Claim Missing Document
Check
Articles

DETEKSI DINI DAN EDUKASI BRAIN GYM SEBAGAI PENCEGAHAN DEMENSIA MELALUI PROGRAM PENGABDIAN DI POSYANDU WINONG Anna Sarifah; Azka Arsyada Hafizha; Helmi Nugraheni; Soraya Ismi Nur Azizah; Tegar Pamungkas; Cahyo Setiawan; Alinda Nur Ramadhani
Jurnal Padamu Negeri Vol. 2 No. 2 (2025): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/te2n0v22

Abstract

Dementia is a disorder of cognitive function that results in disruption of daily activities and the quality of life of sufferers. In Boyolali Regency, the phenomenon of dementia is increasing along with the increase in the number of the elderly. However, public understanding of the symptoms and early treatment of dementia is still low. This Community Service Program aims to increase public knowledge and awareness of dementia through education, brain gym training, and early detection of dementia through the Clock Drawing Test (CDT). The activity was carried out at Posyandu Winong, Karangduwet Village with interactive lectures, joint discussions, and demonstrations. The results of the evaluation showed that there was an increase in participants' understanding of dementia from 24% in the pre-test to 80% in the post-test. Through this program, it shows that the participants gain important insights on the importance of maintaining cognition from an early age and doing physical activities such as Brain Gym regularly.
Peningkatan Pengetahuan Lansia dalam Mengenal Permasalahan Neuromuskuler Melalui Program Kelas Sehat Lansia Ramadhani, Alinda Nur; Romadhoni, Dea Linia; Husain, Fida'
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9313

Abstract

Proses penuaan pada lansia berpengaruh pada penurunan berbagai fungsi sistem tubuh, salah satunya sistem neuromuskuler. Salah satu penyakit neurologi dengan prevalensi tinggi secara global yaitu stroke. Stroke menjadi penyebab utama kedua kematian di dunia dan penyebab diasbilitas pada usia dewasa hingga lansia. Peningkatan jumlah penduduk lansia dapat meningkatkan beban biaya pelayanan kesehatan jika banyak lansia yang mengalami penurunan kesehatan dan membutuhkan perawatan khusus. Program Kelas Sehat Lansia meliputi kegiatan sosialisasi kesehatan, pelayanan kesehatan, pelatihan, aktivitas fungsional rekreasi dan keagamaan. Pelatihan bagi lansia meliputi pelatihan deteksi dini permasalahan kesehatan pada lansia serta pelatihan exercise pencegahan dan penanganan permasalahan neuromuskuler pada lansia. Program kelas sehat lansia ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021 bertempat di Posyandu Lansia Menur II, Makamhaji, Sukoharjo. Kegiatan Kelas Sehat Lansia dilaksanakan selama 4 (empat) minggu dengan rincian kegiatan yaitu: minggu pertama yaitu sosialisasi program dan pemeriksaan lansia, minggu kedua dan ketiga yaitu penyuluhan dan pelatihan tentang kasus neuromuskuler pada lansia dan minggu keempat yaitu penyuluhan, pelatihan dan evaluasi program. Media edukasi yang digunakan dalam kegiatan kelas lansia yaitu booklet dan simulasi praktik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia setelah mendapatkan program kelas sehat lansia sebanyak 4 pertemuan dengan rata-rata skor 13 poin (pretest) meningkat menjadi 15 poin (posttest).
PENGARUH MYOFASCIAL RELEASE DAN POSTURAL AWARENESS TERHADAP PENURUNAN NYERI LEHER AKIBAT FORWARD HEAD POSTURE PADA REMAJA Amrullah, Muhammad Hanif; Romadhoni, Dea Linia; Ramadhani, Alinda Nur
Physio Journal Vol. 5 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phy.jou.v5i2.1618

