Sihkabuden Sihkabuden
Universitas Negeri Malang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Metode Sosiodrama Terhadap Kemampuan Memahami Isi Bacaan pada Siswa Tunarungu di SMPLB Risma Laurentia Putri; Mohammad Efendi; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.949 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p072

Abstract

Ketidakberfungsian organ pendengaran pada tunarungu mengakibatkan terhambatnya perkembangan bahasa dan bicara sehingga pada anak tunarungu mengalami hambatan dalam memperoleh informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan memahami isi bacaan sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa metode sosiodrama pada siswa tunarungu kelas VII di SMPLB Bhakti Wanita Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan perolehan rata-rata pada tahap pre test sebesar 42,5, sedangkan perolehan rata-rata pada tahap post test meningkat sebesar 79,5 setelah dilakukan intervensi.
Peningkatkan Ketrampilan Motorik Kasar Siswa Down Syndrome melalui Senam Ceria Tulus Sukma Al Wafi; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.292 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p043

Abstract

Kurangnya ketrampilan motorik merupakan salah satu hambatan yang dimiliki oleh siswa down syndrome. Untuk meningkatkan ketrampilan motorik dapat dilakukan dengan senam ceria. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan video senam ceria terhadap ketrampilan motorik kasar siswa down syndrome. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Arief S. Sadiman (2010). Terdapat 3 subjek validasi yaitu, (1) validasi ahli media yang menunjukkan presentase 94%, (2) validasi ahli pembelajaran ABK yang memperoleh presentase 92%, dan (3) ahli materi yang memperoleh presensate 87%. Subjek uji coba dilakukan kepada 4 siswa down syndrome dengan diperoleh rata-rata ketuntasan adalah 100%. Artinya adalah video senam ceria sangat layak dan sangat efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan ketrampilan motorik kasar siswa down syndrome. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi baru dalam pengembangan media pembelajaran dan peningkatan ketrampilan motorik kasar.The lack of motor skills is one of the student’s obstacles with Down syndrome. To improve motor skills can be with “Senam Ceria”. To know utilization of “Senam Ceria” video about gross motor skills of students with Down syndrome is the purpose of this research and development using Arief S. Sadiman (2010) development model. There are 3 validation subjects are, (1) media expert showed the precentage of 94%, (2) ABK learning expert was obtaine of 92% and (3) a percentage of 87% was obtained from material expert. Subject trials conducted to 4 students with Down syndrome was obtaine an average achievement of 100%. It means “Senam Ceria” video is very valid and effective as a learning media to improve gross motor skills of students with Down syndrome. It is expected that the results of this study can be a new reference in the development of learning media and improvement of crude motor skills.
Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerita Pada Siswa Tunagrahita melalui Permainan Wayang Kartun Octavia Cipta Fitri; Abdul Huda; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 2, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.541 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i22016p92-95

