p-Index From 2021 - 2026
6.426
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) LINK Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Kesehatan Vokasional Jurnal Kesehatan Komunitas Media Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Jurnal Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Reproduksi JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Influencing Utilization of Chronic Disease Management Programs among Adults with Diabetes in Primary Care: A Scoping Review Shofiyana Shofiyana; Sutopo Patria Jati; Farid Agushybana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52376

Abstract

Chronic disease management programs (CDMPs) in primary health care aim to improve outcomes and reduce avoidable utilization for people with type 2 diabetes, yet enrollment, engagement, and sustained use vary widely across settings. Objective: To map factors influencing utilization of CDMPs among adults with diabetes in primary care and identify leverage points to improve uptake and sustained participation. Methods: We conducted a scoping review of 12 original studies across diverse health systems, synthesizing patient-, program-, provider-, system-, and technology-level determinants of utilization. Results: Utilization was shaped by insura nce coverage and costs, care access and convenience, service quality, referral processes, provider capacity, health literacy, motivation, social support, and fit with clinic workflows. Evidence from Indonesia’s Prolanis linked program engagement to national insurance membership, primary care use, and glycemic monitoring, with active participation associated with fewer outpatient visits (Putra et al., 2024). Family support and perceived service quality strongly predicted active participation (Cahyaningrum et al., 2024). Technology-enabled programs such as remote patient monitoring (RPM) and telemedicine showed promise for widening access when adequately resourced and integrated, but sites reported variable delivery strategies and implementation barriers (staffing, leadership buy-in, reimbursement, and EHR workflows) (Kirkland et al., 2023). Conclusions: Multi-level, context-adapted strategies are needed to optimize CDMP utilization, including streamlined EHR-enabled referrals, aligned incentives, family-engaged care, provider training, and flexible digital options that fit clinic workflows and patient preferences.
Kepercayaan Pasien Terhadap Teknologi Kecerdasan Buatan di Bidang Kesehatan: A Scoping Review Karisa Andini; Farid Agushybana; Cahya Tri Purnami
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53212

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan kesehatan telah memperkuat sistem pelayanan melalui peningkatan akurasi diagnostik, efisiensi operasional, serta dukungan dalam pengambilan keputusan klinis. Namun demikian, keberhasilan implementasi AI sangat bergantung pada tingkat kepercayaan pasien terhadap teknologi tersebut. Ketidakpahaman mengenai cara kerja algoritma, kekhawatiran terkait privasi data, serta kurangnya transparansi menjadi faktor yang sering menghambat penerimaan pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan pasien terhadap penggunaan kecerdasan buatan di bidang kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Scopus dengan kata kunci “Patient Trust”, “Public Acceptance”, “Artificial Intelligence”, “Medical AI”, “Machine Learning”, dan “Healthcare”. Artikel dipilih menggunakan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Analisis tematik menunjukkan empat kelompok faktor utama yang memengaruhi kepercayaan pasien, yaitu: (1) persepsi manfaat dan risiko AI, (2) transparansi, kemampuan sistem untuk dijelaskan (explainable AI), serta keamanan data, (3) pengalaman pengguna, literasi digital, dan faktor demografis, serta (4) keandalan teknologi, pengawasan tenaga kesehatan, dan dukungan organisasi. Temuan menunjukkan bahwa kepercayaan meningkat ketika pasien memahami peran AI, memperoleh penjelasan yang jelas, dan mengetahui bahwa keputusan akhir tetap berada pada tenaga kesehatan. Kesimpulan: Kepercayaan pasien merupakan komponen fundamental dalam penerapan kecerdasan buatan di layanan kesehatan. Pengembangan sistem AI yang transparan, aman, berpusat pada pasien, serta didukung oleh regulasi dan pengawasan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan penerimaan teknologi yang optimal.
Pengaruh Fitur Voice to Text pada SIMPUS terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan: Suatu Scoping Review Vena Pebriyanti Seno; Sri Achadi Nugraheni; Farid Agushybana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53214

Abstract

Penerapan teknologi speech recognition atau voice to text dalam sistem informasi kesehatan menjadi salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan efisiensi dokumentasi dan kinerja tenaga kesehatan, khususnya di fasilitas layanan primer seperti Puskesmas. Scoping review ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan teknologi voice to text, manfaat, tantangan, serta dampaknya terhadap kinerja tenaga kesehatan berdasarkan literatur internasional dan nasional tahun 2020–2025. Review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran pada basis data ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kombinasi kata kunci terkait voice to text, sistem informasi kesehatan, dan kinerja tenaga kesehatan. Dari 398 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil review menunjukkan bahwa voice to text mampu meningkatkan efisiensi waktu dokumentasi, mengurangi beban kerja administratif, meningkatkan akurasi input data, serta meningkatkan pengalaman pengguna baik bagi tenaga kesehatan maupun pasien. Meskipun demikian, tantangan terkait akurasi dalam kondisi lingkungan bising serta kesiapan pengguna masih perlu diperhatikan. Secara keseluruhan, scoping review ini menunjukkan bahwa integrasi voice to text pada SIMPUS berpotensi mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas.
Hubungan antara penggunaan Telemedicine dengan kepuasan pasien selama pandemic Covid19 Sugeng Riyadi; Farid Agushybana; Septo Pawelas Arso
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i2.2461

