Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Teras Jurnal

Analisis Karakteristik Curah Hujan Terhadap Banjir di Kabupaten Garut Permana, Sulwan; Susetyaningsih, Adi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1232

Abstract

Abstrak Areal pertanian di Kabupaten Garut masih banyak dijumpai, karena merupakan mata pencaharian masyarakat sebagai petani. Curah hujan berperan penting dalam kelangsungan bidang pertanian khususnya persawahan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik curah hujan di berbagai ketinggian di wilayah Kabupaten Garut. Data hujan diambil 10 tahun, dari tahun 2014 sampai 2023. Pos curah hujan yang dipilih adalah  Pameungpeuk, Miramare dengan rata-rata 9,97 mm; pos Singajaya dan Bungbulang dengan rata-rata 12,43 mm; dan pos Pakenjeng, Pangauban, dan Pamegatan dengan rata-rata 8,22 mm.   Curah hujan wilayah dihitung dengan cara rata-rata aljabar.  Berdasarkan uji kecocokan dengan Chi-Kuadrat dan Kolmogorov-Smirnov, distribusi Normal dan Gumbel yang diterima. Lengkung Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) dihitung dengan metode Mononobe. Lengkung IDF digunakan untuk sebaran curah hujan jam-jaman dengan Alternating Block Method (ABM). Curah hujan efektif musim tanam I berkisar antara 2,63 mm/hari sampai 10,69 mm/hari, musim tanam II berkisar 0,4 mm/hari sampai 6,84 mm/hari. Kata kunci: ABM, distribusi frekuensi, IDF, probabilitas.  Abstract Agricultural areas in Garut Regency are still widely found, because it is the livelihood of the community as farmers. Rainfall plays an important role in the sustainability of the agricultural sector, especially rice fields. The purpose of this study was to determine the characteristics of rainfall at various altitudes in the Garut Regency area. Rainfall data was taken for 10 years, from 2014 to 2023. The selected rainfall stations were Pameungpeuk, Miramare with an average of 9.97 mm; Singajaya and Bungbulang stations with an average of 12.43 mm; and Pakenjeng, Pangauban, and Pamegatan stations with an average of 8.22 mm. Regional rainfall was calculated using the algebraic average method. Based on the goodness of fittest test with Chi-Square and Kolmogorov-Smirnov, the Normal and Gumbel distributions were accepted. The Intensity Duration Frequency (IDF) curve was calculated using the Mononobe method. The IDF curve is used for the distribution of hourly rainfall with the Alternating Block Method (ABM). Effective rainfall in planting season I ranges from 2.63 mm/day to 10.69 mm/day, in planting season II ranges from 0.4 mm/day to 6.84 mm/day. Keywords: ABM, frequency distribution, IDF, probability
Model NRECA Untuk Prediksi Ketersediaan Air di Daerah Irigasi Citanduy Kota Tasikmalaya Permana, Sulwan; Susetyaningsih, Adi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.693

