Claim Missing Document
Check
Articles

INTENSI TURNOVER DIPENGARUHI OLEH PENGEMBANGAN KARIER PADA ANGGOTA DEWAN PIMPINAN CABANG Sarjito Sarjito; Alimatus Sahrah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.171 KB)

Abstract

Tingkat turnover yang tinggi tentunya akan berdampak negatif bagi organisasi, hal ini seperti menciptakanketidakstabilan dan ketidakpastian. Dampak turnover paling buruk yang paling tidak diinginkan pada setiap organisasi adalah turnover menular pada karyawan lainnya, karena turnover dapat mengganggu produtifitas organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengembangan karier dengan intensi turnover. Subjek berjumlah 45 anggota partai yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara dalam satu Kabupaten, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrument Skala dengan jenis Skala Likert yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan koefisien Cronbach’s Alpha masing-masing adalah 0,831 dan 0,922. Analisa data menggunakan analisa korelasi regresi. Hasil membuktikan bahwa terdapat hubungan pengembangan karier dengan intensi turnover, dengan nilai t sebesar 0,626 (p<0,01). Sumbangan efektif variabel pengembangan karier sebesar 39,2% sedangkan sisanya 60,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti beban kerja, iklim kerja, dan komitmen organisasi.
PSYCHOLOGY FIRST AID VIRUS CORONA (COVID 19) (Sebagai Upaya Penanganan Awal di Masyarakat): PSYCHOLOGY FIRST AID CORONA VIRUS (COVID-19) (As an Initial Handling Effort in the Public) Alimatus Sahrah; Domnina Rani Puna Rengganis; Reny Yuniasanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Corona virus (Covid-19) telah menciptakan ketakutan dan kepanikan di masyarakat. Perlu pihak-pihak tenaga medis, psikolog, pemerhati kesejahteraan dan kesehatan masyarakat untuk untuk menyediakan layanan dukungan psikososial kepada masyarakat untuk mengurangi kecemasan ini. Pelatihan Psychological First Aid (PFA) merupakan salah satu cara yang dapat diberikan sebagai sarana berbagi ilmu dan pengetahuan, terutama tentang pertolongan pertama pada masalah psikologis, sekaligus dan bagaimana strategi meningkatkan dan memperkuat imunitas agar selalu dalam kondisi sehat baik secara fisik maupun psikologis di tengah kondisi pandemic Covid 19. Kegiatan pengabdian difokuskan pada Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk meningkatkan Kesejahteraan Subjektif (Subjective Wellbeing) dan Resiliensi Kader Lansia di masa Pandemi Covid 19. Pelaksanaan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk meningkatkan Subjektif Wellbeing (SWB) dan resiliensi pada Kader Lansia dilaksanakan pada hari Senin, 14 September 2020. Salah satu metode Transpersonal Psychology yang dikenalkan dalam pelatihan dan pendampingan Psychological First Aid (PFA) ini adalah Dialog organ. Kesimpulan yang didapat dari pengabdian masyarakat ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara Subjective Wellbeing (SWB) dan resiliensi. Korelasi tersebut sebesar 0.792 dengan taraf signifikansi sebesar p=0.000. Hasil lain yang ditemukan dalam pengabdian ini adalah Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dapat dengan efektif meningkatkan Subjective Wellbeing (SWB) yang dirasakan responden dengan taraf signifikansi sebesar p= 0.049 (p <0.05). Aspek dari Subjective Wellbeing (SWB) yang mengalami perubahan adalah pada Afek Negatif. Terdapat penurunan yang signifikan pada aspek Afek negatif dari sebelum pelatihan dan sesuadah pelatihan dengan taraf signifikansi sebesar p=0.025 (p <0.05) Kata Kunci: Psychological First Aid, subjective wellbeing, resiliensi, kader lansia, covid 19
Efektivitas Keterlibatan Penyusunan Key Perfomance Indicator dalam Menurunkan Tingkat Resistensi terhadap Perubahan Sasaran Kinerja Nina Fitriana; Alimatus Sahrah; Reny Yuniasanti
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol9.iss1.art6