Abstract

Peningkatan besar dalam penyediaan telemedis, atau layanan klinis jarak jauh, selama beberapa bulan pertama pandemi Covid19. Telemedis telah terbukti mengurangi kebutuhan kunjungan langsung bagi pasien yang sedang dalam masa tindak lanjut atau yang mungkin memerlukan pengobatan tertunda. Penelitian bertujuan menghimpun informasi untuk mengetahui hubungan penggunaan telemedisin dengan kepuasan pasien selama pandemic covid19. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review dengan Meta-analisis. Dilakukan dengan mengambil artikel dari jurnal internasional melalui database electronic Pubmed dan Google Scholar dalam rentang waktu 2018-2023 kemudian dianalisis dengan software Openmee. Hasil analisis dilakukan pada 7 artikel jurnal terpilih menunjukkan bahwa penggunaan telemedisin memiliki hubungan dengan kepuasan pasien selama pandemic covid19 (p=<0,001). Dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara penggunaan telemedisin memiliki hubungan dengan kepuasan pasien selama pandemic covid19. Hal ini dapat menyebabkan pentingnya pengembangan layanan telemedisin sebagai langkah pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh dengan menjamin kualitas pelayanan dan kualitas sumber daya manusia.
Behavioral Factors of Dentists in Completing Electronic Medical Records: Scoping Review Shafira Raudya Aidina; Chriswardani Suryawati; Farid Agushybana
Journal of Social Research Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i1.1687

Abstract

Ensuring comprehensive medical records is a crucial aspect of delivering effective healthcare in hospitals, with a particular focus on dental services. This research delves into the dynamics of the relationship between a dentist's behavior and the completeness of odontogram filling. The study focuses on a comprehensive analysis of performance expectations, effort expectations, social influence, and facilitating conditions. Through this examination, the goal is to positively influence dentist behavior, leading to improvements in the quality of odontography documentation. The findings aim to contribute valuable insights for enhancing dental practices. Adopting a qualitative research methodology with a scoping review approach, the investigation identifies various categories of dentist behavior in filling out electronic medical records. These categories are delineated based on the multifaceted aspects of performance expectations, effort expectations, social influence, and facilitating conditions. To augment the completeness of odontography filling, the research underscores the importance of considering the factors identified within these aspects. By addressing the nuanced interplay between these elements, interventions can be strategically designed to positively impact dentist behavior and, consequently, elevate the standard of odontography documentation. This research contributes valuable insights to the ongoing efforts aimed at refining the implementation of health services and ensuring meticulous medical record-keeping, particularly in the dental domain.
Efektivitas Sistem Informasi Berbasis Aplikasi Digital dalam Manajemen Surveilans Karies Gigi pada Anak : Systematic Review Larasati Wahyu Meilia; Sri Achadi Nugraheni; Farid Agushybana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55179

Abstract

Latar belakang Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dijumpai pada anak-anak di Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Sistem pencatatan surveilans karies di Puskesmas masih banyak dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan keterlambatan informasi, duplikasi data, dan kesulitan analisis epidemiologis. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengintegrasikan aplikasi Early Detection of Life Quality based on Caries (DLQC) ke dalam sistem informasi, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pencatatan, pelaporan, dan efisiensi kerja tenaga kesehatan. Metode Penelitian menggunakan pendekatan scoping review dengan tahapan sistematis berdasarkan kerangka PRISMA. Artikel dicari melalui basis data internasional dan nasional dengan kriteria inklusi publikasi 10 tahun terakhir. Sebanyak 10–13 jurnal terpilih dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tren, tantangan, dan peluang pengembangan aplikasi DLQC. Hasil Analisis literatur menunjukkan bahwa aplikasi digital, termasuk intraoral scanner, imaging berbasis AI, dan sistem informasi kesehatan gigi di Puskesmas, terbukti meningkatkan akurasi diagnosis dini, efisiensi pencatatan, serta mempercepat pelaporan surveilans karies anak. Kesimpulan Integrasi aplikasi DLQC dalam sistem informasi manajemen kesehatan gigi anak di Puskesmas berpotensi besar meningkatkan kualitas surveilans, memperkuat program intervensi, dan mendukung pelayanan kesehatan gigi anak yang lebih efektif. Kata Kunci: karies gigi anak, sistem informasi manajemen, Puskesmas, aplikasi DLQC, surveilans digital
Efisiensi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Dalam Mendukung pelayanan Rumah Sakit: Scoping Review Nasywa Hanifati; Farid Agushybana; Cahya Tri Purnami
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59145

