Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT MENURUNKAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN KRITIS (Nurses’ Therapeutic Communication Decrease Anxiety In Critical Patients Family) Qomariah, Siti Nur; Rohmah, Mujiati
Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v8i2.415

Abstract

ABSTRAK          Kecemasan  keluarga pasien kritis dikarenakan takut terjadi sesuatu yang buruk atau kematian pada keluarganya. Kecemasan bisa dikurangi dengan pemberian komunikasi terapeutik yaitu bentuk hubungan perawat dengan pasien dan keluarganya dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman, nyaman, pendidikan dan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien kritis.          Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperiment Design One Group Pre – Post Test Design. Sampel terdiri dari 18 subyek yang dipilih dengan teknik purposive  Sampling di ruang High Care Unit Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Variabel independen dalam penelitian ini adalah komunikasi terapeutik sedangkan variabel dependen adalah kecemasan keluarga pasien,data diambil menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon signed Rank test dengan tingkat signifikasi <0,05.          Kecemasan keluarga pasien kritis sebelum dilakukan komunikasi terapeutik sebagian besar cemas berat (83,3%). Sesudah dilakukan komunikasi terapeutik sebagian besar cemas sedang (55,6%). Hasil  nilai α = 0,000 yang berarti bahwa α < 0,05 maka ada pengaruh antara komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien kritis.          Perawat dapat mengaplikasikan komunikasi terapeutik sebagai intervensi mandiri dalam usaha menurunkan kecemasan keluarga pasien kritis. Kata Kunci:  Komunikasi terapeutik, Kecemasan Keluarga, Pasien Kritis ABSTRACT          Anxiety can happened to critical patient's family because fear of something bad or death in the family. Anxiety can be reduced with the administration of therapeutic communication that shapes the relationship of nurses with patients and their families with the needs of safety, comfort, education and nursing services. The purpose of this study was to determine the effect of nurses’ therapeutic communication to the anxiety level of the critical patients family.          The design of this study was Pre - Experimental Design One Group Pre - Post Test Design. The sample consisted of 18 subjects were selected by using purposive sampling room High Care Unit of the Hospital Muhammadiyah Gresik. The independent variables in this study was a therapeutic communication while the dependent variable was anxiety level of critical patients family. Data was retrieved using a questionnaire. This study used a statistical test Wilcoxon signed rank test with significance level <0.05.          Anxiety family of critically ill patients prior to therapeutic communication room most of severe anxiety (83.3%). After the therapeutic communication most of  moderate anxiety (55.6%). The results of the analysis obtained value α = 0.000. It means there was effect of nurses’ therapeutic communication to the anxiety level of the critical patients family.          Nurses should apply therapeutic communication as an independent intervention in an effort to reduce family anxiety critical patients. Keywords: Therapeutic Communication, Critical Patient anxiety FamilyDOI : 10.5281/zenodo.1401012
HOMEBASED EXERCISE SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN LANJUT USIA DENGAN OSTEOARTHRITIS Rahmawati, Rita; Qomariah, Siti Nur
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.746

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit kronis yang menyerang tulang rawan sendi dan jaringan di sekitarnya dengan gejala nyeri, kaku dan hilangnya fungsi dari sendi. Tujuan penelitian ini adalah tercapainya kualitas hidup terkait kesehatan yang baik pada lansia.Penelitian HBET ini menggunakan quasy experimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Data dikumpulkan dari pasien lanjut usia dengan osteoarthritis di Gresik. Pasien diambil menggunakan teknik consequtive sampling dan didapatkan 26 pasien yang sesuai dengan criteria inklusi melakukan HBET senam lutut selama 2 minggu. Osteoarthritis Knee and Hip Quality of Life (OAKHQOL) untuk mengukur kualitas hidup responden lansia dengan osteoarthritis. Paired t-test digunakan untuk menganalisis pengaruh Home Based Exercise Training (HBET).Didapatkan nilai p<0,0001 pada kualitas hidup. Pasien lansia dengan osteoarthritis yang melakukan HBET senam lutut menunjukkan peningkatan kualitas hidup. HBET dengan senam lutut efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien lanjut usia dengan osteoarthritis.Penelitian selanjutnya perlu dilakukan Home Based Exercise Training dengan penyakit degeneratif yang lain.Kata kunci: Home-Based Exercise Training, kualitas hidup, lanjut usia, osteoarthritisDOI: 10.5281/zenodo.3367799
PEMBERIAN INFUSA KAYU MANIS (Cinnamomun zeylanicum) MEMPENGARUHI KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS Suwanto, Suwanto; Qomariah, Siti Nur; Dianah, Imamah Nur
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1155

