Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI ABU BATU TERHADAP FLOWABILITY DAN KUAT TEKAN SELF COMPACTING CONCRETE ahmad, Sofyan; Fasdarsyah, Fasdarsyah; Fahrosa, Sucitya JB
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.419 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.138

Abstract

Self compacting concrete (SCC) memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan beton konvensional karena mengalir dan menyebar dengan berat sendiri dan mampu melewati celah-celah tulangan tanpa bantuan vibrator sehingga menghemat tenaga kerja. Abu batu merupakan hasil dari proses penghancuran bongkahan batu menggunakan alat pemecah batu (stone cuser). Tujuan penelitian ini untuk mengurangi sebagian semen dengan penggunaan abu batu yang divariasikan setiap variasinya. Penggunaan superplasticizer berpengaruh terhadap flowability dan workability. Pengujian beton segar dilakukan dengan 3 metode yaitu Slump Flow, V-Funnel, dan L-Shape Box. Pembuatan benda uji menggunakan silinderberukuran 100 mm x 200 mm dengan umur beton 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan beton segar memenuhi karakteristik beton SCC dengan variasi SCCN, SCC 5%, SCC 10%, dan SCC 15% AB. Pada penelitian ini pemakaian abu batu tertinggi sebagai substitusi sebagian semen pada variasi 5% abu batu menghasilkan kuat tekan 25,72 MPa. Sedangkan pemakaian abu batu 10% mengalami kuat tekan yang menurun sebesar 21,15 MPa. Sehingga penurunan kuat tekan dapat diketahui berdasarkan rasio penurunan berturut-turut semua variasi terhadap beton SCC 5% yaitu sebesar 17,797%, 34,756%, dan 42,075%. Sedangkan pada beton SCCN nilai kuat tekan mengalami peningkatan terhadap beton SCC 5% sebesar 2,564%. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi persentase abu batu pada penelitian ini dapat menurunkan kuat tekan beton yang diperoleh meliputipengujian Slump Flow, V-Funnel, dan L-Shape Box.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT EMAIL TEMBAGA PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH Fasdarsyah, Fasdarsyah; David, Sarana; afrizal, afrizal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.039 KB) | DOI: 10.29103/tj.v8i1.141

Abstract

Serat kawat email temabaga merupakan kawat tembaga polos yang dilapisi Email pada permukaannya, kawat ini sering digunakan sebagai penghantar listrik dan kawat email tembaga ini juga tahan terhadap korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kawat email tembaga pada campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah. Metode dilakukan dengan cara penambahan serat terhadap berat  pasir, dengan panjang serat (l = 50 mm) dan diameter serat (d = 0,60 mm). Untuk perhitungan campuran beton (mix design) dilakukan berdasarkan (SNI 7656 - 2012) dengan mutu beton rencana sebesar  fc = 20 Mpa, menggunakan semen Tipe I dengan faktor air semen dipakai 0,58. Variasi campuran serat yang digunakan adalah 0%, 0,50%, 0,75%, 1%, dan 1,50%, dengan cetakan slinder berukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Masing-masing variasi memiliki 5 buah benda uji, dan pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Nilai rata-rata kuat tekan variasi 0% sebesar 23,88 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 0,50% sebesar 23,99 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 0,75% sebesar 24,67 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 1% sebesar 25,12 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 1,50% sebesar 26,14 MPa. Nilai rata-rata kuat tarik belah variasi 0% sebesar 3,35 Mpa, rata-rata tarik belah variasi 0,50% sebesar 3,42 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 0,75% sebesar 3,75 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 1% sebesar 3,34 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 1,50% sebesar 3,30 Mpa. Dari hasil pengujian menggambarkan bahwa, pengaruh penambahan serat kawat email tembaga pada campuran beton dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi kuat tarik belah beton cenderung menurun.
PERENCANAAN JARINGAN PERPIPAAN AIR MINUM MENGGUNAKAN APLIKASI WATERCAD V8-I Wesli, Wesli; Fasdarsyah, Fasdarsyah; Kurniawan, Indra; Yusuf, Khairullah; Akbar, Said Jalalul; Maizuar, Maizuar; Arfiandi, Joni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.554