Abstract

Abstrak Sektor pertanian masih merupakan primadona masyarakat dan dijadikan sebagai pekerjaan dalam menunjang kehidupan, meskipun banyak kawasan pertanian yang beralih fungsi menjadi pemukiman terutama di perkotaan. Hampir setiap tahun, luas panen mengalami penurunan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah dan pemerintah daerah telah banyak membangun infrastruktur keairan, terutama bendung dan bendungan. Daerah irigasi Citanduy dengan luas layanan 427 hektar merupakan salah satu daerah irigasi di Kota Tasikmalaya, sehingga sangat rentan terhadap alih fungsi lahan persawahan menjadi pemukiman. Ketersediaan air sangat penting dalam pemenuhan areal pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit andalan di DAS Citanduy-Sirnagalih seluas 474,65 km2. Terdapat 2 pos curah hujan yaitu Cigede dan Tejakalapa selama sepuluh tahun dari tahun 2009 hingga 2018. Curah hujan rata-rata bulanan dihitung dengan metode Thiessen dengan proporsi luas pengaruh adalah 0,4 dan 0,6. Evapotranspirasi dihitung menggunakan metode Penman-Monteith, dan pemodelan debit menggunakan metode NRECA. Pos duga air Asta-Cikunir digunakan sebagai acuan dalam menentukan parameter kalibrasi yaitu PSUB, GFW, dan tampungan air tanah awal dengan nilai 0,8, 0,29: 100, serta nilai NSE 0,719. Debit andalan Q80 adalah 17,4 m3/s. Debit andalan adalah ketersediaan air di daerah irigasi Citanduy. Berdasarkan debit andalan ini, musim tanam I dan II masih dapat dilakukan secara bersamaan. Kata kunci: debit andalan, kalibrasi, NSE, sungai Citanduy   Abstract The agricultural sector is still the prima donna of the community and is used as a job to support life. However, many agricultural areas have been converted into settlements, especially in urban areas. Almost every year, the harvested area has decreased. To anticipate this, the government and local governments have built a lot of water infrastructure, especially weirs and dams. The Citanduy irrigation area with a service area of 427 hectares is one of the irrigation areas in the City of Tasikmalaya, so it is very vulnerable to the conversion of rice fields into settlements. The availability of water is crucial in fulfilling agricultural areas. This research was conducted to determine the mainstay discharge in the Citanduy-Sirnagalih watershed covering an area of 474.65 km2. There are two rainfall posts, namely Cigede and Tejakalapa, for ten years from 2009 to 2018. The average monthly rainfall is calculated by the Thiessen method, with the proportion of the area of influence being 0.4 and 0.6. Evapotranspiration was calculated using the Penman-Monteith method and discharge modeling using the NRECA method. The Asta-Cikunir water gauge post is used as a reference in determining calibration parameters, namely PSUB, GFW, and initial groundwater reservoirs with values of 0.8, 0.29: 100, and NSE values of 0.719. The Q80's dependable flow is 17.4 m3/s. The mainstay of debit is the availability of water in the Citanduy irrigation area. Based on this reliable discharge, planting seasons I and II can still be carried out simultaneously. Keywords: dependable flow, calibration, NSE, Citanduy river 
Analisis Pengambilan Air Tanah Di Kelurahan Sirnagalih Kota Tasikmalaya Permana, Sulwan; Susetyaningsih, Adi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.860