Abstract

Latar belakang: Forward Head Posture adalah posisi kepala condong ke depan melebihi bahu dimana posisi kepala normal adalah berada sejajar dengan bahu. Posisi Forward Head Posture menyebabkan terjadinya nyeri leher dan dapat menyebabkan penurunan konsentrasi belajar pada pelajar usia remaja. Myofascial release bertujuan untuk meregangkan fascia, mengurangi perlengketan jaringan dan mengurangi nyeri leher sedangkan latihan postural awareness bertujuan untuk memperbaiki postur yang buruk akibat Forward head posture dan mengurangi nyeri pada leher. Tujuan: Mengetahui pengaruh Myofascial release dan postural awareness terhadap penurunan nyeri leher akibat forward head posture pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, eksperimental pre-post test dengan jumlah subjek 27. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, wawancara, dan pengukuran nyeri NRS. Intervensi Myofascial release dan postural awareness dilakukan 2x seminggu dalam 4 minggu. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pada subjek setelah diberikan intervensi dengan nilai NRS (p=0,046). Kesimpulan: myofascial release dan postural awareness berpengaruh terhadap penurunan nyeri leher pada remaja dengan forward head posture.
Edukasi dan Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kondisi Low Back Pain Myogenic dengan Infra Red dan Myofascial Release Haryanti, Ajeng; Ramadhani, Alinda Nur; Kuswidyadhana, Naufal Ammar; Ahmadi, Rian Ghalib; Sukma, Tyan Antika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain Miogenik is a lower back pain caused by muscle tension, Symptoms that occur in the lower back area such as pain and related to disorders of the musculoskeletal system. Excessive use of the spine causes functional ability disturbed. Methods: The method used in this program is the educational method and the provision of intervention wit infrared and myofascial release. Result: Based on the results of low back pain myogenic counseling and the provision of infrared and myofascial release modalities, it can be concluded that this activity has succeeded in educating the residents of Gulon village RT 02 RW 21 Jebres, Surakarta which can be assessed from the posttest questionnaire regarding myogenic low back pain.
Postur Kifosis Berhubungan Dengan Gangguan Keseimbangan Postural Lanjut Usia Di Jebres Surakarta Mutnawasitoh, Asita Rohmah; Susilowati, Tri; Ramadhani, Alinda Nur
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): EDITION MARCH 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i1.5633

Abstract

The aging process in the elderly population can lead to changes in body posture, often resulting in kyphosis, which exacerbates postural balance disorders. This study aims to determine the relationship between kyphosis posture incidence and postural balance disorders among the elderly in Jebres, Surakarta. The research design employed was an observational analytic correlation with a cross-sectional design, utilizing purposive sampling techniques. The independent variable was kyphosis, while the dependent variable was balance disorders. The instruments used included the Unteberger test for assessing balance and the Occiput-to-Wall distance test for measuring kyphosis. Results from the study revealed that out of 67 respondents from a total population of 75 elderly individuals, 30 (44.77%) experienced kyphosis, with 23 (34.32%) presenting hyper kyphosis. Additionally, 53 (79.10%) respondents exhibited balance disorders, while 14 (20.89%) did not have kyphosis or balance disorders. Bivariate analysis using the Spearman rho test demonstrated a significant correlation between Balance Disorders and Kyphosis Posture, with a Sig (2-tailed) value of 0.001 and a correlation coefficient of 0.759. The relationship between these two variables was found to be unidirectional, indicating a significant association between the incidence of kyphosis posture and postural balance disorders in the elderly in Jebres, Surakarta. For future research, it is recommended to further explore the specific magnitude of kyphosis angles and their impact on postural balance disturbances
PREVALENSI ADOLESCENT IDIOPATHIC SCOLIOSIS : LITERATURE REVIEW Ramadhani, Alinda Nur; Romadhoni, Dea Linia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): EDITION MARCH 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i1.2725

Abstract

Adolescent idiopathic scoliosis is a musculoskeletal disorder characterized by three-dimensional changes in the vertebrae that occur in children aged 10-18 years. The purpose of this study was to determine the prevalence of adolescent idiopathic scoliosis through a literature review. Research article searches were carried out in the PubMed and BMC Central databases using the keywords “adolescent”, “idiopathic”, “prevalence” and “prevalence” from 2010 to 2020. Articles in English and Indonesian were selected using keywords, and 389 articles were found. The articles were then selected based on the exclusion and inclusion criteria, leaving 5 articles to be reviewed. The prevalence of adolescent idiopathic scoliosis is higher in girls than boys and the prevalence increases with age. The prevalence of adolescent idiopathic scoliosis varies between 0.72-4.3%.
Dysmenorrhea and Practice of Menstrual Hygiene in Adolescent Females Lilik Ariyanti; Warih Anjari Dyah Kusumaningayu; Fatchurrohmah Ines Prabandari; Alinda Nur Ramadhani
Gaster Vol 22 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i1.1427

