Claim Missing Document
Check
Articles

Designing Branding Kampoeng Bebek and Telur Asin Sidoarjo Kebonsari Village Based Education Tourism In An Effort To Increase Tourism Potential Tourism Village Estherlita, Tria Kuswidya; Bahruddin, Muh; Riqqoh, Abdullah Khoir
Jurnal Art Nouveau Vol 5, No 2 (2016): Membuka Kesadaran Visual untuk Memecahkan Masalah Lingkungan, Budaya, dan Sosia
Publisher : Jurnal Art Nouveau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of designing branding Kampoeng Bebek is to increase the potential of the village as an educational tourist attraction in Sidoarjo. This research was conducted with qualitative methods obtained through the interview process, documentation, observation and study literature so that the data used is capable of supporting the creation of a design concept branding Kampoeng duck. The concept in this study were obtained from the SWOT analysis, STP, and the USP cornered back so find the keyword "fresh" will be used in this study. In the dictionary of KBBI "fresh" has a new meaning or concept then refurbish the deed who wants to show up is the process of update that is manifested by the presence of education and renewal in the process of the introduction of the educational tours in Kampoeng Bebek. So this will be visualized in design creative with objects that characterizes mojosari duck icon is processed and in Kampoeng Bebek and Telur Asin. The result of designing branding is to create Kampoeng bebek known to travelers with the means of education. Keywords: Branding, Kampoeng Bebek and Telur Asin, Village Kebonsari Sidoarjo, Education Tourism.
Perancagan Brand Identity Museum Loka Jala Crana Surabaya Berbasis Sejarah dan Sains Sebagai Upaya Pengenalan Laboratorium Pendidikan bagi Masyarakat Uqba, Muhammad Tuhmadu; Bahruddin, Muh; Yurisma, Dhika Yuan
Jurnal Art Nouveau Vol 5, No 2 (2016): Membuka Kesadaran Visual untuk Memecahkan Masalah Lingkungan, Budaya, dan Sosia
Publisher : Jurnal Art Nouveau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of Loka Jala Crana Museum of Surabaya brand identity design is to introduce the laboratory for education to society. The design used within this thesis research is the methods of qualitative data collection which is done by conducting interview, observation, documentation, and study of existence which is very important to determine the design of the research concept. Of the data analysis result, the concept design obtained is enchant. In the next stage, the word discover is then chosen to follow the word enchant. When the term Enchanting Discovery is translated into Bahasa, it means penemuan mengagumkan, that further is taken as the concept. Enchanting is the description of learner’s curiosity on what they've been found while exploring the history at Loka Jala Crana Museum of Surabaya. Then, it becomes the strategy to introduce Loka Jala Crana Museum of Surabaya as the laboratory for education. One of them is to explore the heroic story, educate, empower, and improve the effectiveness of campaign media to schools. So that, it is expected that it can support the brand identity design introducing Loka Jala Crana Museum of Surabaya as the laboratory of education.Kata Kunci: Brand Identity, Loka Jala Crana Museum of Surabaya, History and Science, Laboratory of Education
PARTISIPASI PUBLIK: ISU AGAMA DAN POLITIK DALAM KONTEKS DEMOKRASI DI MEDIA ONLINE Bahruddin, Muh.
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang partisipasi publik dalam konteks demokrasi di media online, khususnya terkait isu agama dan politik.  Partisipasi pengguna media online yang sangat masif tidak serta merta menghadirkan sebuah  ruang publik yang mengedepankan rasionalitas, kejujuran, tanpa tekanan dari siapapun, bahkan dari mayoritas sekalipun. Sebaliknya, media online yang berkembang saat ini justru rentan konflik, ujaran kebencian, hujatan, berita palsu (hoax), dan sejenisnya. Inilah yang membuat sejumlah pakar pesimistis bahwa media online bisa dijadikan sebagai ruang demokrasi. Artikel ini mencoba menawarkan perpaduan antara teori public sphere dengan kehadiran negara sebagai fasilitator sehingga memungkinkan terciptanya demokrasi deliberatif di media online.
Mitos Kelas Menengah ke Atas dalam Desain Iklan Politik Risma-Bambang Bahruddin, Muh.
Nirmana Vol 14, No 1 (2012): JANUARY 2012
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.14.1.1-10