Abstract

Abstrak Pelayanan kebutuhan air di wilayah IKK Bukit Oregon kurang memadai diduga jaringan pipa menjadi pokok masalahnya sehingga berdasar hal tersebut maka diperlukan evaluasi jaringan perpipaan air minum dan design dibuat dengan menggunakan software Aplikasi Watercad V8-I dan ingin diketahui seberapa besar kebutuhan debit pada proyeksi tahun 2030 termasuk kapasitas pompa dan jenis pipa transmisinya. Hasil pengamatan secara langsung di wilayah studi pada pelayanan terdapat permasalahan yang terjadi pada pipa transmisi, yaitu pipa dari intake (sumber air baku utama) menuju ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang akan di distribusikan ke masyarakat. Permasalahan yang terjadi adalah pipa induk tersebut mengalami kebocoran akibat umur teknis pipa yang sudah tua. Meningkatnya jumlah penduduk sama halnya semakin meningkatnya pemenuhan akan kebutuhan air bersih. Permasalahan tersebut harus ditanggulangi dengan pergantian pipa dengan jenis dan diameter yang tepat serta kapasitas pompa yang sesuai hasil menggunakan software Watercad V8-i. Dari hasil perhitungan analisa pertumbuhan penduduk pada tahun 2030 dengan jumlah pelanggan 96.770 jiwa kebutuhan air mencapai 102,476 liter/detik. Sistem transmisi menggunakan sistem pompa dengan kapasitas terpasang 90 liter/detik. Jenis pipa yang dipakai untuk pipa transmisi menggunakan pipa HDPE dengan diameter 350 mm. Kata kunci: evaluasi, air bersih, perpipaan, pompa, Watercad V8-i   Abstract The service for water needs in the IKK Bukit Oregon area is inadequate, it is suspected that the pipeline network is the main problem, so based on this, it is necessary to evaluate the drinking water piping network and the design is made using the Watercad V8-I application software and wants to know how much the demand for discharge in the 2030 projection includes pump capacity and type of transmission pipe. The results of direct observations in the study area on the service there are problems that occur in the transmission pipe, namely the pipe from the intake (main raw water source) to the Water Treatment Plant (IPA) which will be distributed to the community. The problem that occurs is that the main pipe has a leak due to the technical age of the pipe which is old. The increasing population is the same as the increasing fulfillment of clean water needs. These problems must be overcome by changing the pipe with the right type and diameter and the pump capacity according to the results using the Watercad V8-i software. From the calculation results of population growth analysis in 2030 with the number of customers 96,770 people, water needs reach 102,476 liters/second. The transmission system uses a pump system with an installed capacity of 90 liters/second. The type of pipe used for the transmission pipe uses HDPE pipe with a diameter of 350 mm. Keywords: evaluation, clean water, piping, pump, Watercad V8-i 
Pelatihan Pembuatan Biogas dari Limbah Rumah Tangga pada Komunitas Ibu PKK di Kota Lhokseumawe Malasyi, Syibral; Fauzan, M.; Mukhlis, Mukhlis; Sarana, David; Mudi, Teuku; Fasdarsyah, Fasdarsyah
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 4 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v4i1.1998

