Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGEMBANGAN KOMPOSIT EPOXY–ZIOLIT SEBAGAI PENGISI PORI PERKERASAN SEMI FLEKSIBEL TERHADAP KINERJA KUAT TEKAN Hamzani Hamzani; Zulfhazli Zulfhazli; M. Fauzan; Muthamainnah Muthamainnah; Syarifah Asriananda
Jurnal Teknologi Terapan and Sains 4.0 Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Teknologi Terapan & Sains
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tts.v6i3.25962

Abstract

Perkerasan semi-fleksibel (SFP) sebagai solusi unggul dalam konstruksi jalan karena ketahanan superiornya terhadap deformasi permanen dan inisiasi keretakan, yang merupakan kelemahan utama perkerasan aspal konvensional. Namun, keterbatasan utama terletak pada sifat getas grout konvensional yang rentan terhadap kegagalan akibat beban lalu lintas berulang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengembangkan material grout alternatif: komposit epoksi yang dimodifikasi dengan ziolit alam. Ziolit dipilih sebagai matarial mortar fungsional, memanfaatkan struktur mikroporinya untuk menyeimbangkan antara kekuatan dan daktilitas, sekaligus menawarkan potensi pengurangan biaya material. Metodologi studi melibatkan pembuatan komposit epoksi–ziolit dengan variasi rasio efoksi-ziolit, diikuti pengujian kuat tekan terstandar. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan korelasi kuat antara proporsi ziolit dan respons mekanik komposit. Kinerja kuat tekan puncak sebesar 13,2 MPa teridentifikasi secara definitif pada rasio epoksi–ziolit 1:1,5. Rasio ini ditetapkan sebagai konfigurasi optimal yang sukses meningkatkan efisiensi ikatan antarmuka dan memfasilitasi mekanisme transfer tegangan yang superior, sehingga efektif menekan pembentukan defek mikro. Pencapaian kekuatan tekan yang signifikan pada rasio 1:1,5 menggarisbawahi potensi komposit epoksi–ziolit sebagai pengisi pori yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan untuk SFP. Temuan ini menetapkan pemeliharaan rasio 1:1,5 merupakan prasyarat krusial dalam perancangan komposit tersebut, memberikan kontribusi penting pada pengembangan material konstruksi berbasis sumber daya lokal. Kata Kunci: perkerasan semi fleksibel; kuat tekan; ziolit-epoxy.
Pemanfaatan Plastik High Density Polyethylene (HDPE) Dan Low Density Polyethylene (LDPE) Sebagai Substitusi Sebagian Aspal Pada Lapisan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Wesli Wesli; Zulfira Tri Rezeki Sembiring; Hamzani Hamzani; T. Mudi Hafli; Fasdarsyah Fasdarsyah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1351

Abstract

Abstrak   Sampah plastik mencemari lingkungan menjadi penyumbang terbesar di indonesia, pendauran ulang dapat dilakukan dengan menjadikan substitusi aspal. Lapisan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) merupakan lapisan perkerasan yang terletak paling atas berfungsi sebagai lapisan aus, terdiri dari agregat kasar, halus, filler dan aspal. Penggunaan plastik HDPE (High Density Polyethylene) dan LDPE (Low Density Polyethylene) sebagai pengganti aspal sebagian dalam campuran lapisan AC-WC guna meningkatkan nilai stabilitas yang lebih besar dari aspal konvensional dan berfungsi sebagai bahan pengikat antara agregat yang bersifat termoplastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi pemanfaatan plastik HDPE dan plastik LDPE yang dapat memenuhi nilai parameter marshall. Benda uji yang digunakan 15 buah untuk KAO dan 3 benda uji untuk masing-masing variasi 5%, 6% dan 7%. Pengujian adalah pengujian marshall. KAO pada kadar aspal sebesar 6%. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter marshall memenuhi spesifikasi. Dapat disimpulkan bahwa dengan substitusi sebagian aspal dengan plastik HDPE dan plastik LDPE variasi 5%, 6% dan 7% memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2.   Kata kunci: Laston AC-WC, Parameter Marshall, Plastik HDPE, Plastik LDPE   Abstrack   Plastic waste is a major environmental pollutant and represents one of the largest sources of pollution in Indonesia. One potential recycling approach is its utilization as a partial substitute for asphalt. The AC-WC (Asphalt Concrete–Wearing Course) layer is the uppermost pavement layer, functioning as a wearing course, and consists of coarse aggregate, fine aggregate, filler, and asphalt binder. The use of HDPE (High Density Polyethylene) and LDPE (Low Density Polyethylene) plastics as partial replacements for asphalt in AC-WC mixtures aims to improve stability values compared to conventional asphalt and to act as a thermoplastic binder between aggregates. This study aims to evaluate variations in the use of HDPE and LDPE plastics that satisfy Marshall parameter requirements. A total of 15 specimens were prepared to determine the Optimum Asphalt Content (OAC), while 3 specimens were tested for each plastic variation of 5%, 6%, and 7%. Marshall testing was conducted, and the OAC was found to be 6%. The results indicate that all Marshall parameters meet the specified requirements. It can be concluded that partial substitution of asphalt with HDPE and LDPE plastics at 5%, 6%, and 7% variations complies with the 2018 Bina Marga General Specifications (Revision 2).   Keywords: Laston AC-WC, Marshall Parameters, HDPE Plastic, LDPE Plastic
Pengaruh Penambahan Graphene Sebagai Bahan Tambah Aspal Terhadap Kinerja Campuran Ac-Wc Shahifa Annura; Hamzani Hamzani; Emi Maulani; Burhanuddin Burhanuddin
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 8 No. 1 (2024): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v8i1.18261