Abstract

Local elections (pilkada) in the entire territory of Indonesia affect the huge presence of the candidate's political advertising. This study examines myths about the middle to upper class in political advertising design of Risma-Bambang who won the mayoral election of Surabaya in 2010. This advertising design is interesting to study because it has a different concept of political advertising in general (out of the mainstream). The other candidate's political advertising design accentuate the face image in attracting potential voters in contras to political advertising design of Risma- Bambang that shous just a lot of display symbols that are accompanied with the tagline "Not The Others". Using a semiotic analysis from Roland Barthes, the results of this study indicate that in order to create the myth of middle to upper class in Surabaya, political advertising of Risma-Bambang has been labeled with the symbols of sandal slippers, penguin, and reading a book. This myth is known after doing an analysis of the paradigmatic, syntagmatic, denotation, and connotation in political advertising design of Risma-Bambang. The myth of the middle to upper class is imaged with intelligence, relaxing, and fun through these symbols.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Media melalui Film dan Model Discovery Learning Muh. Bahruddin
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 12, No 2 (2020): JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL, DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v12i2.17116

Abstract

This study aims to determine the increase in critical thinking skills of Visual Communication Design studens at Universitas Dinamika in the mass media. This research focuses on the ability to identify, discover, and solve problems. Researcher used a film medium called "Green Hornet" (2011) by Michel Gondry combined with the discovery learning model. This film tells the story of the production process of the media (newspapers) in the hands of readers. There are interference from media owners, journalists, and other conditions on an issue that will be published by the media. The "discovery learning" model provides an opportunity for students to actively search for, gather, and compile information in order to describe a knowledge. While a lecturer provide data or instructions (models) to find out what students must learn. The lecturer must also review and provide a review of the student's independent learning outcomes. Researcher ask questions that fit the indicators of critical thinking using newspapers and television media. The results of this study were the students' critical thinking skills improved. In cycle 1, students are able to increase their critical power when identifying titles, subtitles, words, phrases, sentences, paragraphs, and captions. While in cycle 2, improvement occurs when students identify images or visuals, tables, charts, and problem solving.
TINJAUAN PEMIKIRAN ELIHU KATZ: MEDIA, TEKNOLOGI, DAN EFEK Muh. Bahruddin
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 2, No 2 (2021): Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elihu Katz membagi empat tradisi penelitian komunikasi yang menjelaskan efek media. Pertama, tradisi kritis yang menekankan kepemilikan media. Kedua, teori teknologi yang berfokus pada bagaimana media menentukan cara berpikir khalayak. Ketiga, teori isi yang melihat kemampuan media dalam mempengaruhi khalayak. Keempat, tradisi kontekstual yang berfokus pada bagaimana khalayak ditempatkan oleh media. Keempat pendekatan ini menarik Katz untuk mempelajari media massa lebih jauh. Perkembangan teknologi membuat kajian media massa semakin progresif. Tulisan ini membahas bagaimana Katz memetakan efek media yang didasarkan pada tradisi dan bagaimana keterlibatan teknologi komunikasi mengubah banyak konsep dan efek media massa hari ini.
POLITISASI MEDIA DAN EKSEKUSI MATI TERPIDANA NARKOBA Muh. Bahruddin
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 7, No 1: April 2014
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.593 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v7i1.3101

