Articles
Eksplorasi Kemampuan Representasi dan Literasi Matematis Siswa MTs melalui Pendekatan Problem Solving
Lia Fauzatu Solikhah;
Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v3i4.15288
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbeda yakni pendekatan problem solving dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini memuat kajian untuk mengeksplorasi kemampuan representasi dan literasi matematis antara siswa yang mendapatkan pendekatan problem solving dengan pembelajaran konvensional. Dari hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan pendekatan problem solving lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Selain itu, kemampuan literasi matematis siswa yang mendapat pendekatan problem solving lebih baik dibanding siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA SMA TERHADAP MATEMATIKA DENGAN PRESTASI BELAJARNYA BERDASARKAN INDIKATOR ATTITUDES TOWARD MATHEMATICS INVENTORY (ATMI)
Ramlan Rida B.;
Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v4i1.15412
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kategori hubungan antara sikap siswa SMA terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika serta faktor-faktor yang mempengaruhi sikap siswa terhadap matematika. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain penelitian squensial ekplanatory desain. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh sekolah SMA/SMK/MA berstatus Negeri yang ada di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang. Sempel berjumlah 12 sekolah yang ditentukan dengan stratified proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan nilai raport matematika siswa kelas IX dan wawancara semi terstruktur ke 24 siswa dari 12 sekolah tersebut. Analisi data yang digunakan yaitu analisis korelasi rank spearman dan uji chi-square. Hasil penelitian menujukan bahwa adanya hubungan postif yang lemah namun signifikan antara sikap siswa sma terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika. Hal ini dapat menunjukan bahwa ada sebagian siswa yang memiliki prestasi belajar matematika tinggi cenderung memiliki sikap terhadap matematika dalam kategori sedang atau rendah, sedangkan siswa dengan prestasi rendah sebaliknya.
Eksplorasi Etnomatematika Batik Krakatoa Cilegon sebagai Sumber Belajar Matematika SMP
Anisa Amalia;
Syamsuri Syamsuri;
Ihsanudin Ihsanudin
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v2i1.11640
Budaya yang berkembang dimasyarakat tanpa disadari mengandung konsep matematika di dalamnya. Konsep matematika yang terkandung di dalam budaya ini disebut etnomatematika. Etnomatematika merupakan jembatan antara budaya, matematika, dan Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik etnomatematika pada pembuatan batik Krakatoa Cilegon dan pengintegrasian batik Krakatoa Cilegon sebagai sumber belajar matematika SMP. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Instrument dalam penelitian ini merupakan peneliti itu sendiri dan tidak dapat digantikan dengan orang lain. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini berupa aktivitas dasar matematika yang dilakukan saat pembuatan batik dan konsep-konsep matematika yang terkandung pada motif batik Gunung Krakatau seperti translasi, refleksi, dan rotasi. Motif batik yang mengandung konsep matematika diintegrasikan ke dalam permasalahan materi matematika SMP sehingga dapat menjadi sumber belajar yang baru.
Eksplorasi Kemampuan Pemahaman Konsep dan Disposisi Matematis Siswa MTs melalui Model Blended Learning
Rizki Nugraha;
Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v3i4.15289
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa dengan menggunakan model blended learning dan pembelajaran konvensional. Dari temuan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemahaman konsep pada siswa yang mendapat model blended learning lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional, selain itu tingkat disposisi matematis siswa yang mendapat model blended learning lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP PADA E-LEARNING
Dwi Rachmawati;
Hepsi Nindiasari;
Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v1i2.8574
Berpikir kritis merupakan suatu proses disiplin intektual untuk membuat keputusan-keputusan yang masuk akal dalam menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan pemikiran yang produktif serta melibatkan evaluasi bukti pendukungnya dan kesimpulan lanjutan yang diakibatkannya. Rendahnya berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah Cilegon disebabkan karena peserta didik masih sulit untuk memahami pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis butir soal kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII sebanyak 22 orang dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes tertulis (essay) dan wawancara. Teknik analisis data yaitu menggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga didapat kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kategori kemampuan tinggi dengan 2 siswa secara umum dapat dikatakan bahwa berpikir kritis matematis dengan baik sesuai dengan indikator soal berpikir kritis. Peserta didik dengan kemampuan sedang dengan 16 siswa secara umum dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan sedang belum terlalu mampu mengerjakan soal tes berpikir kritis matematis dengan baik. Serta peserta didik berkemampuan rendah dengan 4 siswa dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan rendah belum sama sekali mampu dalam mengerjakan soal tes berpikir kritis matematik dengan baik.
