Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmacoscript

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DAN DAUN KEMANGI (Ocinum sanctum L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Angga Saputra Yasir; Selvi Marcellia; Lintang Buwana Wijaya; Tika Rahayu Putri
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.610

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri antara lain yaitu bakteri Staphylococcus epidermidis. Lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocinum sanctum L.) mengandung saponin, flavonoid, dan tanin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga memiliki daya antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari kombinasi ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocinum sanctum L.) dalam bentuk sediaan gel terhadap bakteri Staphylococcus epidermis. Metode yang digunakan dalam ekstraksi adalah maserasi menggunakan etanol 96% dengan nilai rendemen yang didapat pada lidah buaya sebesar 22,32% dan pada daun kemangi sebesar 22,70%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Perbandingan ekstrak (lidah buaya : daun kemangi) dan daya hambat ekstrak terhadap bakteri Staphylococcus epidermis berturut-turut adalah 1:1, 16,82 mm; 1:2, 15,22 mm; 2:1, 14,59 mm; 1:0, 14,75 mm; 0:1, 15,21 mm. Analisis data kombinasi ekstrak menggunakan one way ANOVA menunjukan adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P>0,05. Selanjutnya uji sediaan gel dari kombinasi ekstrak 1:1, kontrol positif dan basis sediaan gel menghasilkan zona hambatberturut-turut sebesar 20,05 mm; 31,37 mm; 9,17 mm. Analisis data gel kombinasi menggunakan one way ANOVA hasil menunjukan tidak adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P<0,05. Sediaan gel dengan kombinasi ekstrak lidah buaya dan daun kemangi (1:1) memiliki efektivitas terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermis penyebab jerawat
IN VITRO AND MOLECULAR DOCKING ANALYSIS OF NUTMEG EXTRACT ANTIBACTERIAL ACTIVITY AGAINST Propionibacterium acnes Angga Saputra, Yasir; Indah Puspita, Sari; Veni Putri, Nurhayati; Aida Febina, Sholeha
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2107

Abstract

This study investigated the antibacterial activity of nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) extract against Propionibacterium acnes  through in vitro and molecular docking approaches. The nutmeg flesh was extracted using ultrasonication with 96% ethanol, yielding 8.21% extract. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, and steroids. The antibacterial activity was evaluated using the microdilution method, determining Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) values of 0.5% and 1%, respectively. Molecular docking analysis was performed to understand the interaction between nutmeg's bioactive compounds and three essential Propionibacterium Acnes proteins: Sialidase (7LBV), lipase (5H6G), and Penicillin-Binding Protein 2 (3UPO). Among the tested compounds, myristicin showed the strongest binding affinity with 7LBV (-6.8 kcal/mol), while lignan exhibited notable interactions with 3UPO (-6.6 kcal/mol) and 5H6G (-5.9 kcal/mol). The molecular interactions were primarily stabilized through hydrophobic interactions and hydrogen bonding with specific amino acid residues. These findings suggest that nutmeg extract possesses significant antibacterial activity against Propionibacterium Acnes, potentially mediated through multiple molecular targets, supporting its development as a natural anti-acne ingredient.