Abstract

eksekusi berita obat dihukum menjadi berita yang paling penting pada pertengahan Januari 2015 untuk seminggu. Beberapa media, terutama televisi, meledakkan berita tentang eksekusi obat dihukum.Masalahnya, berita ini menjadi sebuah drama kematian. Kemampuan media untuk menggambarkan peristiwa melalui penyusunan berita dapat membuat orang mengubah persepsi mereka tentang bahayanarkoba ke dalam peristiwa manusia. Dalam teori Agenda Setting, media telah dijadwalkan kepentingan politiknya melalui berita yang tampaknya menjadi berita yang paling penting dari berita lainnya. Agendamedia bisa agenda publik sehingga masyarakat dapat memiliki agenda yang akan datang peristiwa yang paling penting. Dengan melakukan proyeksi, seleksi, dan framing dari masalah ini, media bahkan mampumengubah persepsi masyarakat tentang bahaya narkoba. Artinya, masalah obat tidak lagi menjadi masalah yang bisa merusak generasi bangsa, tetapi proses kematian hukuman mati yang merupakan fokus darimasyarakat, sehingga menimbulkan kasih sayang dan sentuhan manusia.
PEMAKNAAN SIMBOL REOG PONOROGO DALAM TRADISI JAWA: SEBUAH KAJIAN KRITIS Dhika Yuan Yurisma; Muhammad Bahruddin
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 6, No 01 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 36/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v6i01.2070

Abstract

ABSTRACT This research attempts to dismantle the meaning in the Ponogogo Reog symbol by using Javanese tradition studies, both in asthabrata teachings and Javanese cosmogony: keblat papat kelimo pancer. This research is important because not many people understand the meaning contained in the Reog symbols. On the other hand, the Reog symbols are now being reduced by the interests of commercialism so as to eliminate the valuable values in them. This can be seen in the use of Reog symbols which are used as a citybranding media in the city of Ponorogo and performances that come out of the standards Reog tradition. Reog's art has turned into a commodity that is traded to the market. This study uses qualitative methods using a critical paradigm. A paradigm that assesses social reality is not a neutral reality, but is deliberately shaped by and for political, economic, and social interests that are dominated by dominant groups in society by collecting data through observation and in-depth interviews with experts in the field of Javanese culture, specifically about Reog to obtain the meaning of the Reog Ponorogo symbol from Javanese tradition. The results of this study describe the meaning in the Reog symbol and see the development of traditional Javanese art is reduced by market interests. The symbols in Reog Ponorogo have meanings related to lust that exists in humans. Symbolization in Reog's art forms valuable meanings and values in society. in general, Reog Ponorogo is a show that can provide guidance in living life for those who see it or understand it deeply. Reog is no longer an art and culture that requires special rituals in every performance but is commodified into a commercial merchandise. At this stage, Reog's products are adjusted to market demands with market standards as well. Products related to Reog are then mass-produced and even made replicas that resemble Reog. Keywords: Reog, Ponorogo, Symbols, Meanings, Cultural Values, Commodities ABSTRAK Penelitian ini berusaha membongkar makna dalam simbol Reog Ponorogo dengan menggunakan kajian tradisi Jawa, baik dalam ajaran asthabrata maupun kosmogoni Jawa: keblat papat kelimo pancer.Penelitian in penting karena tidak banyak masyarakat memahami makna yang terkandung dalam simbol-simbol Reog. Di sisi lain, simbol-simbol Reog saat ini mulai direduksi oleh kepentingan komersialisme sehingga menghilangkan nilainilai adiluhung di dalamnya.Hal ini tampak dalam penggunaan simbol-simbol Reog yang digunakan sebagai media citybranding kota Ponorogo maupun pertunjukan-pertunjukan yang keluar dari pakem-pakem tradisi Reog. Seni Reog berubah menjadi sebuah komoditas yang diperdagangkan ke pasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan paradigma kritis. Sebuah paradigma yang menilai realitas sosial bukan sebagai sebuah realitas yang netral, melainkan sengaja dibentuk oleh dan untuk kepentingan politik, ekonomi, dan sosial yang dikuasai oleh kelompok-kelompok yang dominan dalam masyarakat dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada ahli bidang kebudayaan Jawa, khususnya tentang Reog untuk memperoleh makna-makna simbol Reog Ponorogo dari tradisi Jawa. Hasil dari penelitian ini mendiskripsikan makna dalam simbol Reog sekaligus melihat perkembangan seni tradisional Jawa ini tereduksi oleh kepentingan pasar. Simbol-simbol dalam Reog Ponorogo memiliki makna terkait dengan nafsu yang ada dalam diri manusia. Simbolisasi dalam kesenian Reog membentuk makna-makna dan nilai-nilai adiluhung di masyarakat. secara umum, Reog Ponorogo merupakan sebuah pertunjukan yang bisa memberikan tuntunan dalam menjalani kehidupan bagi yang melihatnya atau mengerti secara mendalam. Reog bukan lagi sebuah seni budaya yang memerlukan ritual khusus dalam setiap pertunjukan melainkan dikomodifikasi menjadi sebuah barang dagangan yang dikomersialkan. Pada tahapan ini, produk Reog disesuaikan dengan permintaan pasar dengan standar-standar pasar pula. Produk-produk yang berkaitan dengan Reog kemudian diproduksi secara massal bahkan dibuat replika-replika yang menyerupai Reog. Kata Kunci: Reog, Ponorogo, Simbol, Makna, Nilai Budaya, Komoditas
Konstruksi Citra Negara dan Diplomasi Publik melalui @America di Kalangan Masyarakat Muslim Indonesia Samiaji, Andis; Bahruddin, Muh.; Harry; Hidayat, Endik
Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Medium Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/medium.2021.vol9(2).8836

