Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengabdian Mahasiswa PLS pada Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Provinsi Jawa Timur Lestari, Ayu; Swaibatul I. A., Azzaroh; Rachmawati, Carolina Shofia; Imam S., Fanggi; Maslikhah, Sa’adatul; Shakinah M. R., Siti; Jayasaputri, Yosephine; Redjeki, Endang Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4498

Abstract

Salah satu kegiatan dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 7 adalah pelaksanaan Lokakarya Orientasi untuk mewujudkan proses belajar di pendidikan guru penggerak serta pelibatan mahasiswa magang dari program studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Universitas Negeri Malang. Lokakarya orientasi tersebut dilaksanakan dengan beberapa tahap dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, hingga tahap pelaporan. Tujuan dari adanya lokakarya ini adalah Calon Guru Penggerak dapat memahami program Pendidikan Guru Penggerak dari alur, peran dari adanya tim pendukung, dan kompetensi lulusan, mengidentifikasi posisi diri pada kompetensi Guru Penggerak, memiliki rencana guna dapat mengembangkan kompetensi diri, memahami pentingnya membuat portofolio. Hasil dari lokakarya ini adalah Calon Guru Penggerak mampu mengidentifikasi dan menjelaskan harapan yang hendak dicapai, dan ketakutan ketika program berlangsung, mampu mengidentifikasi rintangan-rintangan yang akan dihadapi dan bantuan yang akan didapatkan, dan calon guru penggerak dapat menuliskan rencana pengembangan kompetensi diri. Serta, mahasiswa magang dari PLS, Universitas Negeri Malang dapat mempelajari dan mempraktikkan secara langsung keilmuan PLS pada dunia kerja.
Training on Clothing Design from Sarung Material as a Tourism Icon in Malang City Redjeki, Endang Sri; Choiro, Umu Da'watul; Listyaningrum, R. Anggia; Haidar, Muslim
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 12, No 1 (2024): Kolokium : Publishing April 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v12i1.824

Abstract

The Polowijen cultural village, Malang City, is packaged educationally for visiting tourists, this is to introduce the culture of Malang City which is still preserved and managed by the residents of Polowijen Village. Sarong cloth is a cloth that is used every day and can be used as a potential for cultural development in Polowijen Village. The method used in this community service activity is the method. The implementation method is a way of carrying out activities by determining activity steps related to the problems faced by The community, in this case, are the tailors who are members of the KWP group, with a network of cooperation, participatory work action and monitoring. Based on the results of the service regarding branding sarongs as several clothing options, it can be concluded as follows: (1) Polowijen Village, Malang City, has now branded itself as a sarong sewing center with various types of clothing products. (2) The tailors in Polowijen are more creative and collaborate more with each other in making sarongs as creative as possible. (3) Collaboration was established between the tailors and the Polowijen sub-district cooperative and the Malang City Trade and Industry Department which was able to increase sarong sales figures. (4) There has been an increase in the economy as evidenced by the relatively cheap purchase price of sarong cloth which can achieve profits of up to 200% for every production of 1 sarong cloth.
Peningkatan Kapasitas Pembelajaran Indoor dan Outdoor PAUD Melalui ABCD di TK/KB Laboratorium UM Ica Purnamasari; Endang Sri Redjeki; Ellyn Sugeng Desyanty; Zahra Firdaus; Alby Aruna
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.87

Abstract

Pengabdian masyarakat dalam artikel ini menyoroti peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak-anak PAUD di TK/KB Laboratorium UM, mengadopsi metode ABCD (Asset Based Community Development). Metode inovatif ini menggabungkan pembelajaran aktif dengan pengalaman langsung anak, memaksimalkan aset sekolah untuk merancang kegiatan yang mendorong perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan fisik anak. Kegiatan belajar yang dirancang eksplisit memanfaatkan lingkungan indoor dan outdoor, menciptakan strategi pembelajaran yang efektif dan holistik. Metode ABCD memfasilitasi integrasi unik antara teori dan praktik, mengakomodasi kebutuhan spesifik anak-anak PAUD dan memberikan pengalaman belajar menyeluruh. Strategi ini tidak hanya memfokuskan pada peningkatan kapasitas belajar, tetapi juga mempromosikan keseimbangan antara pembelajaran formal dan informal. Setiap aspek dari lingkungan belajar, baik indoor maupun outdoor, dioptimalkan untuk mendukung perkembangan multidimensional anak. Artikel ini memberikan bukti teknis mengenai efektivitas integrasi lingkungan belajar. Kegiatan inovatif dan kreatif, yang diperkaya dengan pendekatan ABCD, telah memberikan kontribusi signifikan pada perkembangan anak-anak PAUD di TK/KB Laboratorium UM. Hasilnya, ini menciptakan fondasi pembelajaran yang kuat, mendukung perkembangan keterampilan kognitif dan sosioemosional anak-anak dalam setting yang aman dan mendukung.
Analisis Faktor Penghambat Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas di Indonesia : Literature Review Ilham Budi Prasojo; Nurnaningsih Herya Ulfah; Dian Mawarni; Endang Sri Redjeki
Journal of Applied Science for Pharmaceuticals and Health Vol 1 No 1 (2024): Journal of Applied Science for Pharmaceuticals and Health (June)
Publisher : Centre of Applied Science for Pharmaceutical Science Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jasph.2024.1.1.11936

