisis Homofon Pada Video Animasi 端午节Duānwǔ jié (Festival Perahu Naga) Di Kanal Youtube 三淼儿童官方频道Sān miǎo értóng guānfāng píndào. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Terdapat 10 soal tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa tingkat 2 dalam menganalisis kata berhomofoni. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas mahasiswa telah memahami kosa kata yang berhomofoni. Kata kunci: homofon, Video Animasi 端午节Duānwǔ jié (Festival Perahu Naga) Di Kanal Youtube 三淼儿童官方频道Sān miǎo értóng guānfāng píndào.
Studi Netnografi pada Pola Komunikasi dan Interaksi Komunitas pada Instagram @batikrumahmerah Ningsih, Tri Wahyu Retno; Haryanti, Dwi Asih; Saptono, Debyo
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 14 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v14i2.9696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi virtual pada komunitas Instagram @batikrumahmerah. Penelitian ini menggunakan Teori Computer Mediated Communication (CMC), pendekatan kualitatif dan metode netnografi. Perangkat lunak NVivo digunakan untuk menganalisis melakukan coding, kategorisasi tema, dan pemetaan pola komunikasi secara sistematis dan terstruktur. Data kualitatif berupa komentar, unggahan, dan interaksi lain pada akun Instagram @batikrumahmerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi komunitas pada akun @batikrumahmerah didominasi oleh narasi edukatif, afektif, dan kolaboratif. Melalui analisis NVivo, ditemukan tiga kategori utama dalam interaksi komunitas, yaitu (1) penguatan identitas budaya, (2) afiliasi emosional terhadap warisan lokal, dan (3) partisipasi kolektif dalam praktik digital budaya. Selain itu, visualisasi hubungan antar kode mengungkapkan adanya keterkaitan antara intensitas interaksi dan persebaran narasi budaya. Dari visualisasi jaringan interaksi, ditemukan jenis konten yang banyak diakses oleh penguna adalah konten jenis konten cerita sejarah, motif batik, proses pembuatan batik, dan kegiatan promosi.
Perbedaan Fungsi dan Makna Simbolis Pada Ornamen Naga di Empat Vihara Wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi Maharani, Deliana Putri; Hukmawati, Hukmawati; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna warna ornamen naga yang terdapat di dalam empat Vihara di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui rangkaian tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses wawancara ini dilakukan dengan pihak informan yang berasal dari 4 vihara yang dikunjungi oleh peneliti. Vihara-vihara yang dipilih sebagai subjek penelitian adalah Vihara Sian Djin Ku Poh dan Vihara Dharma Persada, yang merupakan Vihara tertua di wilayah Karawang, Vihara Dhanagun, sebagai salah satu Vihara tertua di Bogor, serta Vihara Toa Se Bio yang juga merupakan Vihara tertua di Jakarta. Dalam analisisnya, penulis memanfaatkan kerangka teori representasi untuk menganalisis fungsi, jenis, bentuk, serta warna dari ornamen naga tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ornamen naga dalam lingkup vihara atau kuil Buddha memuat makna simbolis. Fungsi dari ornamen naga dalam konteks vihara mampu bervariasi, tergantung pada lokasi penempatannya serta kekhasan budaya lokal yang melingkupinya.
The Importance of Shop Signboards in the Chinatown Area of Suryakencana Street, Bogor Poerawidjaya, Soegih; Ningsih, Tri Wahyu Retno; Ayesa, Ayesa
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 11 No. 2 (2023): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v11i2.4759

Abstract

Chinatown is a term for a district in a city inhabited by Chinese ethnic. Most Chinese ethnicities that live in Chinatown on Suryakencana Street, Bogor City, have a livelihood as merchants and store owners. Store name board is one of the important elements of stores then be regulated by the government and inflicts the reduced value of Chinatown. This research aims to know the important values of store name boards as the identity of Chinese ethnic on Suryakencana Street, Bogor City. This research uses qualitative descriptive methods such as interviews and literature reviews. This research result shows that the laws in effect from 1966 to 2000 discriminated against Chinese ethnicities and their identities in Indonesia. That is reflected in store name boards with elements of Chinese culture such as Chinese characters (Hanzi) forced to be changed to Latin script with store’s name should have “Indonesian” characters. After analyzing, store board names have deep means and values as the material culture of Chinese ethnic that represent important values about identity, history, and culture of Chinese which can be an added value from Chinatown on Jalan Suryakencana, Bogor City.
The Use of Chopsticks as a Cultural Identity of Chinese Society Ubra, Gaby Agustina; Pasang, Kezia Yansen; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 5 No. 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3259

Abstract

This study aims to determine the types of chopsticks that are known by research informants and the use of chopsticks, which is a cultural identity of the Chinese community and ethnic Chinese, especially in the cities of Shandong and Jakarta. The research method used is a qualitative ethnography method. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis process uses steps, namely, data reduction, data presentation, and verification. Based on the results of the analysis of the types of chopsticks known to the Chinese ethnic community in Jakarta and the Chinese community in Shandong, among others, bamboo chopsticks, stainless steel chopsticks, wooden chopsticks, plastic chopsticks, ivory chopsticks, silver chopsticks, and gold chopsticks. There are three aspects of cultural identity that appear in this study, namely individual identity, family identity, and belief identity. Individual identity is indicated by the freedom to use chopsticks as their identity wherever they are. Family identity arises from the habit or tradition of a large family to eat together at the dining table and use chopsticks as an identity in the family. The identity of the belief shows the use of chopsticks in the place of prayer, which is used for ancestral ceremonies.
Actor Networks and Public Sentiment in the Cancel Culture Phenomenon: A Social Network Analysis of A Business Proposal Remake in Indonesia Suaib, Nadinta Rafifah; Ritonga, Rajab; Ningsih, Tri Wahyu Retno
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 8 No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v8i3.10706

Abstract

Cancel culture has become a significant influence in Indonesia’s digital entertainment sphere. This study investigates how the cancel culture surrounding the Indonesian remake of A Business Proposal emerges and diffuses across social media networks. This study aims to identify network structures, central actors, and the dissemination of moral discourse among users.  This study uses a social network analysis approach supported by sentiment and lexical analyses from 515 tweets, which were harvested using a Python-based script from the 1st of January until the 19th of February 2025, and visualized using Gephi. Data were cleaned (deduplication, language filtering, token cleaning), a user–interaction network was constructed, and centrality plus community detection were applied. The findings reveal five major clusters and a zero betweenness value, indicating strong interconnectedness and the absence of intermediaries. The dominant cluster, led by kdrama_menfess, amplified evaluative narratives shaped by fandom identity and cultural expectations. Sentiment is largely neutral, with salient negative cues tied to casting and adaptation quality. Cancel culture here functions as networked moral regulation driven by fandom solidarity and enabled by Computer-Mediated Communication within Castells’ Network Society. The findings clarify how audience expectations, affect, and network structure jointly shape acceptance of local adaptations, offering practical cues for casting, promotion, and community management in Indonesia’s film industry.