Abstract

Nation image in the international league possess an urgent task, especially when a country is establishing a relationship and running a strategical errand across the world. United States is one of such country that has their diplomats towards numerous countries and it is important for them to build and maintain their image. This is done in order to maintain the authority order in other countries, such as Indonesia. Despite valuing human rights and freedom, United States of America’s reality is far from the claim. Several cases such as War on Terrorism has received many critics since the 9/11 tragedy. This phenomenon is not only considered a discrimination towards Muslim community across the globe, but also has taken numerous lives in the process. As the result, Indonesia’s perception towards the United States is gradually deteriorating over time, which leads to the US’ policy to build their first cultural center, fueled by state of the art technologies, named @america. This facility has proven to be a positive image for United States towards Indonesians, especially Muslims.
Perancangan Infografis Asi Eksklusif sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat pada Gizi Bayi Yurisma, Dhika Yuan; Bahruddin, Muh; P, Sigit
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 3 No. 02 (2017): August 2017
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v3i02.1299

Abstract

Media berbasis infografis masih jarang ditemui di dinas-dinas kesehatan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), posyandu, BKIA, bidan, rumah sakit bersalin, dan lain sebagainya. Di tempat-tempat tersebut hanya menampilkan gambar ibu-ibu menyusui. Dari tahun ke tahun, gambar tersebut tidak banyak perubahan, kecuali hanya menginformasikan bahwa ASI Eksklusif adalah asupan utama bayi yang sangat penting.Penelitian ini bertujuan untuk merancang infografis yang akan diimplementasikan melalui media poster yang bertujuan memberikan informasi tentang pentingnya ASI Eksklusif. Peneliti berharap bahwa perancangan infografis ini mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya orangtua untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya gizi bayi. Infografis dimaksudkan untuk mengomunikasikan informasi dengan cara yang jelas melalui grafis (gambar), mudah dipahami masyarakat awam, dan menjadi media komunikasi yang efektif. Dengan menggunakan metode wawancara mendalam kepada tenaga kesehatan atau media, ibu rumah tangga, akademisi, maka hasil yang telah dicapai dalam penelitian ini adalah desain infografis yang dituangkan dalam sebuah poster menjadi media yang penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi tentang pentingnya ASI. Minimnya publikasi tentang ASI menjadikan poster desain infografis menjadi sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, peneliti menggunakan gaya desain flat design dalam merancang desain infografis. Gaya ini mudah diaplikasikan dan relevan ditujukan sesuai target dan segmentasi.  Kata Kunci: ASI Eksklusif, Infografis, Flat design