Abstract

Asphalt Concrete -Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan yang lebih rentan mengalami kerusakan atau kelelahan terlebih dahulu sebelum sampai usia layan, akibat pengaruh temperatur, air maupun kelembaban. Kinerja campuran AC-WC dapat ditingkatkan dengan memodifikasi bahan tambah pada campuran aspal diantaranya dengan menambahkan material lain ke dalam campuran aspal seperti nanomaterial graphene. Penambahan graphene sebagai bahan pengikat aspal dapat secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap kelembaban, ketahanan terhadap alur suhu tinggi, modulus ketahanan tekan campuran aspal, dan sedikit mengurangi ketahanan retak pada suhu rendah. Metode eksperimental yang digunakan mengacu pada Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2 dengan total jumlah benda uji yaitu 15 sampel, dengan variasi 0,01%, 0,02%, 0,03%, 0,04%, dan 0,05%. Hasil penelitian pada penambahan graphene dapat mempengaruhi karakteristik marshall diantaranya meningkatkan nilai stabilitas yaitu 7,54% dan flow 10,12%. Semakin tinggi persentase graphene yang ditambahkan seiring dengan menurunnya VIM, VMA dan juga nilai density tetapi tidak signifikan. Variasi optimum karakteristik marshall pada campuran AC-WC didapat pada variasi 0,04%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa graphene bisa menjadi bahan aditif yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja jalan raya, menawarkan solusi jangka panjang untuk pemeliharaan infrastruktur jalan.
PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA UNIVERSITAS AL MUSLIM BIREUEN Hamzani Hamzani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.8

Abstract

Sebagai salah satu area tata guna lahan, pusat kegiatan pendidikan mempunyai intensitas yang cukup tinggi dalam menarik pergerakan, Universitas Almuslim (Unimus) sebagai pusat pendidikan yang berada di kota Matang Glumpangdua Kabupaten Bireuen memberi pengaruh besar terhadap arus pergerakan manusia dan menimbulkan tarikan perjalanan yang berimplikasi pada peningkatan volume lalu lintas. Untuk itu diperlukan kajian mengenai besarnya tarikan perjalanan yang ditimbulkan oleh pusat pendidikan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis angkutan dan memodelkan tarikan perjalanan menuju pusat pendidikan. Data primer diperoleh melalui survey tarikan perjalanan, sedangkan data sekunder diperoleh dari administrasi pusat pendidikan berupa data variabel indepeden yaitu luas total lahan, luas lantai aktivitas, luas areal parkir, jumlah mahasiswa, dan jumlah karyawan dan dosen. Hasil analisis penggunaan jenis angkutan menuju Unimus menunjukkan 97,41% menggunakan jenis angkutan sepeda motor, 1,92% mobil, dan 0,67 becak. Dari hasil analisis regresi diperoleh persamaan untuk tarikan perjalanan 1 hari yaitu Y1 = 451,28 + 0,07 .X4 (R2 = 0,960), untuk satu jam puncak pagi Y2 = 43,96 + 0,02 .X4 (R2 = 1,000), dan untuk satu jam puncak siang/sore Y3 = 67,15 + 0,08 .X4 (R2 = 0,887) dimana ketiga persamaan tersebut dipengaruhi oleh variabel independen X4 (jumlah mahasiswa).Kata Kunci: tarikan perjalanan, bangkitan perjalanan, pusat pendidikan
ANALISIS PENGARUH KINERJA LALU-LINTAS TERHADAP PEMASANGAN TRAFFIC LIGHT PADA SIMPANG TIGA (STUDI KASUS SIMPANG KKA) Zulfhazli Zulfhazli; Hamzani Hamzani; Lili Anggraini
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i2.12

