Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN PERSON CENTERED THERAPY DI SEKOLAH (EMPATHY, CONGRUENCE, UNCONDITIONAL POSITIVE REGARD) DALAM MANAJEMEN KELAS Ratnawati, Vivi
Journal of Education Technology Vol. 1 No. 4 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v1i4.12862

Abstract

Artikel ini membahas Person centered therapy dibidang konseling, untuk membantu dalam proses hubungan, empathy, congruence, unconditional positive regard, sebagai konsep penting pendekatan tersebut dan sebagai saran terhadap manajemen kelas. Merupakan hal yang penting jika proses belajar-mengajar berpusat pada siswa, sehingga pertimbangan siswa akan berpusat pada segala hal yang berhubungan dengan pendidikan. Ketika siswa menjadi bagian dari suatu keputusan maka siswa akan merasa ikut berperan dan bertanggung jawab. Dalam person centered therapy mungkin tidak menawarkan solusi yang siap jadi atau mengarahkan klien untuk mengikuti strategi mengatasi masalah tertentu. Apa yang terapis lakukan adalah menggunakan kesempatan dalam hubungan kepercayaan melalui penghargaan terhadap klien sehingga masalah yang dihadapi dapat diselesaikan. Secara keseluruhan, klien diasumsikan dapat memiliki kemampuan untuk membuat solusi atas permasalahannya, dan terapis hanya bertindak sebagai teman dalam proses penyembuhan.
Studi Deskriptif Tentang Kepercayaan Diri Siswa Penerima Beasiswa PIP di MAN 1 Kediri Febriansyah, Airulanang L; Atrup, Atrup; Ratnawati, Vivi
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i02.2303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri pada siswa penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di MAN 1 Kota Kediri. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya kepercayaan diri sebagai salah satu aspek psikologis yang dapat memengaruhi keberhasilan belajar siswa. Kepercayaan diri yang tinggi akan mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat, mengambil keputusan, serta lebih aktif dalam proses pembelajaran. Namun, pada kenyataannya, peneliti menemukan adanya indikasi rendahnya rasa percaya diri pada sebagian siswa penerima beasiswa PIP, yang ditunjukkan melalui sikap pasif di kelas dan ketidakyakinan dalam menentukan arah masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 42 siswa penerima beasiswa PIP yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup yang disebarkan melalui Google Form, dengan indikator yang mengacu pada teori aspek-aspek kepercayaan diri menurut Lauster. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dengan menggunakan bantuan SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa penerima beasiswa PIP berada pada kategori rendah. Sebanyak 55% responden berada pada kategori rendah, 43% pada kategori sedang, dan hanya 7% yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Nilai rata-rata kepercayaan diri siswa sebesar 93,11 dengan standar deviasi sebesar 6,77. Temuan ini menunjukkan bahwa bantuan beasiswa PIP belum sepenuhnya berkontribusi terhadap peningkatan aspek psikologis siswa, khususnya dalam hal kepercayaan diri. Oleh karena itu, diperlukan adanya strategi pendampingan yang lebih komprehensif, tidak hanya secara materiil, tetapi juga psikososial agar siswa mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Kata Kunci : Kepercayaan Diri, Beasiswa PIP,Siswa, Pendidikan
Is Motivation Really Important? Exploring Teachers' Need Satisfaction and Work Motivation through Organizational Climate and Psychological Capital Utomo, Hanggara Budi; Ratnawati, Vivi; Ridwan, Ridwan; Syaharani, Duanty
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 4 DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i4.30249

Abstract

The teaching profession is a critical cornerstone for the success of education in Indonesia. However, maintaining teachers' work motivation poses a significant challenge, particularly in rural areas. This study examines the influence of organizational climate and psychological capital on teachers' work motivation, with need satisfaction serving as a mediating factor. Data were collected from 210 teachers in rural schools using a self-report survey and a convenience sampling technique. Participants completed scales measuring organizational climate, psychological capital, need satisfaction, and intrinsic motivation (interest/pleasure subscale). The study employed quantitative methods, including descriptive analysis of respondent profiles, measurement model analysis, and structural model analysis. Findings from structural equation modeling revealed that both organizational climate and psychological capital significantly influence teachers' work motivation, with need satisfaction acting as a crucial mediator. Organizational climate, as an external factor, significantly impacts need satisfaction and work motivation. Meanwhile, psychological capital, an internal factor, serves as a primary source of need satisfaction, which, in turn, plays a pivotal role in fostering work motivation. These findings underscore the importance of cultivating a supportive work climate and fostering psychological capital to enhance teachers' sense of responsibility and resilience in addressing the complexities of teaching in rural settings. The study highlights the need for a self-determination-oriented teacher culture in rural schools to sustain motivation and improve educational outcomes.
IMPLEMENTASI CERTAINTY FACTOR DALAM PROGRAM EDUKASI DIGITAL SEHAT UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH DASAR INKLUSI RAMAH ANAK DI KOTA KEDIRI Ratnawati, Vivi; Ramadhani, Risky Aswi; Ningsih, Risaniatin; Mahanani, Annaafi Widya; Fajarrani, Nimas Prajna Sekar Arum; Pramustyo, Reza
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6294

