Articles
Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan Tranformasional Supervisor Terhadap Mutu Pelayanan Pramuniaga Di Flora Group
Yudhawati, Dian;
Sahrah, Alimatus;
Yuniasanti, Reny
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.021 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.394
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan kepemimpinan transformasional supervisor terhadap mutu pelayanan pramuniaga. Mutu pelayanan pramuniaga termasuk penampilan fisik, responsif, tanggung jawab, jaminan dan empati. Sedangkan kepemimpinan transformasional terdiri dari 5 aspek, idealized influenced, inspirational motivation, intellectual stimulation dan individualized consideration. Terdapat tiga puluh dua karyawan Flora Grup yang terlibat dalam penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental design yang mengukur pretest dan post test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisa data post test , t = 10,775, dengan p = 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Â
Pengaruh Pelatihan Goal Setting Terhadap Efikasi Diri Manajer Tingkat Menegah Di Pt Bat Yogyakarta
Pratiningsih, Pratiningsih;
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.256 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.396
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan goal setting terhadap efikasi diri manajer tingkat menengah. Hipotesis yang diajukan ada perbedaan efikasi diri manajer tingkat menengah yang mendapat pelatihan goal setting (kelompok eksperimen) dengan manajer tingkat menengah yang tidak mendapat pelatihan goal setting (kelompok kontrol). Desain eksperimen yang digunakan yaitu pretes-posttes control group design. Subjek penelitian adalah manajer tingkat menengah Di PT BAT Yogyakarta sebanyak 16 orang Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala efikasi diri, adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik Mann Whitney Test dan Wilxocon Signed Ranks Test. Hasil analisis data menunjukkan ada perbedaan efikasi diri antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dilihat dari selisih skor pretest dan post test (Gained Score) Hasil Gained Score ditemukan nilaiZ= -3,464 dan p < 0,01. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat efikasi diri antara kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan, selanjutnya digunakan analisis Wilxocon untuk melihat perbedaan skor pretes dan posttest pada kelompok eksperimen. Hasilnya menunjukkan ada perbedaan hasil uji beda skor pretes – posttest yang menunjukkan koofisiensi Z sebesar -2,747 dan p < 0,01. Hal ini berarti ada perbedaan tingkat efikasi diri pada manager tingkat menengah pada kelompok eksperimen sesudah pelatihan goal setting.  Jadi dapat disimpulkan bahwa pelatihan goal setting berpengaruh terhadap efikasi diri manager tingkat menengah.h
PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PERAWAT RUMAH SAKIT
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 19 No. 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.789 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v19i1.598
Upaya terhadap menciptakan kepuasan terhadap pasien merupakan hal utama untuk diwujudkan di setiap Rumah Sakit. Penelitian ini ingin melihat adanya hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada para perawat di ruang inap Rumah Sakit DK di Yogyakarta, Indonesia. Subjek penelitian ini berjumlah 72 orang perawat. Karakteristik dari subjek penelitian adalah berumur 20 tahun sampai dengan 50 tahun, dan memiliki tingkat pendidikan minimal Diploma 3. Metode untuk pengumpulan data penelitian adalah menggunakan metode skala, yaitu menggunakan Skala POS dan skala OCB, dengan reliabilitas 0,950 dan 0,905 dan daya beda item total berkisar antara 0,31 s/d 0,80 dan 0,292 s/d 0,806. Analisis data penelitian menggunakan analisis korelasi product moment dan analisis regresi ganda. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara POS dengan OCB pada para perawat rawat inap RS. Aspek POS yang menyatakan bahwa perawat merasakan adanya dukungan organisasi terhadap ide-ide karyawannya dan adanya dukungan organisasi terhadap kesejahteraan karyawannya, adalah aspek POS yang signifikan berpengaruh terhadap timbulnya Organizational Citizenship Behavior pada para perawat Rumah Sakit.
EFEKTIVITAS PELATIHAN CUSTOMER SERVICE ORIENTATION UNTUK MENURUNKAN EMOTIONAL EXHAUSTION KARYAWAN PEMASARAN
Jufri, Muhammad;
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 21 No. 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.847 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v21i2.870
Tujuan penelitian ini ingin mengetahui efektivitas pelatihan customer service orientation untuk menurunkan emotional exhaustion karyawan pemasaran. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, pada karyawan pemasaran PT. Toyota Hadji Kalla Makassar yang berjumlah 30 orang kelompok eksperimen dan 30 orang sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian The Untreated Control Group Design Dependent Pretest and Posttest Samples. Pengumpulan data menggunakan skala sikap model Likert yaitu Skala Emotional Exhaustion. Hipotesis penelitian diuji menggunakan Anova mixed design. Hasil penelitian menunjukkan nilai F= 195.662 (p<0,005) artinya perubahan skor pretest menuju postest pada kedua kelompok (eksperimen-kontrol) berbeda secara signifikan. Selanjutnya, perbedaan rerata pada kelompok eksperimen signifikan (MD= 39,633; atau p<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol tidak signifikan (MD=2,600; p= 0,170 atau p>0,05). Kesimpulannya, Pelatihan Customer Service Orientation  efektif untuk menurunkan emotional exhaustion karyawan pemasaran.