Abstract

: Siswa tunagrahita memerlukan pembelajaran khusus yang dapat membantu dalam menyimak cerita yaitu dengan permainan wayang kartun. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan wayang kartun terhadap kemampuan menyimak cerita bagi siswa tunagrahita. Kajian ini menggunakan rancangan penelitian Pre experimental design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek kajian ini adalah 5 siswa tungrahita kelas V. Pengumpulan data dengan memberikan pretest, treatment dan post test. Analisis data menggunakan uji jenjang – bertanda Wilcoxon. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Thitung (15) > Ttabel (1),maka Ho ditolak. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh permainan wayang kartun terhadap kemampuan menyimak cerita pada siswa tunagrahita.Student with intellectual disability requires specialized learning that can assist in listening to the story that is with cartoon puppet game. The aim of this study was to the abilty of the effects of cartoon puppet game towards the ability of story listening for students with intellectual disabilities. This study was Pre experimental design form one group pretest-posttest design.The subjects were 5 students with Intellectual Disabilities in the Class V. Collecting data was giving pretest, treatment and post test. Data analysis was wilcoxon’s signed rank test. Hypothesis test results showed that the value of Tcount(15)> Ttable(1),then Ho rejected. Conclusions in study indicate that there are the effects of cartoon puppet game towards the ability of story listening for students with intellectual disabilities.
Hubungan Faktor Internal dengan Perolehan Belajar Siswa SMU Sihkabuden Sihkabuden
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 31, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This is a study on the correlation between the four variables of cognitive styles, learning habits, achievement motivation, and locus of control and students’ achievement in mathematics, physics, Indonesian, English, economics, and geography. The data were collected through tests and documentation. The results indicated that there were positive correlations between cognitive styles, learning habits, achievement motivation, and locus of control and the students’ achievement. There were also significant correlations among these predictor variables: (1) between cognitive styles and learning habits and (2) between achievement motivation and locus of control. The path analysis indicated that the four predictable variables had effects on the students’ achievement.
Hubungan antara Gaya Kognitif, Motivasi Berprestasi, dan Lokus Kendali dengan Perolehan Belajar Siswa SMU Sihkabuden Sihkabuden
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 26, No 2 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed at finding out the relationship between cognitive styles, learning motivation, and locus of control and students’ achievement in Mathematics, Physics, Indonesian, English, Economics, and Geography. The subjects of the study were students of public senior high schools in Malang. The data were in forms of scores of tests on cognitive styles, responses about learning motivation and about locus of control, and scores of summative tests. Correlation and multiple regression were employed to analyze the data. The study found out that there was a positive and significant correlation between cognitive styles and achievement, between learning motivation and achievement (but not in Physics, English, and Geography), and between locus of control and achievement. The cognitive-style variable has an effective contributing power in predicting achievement level.
Developing an Interactive Multimedia of Emergency Stretcher Subject in Extracurricular Activities of Scouting for Students with Hearing Impairment on Special Education Senior High School Muhamad Izhar Safawi; Sihkabuden Sihkabuden
Journal of ICSAR Vol 1, No 1 (2017): January
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.767 KB) | DOI: 10.17977/um005v1i12017p018

Abstract

Students with hearing impairment have hearing obstacle bringing complex impact, especially for the intellectual nuisance and communication obstacle that related to language and vocabulary. The purposes of this development was producing an interesting of multimedia interactive materials of emergency stretcher for students with hearing impairment. Method that use on this research and development was adapted from Borg and Gall (1989) models. The results showed that product was valid. The research results from material expert was obtained score 91% (very feasible), media expert 98% (very feasible), practitioner 84.5%, the results of small group test was divided into two phases. They were phase I, learning with the help and guidance of teachers or coaches was obtained score 89.9% with the criteria of highly effective. Phase II, learning without the help and guidance of teachers or coaches was obtained score 75.8% with the criteria of effective and could be used according to a small group test. The results showed that product was valid, very decent and very effectively used with help and guidance teachers or coaches. The conclusion of this research was resulting a product including with criteria of being good and could improve cognitive abilities students with hearing impairment.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DENGAN HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Mufardisah Arief; Sihkabuden Sihkabuden; Saida Ulfa
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.164 KB)

Abstract

Seorang peserta didik disebut berhasil dalam kegiatan belajar adalah apabila terdapat perubahan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Tercapai atau tidaknya sebuah tujuan pembelajaran bisa diperhatikan dari hasil belajarnya. Sedangkan hasil belajar itu sendiri berkaitan dengan  bagaimana guru/dosen memahami peserta didiknya terutama karakteristiknya. Dalam hal ini penulis mengambil gaya belajar sebagai salah satu karakteristik peserta didik dimana ia adalah suatu gabungan dari proses menyerap, kemudian mengatur dan mengolah informasi. Gaya belajar yang ada  pada masing-masing individu juga dipengaruhi oleh gender. Rancangan  penelitian yang dipakai adalah penelitian korelasional, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi sebesar 339 mahasiswa dengan sampel 150 mahasiswa (75 laki-laki dan 75 perempuan). Data didapatkan melalui pengisian instrumen gaya belajar mahasiswa (Kolb’s Inventory Learning Style). Uji analisis menggunakan independent sample t-test dan uji korelasi Spearman. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa preferensi gaya belajar mahasiswa dominan pada tipe gaya belajar Diverger sebanyak 33%  dan Converger sebanyak 29% . Sedangkan gaya belajar Assimilator sebesar 11%, Accomodator sebesar 8% dan gaya belajar campuran 23%. Berdasarkan uji beda menggunakan independent sample t-test , tidak terdapat perbedaan antara nilai gaya belajar mahasiswa laki- laki dan perempuan dengan nilai t hitung sebesar 0,353 dan nilai t tabel 1,976  (t hitung < t tabel).  Kemudian, tidak terdapat hubungan pada gaya belajar dengan hasil belajar mahasiswa dengan nilai korelasi yang berbeda-beda pada setiap tipe gaya belajar. Itu artinya Hₒ diterima dan Hₐ ditolak. Namun, ada salah satu tipe gaya belajar yang memiliki hubungan yang signifikan, yakni gaya belajar Converger. Kata Kunci : gaya belajar, hasil belajar, gender, kolb
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG BERUPA SUPLEMENT PADA MUATAN LOKAL KHAS NGAWI Muhammad Andri Wicaksono; Sihkabuden Sihkabuden; Arafah Husna
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.443 KB)