Abstract

Penatalaksanaan diabetes mellitus dapat melalui modifikasi gaya hidup dan pengobatan  yaitu dengan memanfaatkan kayu manis, mengandung zat aktif yaitu polifenol yang bekerja dengan meningkatkan protein reseptor insulin pada sel, sehingga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan dari penelitian menganalisis pengaruh pemberian infusa kulit kayu manis terhadap kadar glukosa darah acak pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental. Metode sampling menggunakan Purposive sampling. Sampel sebanyak 28 responden, dikelompokkan menjadi 2 yaitu kelompok intervensi (obat glibenklamid dan infusa kulit kayu manis) dan kelompok kontrol (obat glibenklamid). Hasil uji statistik pada kedua kelompok menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Pada kelompok intervensi nilai signifikansi p= 0,002 artinya ada pengaruh pemberian infusa kulit kayu manis terhadap tingkat kadar glukosa darah acak pada pasien diabetes mellitus tipe2. Pada kelompok kontrol nilai signifikansi p = 0,564 > 0,05 artinya tidak ada pengaruh pemberian glibenklamid terhadap penurunan kadar glukosa darah acak pasien diabetes mellitus tipe2. Sedangkan hasil uji statistik Mann-Withney U Test didapatkan nilai signifikan p = 0,012 < 0,05. Pemberian infusa kayu manis dapat menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Pemberian infusa kayu manis perlu diberikan sebagai alternatif pengobatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kata kunci: Infusa kulit kayu manis, Glukosa Darah, Diabetes mellitus DOI: 10.5281/zenodo.4774794
EDUKASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMENUHAH KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT GUNA MENCEGAH DEHIDRASI Suroso, Heri; Qomariah, Siti Nur; Bakar, Abu; Paraswati, Mareta Deka
Community Development in Health Journal Volume 3, Nomor 1, April 2025
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v3i1.610

Abstract

Introduction & Aim: Fluid balance in the body is one of the important aspects of the physiology of the human body related to homeostasis, if the human body does not have a fluid balance, it will experience dehydration, which will affect its health. Dehydration is a condition when there is an imbalance of fluids in the body, usually caused by fluid loss due to exposure to high temperatures for a long period of time. The purpose of this community service is to provide fulfilment of fluid and electrolyte needs to prevent dehydration. Method of Activity: Fluid balance in the body is one of the important aspects of the physiology of the human body related to homeostasis, if the human body does not have a fluid balance, it will experience dehydration so that there is a community service activity in the form of community empowerment. The activity begins with providing information to increase community understanding about fulfilling fluid and electrolyte needs to prevent dehydration. Indirect assistance, by utilising whatsapp group facilities. The level of success of community service is carried out by observing initial knowledge and preparedness and comparing knowledge and preparedness after community service activities. Data were analysed with the Wilcoxon Signed Rank Test.mpak on their health. Dehydration is a condition when there is an imbalance of fluids in the body, usually caused by fluid loss due to exposure to high temperatures for a long period of time. The purpose of this community service is to provide fulfilment of fluid and electrolyte needs to prevent dehydration. Results: The preparedness of community members before education with 15 participants was 20% (3 people) had a high level of preparedness, 53.3% (8 people) had a medium level of preparedness, and 26.7% (4 people) had a low level of preparedness. While preparedness after education as many as 80% (12 people) have a moderate level of preparedness and 20% (3 people) have a high level of preparedness. there are 6 people have an increase in preparedness after education and 9 people have the same level of preparedness so that there is an effect of education with changes in community preparedness (p = 0.027). Discussion: Community service highlights the importance of the role of health workers in improving patient preparedness through counselling and providing appropriate information.
THE IMPACT OF FACILITIES AND SERVICE QUALITY ON PRIVATE HOSPITAL CLIENTS’ SATISFACTION Iswati, Iswati; Qomariah, Siti Nur; Kadir, Khairul Azmi Abd
DIVERSITY Logic Journal Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2025): April: Diversity Logic Journal Multidisciplinary
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/div.v3i1.127