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan tantangan baru dalam praktik pendidikan inklusif, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang lebih rentan terhadap dampak negatif penggunaan gawai. Guru dan orang tua di sekolah inklusi sering kali belum memiliki literasi digital yang memadai untuk mendampingi anak secara tepat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan orang tua mengenai literasi digital sehat melalui implementasi sistem pakar berbasis Certainty Factor (CF) di SDN Betet 1 Kota Kediri, sebagai salah satu sekolah inklusi ramah anak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan sistem pakar, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan. Peserta kegiatan terdiri atas 40 guru dan orang tua/wali murid. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman literasi digital sehat, dengan kenaikan rata-rata 27,9 poin (dari 55,7 menjadi 83,6). Selain itu, tingkat kepuasan peserta juga tinggi, yaitu 91% menyatakan sistem pakar mudah digunakan, 89% merasa terbantu dalam pengambilan keputusan pendampingan anak, dan 87% menghendaki program ini dilanjutkan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pakar berbasis CF efektif dalam meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam mendampingi ABK, sekaligus mendukung terciptanya sekolah dasar inklusi yang ramah anak. Program ini penting untuk direplikasi pada sekolah inklusi lainnya guna memperkuat literasi digital sehat sebagai bekal menghadapi era teknologi informasi.
STUDI KOMPARASI RASA KEPERCAYAAN DIRI SISWA BERKEPRIBADIAN EKSTROVERT DENGAN SISWA BERKEPRIBADIAN INTROVERT PADA SISWA SMP Ratnawati, Vivi
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.921 KB) | DOI: 10.29407/nor.v1i1.16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rasa percaya diri siswa berkepribadian ekstrovert dengan siswa berkepribadian introvert. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan inventory eysenk yang telah dimodifikasi untuk variabel tipe kepribadian dan variabel rasa percaya diri. Penulis mengambil sampel dengan teknik random sampling. Penulis menganalisis data menggunakan teknik uji Mann Whitney dengan menggunakan program SPSS didaptkan nilai probabilitas (Asump, Sig. (2-tailed)) sebesar 0,018 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05 (α = 0,05). Oleh karena nilai probabilitas lebih kecil dari α (0,018 < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya memang terdapat perbedaan tingkat rasa percaya diri antara siswa berkepribadian introvert dan ekstrovert. Dari hasil analisis diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,018 yang lebih keci dari α (0,018 < 0,05). Sehingga hipotesis berbunyi “Terdapat Perbedaan Tingkat Rasa Percaya Diri Antara Siswa Berkepribadian Introvert dan Ekstrovert”, diterima. Dari hasil mean rasa percaya diri siswa berkepribadian ekstrovert diperoleh harga 2,6, sedangkan hasil mean rasa percaya diri siswa berkepribadian introvert diperoleh harga 1,92. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan dari permasalahan kedua tentang : “Lebih tinggi manakah rasa percaya diri siswa berkepribadian ekstrovert dengan siswa berkepribadian introvert?”, yaitu lebih tinggi rasa percaya diri siswa berkepribadian ekstrovert apabila dibanding dengan rasa percaya diri siswa berkepribadian introvert.
Keefektifan Teknik Modeling Berbasis Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik Siswa SMP Ragil, Endang; Ariyanto, Restu Dwi; Ratnawati, Vivi; Ningsih, Risaniatin; Valdino, Dias Rendy
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.899 KB) | DOI: 10.29407/nor.v6i1.13617

Abstract

Phenomenon Students with low academic self-efficacy tend to avoid difficult tasks, because the task is considered a threat to him. Students have low aspirations and commitment in achieving the learning goals they set. When faced with difficult tasks, student is busy thinking about the deficiencies that exist in him, the disturbances he faces, and all the results that can be detrimental. When faced with difficult tasks, students with low self-efficacy will reduce their efforts and tend to give up quickly and slow to fix or regain their self-efficacy when experiencing failure. So we need a technique to reduce these rights, one of which is the application of modeling techniques based on cinema of educational. This study aims to determine the effectiveness modeling techniques based on cinema of educational to improve students' academic self-efficacy. This research method uses an experimental research approach with the type of one group pretest-posttest design. The conclusion of the study showed that the Paired Samples Test score was 0.026 <0.05. These results can be concluded that modeling techniques based on cinema of educational are effective for increasing the academic self-efficacy of junior high school students.
Pengembangan Skala Psikologis Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis Pada Fase D Sebagai Instrumen Asesmen Diagnostik Dalam Layanan Bk Berbasis Kurikulum Merdeka Ratnawati, Vivi; Arofah, Laelatul; Puspitarini, Ikke Yuliani Dhian; Sunita, Lutfi Deva
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v11i1.20025