Abstract

Muatan lokal adalah mata pelajaran yang di kembangkan melalui lembaga pendidikan yang secara keseluruhan dikaitkan kebutuhan daerah lokal, ciri khas, keunggulan dan potensi daerah setempat.  Hal tersebut yang mendasari beberapa sekolah pada satuan pendidikan menengah pertama, untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal. Namun dalam proses tersebut, pendidik mengalami kesulitan untuk menjelaskan dan membuat siswa mengerti dengan pelajaran muatan lokal. Oleh karena itu, pengembang ingin membantu pendidik untuk lebih mudah dalam penyampaian materi kepada siswa menggunakan media smartphone android. Siswa bisa mempelajari materi muatan lokal hanya dengan membuka aplikasi dan memilih menu yang berupa materi dalam pelajaran muatan lokal. Dalam pembuatan media pembelajaran, pengembang menggunakan metode Lee amd Owens (2004). Alasan digunakan metode ini karena memiliki alur yang lengkap, dimulai dari tahap analisis, serta penilaian, tahap desain, tahap pengenbangan implementasi dan tahap evaluasi. Dari hasil pengembangan media pembelajaran diperoleh hasil 90% memenuhi Kriteria Ketuntasan Siswa, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa aplikasi media pembelajaran android smartphone termasuk kategori efektif atau berhasil dan layak untuk proses pembelajaran mandiri.
PENGEMBANGAN OBYEK 3D DIGITAL PADA MEJA PIRAMIDA HOLOGRAM UNTUK PEMBELAJARAN KELAS Yerry Soepriyanto; Sihkabuden Sihkabuden; Ence Surahman
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.416 KB)

Abstract

Obyek 3D digital yang dimaksud disini adalah benda tiruan dalam bentuk grafis digital ditampilkan pada piramida hologram yang terletak di atas meja. Piramida hologram sebenarnya adalah sebuah reflektor terbuat dari akrilik berbentuk piramida terpotong yang ditempatkan di atas meja. Reflektor ini mampu merefleksikan obyek dari layar monitor berukuran besar yang ditempatkan di meja menghadap ke atas. Model Lee-Owen digunakan untuk mengembangkan bahan ajar tersebut dengan tahapan analisis, desain, dan pengembangan. Tahapan analisis meliputi penilaian kebutuhan dan analisis awal-akhir. Tahapan desain terbagi menjadi dua yaitu desain bahan ajar dan desain meja piramida hologram. Tahapan pengembangan yaitu mengembangkan meja piramida hologram dan bahan ajarnya yang diujicobakan kepada mahasiswa dalam pembelajaran kelas. Pertanyaan terbuka diajukan kepada audien setelah ujicoba kedua, karena uji coba pertama audien menyatakan bahan ajar obyek 3D-nya belum jelas terlihat. Hasil pengembangan mendapat respon cukup positif dari pertanyaan terbuka yang disampaikan dan audien memberikan saran konstruktif tentang pemanfaatannya di masa yang akan datang
PENGARUH KAHOOT! TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMAN 1 BLITAR Hayyu Desi Setiawati; Sihkabuden Sihkabuden; Eka Pramono Adi
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.316 KB)

Abstract

Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelas yang belajar menggunakan game edukasi KAHOOT! dengan kelas yang belajar secara konvensional pada matapelajaran sejarah bab masa pendudukan Jepang untuk siswa kelas XI SMAN 1 Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental, nonequivalent control group design. Sampel dibagi kedalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen, yang menggunakan game edukasi KAHOOT! dan kelompok kontrol yang belajar secara konvensional. Instrumen yang digunakan  yaitu RPP dan soal test. Berdasarkan data dilapangan, rata-rata nilai pre-test kelompok eksperimen 52 lebih rendah dari kelompok kontrol 54,57. Setelah diberi perlakuan, nilai rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen 83,80 lebih tinggi dari kelompok kontrol 74,33. Dari Uji-t didapatkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.