Abstract

Persimpangan merupakan jalinan jalan yang memiliki posisi penting dalam mengatur arus lalu lintas, tidak praktis dan tidak optimalnya pengaturan simpang akan menimbulkan permasalahan seperti kesemrautan dan kecelakaan. Persimpangan Simpang Tiga KKA telah dilakukan perubahan pengaturan dari simpang tidak bersinyal menjadi simpang bersinyal. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh kinerja lalu-lintas terhadap pemasangan traffic light dengan menganalisa kapasitas, derajat kenuhan, tundaan serta tingkat pelayanan simpang, metode yang digunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Langkah pelaksanaan penelitian yaitu survey langsung di lapangan dengan pengambilan data volume lalu-lintas, ukuran geometrik dan waktu sinyal. Hasil diperoleh untuk erajat kejenuhan pada pendekat A (Medan-Banda Aceh) sebesar 0,74, pendekat B (Sp. KKA-Keluar) 0,32 dan pendekat C (Banda Aceh-Medan) 0,72 yaitu tergolong dalam kondisi stabil, artinya kapasitas simpang masih sanggup menampung arus maksimum yang melewati persimpangan tersebut, untuk nilai tundaan rata-rata seluruh simpang diperoleh hasil 7,60 det/smp sesuai dengan tabel tundaan simpang rata-rata (LOS) maka tingkat pelayanan yang diperoleh adalah B (Baik). Dengan begitu pengaturan lampu lalu-lintas pada persimpang tersebut masih belum layak dan dapat dipertahankan tanpa menggunakan traffic light.Kata Kunci: Simpang Bersinyal, Kapasitas, Derajat Kejenuhan
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TANDAN SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Khairul Amna; Wesli Wesli; Hamzani Hamzani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v4i2.19

Abstract

Beton merupakan pilihan utama untuk membuat kontruksi saat ini. Kelemahan beton sebagai bahan konstruksi adalah kuat lentur yang rendah dan sifatnya yang getas. Perbaikan kelemahan sifat beton tersebut bisa dengan menambahkan serat (fiber) dalam adukan beton. Pada penelitian ini serat yang digunakan adalah serat alam, yaitu serat tandan kosong kelapa sawit. Serat dibilas dengan larutan 10% NaOH selama 12 jam, dikeringkan dan dipotong-potong sepanjang 4 cm. Variasi persentase serat terhadap berat volume semen di dalam campuran adalah 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan untuk setiap veriasi persentase serat tidak dapat meningkatkan kuat tekan beton dan penurunan terbesar pada variasi serat 10%, yaitu sebesar 20,15% dari kuat tekan normal. Sedangkan kuat lentur, peningkatan maksimum pada variasi serat 10%, yaitu sebesar 19,77% dari kuat lentur normal. Berdasarkan persamaan regresi linier komposisi optimum serat yang dapat meningkatkan kuat lentur dengan kuat tekan masih dalam batasan kuat tekan rencana, yaitu pada variasi 12 % serat dengan kuat lentur 3,99 Mpa (meningkat 14,33% dari kuat normal) dengan kuat tekan 20 Mpa. Sehingga pemanfaatan serat tandan sawit sebagai serat beton bisa dikembangkan.Kata kunci: Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit, Kuat Lentur, Kuat Tekan, Regresi Linier.
PENGARUH ANGKUTAN BECAK MESIN TERHADAP KINERJA JALAN (Studi Kasus Simpang Selat Malaka-simpang Pasar Inpres Kota Lhokseumawe) Hamzani Hamzani; Adzuha Desmi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v4i2.21

Abstract

Jalan Merdeka Barat cunda, Kota Lhokseumawe merupakan daerah yang tidak kalah pentingnya karena daerah tersebut merupakan tempat aktifitas lalulintas yang sangat tinggi terutama pada jam-jam sibuk, hal ini disebabkan adanya pusat perbelanjaan, sekolah, dan juga adanya simpang bersinyal. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi lalulintas yang terjadi akibat adanya pengaruh angkutan becak mesin. Penelitian ini dilakukan selama satu minggu (tujuh hari) dengan waktu, 07.00-18.00 Wib dengan interval waktu 15 menit. Penelitian perhitungan yang dilakukan yaituvolume lalulintas, kecepatan, kerapatan, kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas, tingkat pelayanan jalan. Perbandingan nilai kecepatan hasil kuisioner dengan kecepatan lapangan mengalami perubahan antara adanya pengaruh becak mesin sebesar 44,40 km/jam, tampa adanya kendaraan becak mesin sebesar 45,19 km/jam besarnya engaruh angkutan becak mesin sebesar (1,75%). Hasil pengolahan data dengan program SPSS 17.0 For Windows didapat F hitung 1,192 < F tabel 3,245 maka Ho diterima, jadi angkutan becak mesin tidak berpengaruh terhadap kinerja jalan. Diperoleh derajat kejenuhan tampa adanya angkutan becak mesin sebesar 0,36 < 0,54 = LOS arus stabil (B), dan derajat kejenuhan dengan adanya angkutan becak mesin sebesar 0,42 < 0,54 = LOS arus stabil (B). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa angkutan becak mesin tidak berpengaruh terhadap kinerja jalan.Kata kunci: angkutan becak mesin, kinerja jalan
PENGARUH VARIASI FILLER TERHADAP NILAI KEPADATAN UNTUK AGREGAT PASIR KASAR Hamzani Hamzani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v1i1.61

Abstract

Campuran agregat sebagai bahan konstruksi perkerasan jalan raya sangat dipengaruhi mutu perkerasan, salah satu faktor adalah sifat agregat, gradasi, kepadatan dan daya dukung yang dinyatakan dengan CBR. Nilai CBR bergantung pada komposisi butiran agregat, kepadatan dan kekerasan. Penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh variasi filler terhadap nilai kepadatan dan daya dukung perkerasan dari agregat pasir kasar. Dengan cara memvariasikan filler dari agregat pasir kasar bergradasi rapat dengan tingkat kepadatan berapa didapatkan daya dukung maksimum. Tahapan-tahapan penelitian yaitu pertama dengan melakukan percobaan pemadatan dengan Modified Proctor dan dilanjutkan percobaan CBR berdasarkan kadar air optimum yang didapat dari percobaan pemadatan. Komposisi filler yaitu 5%, 7%, 9%, 11% dan 13% terhadap berat total campuran. Rancangan benda uji kepadatan masing-masing variasi filler adalah variasi kadar air yaitu 6%, 7%, 8%, 9% dan 10%, sehingga jumlah benda uji 5 x 5 = 25 buah. Dari hasil pengujian kepadatan diperoleh pada kadar filler 5,% didapat kadar air optimum 7,30% dengan berat isi kering (γd) maksimum 2,788 gr/cm3. Selanjutnya pengujian CBR pada setiap variasi filler dan tertinggi pada filler 9% dengan kadar air optimum 7,85% didapat nilai CBR laboratorium 86,66%. Dari hasil di atas terlihat nilai CBR maksimum tidak terjadi pada campuran dengan tingkat kepadatan optimum.Kata-kata kunci: kepadatan, daya dukung dan filler
PENGARUH CAMPURAN KAPUR DAN ABU JERAMI GUNA MENINGKATKAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG Hamzani Hamzani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v6i2.112

Abstract

Lempung adalah terdiri dari butiran-butiran sangat kecil dan menunjukkan sifat plastisitas dan kohesif. Pada penelitian ini digunakan kapur dan abu jerami untuk perbaikan tanah lempung di desa Cot Girek Kandang yang berdaya dukung rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat geser dengan campuran 5% kapur dan variasi abu jerami 2%, 4% dan 6%. Tanah di desa Cot Girek Kandang  termasuk tanah lempung berpasir. Pada variasi campuran 5% kapur + 2% AJP didapat kadar air optimum 17,5% dengan kerapatan kering tertinggi 1,65 gr/cm3. Uji triaxial nilai sudut geser dalam tanah tertinggi didapat pada persentase penambahan 5% kapur + 2% AJP. Nilai kohesi tertinggi pada persentase penambahan 5% kapur + 4% AJP. Uji direct shear nilai sudut geser dalam tanah tertinggi didapat pada persentase penambahan 5% kapur +  6% AJP. Nilai kohesi tertinggi didapat pada persentase penambahan 5% kapur + 2% AJP. Maka dari itu campuran kapur dan abu jerami padi dapat dipakai karena dapat meningkatkan nilai kuat geser.
TEGANGAN DAN REGANGAN DINAMIS PERKERASAN SEMI FLEKSIBEL DENGAN MODIFIKASI REOLOGI ASPAL DAN SUBSTITUSI ZIOLIT PADA SEMEN MORTAR Hamzani Hamzani; Munirwansyah Munirwansyah; Sugiarto Sugiarto; Muttaqin Hasan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.405

Abstract

Abstrak Ketahanan struktur perkerasan akibat timbulnya tegangan dan regangan menyebabkan retak awal saat terjadinya deformasi permanent sehingga kegagalan perkerasan akibat kelelahan umur tidak dihindarkan. Fenomena tersebut dapat dikurangi dengan perkerasan yang memiliki cukup kekakuan, kelenturan. Modifikasi material dilakukan untuk meningkatkan nilai kekakuan dan kelenturan campuran dengan menggunakan jenis campuran,gradasi, dan modifikasi aspal yang tepat sebagai usaha pengembangan campuran perkerasan beraspal. Tujuan dari penelitian ini  mempelajari tegangan dan regangan tarik campuran PSF  terhadap beban berulang dengan tambahan WTR dan menggunakan ziolit alam sebagai pengganti sebagian semen untuk mortar yang dinjeksi ke dalam rongga aspal porous. Desain campuran aspal berpori dimulai dengan penentuan proporsi aspal optimal dengan agregat bergradasi terbuka sebagaimana ditentukan dalam sepesifikasi (AAPA) 2004. Uji Marshall dilakukan untuk mengetahui spesifikasi yang disyaratkan dan dilanjutkan dengan uji specimen yang telah diinjeksi mortar semen dengan pengujian lentur metode pembebanan empat titik untuk evaluasi tegangan dan regangan tarik. Nilai tegangan dan regangan dinamis dianalisis pada setiap variasi ziolit dalam mortar semen. Substitusi ziolit alam pada semen mortar dapat mempengaruhi tegangan dan regangan dinamis campuran PSF, di mana semakin besar komposisi ziolit dalam semen mortar nilai tegangan dan regangan yang dihasilkan semakin tinggi. Kata kunci: perkerasan semi-fleksibel, ziolit alam, reologi aspal, tegangan dan regangan, beban dinamis  Abstract The resistance of the pavement structure due to the consequence of stress and strain causes the initial reset when the occurrence of permanent deformation so that pavement failure due to age is avoided. This phenomenon can be reduced by a pavement that has sufficient stiffness and flexibility. Material modification is carried out to increase the value of the stiffness and flexibility of the mixture by using the right type of mixture, gradation, and asphalt modification as an effort to develop an asphalt pavement mixture. The purpose of this study was to study the stress and tensile strain of the semi-flexible pavement (SFP) mixture against repeated loads with the addition of rubber tire waste (WTR) and to use natural zeolite as a part of cement for mortar injected into the porous asphalt cavity. The design of a porous asphalt mixture begins with the determination of the optimal proportion of asphalt with an open grade aggregate specified in the Asphalt Pavement Association Australia (AAPA) 2004.Marshall test is carried out to see the required specifications and test specimens that have been injected with cement with a four-point loading bending method test for stress evaluation and tensile strain. The values of dynamic stress and strain were analyzed for each variation of ziolite in cement mortar. Substitution of natural ziolite in cement mortar can affect the dynamic stress and strain of the PSF mixture, where the greater the ziolite composition in cement mortar, the higher the resulting stress and strain. Keywords: Pavement semi-flexible, natural zeolite, asphalt rheology, dynamic stress and strain