Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Blood cholesterol and glucose levels of sheep after being given feed supplemented with Pluchea indica leaf flour Budiono , Dwi; Sujarnoko , Tekad Urip Pambudi; Sulistiawati , Erni; Wijaya , Surya Kusuma; Sholeha , Novia Amalia; Sukmana , Raditya Teja
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.25-26

Abstract

Domba merupakan salah satu jenis ternak yang umum dikonsumsi oleh penduduk. Daging domba mengandung kolesterol yang tinggi sehingga dapat menyebabkan hiperkolesterolemia pada individu yang mengonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak pemberian Pluchea indica terhadap kadar kolesterol dan glukosa darah pada domba. Sebanyak 15 ekor domba dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang berbeda. Kelompok-kelompok tersebut dikategorikan menurut konsentrasi tepung P. indica dalam konsentrat, yaitu 0%, 2%, 4%, dan 8%. Hewan-hewan tersebut menjalani terapi makan selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung P. indica 4% dalam konsentrat menghasilkan penurunan kadar kolesterol darah pada domba yang signifikan (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan kadar glukosa yang signifikan antar kelompok (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung P. indica 4% ke dalam konsentrat merupakan formulasi yang paling efektif untuk menurunkan kadar kolesterol darah.
Gambaran parameter fisiologi sebelum dan setelah penanganan pada kuda dengan kasus kolik ringan Utomo, Irfan Hakim; Budiono, Dwi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 4 (2022): ARSHI Veterinary Letters - November 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.4.73-74

Abstract

Kolik merupakan penyakit yang sering dialami oleh kuda. Kondisi kolik secara umum akan menyebabkan perubahan pada kondisi fisiologis kuda. Tulisan ini melaporkan kondisi parameter fisiologi sebelum dan setelah penanganan pada kuda yang mengalami kolik ringan. Beberapa gejala klinis yang muncul pada kedua kuda adalah menakur-nakur, memojok, napas terengah-engah, dan tidak memakan pelet. Hasil pemeriksaan parameter fisiologi kuda yang mengalami kolik ringan menunjukkan kedua kuda mengalami peningkatan frekuensi denyut jantung, frekuensi denyut nadi, frekuensi respirasi dan frekuensi peristaltik usus kuda hanya terdengar 1 kali. Temperatur tubuh dan warna mukosa kedua kuda dalam kondisi normal. Kedua kuda tidak berdefekasi sebelum penanganan. Kedua kuda diberikan terapi berupa penyuntikan obat non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) flunixin intravena. Selain itu, kuda juga diajak berjalan-jalan dan dilakukan penundaan pemberian pakan. Hasil pemeriksaan parameter fisiologi kedua kuda setelah penanganan berhasil menurunkan frekuensi denyut jantung, frekuensi denyut nadi, frekuensi respirasi dari nilai sebelum penanganan menjadi normal. Peristaltik usus kedua kuda meningkat yang disertai dengan defekasi. Suhu tubuh dan warna mukosa kedua kuda dalam kondisi normal
Pengobatan flu kucing menggunakan suplemen tunggal berbahan dasar kolostrum, probiotik dan prebiotik (Felostrum) Budiono, Dwi; Nugraha, Ivan Taufiq; Calista, Pradnya; Rahmat, Kukuh Amru Dhiya; Zonathan, Hendri
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.11-12

Abstract

Flu pada kucing merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus dan bakteri dari berbagai usia. Pencegahan dan pengendalian vaksinasi masih belum banyak dilakukan. Salah satu alternatifnya adalah dengan memberikan suplemen tunggal kolostrum, probiotik, dan prebiotik. Tulisan ini melaporkan penanganan kasus flu pada 2 ekor kucing umur enam bulan (Cio) dan delapan bulan (Kaori) di Klinik Pet Center Depok dengan menggunakan suplemen berbahan dasar kolostrum, probiotik, dan prebiotik. Pemberian suplemen kolostrum, probiotik, dan prebiotik tunggal dilakukan selama tujuh hari, dan kondisi kedua kucing menunjukkan perubahan. Kondisi kucing Cio membaik pada hari ketiga, sedangkan kucing Kaori menunjukkan penurunan frekuensi bersin dan penurunan konsentrasi dan volume. Pada hari ketujuh, kedua kucing dalam kondisi baik.
Single supplementation of goat colostrum, probiotics, and prebiotics for diarrhea management in cats Budiono, Dwi; Vibowo, Heryudianto; Anggraeni, Henny Endah; Rahma, Anisa; Sujarnoko, Tekad Urip Pambudi; Fadholly, Amaq; Calista, Pradnya; Zonathan, Hendri; Rahmat, Kukuh Amru Dhiya; Nugraha, Ivan Taufiq
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.61-62

Abstract

Diarrhoea in cats is a change in the condition of faeces from paste to liquid consistency caused by several factors, such as food changes and bacterial, viral, and parasitic infections. Handling diarrhoea in cats is performed immediately so that the symptoms subside. One effective prevention and control effort is the provision of colostrum-based supplements, probiotics and prebiotics. In a case of diarrhoea at the Depok Pet Center clinic, two cats aged 1.5 years (Ayu) and 5 years (Gentong) were given colostrum-based supplements, probiotics, and prebiotics. The initial symptoms of the Ayu cat were diarrhoea and liquid faeces, while the Gentong cat had decreased appetite, weakness, and paste-shaped faeces. Supplementation was carried out for two days. On day three, the condition of the faeces of both cats were solid and shaped, but some parts of the faeces were still mushy. On day six, the condition of the faeces of both cats was good, marked by being shaped and solid.