Abstract

Background. Market rivalry is getting fiercer both at the domestic level and internationally. As a result, many private hospitals based on hospital business companies compete with one another to win over clients by establishing objectives like offering first-rate facilities and customer service. Research Purpose. Determining the impact of facilities and service quality on private hospital clients’ satisfaction was the aim of this study. Research Method. This study uses quantitative statistics as its methodology, gathering data via documentation, questionnaire distribution, and observation. The Accidental Sampling approach was used by the author to sample the population. In this study, 80 respondents made up the sample. Data quality testing, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, partial and simultaneous determination coefficient testing, and the classical assumption test are the methods of data analysis that are employed. Findings. Customer satisfaction is significantly impacted by both service quality (p=0.000) and facility factor. Additionally, customer happiness is significantly impacted by both facility factors and service quality. Conclusion. Client happiness is significantly impacted by service quality, facility concerns, and changeable facilities.
CORRELATION COMMUNICATION FACTOR WITH PATIENT SAFETY INCIDENTS Orizani, Chindy Maria; Qomariah, Siti Nur; Iswati, Iswati
International Journal of Patient Safety and Quality Vol. 1 No. 2 (2024): International Journal of Patient Safety and Quality, October 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijpsq.v1i2.63729

Abstract

Background: According to the seventh standard of hospital patient safety, effective communication is crucial for staff to ensure patient safety. Patient safety incidents can often be traced back to miscommunication, which can be avoided through clear and effective communication. The purpose of this research is to explain the correlation between communication factors and patient safety incidents at Hospital X. Method: The study utilized a cross-sectional design, employing purposive sampling to select 30 nurses working in the inpatient unit. The independent variables included communication among nurses, communication between nurses and doctors, communication between nurses and medical support departments, and communication between nurses and patients. The dependent variable was the occurrence of patient safety incidents. Data were gathered through observation and analyzed using the chi- square test, with a significance level set at p-value < 0.05. Result: The results showed that there was a correlation between interracial nurse communication with the patient safety incident (p-value = 0.001). There was a correlation between nurse and doctor communication with the patient safety incident (p-value = 0.000). There was a correlation between the communication nurse and the medical support department with the patient safety incident (p-value = 0.000). There was a correlation between nurse and patient communication with the   patient safety incident (p-value = 0.000). Conclusion: Nurses who possess strong and effective communication skills can help prevent patient safety incidents. To achieve this, it is essential to enhance knowledge about communication, provide training on patient safety, and ensure compliance among nurses with the implementation of standard operating procedures, along with support from hospital leadership in supervision.
ANALISIS KEBERHASILAN REKAM MEDIK ELEKTRONIK DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURABAYA MENGGUNAKAN METODE HOT-FIT Al Aziz, Fatqur Rochman; Kurniawan, Afif; Qomariah, Siti Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49329

Abstract

Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik (RME) telah diterapkan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan sistem informasi rekam medik elektronik di rumah sakit. Namun, masih terdapat tantangan seperti jaringan error, kualitas sistem, dan kebijakan prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel manusia, organisasi teknologi terhadap manfaat yang dirasakan oleh pengguna rekam medik elektronik berdasarkan teori HOT-Fit. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan total sampling. Sampel sebanyak 27 responden yang merupakan pengguna RME di unit rawat inap RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Evaluasi Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik dan dianalisis dengan Fisher’s Exact Test. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan hubungan antara HOT terhadap Benefit dengan nilai signifikan (p=0,030). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor manusia, organisasi dan teknologi secara bersama-sama saling berinteraksi untuk memengaruhi manfaat yang dirasakan bagi penggunanya. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi rekam medik elektronik tidak hanya bergantung pada teknologi saja, tetapi juga peran penting faktor manusia dan organisasi. Peningkatan kualitas ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan pengalaman pengguna serta optimalisasi layanan kesehatan berbasis digital di rumah sakit.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Pasien Pneumonia Dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Kristiani, Rina Budi; Qomariah, Siti Nur; Wardani, Rossalina Kusuma; Yobel, Sosilo
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 2 No 1 (2024): Prosiding Konferensi Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v2i1.595