Abstract

Penerapan SIMPUS di Indonesia akan menimbulkan berbagai macam tantangan-tantangan yang dapat mengahambat jalannya penerapan SIMPUS. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan tantangan penerapan SIMPUS muncul dalam berbagai macam faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tantangan dalam penerapan SIMPUS di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi literature yang menggunakan data sekunder dari publikasi yang telah diterbitkan pada database google scholar dalam rentang waktu lima tahun terakhir dan relevan dengan topik pembahasan. Kriteria inklusi ditetapkan dalam pencarian artikel. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 892 artikel yang sesuai dengan search term, dan 871 dikeluarkan dengan alasan duplikasi, tidak dapat diakses secara full paper, tidak sesuai topik, tidak sesuai tahun, terindikasi tugas/skripsi/disertasi, sehingga menyisakan 24 artikel yang akan diuji kelayakan, dan menghasilkan 17 artikel yang lolos uji kelayakan dan akan dilakukan sintesis secara naratif. Hasil analisis menunjukkan penerapan SIMPUS di Indonesia memiliki berbagai macam tantangan yang disebabkan oleh beberapa faktor yang terdiri atas faktor teknologi, infrastruktur, sumber daya manusia, kebijakan dan dukungan manajemen, benefit.
Effectiveness of 3D poster in improving menstrual hygiene knowledge among adolescent girls: A quasi-experimental study Rani Mustikawati; Windi Chusniah Rachmawati; Endang Sri Redjeki; Nurnaningsih Herya Ulfah
Public Health and Occupational Safety Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Public Health and Occupational Safety Journal (PHOSJ)
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56003/phosj.v1i1.531

Abstract

Background: Personal hygiene during menstruation is important and must be applied during the menstrual cycle. Suppose personal hygiene during menstruation is not maintained correctly. In that case, adolescent girls have the potential to experience health problems such as vaginal discharge, irritation of the genital area, allergies, inflammation, and Urinary Tract Infection (UTI). As many as 75% of women in Indonesia have experienced vaginal discharge once, while 45% have experienced it more than 2 times. Objectives: This study aimed to determine the effectiveness of 3D posters in increasing knowledge about personal hygiene during menstruation. Methods: The research method used was Research and Development (R&D), which was conducted through a pre-experimental approach with one group pretest-posttest. Ninety-five adolescent girls in class VII of State Junior High School 13 Malang participated in the study obtained using a purposive sampling technique. The research instrument used a closed-type questionnaire with 10 items to measure knowledge. Results: The 3D poster product obtained a percentage value of media feasibility of 95% for the media aspect and 92% for the material aspect, which means it is very feasible to use. After the intervention, it is known that there is an effect of providing health education using 3D posters on the knowledge of adolescent girls regarding personal hygiene during menstruation according to the p-value = 0.000 from the Wilcoxon test. Conclusions: Personal hygiene education during menstruation should be done more often to improve the knowledge of adolescent girls. The findings support the use of 3D media in menstrual health promotion, especially in schools with limited resources.
DEDAYA (Desa Berdaya): Independent Economic Development of Poncokusumo Village Community Through Orange Peel Waste Processing to Create Village Independent Income Latifa Al Muta Ali; Amanda Rahadatul Aisy; Adhiwa Restuanggara Saeputra; Nora Silvia Siahaan; Yogi Riyandika; Endang Sri Redjeki
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 2 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i2.1018

Abstract

Poncokusumo Village, located in Poncokusumo Subdistrict, Malang Regency, has significant potential in orange and apple cultivation. The 484-hectare area is estimated to produce 1.8 tons of commodities per 1000 square meters. The DEDAYA program aims to develop a self-sustaining economy in Poncokusumo Village, thereby achieving village independent income and enhancing the village’s strengths through the utilization of orange peel waste into products such as tekaje flour, o-jie-tea, orange chili sauce, and eco-enzyme. This solution involves a holistic approach through (1) socialization and business assistance in developing and managing orange peel waste, and (2) the establishment of the DEDAYA (Desa Berdaya) institution responsible for the structured management of the program. The outcomes include processed orange peel products and scientific publications in Sinta 3 journals. The program’s success is measured by training existing entrepreneurs and enhancing the role of local institutions in supporting village independent income through the DEDAYA program