Abstract

Abstrak Sampai saat ini kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Tasikmalaya sebagian dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sukapura. Masyarakat di Kelurahan Sirnagalih sebagian besar masih mengandalkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sebagian kecil sudah terlayani oleh PDAM meskipun kualitas air masih perlu ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui banyaknya air tanah yang dimanfaatkan masyarakat di Kelurahan Sirnagalih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian, dan mencuci peralatan dapur. Air tanah yang diambil dari sumur umumnya menggunakan pompa otomatis dan dialirkan melalui pipa berdiameter 0,02 m. Lokasi penelitian di Kelurahan Sirnagalih Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Perhitungan aliran menggunakan persamaan energi dengan memperhitungkan kehilangan energi primer dan sekunder. Banyaknya air tanah yang digunakan rata-rata 130 liter/orang/hari. Kedalaman sumur rata-rata 6 m dan ketinggian reservoir rata-rata pada ketinggian 5 m. Debit yang dialirkan dari sumur ke reservoir sekitar 0,000627 m3/det sedangkan yang dialirkan dari reservoir ke bak mandi sekitar 0,00054 m3/det. Jumlah penduduk di Kelurahan Sirnagalih 8.301 jiwa, banyaknya air yang digunakan oleh masyarakat sekitar 1.079.130 liter per hari (1.079,13 m3/hari) setiap satu keran atau setara dengan menggunakan keran air sebanyak 23 buah. Penggunaan listrik hanya untuk penggunaan pompa air saja adalah 2,89 kW per hari. Kata kunci: Air tanah, kehilangan energi, pompa, reservoi   Abstract Until now, the need for clean water for the people of Tasikmalaya Municipality is partly served by the Regional Drinking Water Company (PDAM) Tirta Sukapura. Most of the people in Sirnagalih Urban Village still rely on groundwater to meet their daily needs. A small part has been served by PDAM although the water quality still needs to be improved. The purpose of this study was to determine the amount of groundwater used by the community in Sirnagalih Urban Village to meet their daily needs, such as bathing, washing clothes, and washing kitchen utensils. Groundwater taken from wells generally uses an automatic pump and flows through pipes with a diameter of 0.02 m. The research location is in Sirnagalih Urban Village, Indihiang Sub-district, Tasikmalaya Municipality. The flow calculation uses the energy equation by taking into account the primary and secondary energy losses. The amount of groundwater used is on average 130 liters/person/day. The average well depth is 6 m and the average reservoir height is 5 m. The discharge flowing from the well to the reservoir is about 0.000627 m3/s while that flowing from the reservoir to the bath is about 0.00054 m3/s. The population in Sirnagalih Urban Village is 8.301 people, and the amount of water used by the community is around 1079130 liters per day (1.079.13 m3/day) per one faucet or the equivalent of using 23 faucets. The use of electricity only for the use of water pumps is 2.89 kW per day. Keywords: Groundwater, head loss, pump, reservoir.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdullah Syafe'i Adam, Farhan Afriza, Muhamad Rizky Agus Ismail Agustian, Zani Aidil Saepul Rohman, Agum Ajhar, Alfi Nur Al-Ghani, Davin Alam, Romy Zaenul Amirulhaq, Rama Mohammad Anggara, Daffa Rizky Anggi Eka Fahlevi Anwari, M Riadi Firdaus Al Asep Nurjaman Azhari, Audi Amhar Azmi Choerul Maptuhi Barkah, Fauzi Barokah, Putri Dara Lestari Cepi Wendiki Alamsyah Dafa, Daril Muhamad Depi Prayogi Dermawan, Dena Kamal Destianti, Rahayu Giska Dias Reza Efrianto Dicky Muhamad Fadli Dwiputra, Erdi Rizky Efrianto, Dias Reza Eko Walujodjati Fadhillah, M Jamil Al Fahlevi, Anggi Eka Fahmi Moh. Taofik Febriyanti, Tina Fery Safaria Firdaus, Muhammad Raihan Gariballah Sharief Ginaski, Zaki Muhamad Gumelar, Rizky Ahmad Gunadi, Musfik Alaida Gungun Gunawan Hakim, Firman Nur Hantari, Anjas Ninda Harsi, Nendi Rustandi Hendi Hamdani Herlina, Julia Hidayat, Abdul Rojak Hidayat, Fahreza Pratama Hidayat, Rizqy Rachmat Hikmal, Fauzan Ida Farida Ida Farida Ida Parida Ikhsannudin, Adam Fadly Ilyas Maulani Irsan Permana Irvan Nurawaludin Ivan Darmawan Jalu Hudha Pratama Junaedi Ramdani Juniarti, Sintia Kamaludin, Ali Kosasih, Andrean Kurniawan, Hari Laya, Putri Maptuhi, Azmi Choerul Mardiah, Ilma Hayatul Maulana, Muhamad Farhan Miraj, Ahmad Fauzi Saepul Mochammad Suva Nugraha Mubarok, Encep Ahmad Husni Muhammad Aldi Rizki Muhammad Badru Zaman Muhammad Faqih Muhammad Wildan Muharram, Moch Raihan Mujakki, Akmal Najata, Sulton Aulia Nendi Rustandi Harsi Novianty, Nindita Nugraha, Akbar Dwinanda Nugroho, Satryo Bimo Nurendah, Siti Nurillah Jamil Achmawati Novel Nurohman, Sendi Rijali Patria, Dhika Muhammad Purwani, Rosdiana Putri Putri Anggana, Syalwa Nabila Qisty, Jovanscha Rachmat, Rio Adhitya Rahayu, Yari Ardiansyah Rahmattuloh, Gilang Ramadhan Ramadhani, Ani Ramdani, Junaedi Rd. Ahmad Buchari, Rd. Ahmad Rega Muhammad Exiana Rismansyah, Tendi Risti, Lutfi Zulvia Rizki Kurniawan Rizki Taopik Rizky Ahmad Gumelar Roby Ramda Nurputra Romadhona, Naufan Safutri, Mahardieani Rida Saharah, Helmi Sandjaya, Teguh Saputra, Dimas Febrian Sari, Mitha Mutia Sari, Putri Audya Sawitri Budi Utami Sharief, Gariballah Siti Rahmah Alawiyah Suciyana, Gina Suhendi Sujiwo, Bagas Sulwan Permana Sulwan Permana Sulwan Permana Syahrani, Firah Aulia Tofan, Inggit Hardiyanti Totti, Devor Sebastian Welianda, Muhammad Wiyoga, Rangga Bisma Yanuar, Syahrul Zakiyahi, Noviyanti Siti Zaman, Muhammad Badru Zipa, Naylla Azizha