Abstract

Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi. Limbah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik berkontribusi pada polusi lingkungan dan masalah kesehatan. Komunitas ibu PKK di kota ini memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam mengelola limbah rumah tangga dan memanfaatkan energi alternatif seperti biogas. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pelatihan pembuatan biogas dari limbah rumah tangga untuk ibu-ibu PKK di Lhokseumawe. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi biogas, yang dapat digunakan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu PKK dalam seluruh tahapan pelatihan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki pemahaman yang baik tentang konsep dan teknik pembuatan biogas, serta mampu menerapkannya di rumah masing-masing. Sebanyak 75% peserta berhasil memanfaatkan biogas, dengan manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan, seperti pengurangan biaya energi dan penurunan emisi gas rumah kaca. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas Lhokseumawe, meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan lingkungan.
Optimization of low-density polyethylene (LDPE) in eco-paving block synthesis: A pathway toward community empowerment Fasdarsyah Fasdarsyah; Herman Fithra; Nura Usrina; Nanda Savira Ersa; Zara Yunizar; Muhammad Fauzan; Zulnazri; Febi Anriani; Maulida Yani Siregar
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol. 6 No. 1 (2026): Bull. Community. Serv.
Publisher : LPPM Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v6i1.64

Abstract

Background and Aim: Blang Asan Village has economic potential in the brick production sector; however, production activities are still conventional and have not integrated innovations in construction material technology. In addition, unmanaged Low-Density Polyethylene (LDPE) plastic waste contributes to environmental problems. This community service activity aimed to implement a circular economy concept by transforming LDPE plastic waste into environmentally friendly construction materials in the form of eco-paving blocks. Methods: The program was implemented using an experimental and participatory approach involving local partners through socialization, technical training, and construction implementation assistance. Laboratory testing was conducted on six specimen variations molded using 3 kg hexagonal molds. The mixtures consisted of LDPE plastic waste, fine aggregate, coarse aggregate, cement, and varying amounts of used oil. Compressive strength tests were performed to determine the optimal composition. Results: The compressive strength test showed that the best composition was obtained with 15% LDPE without an oil mixture, producing a compressive strength value of 24.2 MPa. Based on SNI 03-0691-1996 standards, the product met the B Quality criteria, making it suitable for parking area applications. The program successfully transferred technology to local brick craftsmen, enabling them to independently produce eco-friendly construction materials. Conclusion: The application of LDPE-based eco-paving blocks effectively reduced plastic waste while creating value-added construction products with economic potential. This program also supported the development of sustainable green economy practices in Blang Asan Village.
Pemodelan Dampak Perubahan Iklim terhadap Pergerakan dan Dinamika Garis Pantai di Susoh, Aceh Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah Fasdarsyah; Syibral Malasyi; David Sarana; Mukhlis Mukhlis; Muhammad Fauzan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1357

Abstract

Abstrak   Wilayah pesisir memiliki potensi besar bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi, namun pemanfaatannya masih terbatas dan menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat. Di Provinsi Aceh, kawasan pesisir semakin rentan akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia yang memicu kenaikan muka air laut, peningkatan frekuensi badai, abrasi, serta banjir rob. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Pantai Susoh di Kabupaten Aceh Barat Daya yang memiliki fungsi penting sebagai kawasan wisata dan religius. Namun, abrasi terjadi hampir setiap tahun dan pada Oktober 2023 gelombang pasang akibat anomali iklim merusak lebih dari selusin rumah penduduk. Kondisi ini diperparah oleh banjir rob yang dipengaruhi penurunan muka tanah pasca gempa 2004. Penelitian ini menggunakan pemodelan numerik dengan metode morphological scale factor (morfac) untuk menganalisis kondisi eksisting dan memprediksi dinamika morfologi pantai jangka panjang. Hasil simulasi menunjukkan tren erosi berkelanjutan hingga 50 tahun mendatang dengan kemunduran garis pantai rata-rata ±200,19 m. Oleh karena itu, strategi mitigasi berbasis struktur pantai dan rehabilitasi ekosistem diperlukan untuk mengurangi risiko abrasi dan mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.   Kata kunci: erosi pantai, mitigasi pesisir, morfac, pemodelan numerik, perubahan iklim   Abstrack   Coastal areas have significant potential for economic, social, and ecological development; however, their utilization remains limited and increasingly pressured by environmental changes. In Aceh Province, coastal regions are becoming more vulnerable due to climate change and human activities that contribute to sea level rise, increased storm frequency, coastal erosion, and tidal flooding. One of the affected areas is Susoh Beach in Southwest Aceh Regency, which plays an important role as a tourism and religious area. However, coastal erosion occurs almost every year, and in October 2023 storm surges triggered by climate anomalies damaged more than a dozen houses. This condition is further exacerbated by tidal flooding influenced by land subsidence following the 2004 earthquake. This study employs numerical modeling using the morphological scale factor (morfac) method to analyze existing conditions and predict long-term coastal morphological dynamics. The simulation results indicate a continuous erosion trend over the next 50 years, with an average shoreline retreat of approximately ±200.19 m. Therefore, mitigation strategies based on coastal protection structures and ecosystem rehabilitation are necessary to reduce erosion risk and support sustainable coastal management.   Keywords: Coastal erosion, coastal mitigation, morfac, numerical modeling, climate change
Analisis Model Tarikan Tranportasi Pada Zona Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya Rizki Ramadhan; Fasdarsyah Fasdarsyah; Muthmainnah Muthmainnah
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2: Juli 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i2.150