Abstract

Latar Belakang: Pola nafas tidak efektif merupakan suatu kondisi dimana inspirasi dan/atau ekspirasi tidak memberikan ventilasi yang adekuat, salah satunya adalah pneumonia. Pneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada paru-paru sehingga menyebabkan paru-paru membutuhkan oksigen lebih banyak. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien pneumonia dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Metode. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu menggambarkan kasus-kasus yang ditatalaksana secara sistematis. Hasil: Evaluasi hasil asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari pada kedua pasien menunjukkan hasil sebagai berikut: dispnea menurun, frekuensi nafas membaik RR 20x/menit, penggunaan otot bantu nafas menurun. Dari 3 kriteria hasil yang ditetapkan, masalah keperawatan tercapai sebagian. Kedua pasien menunjukkan keluhan sesak nafas berkurang dan diharapkan kedua pasien mempertahankan pola hidup sehatnya. Saran: Diharapkan kedua pasien meminum obatnya secara teratur. Diharapkan kedua pasien dan keluarga dapat mengetahui tindakan keperawatan apa saja yang dilakukan dan dapat menerapkan anjuran yang telah diberikan untuk meningkatkan kualitas kesehatan pasien.
Penerapan Kebijakan Keselamatan Pasien Rawat Inap Kasus Medikal Bedah Qomariah, Siti Nur; Iswati, Iswati; Bakar, Abu
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Konferensi Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v1i1.503

Abstract

Latar Belakang: Kebijakan merupakan suatu konsep yang menjadi pedoman atau rencana dalam melakukan suatu pekerjaan dan bagaimana tindakan tersebut akan dilakukan. Kebijakan yang dikembangkan oleh manajemen mengharuskan seluruh pesertanya untuk bekerjasama dengan semua pihak. Kebijakan merupakan hal terpenting dalam sistem manajemen termasuk pengelolaan lingkungan hidup, manajemen mutu dan sistem lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh kebijakan penerapan keselamatan pasien rawat inap kasus medikal bedah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Empat penggerak keselamatan juga dikenal sebagai Quality Link Safety Champion (QLSC),di ruang rawat inap untuk kasus medikal bedah merupakan informan utama. Penentuan sampel dengan purposive sampling. Variabel penelitian adalah penerapan kebijakan keselamatan pasien dan implementasi tujuh langkah keselamatan pasien oleh perawat di ruangan rawat inap medikal bedah. Hasil: Penerapan keselamatan pasien masih sebatas pendataan, mentalitas menjalankan kebijakan masih belum ada perbaikan, kurangnya komitmen manajemen dalam menunjukkan keselamatan pasien, masih adanya keterlambatan pelaporan kejadian keselamatan pasien. Selama penelitian, tidak ada kebijakan komunikasi mengenai pemberian informasi kepada pasien dan keluarga mereka mengenai insiden dan tidak ada penyelidikan aktif terhadap insiden keselamatan pasien yang terjadi di ruangan rawat inap kasus medikal bedah. Saran: Kebijakan keselamatan pasien tetap menjadi komitmen bersama yang perlu dilaksanakan dengan baik. Rumah Sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang langsung merawat pasien wajib mengedepankan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminatif, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit.
Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia Kesehatan Spiritual dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Warsini, Warsini; Yulianti, Tunjung Sri; Kristanto, Budi; Qomariah, Siti Nur; Orizani, Chindy Maria; Iswati, Iswati
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 2 No 1 (2024): Prosiding Konferensi Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v2i1.598

