Articles
A systematic review of the literature on work engagement and learning agility in increasing Generation Z employee loyalty
Hanim, Syarifah;
Ringko, Awang;
Sahrah, Alimatus
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 3 (2025): Special Issue 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/j-psh.v16i3.102153
This study conducts an in-depth exploration of work engagement and learning agility contributions in strengthening Generation Z employee loyalty through a systematic literature review approach covering the 2021-2025 publication period. The Systematic Literature Review (SLR) methodology with PRISMA protocol was applied to analyze 13 peer-reviewed journal articles extracted from academic repositories including Scopus, Web of Science, and Google Scholar. Selection criteria encompassed empirical publications exploring a minimum of two out of three core variables with a focus on samples or specific discussions regarding Generation Z characteristics. Findings indicate that work engagement, particularly in the emotional engagement aspect, demonstrates significant dominance in Gen Z employee retention with a coefficient value of β = 0.68. Learning agility is identified as playing a mediating mechanism role that connects organizational capabilities with manifestations of workforce innovative behavior. Gen Z loyalty characteristics are conditional and value-oriented, with primary determinants including job satisfaction, work-life balance, work motivation, and employer branding. Holistic integration of both constructs reveals effectiveness superiority compared to conventional paradigms. The research produces a Generational Loyalty Framework that underscores purpose-driven work, emotional connection, and continuous learning as essential foundations of Gen Z loyalty. Applicative implications encompass formulation of meaningful engagement strategies, development of experiential learning-based agility programs, and adoption of flexible work arrangements to optimize digital era talent retention
Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan Tranformasional Supervisor Terhadap Mutu Pelayanan Pramuniaga Di Flora Group
Yudhawati, Dian;
Sahrah, Alimatus;
Yuniasanti, Reny
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.021 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.394
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan kepemimpinan transformasional supervisor terhadap mutu pelayanan pramuniaga. Mutu pelayanan pramuniaga termasuk penampilan fisik, responsif, tanggung jawab, jaminan dan empati. Sedangkan kepemimpinan transformasional terdiri dari 5 aspek, idealized influenced, inspirational motivation, intellectual stimulation dan individualized consideration. Terdapat tiga puluh dua karyawan Flora Grup yang terlibat dalam penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental design yang mengukur pretest dan post test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisa data post test , t = 10,775, dengan p = 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Â
Pengaruh Pelatihan Goal Setting Terhadap Efikasi Diri Manajer Tingkat Menegah Di Pt Bat Yogyakarta
Pratiningsih, Pratiningsih;
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.256 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.396
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan goal setting terhadap efikasi diri manajer tingkat menengah. Hipotesis yang diajukan ada perbedaan efikasi diri manajer tingkat menengah yang mendapat pelatihan goal setting (kelompok eksperimen) dengan manajer tingkat menengah yang tidak mendapat pelatihan goal setting (kelompok kontrol). Desain eksperimen yang digunakan yaitu pretes-posttes control group design. Subjek penelitian adalah manajer tingkat menengah Di PT BAT Yogyakarta sebanyak 16 orang Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala efikasi diri, adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik Mann Whitney Test dan Wilxocon Signed Ranks Test. Hasil analisis data menunjukkan ada perbedaan efikasi diri antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dilihat dari selisih skor pretest dan post test (Gained Score) Hasil Gained Score ditemukan nilaiZ= -3,464 dan p < 0,01. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat efikasi diri antara kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan, selanjutnya digunakan analisis Wilxocon untuk melihat perbedaan skor pretes dan posttest pada kelompok eksperimen. Hasilnya menunjukkan ada perbedaan hasil uji beda skor pretes – posttest yang menunjukkan koofisiensi Z sebesar -2,747 dan p < 0,01. Hal ini berarti ada perbedaan tingkat efikasi diri pada manager tingkat menengah pada kelompok eksperimen sesudah pelatihan goal setting.  Jadi dapat disimpulkan bahwa pelatihan goal setting berpengaruh terhadap efikasi diri manager tingkat menengah.h
PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PERAWAT RUMAH SAKIT
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 19 No. 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.789 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v19i1.598
Upaya terhadap menciptakan kepuasan terhadap pasien merupakan hal utama untuk diwujudkan di setiap Rumah Sakit. Penelitian ini ingin melihat adanya hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada para perawat di ruang inap Rumah Sakit DK di Yogyakarta, Indonesia. Subjek penelitian ini berjumlah 72 orang perawat. Karakteristik dari subjek penelitian adalah berumur 20 tahun sampai dengan 50 tahun, dan memiliki tingkat pendidikan minimal Diploma 3. Metode untuk pengumpulan data penelitian adalah menggunakan metode skala, yaitu menggunakan Skala POS dan skala OCB, dengan reliabilitas 0,950 dan 0,905 dan daya beda item total berkisar antara 0,31 s/d 0,80 dan 0,292 s/d 0,806. Analisis data penelitian menggunakan analisis korelasi product moment dan analisis regresi ganda. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara POS dengan OCB pada para perawat rawat inap RS. