Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Intan Aprilia Sitorus; Ruth Febiola Sihotang; Ruth Tri Lestari Rajagukguk; Nova Ria Butar Butar; Putri Sari Margaret Julianty Silaban
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pn0fc441

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai fundamental dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan sosial dan politik, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan, menjelaskan peran nilai-nilai Pancasila dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan, serta menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang berkaitan dengan Pancasila serta pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar nilai yang memberikan arah moral dan etika dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila dapat menjadi pedoman bagi para ilmuwan dan peneliti dalam mengembangkan ilmu pengetahuan agar tetap memperhatikan nilai kemanusiaan, moral, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai landasan filsafat ilmu yang mampu mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan agar tetap selaras dengan karakter, budaya, dan jati diri bangsa Indonesia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan, diharapkan ilmu yang berkembang di Indonesia tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi dan intelektual, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Suku Bunga dan Inflasi Terhadap Tingkat Investasi di Indonesia Tahun 2020-2025 Riyani Tarigan; Olivia Kristin Lumban Gaol; Krista Bella Sihombing; M Hamdani; Lisbet Saulintia Sitanggang; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Sari M J Silaban
Journal of Management Accounting, Tax and Production Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mantap.v4i1.8120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga dan inflasi terhadap tingkat investasi di Indonesia pada periode 2020-2025. Investasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara karena berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Perubahan kondisi makroekonomi seperti tingkat suku bunga dan inflasi dapat memengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana hubungan kedua variabel tersebut terhadap tingkat investasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistika (BPS) melalui situs bps.go.id serta berbagai jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi literatur. Analisis data dilalukan dengan cara mengkaji, membandingkan, dan menginterpretasikan data mengenai perkembangan suku bunga, inflasi, dan tingkat investasi di Indonesia selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat investasi, dimana kenaikan suku bunga cenderung menurunkan minat investasi karena meningkatnya biaya modal. Namun demikian, pada periode 2020-2025 pengaruh suku bunga tidak selalu dominan karena keputusan investasi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pemulihan ekonomi, stabilitas nasional, kebijakan pemerintah, ekspektasi keuntungan. Sementara itu, inflasi juga memiliki pengaruh positif terhadap tingkat investasi selama berada pada tingkat yang stabil dan terkendali. Inflasi yang moderat dapat mampu menciptakan kepastian harga serta meningkatkan kepercayaan investor dalam melakukan kegiatan produksi dan ekspansi usaha. Secara simultan, suku bunga dan inflasi mencerminkan stabilitas makroekonomi yang berperan penting dalam mendorong peningkatan investasi. Kombinasi suku bunga yang terkendali dan inflasi yang stabil dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, meskipun dalam kondisi tertentu seperti pada tahun 2020, tingkat investasi tetap rendah akibat adanya faktor eksternal berupa pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi makro dan kebijakan pemerintah yang tepat dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.
Pengaruh Kebijakan Hilirisasi Terhadap Kinerja Ekspor Komoditas Nikel di Indonesia Widya Sinaga; Modesta Buaton; Ignasya Hutabarat; Tiara Sianturi; Selsi Lubis; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Sari M J Silaban
Journal of Management Accounting, Tax and Production Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mantap.v4i1.8164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan hilirisasi dan harga nikel internasional terhadap kinerja ekspor komoditas nikel Indonesia. Hilirisasi merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui proses pengolahan sebelum diekspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data harga nikel dunia dan nilai ekspor nikel Indonesia periode 2016–2025. Variabel penelitian terdiri dari kebijakan hilirisasi sebagai variabel dummy (sebelum dan sesudah kebijakan), harga nikel internasional sebagai variabel independen, serta kinerja ekspor nikel sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi dan harga nikel internasional memiliki pengaruh terhadap kinerja ekspor komoditas nikel Indonesia. Pada periode sebelum penerapan hilirisasi (2016–2019), nilai ekspor nikel relatif rendah karena ekspor masih didominasi oleh bahan mentah. Setelah kebijakan hilirisasi diterapkan pada tahun 2020, ekspor nikel mengalami peningkatan yang signifikan terutama setelah industri pengolahan mulai berkembang pada periode 2021–2025. Selain itu, perubahan harga nikel dunia juga mempengaruhi nilai ekspor karena kenaikan harga komoditas di pasar global dapat meningkatkan pendapatan ekspor. Dengan demikian, kebijakan hilirisasi terbukti mampu meningkatkan nilai tambah komoditas serta memperkuat daya saing ekspor nikel Indonesia di pasar internasional.
Minimnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat Putri Sari Margaret Julianty Silaban; Hidayatul Husna Harahap; Jeni Pebrianti Rambe
Khidmat Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v3i1.1524

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh semakin memudarnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Fenomena ini terutama terjadi pada era milenial, di mana masyarakat cenderung bersikap acuh tak acuh dan bahkan melanggar pedoman hidup yang terkandung dalam Pancasila. Sebagai ideologi negara, Pancasila memiliki norma serta nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), nilai-nilai Pancasila mulai tergerus. Sikap individualisme semakin menonjol dibandingkan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam masyarakat. Minimnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat berpotensi mengancam identitas bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan demikian, penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menguatkan kembali penerapan nilai-nilai kehidupan dan moral dalam Pancasila, baik pada masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
Pengaruh PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, serta Transportasi dan Pergudangan terhadap Emisi CO2 di Indonesia Relli Hutabalian; Putri Sari Margaret Julianty Silaban
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan terhadap emisi CO₂ di Indonesia periode 2000–2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data runtut waktu (time series) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Institute Energy, dengan metode analisis Error Correction Model (ECM) yang mencakup uji stasioneritas, uji kointegrasi, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDB sektor pertambangan dan penggalian tidak berpengaruh signifikan terhadap emisi CO₂ baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. PDB sektor industri pengolahan tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek, namun berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang. Sementara itu, PDB sektor transportasi dan pergudangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi CO₂ baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Secara simultan, ketiga variabel independen terbukti berpengaruh signifikan terhadap emisi CO₂, dengan kemampuan model menjelaskan variasi emisi sebesar 94,14% dalam jangka panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian emisi CO₂ di Indonesia memerlukan kebijakan lintas sektor yang mendorong efisiensi energi, adopsi teknologi bersih, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.