Abstract

ABSTRAKPemodelan transportasi berperan penting dalam perencanaan sistem pergerakan yang efisien dan berkelanjutan. Zona perkantoran pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya merupakan pusat aktivitas yang menimbulkan tarikan pergerakan kendaraan cukup tinggi, namun belum didukung oleh kajian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa faktor yang memengaruhi tarikan pergerakan kendaraan serta menganalisis model tarikan perjalanan pada zona perkantoran Kabupaten Pidie Jaya. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah volume kendaraan yang masuk setiap 15 menit selama jam operasional (07.00–12.00 WIB), sedangkan variabel bebas berdasarkan penggunaan lahan adalah jumlah pegawai(X1), jumlah pengunjung(X2), luas lahan(X3), luas bangunan(X4), luas lantai(X5), dan luas parkir(X6). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi linier dengan bantuan SPSS untuk memperoleh model yang memenuhi kriteria BLUE. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pegawai (X1) merupakan variabel paling dominan dalam memengaruhi tarikan perjalanan. Model terbaik yang diperoleh adalah Y=5.088+0.269X1 dengan nilai koefisien korelasi R²=0.982, yang menunjukkan bahwa 98,2% variasi tarikan perjalanan dapat dijelaskan oleh jumlah pegawai. Faktor fisik lainnya berpengaruh positif, namun relatif lebih kecil.Kata kunci: pemodelan transportasi, perencanaan transportasi, regresi linier, SPSS, tarikan perjalananABSTRACTTransportation modeling plays an important role in planning an efficient and sustainable movement system. The Pidie Jaya Regency government office zone is a center of activity that generates quite high vehicle movement attraction, but has not been supported by a comprehensive study. This study aims to determine what factors influence vehicle movement attraction and analyze the trip attraction model in the Pidie Jaya Regency office zone. The dependent variable in this study is the volume of vehicles entering every 15 minutes during operational hours (07.00–12.00 WIB), while the independent variables based on land use are the number of employees (X1), the number of visitors (X2), land area (X3), building area (X4), floor area (X5), and parking area (X6). The analysis was carried out using correlation tests and linear regression with the help of SPSS to obtain a model that meets the BLUE criteria. The results of the analysis show that the number of employees (X1) is the most dominant variable in influencing trip attraction. The best model obtained is Y = 5.088 + 0.269X1 with a correlation coefficient value of R2 = 0.982, which indicates that 98.2% of the variation in trip attraction can be explained by the number of employees. Other physical factors have a positive influence but are relatively smaller.Keywords: transportation modeling, transportation planning, linear regression, SPSS, travel attraction
S ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PCI DAN AI MS-17 DAN BIAYA PENANGANAN PADA RUAS JALAN LINE PIPA STA 1+000 – 2+500 Syibral Malasyi; M Fauzan; T Mudi Hafli; David Sarana; Mukhlis Mukhlis; Fasdarsyah Fasdarsyah; Tharatul Ayna
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1294

