Claim Missing Document
Check
Articles

PANDUAN BRANDING : PELAYANAN DAN LINGKUNGAN SYAR’I UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS PASIEN DENGAN MODERASI SELF-BELIEF DI RSKB HEART AND SURGERY Ismail Moh. Honin, Abdurahman; Fitriah, Fitriah; Hasinuddin, M.; Zainiyah, Zakkiyatus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54020

Abstract

Persaingan rumah sakit swasta nonmitra BPJS menuntut strategi branding yang efektif untuk membangun dan mempertahankan loyalitas pasien. RSKB Heart and Surgery di Kabupaten Bangkalan memiliki peluang diferensiasi melalui penerapan pelayanan dan lingkungan berbasis syar’i sebagai bagian dari penguatan hospital brand awareness. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelayanan syar’i dan lingkungan syar’i terhadap loyalitas pasien serta menguji peran self-belief sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 165 pasien rawat jalan dan rawat inap yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan syar’i berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien, sedangkan lingkungan syar’i tidak berpengaruh signifikan. Self-belief tidak memoderasi hubungan antarvariabel, namun meningkatkan daya jelas model. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi, empati, dan profesionalitas Islami dalam pelayanan lebih berperan dalam membentuk loyalitas pasien dibandingkan aspek lingkungan
MENDETEKSI DINI PENDERITA TBC MELALUI PROGRAM KAPAK TBC DI PUSKESMAS BANYUATES SAMPANG Murdaningrum, Endang; Zainiyah, Zakkiyatus; Susanti, Eny; Hasinuddin, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54168

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan dengan rendahnya penemuan kasus di wilayah Puskesmas Banyuates Sampang. Inovasi KAPAK TBC (Kenali, Periksa, Kunjungi) dikembangkan untuk meningkatkan deteksi dini melalui pemberdayaan kader. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas KAPAK TBC dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, dan cakupan penemuan kasus. Desain penelitian adalah quasi-eksperimen pretest–posttest pada 32 keluarga kontak. Intervensi meliputi, skrining aktif, pendampingan pemeriksaan dahak/TCM, dan kunjungan rumah. Analisis menggunakan Paired t-test dan Wilcoxon. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat (p = 0,000). Tanda gejala TB dan hasil pemeriksaan dahak juga meningkat signifikan (p = 0,005). Metode KAPAK TBC terbukti efektif memperkuat kapasitas kader dan meningkatkan penemuan kasus berbasis komunitas.
DESAKU ASIK : DESA SAHABAT KUSTA TANPA STIGMA UNTUK ELIMINASI DAN DETEKSI DINI KUSTA Kamariyah, Nur; Zainiyah, Zakkiyatus; Masinuddin, M.; Suhron, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54196

Abstract

Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada aspek medis, sosial, ekonomi, serta psikologis. Tingginya stigma sering menyebabkan keterlambatan diagnosis, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Inovasi DESAKU ASIK dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stigma, dan memperkuat deteksi dini kusta di Desa Plakaran. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest–posttest dengan melibatkan 63 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan melalui kader kesehatan dan tokoh masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 23.36 menjadi 42.20 dan nilai N-Gain sebesar 0,70. Stigma juga menurun tajam, dari rata-rata 41.33 menjadi 20.49 dengan N-Gain 0,70. Program turut memperkuat deteksi dini melalui skrining aktif yang mengidentifikasi tujuh suspek yang kemudian dinyatakan negatif. Secara keseluruhan, DESAKU ASIK terbukti sangat efektif sebagai intervensi edukasi berbasis komunitas.