Abstract

Latar Belakang: Jumlah pasien kanker semakin bertambah dengan kenaikan 9% dari tahun ke tahun. Kondisi awal kesehatannya akan menurun sehingga membutuhkan kebutuhan dasar oksigenasi, sirkulasi, nutrisi, aman dan nyaman, cairan dan elektrolit, aktivitas dan latihan. Rendahnya angka kesembuhan pasien kanker maka dibutuhkan pemenuhan kebutuhan kesehatan spiritual pada pasien kanker untuk mengurangi dampak negatif bagi kualitas hidup pasien dalam menghadapi penatalaksanaan penyakit kanker seperti: kemoterapi, operasi, radioterapi membutuhkan kualitas hidup yang baik sehingga tidak memperlambat proses penyembuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker. Metode: jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain crosssectional untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker. Populasi penelitian adalah pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia, Rumah Singgah Pasien Kanker serta Pasien di RS Dr. Moewardi Surakarta. Besar sampel penelitian adalah 100 responden yang diambil menggunakan teknik non probability sampling tipe purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan analisa data menggunakan uji Pearson Chi Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin responden mayoritas adalah perempuan (65%), Pendidikan terakhir responden mayoritas SD atau sederajat (49%), Kesehatan spiritual responden mayoritas dalam kategori sedang (68%) dan kualitas hidup responden mayoritas dalam kategori baik (69%). Hasil analisis uji Pearson Chi Square diketahui terdapat hubungan yang secara statistic signifikan antara pemenuhan kebutuhan dasar manusia kesehatan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker (p=0,018). Saran: seluruh tim kesehatan yang merawat pasien dengan kanker agar semaksimal mungkin dapat memenuhi kebutuhan spiritual para pasien dengan melibatkan dukungan dari keluarga.
Co-Authors Abdur Rohman Abdur Rohman Abu Bakar Abu Bakar Aidatur Runis Al Aziz, Fatqur Rochman Amin, Nadyah Safirah Apriliana, Bella Ashari, Muhammad Farid Azizah, Yesita Nur Barrotul, Umi Budi Kristanto Budi Setiawan Budi Setiawan Chindy Maria Orizani Chindy Maria Orizani Dianah, Imamah Nur Difran Nobel Bistara Elfira Fitria Rohma Fadhila, Syifa Nur Fajriyah, Novita Faniwati, Faniwati Fauziyah, Febrike Inggit Fitiyanti, Rica Agustina Fitriatul Jannah Hartanto, Mey Vina Wirianti Herawati, Novi Heri Suroso, Heri Ika Nur Pratiwi Imamah Nur Dianah Indrayani, Kantun Safira Iqlima Dwi Kurnia Iswati Iswati, Iswati Kadir, Khairul Azmi Abd Kristiani, Rina Budi Kurniawan, Afif Kusnanto Kusnanto Lailatun Ni&#039;mah Laily Hidayati Lidiyah, Uyan Ari Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lin, Chueh-Ho Lina Madyastuti Rahayuningrum Mafrukahtul Firdani Maftuh, Muhammad Mahish, Mohammad Mareta Deka Paraswati Merryana Adriani Miftakhul Huda Mochammad Mustai'in Mohammad Mahish Mohammad, Alfian Irfhani Muhammad Farid Ashari Muhammad Maftuh Mujiati Rohmah Mustai'in, Mochammad Nur Farida Nursalam, Nursalam P., Yudi Agung Rahayuningrum, Lina Madyastuti Rica Agustina Fitiyanti Rina Budi Kristiani Rina Budi Kristiani Rita Rahmawati Rita Rahmawati Roberto A. Goenarso rofiqoh rofiqoh Rohmah, Mujiati Rukmini Rukmini Savage, Eileen Susanti Susanti Susanti Susanti Susila, Wahyu Dini Candra Suwanto Suwanto Suwanto Suwanto Tjokro, Silvia Haniwijaya Uyan Ari Lidiyah Wardani, Rossalina Kusuma Warsini Warsini Wiyono, Elviana Putri Yobel, Sosilo Yuanita Syaiful Yudi Agung P. Yulianti, Tunjung Sri