Abstract

Abstrak   Jalan merupakan sarana infrastruktur yang berfungsi sebagai ruang sirkulasi untuk mempermudah transportasi darat, lengkap dengan bangunan pelengkap serta perlengkapannya yang menunjang aktivitas lalu lintas. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan dua metode, yaitu Pavement Condition Index (PCI) dan Asphalt Institute MS-17, guna menilai apakah kondisi jalan masih layak atau membutuhkan program pemeliharaan dan perbaikan secara rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan metode PCI, persentase kondisi jalan tertinggi berada pada kategori failed sebesar 43%, diikuti fair 24%, very poor 14%, excellent 9%, poor dan good masing-masing 5%. Sedangkan pada metode Asphalt Institute MS-17, ditemukan bahwa 41% kerusakan memerlukan tambalan, 32% membutuhkan pemeliharaan rutin, dan 27% memerlukan rekonstruksi. Dari kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa solusi penanganan yang direkomendasikan adalah Rekontruksi atau melalui kegiatan tambalan atau perbaikan lainnya   Kata kunci: kerusakan jalan, PCI, AI MS-17   Abstract   Roads are infrastructure facilities that function as circulation spaces to facilitate land transportation, complete with complementary buildings and equipment that support traffic activities. This evaluation was conducted by comparing two methods, namely the Pavement Condition Index (PCI) and the Asphalt Institute MS-17, to assess whether the road conditions are still suitable or require routine maintenance and repair programs. The results of the analysis show that based on the PCI method, the highest percentage of road conditions is in the failed category of 43%, followed by fair 24%, very poor 14%, excellent 9%, poor and good each 5%. While in the Asphalt Institute MS-17 method, it was found that 41% of damage required patching, 32% required routine maintenance, and 27% required reconstruction. From the two methods, it can be concluded that the recommended handling solution is Reconstruction or through patching or other repair activities   Keywords: Road damage, PCI, AI MS-17
Pemanfaatan Plastik High Density Polyethylene (HDPE) Dan Low Density Polyethylene (LDPE) Sebagai Substitusi Sebagian Aspal Pada Lapisan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Wesli Wesli; Zulfira Tri Rezeki Sembiring; Hamzani Hamzani; T. Mudi Hafli; Fasdarsyah Fasdarsyah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1351