Abstract

Background: Adolescence is a relatively fast period of physical change experienced by adolescents when puberty is marked by the first menstruation (menarche). Menstruation and menstrual habits continue to encounter numerous social, cultural, and religious barriers, which make it extremely difficult to maintain good hygiene during the menstrual cycle. Objective: Analyzing menstruation practices and the prevalence of dysmenorrhea in adolescent female is the goal of this study.   Method: The cross-sectional investigation was carried out in Sukoharjo and Surakarta. The research was carried out between December 2023 and January 2024. Adolescent female samples had reached menarche. WaLIDD score is an instrument used to measure dysmenorrhea. Results: The results of this study show as many as 71.7% of Menarche adolescent girls at the age of 12-14 years. As many as 44.4% of respondents said dysmenorrhea almost always interfered with work activities. Data also shows that nearly 100 % of respondents wash their hands before and after replacing menstrual materials. The majority of them wash their genitals using soap (79.1%) and replace pads (>3 times) 72.5%. Conclusion: Most respondents practice good menstrual hygiene, characterized by frequent washing of hands and genitals. Adolescent females who are knowledgeable about their periods can make hygienic and safe menstrual habits.
Deteksi Dini Dan Edukasi Pencegahan Scoliosis Melalui School Exercise Program Pada Siswa Sekolah Dasar Ramadhani, Alinda Nur; Agustyaningsih, Nugraheni
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.4513

Abstract

Skoliosis merupakan kelainan struktural yang ditandai dengan adanya kelengkungan tulang belakang >10° pada bidang koronal. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi scoliosis diantaranya yaitu faktor genetik, abnormalitas jaringan ikat dan otot rangka dan faktor biomekanik. Faktor resiko penyebab yang lain yaitu penggunaan tas sekolah dan berat beban tas sekolah dapat memberikan tekanan berlebih pada vertebra sehingga dapat menyebabkan scoliosis. Penanganan scoliosis di Indonesia cenderung terlambat karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran pasien dan orang tua. Beberapa cara deteksi dini atau skrining scoliosis yang telah banyak digunakan di beberapa negara yaitu Adam’s forward bending test dan pengukuran menggunakan scoliometer. Adam forwad bending test digunakan untuk mengetahui apakah ada rotasi vertebra dan scoliometer digunakan untuk mengukur sudut inklinasi vertebra. Hasil survei pendahuluan pada mitra yaitu SD Muhammadiyah 5 Surakarta, didapatkan bahwa siswa belum mengetahui tentang perubahan postur skoliosis dan dampaknya terhadap fungsional anak. Tujuan dari program edukasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait scoliosis serta cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media booklet dapat meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang pencegahan scoliosis. Rata-rata peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi sebesar 1,58 poin.
Edukasi Mengenai Pencegahan dan Penanganan Pertama Cedera Ankle Sprain dengan Metode Rice Pratiwi, Agesti Setiya; Maghfirah, An Nisaa Alifia; Pratiwi, Andini Galuh; M. Yusuf Rizali Kurniawan; Anjasmara, Rezza S. T. A.; Setiawan, Cahyo; Ramadhani, Alinda Nur
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.5 No.2 (2025) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/azz2sd63

Abstract

Latar Belakang: Ankle sprain merupakan cedera umum yang sering terjadi saat berolahraga, terutama dalam aktivitas yang melibatkan lompatan dan gerakan lateral. Pencak silat, sebagai seni bela diri tradisional Indonesia, juga memiliki risiko cedera yang signifikan. Tujuan: program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) tentang cedera ankle sprain dan pencegahannya. Metode: yang digunakan adalah dengan pendekatan terstruktur melalui empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Melalui penyuluhan, leaflet, dan praktik langsung, anggota PSHW diberikan pemahaman yang lebih baik tentang cedera ankle sprain dan tindakan pencegahan yang tepat. Hasil: hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anggota PSHW setelah program ini dilakukan. Diharapkan, dengan pengetahuan yang ditingkatkan, anggota PSHW dapat mengurangi insiden cedera ankle sprain selama latihan, meningkatkan kesehatan dan kualitas latihan mereka. Kesimpulan: dari program ini adalah bahwa pendekatan terstruktur dan menyeluruh dapat efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan cedera ankle sprain dalam komunitas pencak silat. Saran untuk program serupa di masa depan adalah melibatkan lebih banyak interaksi langsung dan latihan praktis untuk memastikan pemahaman yang lebih mendalam dan implementasi yang lebih baik.
Differences in the Effects of Strengthening on Bosu and Activity-Based Exercises on Hallux Valgus Pain Pratiwi, Agesti Setiya; Ramadhani, Alinda Nur; Mutnawasitoh, Asita Rohmah; Mirawati, Dita
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 7 No. 1 (2026): Next-Gen Movement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v7i1.12865