Abstract

This research aims to examine the effectiveness of involvement in arranging key performance indicator to decrease of resistance to change level towards performance target for management trainee in University X. The subject of this research is management trainee consisting of experiment group and control group. The experiment group comprised of 16 people while the control group consisted of 8 people. The subjects of this research have at least master degree, work contract, and medium to high level of resistance to change fortarget performance. The research design used pretest posttest control group design. The data collection is conducted using scale of resistance to change for taget performance. The finding of this research indicated that the involvement in arranging key performance indicator is effective in decreasing the resistance to change level towards performance target for management trainee in University X.Key words: resistance to change, involvement, key performance indicator
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN KECERDASAN MENGHADAPI RINTANGAN TERHADAP NIAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DI UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG Imam Ghozali; Alimatus Sahrah
Society Vol 5 No 1 (2017): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v5i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pengaruh efikasi diri dan kecerdasan menghadapi rintangan terhadap niat berwirausaha pada mahasiswa fakultas ekonomi di Universitas Bangka Belitung. Subjek penelitian ini berjumlah 75 mahasiswa dengan karakteristik subjek adalah mahasiswa aktif fakultas ekonomi Universitas Bangka Belitung dan telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala niat berwirausaha, skala efikasi diri dan skala kecerdasan menghadapi rintangan. Teknik analisis statistik penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha dengan p = 0.000 (p < 0.01), dan koefisien determinannya sebesar 41.7 %. Kecerdasan menghadapi rintangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha dengan p = 0.000, nilai koefisien determinasi sebesar 18.3%. Secara simultan menunjukkan ada pengaruh efikasi diri dan kecerdasan menghadapi rintangan secara bersama-sama terhadap niat berwirausaha dengan p sebesar 0.000 (p < 0.01). Koefisien determinasi sebesar 0.419. Hal ini berarti bahwa faktor efikasi diri dan kecerdasan menghadapi rintangan mampu memprediksi variabel niat berwirausaha sebesar 41.9 %, sedangkan 58.1 % diprediksi oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Relationship Between Perceived Organizational Support With Turnover Intention In Female Employees Islamiyati, Himmatul; Sahrah, Alimatus
Journal of Psychological Perspective Vol 4, No 2: December 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.423332022

Abstract

One way that must be taken to survive and compete is to maintain and empower human resources. This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and turnover intention of female employees in DKI Jakarta. The research subjects were 118 female employees in DKI Jakarta who work in private companies. The data collection method in this study used was the turnover intention scale and perceived organization support scale. The data were analyzed using the product-moment correlation test, the results showed the magnitude of the correlation coefficient of (rxy) = -0.547 with p = 0.000 (p less than 0.050). This shows a negative relationship between perceived organizational support and turnover intention of female employees in DKI Jakarta, hypothesis in this research was accepted. Abstrak. Salah satu cara yang harus diambil agar perusahaan bisa bertahan dan bersaing adalah dengan mempertahankan dan memberdayakan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dengan turnover intention pada karyawan wanita di DKI Jakarta. Subjek dalam penelitian berjumlah 118 orang dengan karakteristik karyawan wanita yang berlokasi tempat kerja di DKI Jakarta dan bekerja di perusahaan swasta. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala turnover intention dan skala perceived organizational support. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi product moment, hasilnya menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar (rxy) = -0,547 dengan p = 0,000 (p kurang dari 0,050). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara perceived organizational support dengan turnover intention pada karyawan wanita di DKI Jakarta, sehingga hipotesis diterima.
Pengaruh Tipe Kepribadian Big Five dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Work-Life Balance pada Ibu Tunggal yang Bekerja Wira Swesty, Firizqiana; Sahrah, Alimatus; Fitriana, Nina
Jurnal Spiritual Healing Vol 5 No 2 (2024): Spiritual Healing
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/sh.v5i2.24112

Abstract

This research aims to determine the influence of the Big Five Personality Types and Family Social Support on Work-Life Balance in Single Working Mothers. The big five personality type scale, family social support and work-life balance were used to obtain data from 100 working single mothers aged 20-65 years with different work backgrounds and divorce status. Purposive sampling technique was used as a sampling method and then the research results were processed using linear regression analysis. The research results show that the big five personality type variables and family social support have varying influences on work-life balance in working single mothers. The extraversion, agreeableness and conscientiousness personality types were found to have no influence on work-life balance in working single mothers, while the emotional stability and intellect personality types and family social support had a positive influence on work-life balance in working single mothers. The contribution of the emotional stability personality type to work-life balance is 22.5%, the intellect personality type to work-life balance is 10.8% and family social support to work-life balance is 26%. Multiple regression analysis is also carried out as an additional test and has a significance value that is not different from simple regression analysis. It is hoped that the results of these findings can be a reference for personnel staff in determining policies for single mother employees as well as understanding the important personality types for single mothers who work in achieving work-life balance so that productivity and mental well-being are well maintained.
Kontribusi Permainan Javanese Kickfun Game untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Wayang Kulit Antonius Tri Wibowo; Yulius Agung Saputro; Febri Sulistiya; Alimatus Sahrah; Yusnia Vera Wulandari; Syafi Faiz Abdul Hakim; Tyas Listyowati; I Putu Bagus Wira Sukmana; Aidil Khairi Yuma
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v5i1.3136