Kesulitan Siswa dalam Proses Matematisasi Soal Cerita Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Annisa Annisa;
Syamsuri Syamsuri;
Etika Khaerunnisa
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v2i2.11700
Kesulitan belajar dapat terjadi dikarenakan siswa memandang matematika sebagai suatu materi yang menakutkan dan sukar. Salah satu materi yang sulit untuk dipahami siswa adalah bangun ruang sisi datar, dikarenakan dalam mempelajarinya memerlukan konsentrasi dan ketelitian tingkat tinggi. Dalam menyelesaikan permasalahan bangun ruang sisi datar perlu memanfaatkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari agar siswa mampu memahami secara terstruktur. Proses matematisasi adalah suatu proses guna mematematikakan suatu masalah atau memodelkan masalah secara matematis serta membangun konsep matematika dari permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa pada proses matematisasi soal cerita materi bangun ruang sisi datar. Subjek penelitian yang terdiri atas 4 siswa kelas VIII G merupakan siswa yang telah mendapatkan pembelajaran materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualiitatif deskriptif. Prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini melalui tiga tahap diantaranya (1) Tahap persiapan. (2) Tahap pelaksanaan (3) Tahap analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan yang pada proses matematisasi horizontal dan vertikal dalam menyelesaikan soal cerita materi bangun ruang sisi datar. Kesulitan pada proses matematisasi horizontal adalah tidak mampu mengidentifikasi konsep matematika yang relevan dan tidak membuat model matematika. Kesulitan pada proses matematisasi vertikal adalah tidak menggunakan representasi matematis dan tidak melakukan matematika formal.
Konstruksi Konsep Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel Bagi Siswa SMA Berdasarkan Teori APOS
Syela Rizki Amelia;
Syamsuri Syamsuri;
Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v2i1.11701
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggambarkan konstruksi konsep sistem persamaan linier tiga variabel bagi siswa SMA berdasarkan Teori APOS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah APOS Research Cycle. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa kelas XI yang telah mendapatkan materi sistem persamaan linier tiga variabel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes tertulis dan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek S mengalami mekanisme mental interiorization yaitu tahap action menuju tahap process belum sempurna, mekanisme encapsulation yaitu tahap process menuju tahap object sudah sempurna, mekanisme mental de-encapsulation yaitu tahap object menuju tahap process belum sempurna, mekanisme mental assimilation yaitu tahap object dengan adanya schema baru yaitu schema operasi aljabar belum sempurna, dan mekanisme mental coordination yaitu tahap object menuju tahap object sudah sempurna.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Belajar
Monica Sayuri;
Yuyu Yuhana;
Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v1i4.10072
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari gaya belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 1 Ciruas tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis dan angket berupa skala gaya belajar dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa masing – masing gaya belajar yaitu: auditori, visual, kinestetik, auditori visual, auditori kinestetik, dan visual kinestetik mempunyai tingkat kemampuan penalaran sedang. Berdasarkan spek kemampuan penalaran matematis, pada indikator menyajikan pernyataan matematika secara tulisan, gambar atau diagram, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar auditori visual. adapun pada indikator melakukan manipulasi, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar visual. Pada indikator menarik kesimpulan dan menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi gaya belajar yang paling baik adalah auditori visual. Sedangkan indikator menarik simpulan dari pernyataan, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar auditori visual. Pada indikator memeriksan kesahihan argumen gaya belajar yang paling baik adlah gaya belajar kinestetik. Untuk indikator menentukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar visual.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Matematika
Siska Aitami;
Syamsuri Syamsuri;
Yani Setiani
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v1i1.7924
Berbicara tentang pendidikan, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami degradasi moral yang tercermin dari kurang berkualitasnya output pendidikan di Indonesia. Sebagai contoh, maraknya kasus tawuran, narkoba dan memudarnya sopan santun dalam lingkungan masyarakat. Salah satu cara untuk mengatasi degradasi moral dengan menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika di Man 1 Kota Serang. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa MAN 1 Kota Serang. Pengambilan sampel sumber informasi untuk guru matematika dan siswa dilakukan dengan teknik sampling purposive. Berdasarkan hasil reduksi data dokumentasi, observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru matematika di MAN 1 Kota Serang telah mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan 18 karakter yang dikemukakan oleh Kemendiknas hanya terdapat 7 karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran matematika. Hal tersebut dapat dilihat melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang diintegrasikan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, jujur, rasa ingin tahu, religius, bersahabat/komunikatif, dan kreatif.
Kemampuan Metakognitif Siswa SMK dengan Gaya Kognitif Field Independent dalam Belajar Matematika
Mia Aprilia;
Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v4i2.15543
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan metakognitif siswa SMK berdasarkan gaya kognitif field independent. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa kelas X TJKT 2 di SMKN 2 Pandeglang. Instrumen yang digunakan adalah tes GEFT, tes kemampuan metakognitif, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metakognitif siswa dengan gaya kognitif field independent dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok pertama siswa menyelesaikan masalah sampai tahap evaluasi, kelompok ini cenderung berada di level reflective use. Kelompok kedua siswa melaksanakan rencana pemecahan masalah tetapi solusi yang diperoleh salah, kelompok ini cenderung berada di level metakognitif aware use.