Abstract

Introduction: Hallux valgus is a deformity of the first toe characterized by outward bending due to a valgus position at the metatarsophalangeal joint. This deformity can cause pain and interfere with daily activities, especially among working women. To determine the difference in the effects of Strengthening on bosu and Activity-Based Exercises on reducing pain caused by hallux valgus in working women in Bulakrejo Village. Methods: This study used a quasi-experimental two-group with a pre-test and post-test design. The sample consisted of 50 subjects divided into two intervention groups with randomization. Pain was measured using the Visual Analog and Numeric Rating Scale (VANRS). Both interventions were conducted for four weeks, three times per week. Data were analyzed using the Wilcoxon test to examine the effect of each intervention and the Mann-Whitney test to compare differences between groups. Results: Strengthening on bosu significantly reduced pain (p=0.001; CI=95%) and activity-based exercise also significantly reduced pain (p=0.001; CI=95%) in working woman with hallux valgus. However, there was a significant difference between the groups (p=0.014), with a greater effect on strengthening on bosu. Conclusion: Both methods are effective in reducing pain, but there is a difference in impact between the two, strengthening on bosu has more effect than activity-based exercise.
Co-Authors Agustia Pramesti, Salma Agustyaningsih, Nugraheni Ahmadi, Rian Ghalib Ajeng Suko Handayani Alhamdaniyah, Bunga Asri Alvin Hamidah, Nadia Amrullah, Muhammad Hanif Anjasmara, Rezza S. T. A. Anna Sarifah Asita Rohmah Mutnawasitoh Awanis, Almas Aziz A.I, M Nawfal Azka Arsyada Hafizha Cahyaningsih, Andika Nur Cahyo Setiawan Darmastuti, Ferina Agustin Dea Linia Romadhoni Dea Linia Romadhoni Dina Dwinanda Dita Mirawati Exda Hanung Lidiana Faizah Nurul Fitri Fatchurrohmah Ines Prabandari Fatikhasari, Berliana Febriana, Intan Febrianti, Lusi Ferina, Ferina Agustin Darmastuti Fida’ Husain Gita, Gita Harsono Salimo Harsono Salimo Haryanti, Ajeng Helmi Nugraheni Hidayu Adi Prana Ines Prabandari, Fatchurrohmah Kuswidyadhana, Naufal Ammar Lidiana, Exda Hanung Lilik Ariyanti M. Yusuf Rizali Kurniawan Maghfirah, An Nisaa Alifia mahendra, Yanuar Danu Muslimaini Muslimaini Nabela Umi Karomah Nugraha, Adhelia Fitra Prasasti, Nurlisa Pratiwi, Agesti Setiya Pratiwi, Andini Galuh Pudjianto, Maskun Putri Rofifah, Fika Putri, Agresia Monika Reza, Mohamad Reza Oktaviano Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza Rini Widarti Rita Adriani Benya Adriani Rita Benya Adriani Rizki Wahyudi Salma Ripdianawati, Salsabila Shahad Erma Nurhayati Shifaul Qolbi, Evrilia Sisca Setyaningrum Siti Anisa Siti Anisa Sonia Ananda Firdaus Soraya Ismi Nur Azizah Sukma, Tyan Antika Tegar Pamungkas Tri Susilowati Ulfah, Putri Nuriya Umi Budi Rahayu Utomo, Derik Cahyo W Wahyuni Warih Anjari Dyah Kusumaningayu Widithia Artamirela, Andin Widyastuti, Zulanda Indah