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN KETERLIBATAN KERJA TERHADAP OCB PEGAWAI
Pudjiomo, Wirawan S.;
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 21 No. 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.974 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v21i2.878
Era globalisasi menuntut organisasi untuk mampu berkompetisi agar mampu tetap bertahan dalam persaingan global. Strategi untuk selalu dapat berkompetisi adalah dengan cara memperkuat kapasitas organisasi dan sumber daya manusia yang dimiliki. Upaya untuk memperkuat kapasitas organisasi dan SDM yang dimiliki adalah dengan memberikan perhatian khusus terkait dengan perilaku individu dalam organisasi agar mampu mencapai kinerja yang efektif dan efisien. Salah satu hal yang dibutuhkan oleh karyawan adalah perilaku prososial sering juga disebut sebagai Organizational Citizenship Behavior (OCB). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh iklim organisasi dan keterlibatan kerja terhadap OCB Pegawai BPKAD Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai BPKAD Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala iklim organisasi, skala keterlibatan kerja, dan skala OCB. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi dan keterlibatan kerja secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap OCB.
Persepsi Terhadap Kepemimpinan Perempuan
Alimatus Sahrah
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24123/aipj.v19i3.8203
Differences in the Role of Psychological Well-Being and Subjective Well-Being in Predicting Work Engagement
Reny Yuniasanti;
Fonny Dameaty Hutagalung;
Alimatus Sahrah;
Nina Fitriana
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v9i1.3165
Employees with high Work Engagement (WE) are believed to be more reliable in achieving organizational goals. This research aims to determine the differences in the role of well-being with the concepts of hedonic and eudemonic in predicting WE. The subjects of this research consisted of 327 people, who were analyzed in 3 stages, namely 110 people who were analyzed in stage-1, 217 people who were analyzed in stage-2, and all research subjects were analyzed in stage-3. All data for this research were collected using the WE scale, PWB scale, SWFL scale, and PANAS, which have a Chronbach alpha reliability coefficient of .773 respectively; .831; .627; 747; 744. In stage-1 research analysis, SWB and PWB show more of just one component, whereas in stage-2 and stage-3 research analysis, they are more likely to be seen as two different factors in predicting WE. The results of the stepwise model multiple regression statistical technique analysis concluded that the regression coefficient on the influence of SWB and PWB on WE from the three analyses stated that PWB was stronger than SWB in predicting WE. Thus, it can be interpreted that to predict WE the Well-Being concept with the eudemonic concept is greater than using well-being with the hedonic concept.
Budaya organisasi yang ideal bagi generasi Z
Hariyanto, Felik;
Yanti, Bonita Eka Dama;
Nugroho, Yohanes Agung Wahyu;
Sahrah, Alimatus
PSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025): PSYCOMEDIA: Jurnal Psikologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Ibrahimy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35316/psycomedia.2025.v5i1.68-83
Technological advances in the Society 5.0 era require companies to continue to develop sustainably, relying on human resources as a key element of success. In this context, Generation Z, which dominates the world of work today, brings unique characteristics that influence work preferences, technology use, and social values. This demographic change presents challenges as well as opportunities for companies to create an ideal organizational culture for Generation Z. This study uses a Systematic Literature Review (SLR) approach to various scientific articles reviewed to analyze organizational culture that can support Generation Z employees in adapting and making optimal contributions in the world of work. The results of the review of twenty articles concluded that organizational culture influences employees, especially Generation Z. The ideal organizational culture for Generation Z employees is a culture that is inclusive, adaptive, and supports self-development and work-life balance. This culture does not only depend on one variable but involves various other factors. From this SLR research, it can later be used as a reference for all organizations/companies to improve organizational culture towards their employees, especially Generation Z
Peran Optimisme Dalam Meningkatkan Subjective Well-Being Pada TNI Angkatan Udara
Derita Perhatian;
Alimatus Sahrah
Jurnal Psikologi Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Proklamasi 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Work is a human activity both physically and mentally which is basically an innate which has a purpose in life for the individual who undertakes it, in this case whatever the field of work undertaken by an individual (both private and TNI workers) all must be lived and enjoyed in order to get happiness and satisfaction in life or better known as subjective well-being. The high or low subjective well-being felt by individuals, especially the Indonesian Air Force (AU) in the field of work, cannot be separated from the important role of optimism in individuals. This study aims to determine the role of optimism in increasing subjective well-being in the Indonesian Air Force (AU). The data were collected by spreading the optimism scale and the Likert scale type of subjective well-being with a total of 79 research subjects. The research method used is in the form of quantitative methods with product moment correlation analysis techniques and simple regression. The result of the product moment correlation analysis that have been carried out show that, there is a positive and significant relationship between optimism and subjective well-being as evidenced by the correlation coefficient value of 0.695 and p = 0.000 (p <0.01). It means that the higher the optimism, the higher subjective well-being. On the other hand, it also means that the lower the optimism, the lower the subjective well-being. Then, from the results of simple regression analysis, it is known that the magnitude of F = 0.696 and the correlation coefficient value R Square (R2) is 0.009 with sig. F table 0,000 (p <0.01). It means that optimism has an effective contribution of 0.9% in increasing subjective well-being to the Indonesian Air Force (AU).
Efektifitas Pelatihan Self Leadership Untuk Meningkatkan Perilaku Inovatif Karyawan JMC IT Consultant Yogyakarta
Muflih Dahlan;
Alimatus Sahrah
Jurnal Psikologi Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : LPPM Universitas Proklamasi 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRACTInnovative behavior is driven by self-leadership, because employees can direct themselves to create ideas and solutions for their job. This study aims to determine the effectiveness of self-leadership training to improve employee innovative behavior. The subjects of this study were 10 employees who had innovative behavior in the medium and low categories. The research design used in this study was one group pretest-posttest design. The result show that in the paired sample t-test, t value was -8,533 (p < 0.05). Based on the results of research conducted, we can conclude self-leadership training can increase employee innovation. It is hoped that the company can use self-leadership training as an alternative to increase innovative behavior. In addition, further researchers are expected to involve the control group in order to make sure the effect of this treatment and can use another treatments to increase innovative behavior.