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan rumah sakit di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis implementasi SIMRS dalam mendukung efektivitas pelayanan rumah sakit melalui pendekatan scoping review. Artikel dikumpulkan dari beberapa basis data ilmiah dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 11 artikel relevan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMRS mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat proses administrasi pasien, mempermudah akses data medis, meningkatkan koordinasi antar unit rumah sakit, serta mendukung implementasi Rekam Medis Elektronik. Namun, beberapa tantangan masih ditemukan, seperti keterbatasan infrastruktur, koneksi internet yang tidak stabil, rendahnya kesiapan pengguna, serta masalah keamanan informasi. Secara keseluruhan, SIMRS memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas pelayanan rumah sakit, meskipun pengembangan sistem secara berkelanjutan, dukungan infrastruktur, dan kesiapan sumber daya manusia tetap diperlukan untuk mencapai implementasi yang optimal.
The Impact of Electronic Medical Record Use on Doctors In Hospitals: Scoping Review Sani Khoirul Amalia; Cahya Tri Purnami; Farid Agushybana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5335

Abstract

Electronic medical records (EMR) are an information technology innovation that has been adopted in various health facilities to improve operational efficiency and quality of health services. In addition to its benefits, the use of EMR also presents a number of challenges for doctors in hospitals. This study aims to evaluate the positive and negative impacts of EMR use on doctors in hospitals. This study used a scoping review method using the PRISMA guideline, and produced 13 articles that met the inclusion criteria related to the impact of EMR on doctors in hospitals. The results of the study showed that EMR had a positive impact on improving efficiency, quality of care, and patient safety, but also increased the administrative burden. The use of EMR outside of working hours increases the risk of burnout and decreases satisfaction with work-life balance. In addition, doctor-patient interaction can be reduced, and concerns about data privacy reduce patient openness. Hospitals need to optimize workflows, provide comprehensive and ongoing training, delegate administrative tasks to non-clinical staff and develop more user-friendly EMR systems. This is important to ensure that EMR technology can support improved quality of care without sacrificing doctor well-being and interaction with patients.
Analisis Mutu Pelayanan pada Pasien Covid – 19 di Rawat Inap Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati: Analysis of the Quality Service for Covid-19 Patients in Inpatients Pati Sehat Family Hospital Nanik Sulistyorini; Sutopo Patria Jati; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2550

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit merupakan suatu lembaga kesehatan yang berwewenang menyediakan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Covid-19 merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia sejak tahun 2020. Rumah sakit keluarga sehat pati memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terhadap pasien terutama saat pandemi covid-19. Namun saat terjadi pandemi Covid-19 sebagian pasien RS keluarga sehat pati masih mempunyai keluhaan terhadap mutu pelayanan pasien terkait administrasi, fasilitas, caring petugas, dan prosedur klinis dan pelayanan. Tujuan: Analisis pengaruh mutu pelayanan kesehatan pada pasien Covid – 19 yang terdiri dari Sumber Daya Manusia, Standar Operasional Prosedur, Alat Kesehatan, Penatalaksanaan Medis dan Penatalaksanaan Non Medis terhadap kepuasan pasien Covid– 19 selama di rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam terhadap informan utama dan informan triangulasi. Dimana analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data sampai penarikan kesimpulan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dari beberapa parameter mutu pelayanan kesehatan, pada saat terjadi lonjakan pasien covid-19 dapat berpengaruh terhadap mutu pelayanan di Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati. Dimana masih kurangnya sumber daya manusia baik medis dan paramedis, dengan adanya jam kerja yang berlebih untuk dokter spesialis paru dan perawat, standar operasional prosedur dalam pendokumentasian obat yang masih harus di perbaiki, pemeliharaan alat kesehatan yang tidak terjadwal dengan rutin oleh sarana medis, belum dilakukannya evaluasi terhadap penatalaksanaan medis, dan penatalaksanaan non medis yang sudah sesuai dengan kebutuhan pasien. Kesimpulan: Analisis mutu pelayanan pada pasien covid-19 di rawat inap Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati pada saat terjadi pandemi covid-19 dimana dilihat dari parameter sumber daya manusia, standar operasional prosedur, alat kesehatan, penatalaksanaan medis dan penatalaksanaan non medis masih perlu dilakukan perbaikan, sehingga mutu yang diberikan dapat menimbulkan kepuasan pada pasien covid– 19 yang di rawat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok : Literature Review: Factors Affecting the Implementation of Smoking-Free Area Policies : Literature Review Fariz Kahendra; Bagoes Widjanarko; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3284