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdullah Khoir Riqoh Abdullah Khoir Riqqoh Achmad Reza Pahlevi Achmad Yanu Aliffianto Afrizal Rudiansyah, Afrizal Agung Setiyo Budi, Agung Setiyo Ake Arif Radhian Primanta Alfathan, Ika Ananda Kurnia Mirani Andika Agung Sutrisna Anisa Ayu Ratna, Anisa Ayu Ansori, Agung Gumelar Apriannoor, Ilham Bangun, Nurlina Baptista, Jose Lobo Darussalam Darussalam, Darussalam Darwin Yuwono Riyanto, Darwin Yuwono Dea Anindyta Putri Latul Dewi Restya Andriani, Dewi Restya Dhafi Kusuma Adam Dhika Yuan Yurisma Dinda Cholifah Putri, Dinda Cholifah Dito Febry Pradityo, Dito Febry Duanda Lis Septiawan Dwi Estining Tyas Dwinata Puspasari, Dwinata Eka Satriawan Kusuma Wijaya, Eka Satriawan Kusuma Ekky Fardhy Satria Nugraha Eko Cahyono Saderi, Eko Cahyono Estherlita, Tria Kuswidya Fani Ismawati Yunitasari Fenny Tri Nur Azizah, Fenny Tri Nur Hani Hani Tanzilia Ifadhah, Hani Hani Tanzilia Hardman Budiardjo, Hardman Harry Harry, Harry Hendri Rahman Susetyo Hendrikus Rian Prayuda Herdiansyah Dwi Saputra Hidayat, Endik Hidayat, Galih Rendy Hogi Er Pranata, Hogi Er I Gede Yudha Pratama Ibadurrokhman, Ibadurrokhman Ilham Rizaldi Permadi Putra Imansyah, Surya Adi In Mamal Siin Fara Dewinta Pramanda Jamhari Jamhari Jessy Octavia Andrele Karsam Karsam Kennedy Rony Dewantara Widodo Khurriyatur Rosyidah Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya Lia Wardah M Faizal Rizal, M Faizal M Fauzil Ali, M Fauzil Muhammad Nur Aminuddin Mukadar, Winda Tri Astami Mustakim, Wilyan Nathanael, Clemen Ogi Nindyaning Ayu Nareswari, Nindyaning Ayu Nurajizah Nurajizah P, Rega Ayu Pam Pam Januar Maulana Poetri, Indah Andini Pradhika, Moch Romawan Prakasa, Aditya Agung Pratama, Reza Nanda Prayoga, Al Lukman Arif Priyogatama, Debby Damar Putri Erdiana, Setya Rachmat Isa Asera Nempung Rasyuqa Asyira Hafiidh Rifky Rafsanjani Abbas Rinda Oktarina Riyansa England Fernandez, Riyansa England Rizal Afriansyah Rizky Julian Pratama, Rizky Julian Rizky Senja Pahlawan P.B, Rizky Senja Royyan Hidayat, Royyan Rustono - Ryan Setiawan Samiaji, Andis Satrio Arif Wicaksono, Satrio Arif Sembodo, Kukuh Priyo Setya Putri Erdiana Sigit P, Sigit Sigit Prayitno Yosep Stefanus Lutfi Eliazer Sugiharto Adhi Cahyono, Sugiharto Adhi SUTIKNO Sutikno Sutikno Swandawidharma, Yohanes Ev Syarful Laziem Tantri Windarti Thomas Hanandry Dewanto Uqba, Muhammad Tuhmadu Uzda Nabilah Shabiriani, Uzda Nabilah Virgiawan Tri Wijardito, Virgiawan Tri Yoda Aji Mahendra Yuan Yurisma, Dhika Zainul Arifin