Abstract

Remaja sudah banyak yang tidak mengenal dan meninggalkan wayang kulit padahal wayang kulit merupakan peninggalan warisan budaya leluhur Nusantara, maka dari itu perlu dilestarikan dan perlu dikenalkan pada remaja. Dalam penelitian ini, remaja dikenalkan dengan wayang kulit melalui permainan olahraga J-KIG. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan Quasi Eksperimen mengambil data pre-test dan post-test tanpa melakukan treatment tanpa adanya perlakuan khusus. Hasil penelitian ini berdasarkan nilai signifikansi (2-talled) 0,001<0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara variabel awal (pre-test) dengan variabel akhir (post-test). Kesimpulannya dari data itu menunjukkan terdapat pengaruh signifikan untuk mengenalkan wayang kulit para remaja menggunakan permainan olahraga J-KIG, sehingga ke depannya permainan olahraga J-KIG ini bisa menjadi alternatif untuk mengenalkan wayang kulit pada remaja.
PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH DAN SUBJECTIVE WELL-BEING TERHADAP ONLINE IMPULSIVE BUYING PADA KARYAWATI GENERASI Z Handayani, Wuri; Sahrah, Alimatus
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5771

Abstract

This study aims to identify the factors influencing online impulsive buying amongst Generation Z female employees, using electronic word-of-mouth and subjective well-being. The subjects in this study were 384 female employees who fall into the Generation Z category. Purposive sampling was used as the sampling technique, with the age criteria ranging from 17 to 28 years. The data collection instruments used the Online Impulsive Buying scale, the Electronic Word-of-Mouth scale, and the Subjective Well-Being scale. The data analysis method used the simple linear regression to test the first and second hypotheses and the multiple linear regression to examine the third hypothesis. The results indicated that electronic word-of-mouth contributed 8.4% to online impulsive buying, with the remaining 91.6% influenced by other unobserved variables. The impact of subjective well-being on online impulsive buying was 7%, while the remaining 93% was influenced by other unobserved variables. Both electronic word-of-mouth and subjective well-being influenced online impulsive buying by 11.7%, while 88.3% was influenced by factors not involved in this study. These results suggest that the first, second, and third hypotheses are valid. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor apa saja yang mempengaruhi online impulsive buying pada karyawati generasi Z ditinjau dari electronic word of mouth dan subjective well-being. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari karyawati yang masuk dalam kategori generasi Z sebanyak 384 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria usia berkisar 17-28 tahun. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala online impulsive buying, skala electronic word of mouth, dan skala subjective well-being. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama dan kedua adalah dengan menerapkan uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda untuk menguji hipotesis ketiga. Hasil menunjukkan bahwa sumbangan electronic word of mouth terhadap online impulsive buying sebesar 8,4% dan sisanya sebesar 91,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kontribusi subjective well-being terhadap online impulsive buying sebesar 7% dan sisanya 93% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Electronic word of mouth dan subjective well-being berpengaruh pada online impulsive buying sebesar 11,7%, sedang 88,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan hipotesis pertama, kedua, dan ketiga diterima.
PELATIHAN KOMUNIKASI ASERTIF UNTUK PENCEGAHAN NARKOLEMA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SUBJECTIVE WELL-BEING REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 DEPOK Siswatibudi, Harpeni; Sahrah, Alimatus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkolema memiliki berbagai macam pengaruh buruk terhadap kesehatan mental mapun fisik, dengan kata lain akan dapat mengganggu subjective well-being, khususnya pada remaja yang terpapar. Kecanduan pornografi memberikan pengaruhterhadap kegagalan adaptasi, serta merusak fungsi otak dan struktur otak. Pola kerusakan yang terjadi menyerupai gejala fisiologi seseorang yang mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Sikap asertif di klaim dapat digunakan untuk mencegahnarkolema, oleh karena itu remaja perlu diberikan ketrampilan komunikasi asertif dalam kesehariannya. Sasaran pelatihan ini adalah 102 Siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 2 Depok Yogyakarta. Pelatihan ini terbagi dalam 2 sesi. Pertama, pengenalan tentang narkolema dan deteksi dini narkolema. Kedua, pengenalan dan praktik komunikasi asertif melibatkan guru kelas dan guru BK.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI SOSIALISASI DECLUTTERING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL DI KOMUNITAS “OMAH KEBON” JAMBUREJO SELOMARTANI KALASAN siswatibudi, harpeni; Sahrah, Alimatus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1 , April 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v8i1.345

Abstract

Perempuan memegang peranan penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Namun, berbagai tantangan yang dihadapi, seperti beban pekerjaan domestik, peran ganda, serta tekanan sosial, dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang berlebihan. Selain faktor eksternal, kondisi lingkungan fisik juga memengaruhi kesehatan mental. Rumah yang penuh barang tidak terpakai dan berantakan bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman, cemas, dan stres.. Decluttering atau pengelolaan ruang dan barang di rumah dipercaya dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kenyamanan, sehingga berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop edukatif dan praktik langsung pada tanggal 3 dan 4 Mei 2025, diikuti oleh 12 perempuan anggota komunitas omah kebon. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan kesehatan mental peserta, seperti rasa tenang, berkurangnya stres, dan peningkatan kepercayaan diri, yang sejalan dengan literatur terkait manfaat decluttering terhadap kesejahteraan psikologis. Selain aspek psikologis, kegiatan ini juga memperkuat kemandirian perempuan dalam mengatur lingkungan mereka secara mandiri