Abstract

Latar Belakang: Kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang di nyatakan di larang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan produk-produk tembakau. Di Indonesia rokok masih menjadi permasalahan penting yang harus segera diatasi. Mengingat dampak dari rokok tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan tetapi juga berdampak pada beberapa aspek penting lainya seperti ekonomi dan sosial. Dari beberapa permasalahan yang terjadi karena dampak dari rokok, membuat pemerintah mengeluarkan UU no 36 tentang instruksi memberlakukan KTR di wilayah kerja masing masing pemerindah daerah. Dari diberlakukanya kebijakan tersebut adalah untuk melindungi masyarakat Indonesia dari paparan asap rokok dan memberikan rasa nyaman dalam menghirup udara segar. Tujuan: Tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok. Metode: Metode yang digunakan dalam Menyusun artikel ini adalah literature review, pencarian artikel di ini menggunakan google scolar, dengan kata kunci “kawasan tanpa rokok, kebijakan kawasan tanpa rokok dan perilaku merokok”. Artikel yang ditemukan dalam pencarian sebanyak 2050 artikel, kemudian dievaluasi kembali sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sehingga akhirnya tersedia 5 artikel yang dapat direview. Hasil: Penelaah ditemukan bahwa implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu peyampaian informasi, kejelasan informasi, sumber daya, komunikasi, disposisi, struktur birokrasi, perilaku merokok dan pengetahuan tentang peraturan daerah kawasan tanpa rokok. Saran: Disarankan untuk membuat standar operasional prosedur (SOP) dalam menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok serta membentuk komite atau tim khusus agar sebuah kebijakan dapat berjalan efektif dan efisien.
Co-Authors afiyah hidayati Agung Budi Prasetijo Ajeng Fitri Setyani Alice Sutedjo Lisa Amir Saputro Ani Margawati Antono Suryoputro Apoina Kartini Ari Setiawan Aris Puji Widodo Asiyami Ranistiya Widyaningrum Atik Mawarni Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Bagoes Widjanarko Bagus Ronggonundarmo Bambang Sulistyo Budi Bhernia Indri Setyowati Bhernia Indri Setyowati Broto Rahardjo Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Charisna Neilal Muna Dharminto Dharminto Dharminto Dharminto Dharminto Dian Indriani Hidayat Dimas Aulia Savitri Donny Makalalag Dwi Ratna Anggraini DWI RIKI Eka Kristia Ayu Astuti Eko Prihati Eko Sediyono Ekowati Ekowati Elisa Nurhayati Elyzabeth Sylviana Girsang Fariz Kahendra Fitri Sherida Mahayana Gunchmaa Nyam Handayani, Novia I Gusti Otty Septya Amanda Indra Gunawan Islakhiyah Islakhiyah Issara Siramaneerat Karisa Andini Kharisma Olivia Anugrah Cahyani Kusworo Adi Larasati Wahyu Meilia Lina Khasanah Linda Ayu Mustikasari Luluk Andani Martha Irene Kartasurya Martini Martini Martunus Martunus Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Muhamad Anja Ahul Alaiha Kavit Muhammad Harli Muhammad Mukhlis Sujudi Mursid Raharjo Nafisah - - Nanik Sulistyorini Nanik Sulistyorini Nasywa Hanifati Nikie Astorina Yunita Dewanti Nining Prastiwi Nivia Cemerlang Rinjani Nopita Cahyaningrum Novita Ariyanti Nurdiyansyah, Andi Karisma Nurhasmadiar Nandini Panji Anggara Piping Asgiani Ponco Yuniarto Pratiwi Juhanida Lestari Puguh Ika Listyorini R. Djoko Nugroho R. Djoko Nugroho Raden Djoko Nugroho Risky Ika Riani Rizki Septia Saraswati Rofifatun Nisa S. Sugiharto salnia salnia Sani Khoirul Amalia Seftika Indra Murhanda Putri Septo Pawelas Arso Septyana Fauzy Shafira Raudya Aidina Shofiyana Shofiyana Sri Achadi Nugraheni Sri Bintang Pamungkas Suci Asih Sudarwati Nababan Sudiro - - Sudiro Sudiro Sugeng Riyadi Sutejo Sutejo Sutopo Patria Jati Sutopo Patriajati Syamsul Huda Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Taufik Muhtarom Theresia Christiarini Kuntalawati Ulul Ilmi Nafiah Undari Nurkalis Vena Pebriyanti Seno Yudhy Dharmawan Yudhy Dharmawan Zahrasita Nur Indira Zahroh Shaluhiyah