Abstract

The Pancasila student profile is the direction of education goals in Indonesia. There are six dimensions that must be mastered by students to become competent individuals, including 1) faith, devotion to God Almighty, and noble character, 2) independence, 3) mutual cooperation, 4) global diversity, 5) critical reasoning, and 6) creative. The purpose of this study is to develop a psychological scale of critical reasoning dimensions for the diagnostic assessment process of students in schools. There are five dimensions in critical reasoning, namely argumentation, assumption, deduction, interpretation, and conclusion. Meanwhile, the critical reasoning scale statement items totalled 44. This study adopted Gregory's development model using six steps, namely defining the test, selecting the scaling method, constructing the items, trialling the items, revising the test, and publishing the test. The results showed the acceptability of the critical reasoning scale, based on expert tests conducted on two experts from BK experts showed a score of 0.5. Further research is needed to improve the validity and reliability of the psychological scale that has been developed, perhaps through wider experimental tests or the development of supporting media.
Penerapan Metode Forward Chaining pada Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Emosi dan Perilaku Anak Berkebutuhan Khusus Mahesa Difa Ramadhan; Risky Aswi Ramadhani; Ratih Kumalasari Niswatin; Vivi Ratnawati
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/qx053847

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering mengalami gangguan emosi dan perilaku yang sulit dikenali oleh orang tua maupun guru, sehingga penanganan yang tepat sering terlambat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis metode forward chaining untuk mendiagnosa gangguan emosi dan perilaku pada ABK. Sistem dirancang untuk membantu orang tua dan guru mengenali gejala serta memberikan saran penanganan awal. Basis pengetahuan sistem diperoleh dari psikolog dan guru bimbingan konseling, lalu diuji pada 15 anak di SLB Krida Utama 1 Tanjunganom. Proses diagnosa dimulai dengan user memasukkan gejala yang sesuai dialami oleh anak. Gejala tersebut akan diproses dengan menggunakan metode forward chaining. Setelah berhasil diproses, sistem akan menampilkan hasil dan juga saran penanganannya. Hasil uji menunjukkan akurasi diagnosis sistem mencapai 100% dan sistem dinilai mudah digunakan serta bermanfaat oleh pengguna. Sistem pakar ini terbukti mampu memberikan diagnosis awal secara tepat berdasarkan input gejala dan berpotensi digunakan sebagai alat bantu identifikasi gangguan emosi dan perilaku secara praktis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung proses pendidikan dan pengasuhan anak berkebutuhan khusus secara lebih efektif.  
Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Digital Untuk Pengoptimalan Pembelajaran Online pada Guru SMA Muhammadiyah Kota Kediri Nurfahrudianto, Aan; Puji Permana Aji, Mahendra; Ratnawati, Vivi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 1 No 2 (2022): Vol.1 No.2 (Juni 2022)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v1i2.18191

Abstract

Electronic/digital-based learning tools can be easily obtained by the presence of information technology devices. Through this information technology network, educators can use it in learning. Especially during the current covid-19 pandemic which requires learning to be carried out online (in a network). Teachers/educators need to improve their abilities and skills in making learning tools. The community service team at Universitas Nusantara PGRI Kediri, took the initiative to help teachers at SMA Muhammadiyah Kediri improve their skills through workshops. The workshop can be carried out according to plan and goes well. The mastery of the material and the results of the learning media are in the very good category. Evaluation of digital learning in online learning is more varied. This activity also received a good response, as evidenced by the questionnaire given by the service team, which was included in the very good category.
Sosialisasi Peran Dukungan Psikologis “Imagery Mental” untuk Meningkatkan Kinerja Wasit Wushu Ratnawati, Vivi; M. Anis Zamawi; Mokhammad Firdaus; Hanggara Budi Utomo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 2 No 2 (2023): Vol.2 No.2 (Juni 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v2i2.20895

Abstract

Tujuan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada wasit dan para pihak terkait mengenai pentingnya penggunaan imagery mental dalam meningkatkan kinerja wasit. Imagery mental ini penting digunakan untuk membantu wasit mengembangkan keterampilan mental dan meningkatkan fokus, konsentrasi, pengambilan keputusan, serta penanganan stres. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 35 peserta yang tergabung dalam wasit wushu jawa timur. Metode pelaksanaan sosialisasi ini ada tiga tahapan, yaitu: tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Dan evaluasi dalam kegiatan sosialisasi ini menggunakan kuesioner REFS and CSAI-2