Abstract

Abstrak   Sampah plastik mencemari lingkungan menjadi penyumbang terbesar di indonesia, pendauran ulang dapat dilakukan dengan menjadikan substitusi aspal. Lapisan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) merupakan lapisan perkerasan yang terletak paling atas berfungsi sebagai lapisan aus, terdiri dari agregat kasar, halus, filler dan aspal. Penggunaan plastik HDPE (High Density Polyethylene) dan LDPE (Low Density Polyethylene) sebagai pengganti aspal sebagian dalam campuran lapisan AC-WC guna meningkatkan nilai stabilitas yang lebih besar dari aspal konvensional dan berfungsi sebagai bahan pengikat antara agregat yang bersifat termoplastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi pemanfaatan plastik HDPE dan plastik LDPE yang dapat memenuhi nilai parameter marshall. Benda uji yang digunakan 15 buah untuk KAO dan 3 benda uji untuk masing-masing variasi 5%, 6% dan 7%. Pengujian adalah pengujian marshall. KAO pada kadar aspal sebesar 6%. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter marshall memenuhi spesifikasi. Dapat disimpulkan bahwa dengan substitusi sebagian aspal dengan plastik HDPE dan plastik LDPE variasi 5%, 6% dan 7% memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2.   Kata kunci: Laston AC-WC, Parameter Marshall, Plastik HDPE, Plastik LDPE   Abstrack   Plastic waste is a major environmental pollutant and represents one of the largest sources of pollution in Indonesia. One potential recycling approach is its utilization as a partial substitute for asphalt. The AC-WC (Asphalt Concrete–Wearing Course) layer is the uppermost pavement layer, functioning as a wearing course, and consists of coarse aggregate, fine aggregate, filler, and asphalt binder. The use of HDPE (High Density Polyethylene) and LDPE (Low Density Polyethylene) plastics as partial replacements for asphalt in AC-WC mixtures aims to improve stability values compared to conventional asphalt and to act as a thermoplastic binder between aggregates. This study aims to evaluate variations in the use of HDPE and LDPE plastics that satisfy Marshall parameter requirements. A total of 15 specimens were prepared to determine the Optimum Asphalt Content (OAC), while 3 specimens were tested for each plastic variation of 5%, 6%, and 7%. Marshall testing was conducted, and the OAC was found to be 6%. The results indicate that all Marshall parameters meet the specified requirements. It can be concluded that partial substitution of asphalt with HDPE and LDPE plastics at 5%, 6%, and 7% variations complies with the 2018 Bina Marga General Specifications (Revision 2).   Keywords: Laston AC-WC, Marshall Parameters, HDPE Plastic, LDPE Plastic
PENGARUH PENAMBAHAN FILLER GRANIT DAN KERAMIK PADA CAMPURAN LASTON AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHALL Fasdarsyah Fasdarsyah; Mukhlis Mukhlis; sulaiman sulaiman
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v4i1.27

Abstract

Lapis Beton Aspal adalah lapisan penutup konstruksi perkerasan jalan yang mempunyai nilai structural. Salah satu jenis lapis beton aspal tersebut adalah Asphall Concrete - Wearing Course (AC-WC) sebagai lapisan yang paling atas dalam perkerasan lentur. Material utama penyusun adalah agregat dan aspal, termasuk jenis filler dalam penggunaannya. Dalam penelitian ini jenis filler yang di gunakan adalah abu batu,abu granit dan abu keramik sebagai pembandingnya. Sebelum dilakukan pengujian Marshall pada campuran, dilakukan pengujian terhadap material yang digunakannya. Hasil pengujian berat jenis pada filler keramik adalah 2,573 gr/cm3 dan 2,585 gr/cm3 untuk filler granit, sedangkan material lolos ayakan no. 200 (75 micron) pada filler abu keramik dan abu granit diambil 5%,10%,15%,20% dan 25% sedangkan sisanya merupakan abu batu dari 72 gram target gradasi. Kadar aspal rencana yang digunakan baik pada campuran dengan filler abu keramik maupun abu granit adalah pb = 5,5 % dengan rentang kadar aspal rencana 4%,4,5%,5%,5,5% dan 6%. Setelah dilakukan uji marshall dengan kadar aspal rencana, seluruh sifat marshall pada uji standar 2x75 tumbukan telah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan. Hasil yang diperoleh adalah kepadatan dan stabilitas marshall dengan abu granit memiliki nilai lebih tinggi dari pada campuran dengan abu keramik. Pada seluruh rentang kadar aspal, nilai flow campuran dengan filler abu keramik lebih tinggi dari pada campuran dengan filler abu granit,Nilai tertinggi pada abu keramik sebesar 6,63 mm, sedangkan abu granit sebesar 4,87 mm. Marshall Quottient untuk kedua jenis filler, nilai terendah terjadi pada kadar aspal tertinggi (25%) yaitu sebesar 396 kg/mm untuk filler abu keramik dan pada kadar aspal (5 %) yaitu sebesar 452 kg/mm untuk filler abu granit. Filler abu granit memiliki nilai VFA lebih tinggi daripada abu keramik, namun nilai VMA lebih rendah. Sedangkan nilai Rongga udara dalam campuran (VIM), filler abu keramik lebih tinggi dari pada abu granit.Kata Kunci: Laston AC-WC, Filler granit dan Filler keramik Uji Marshall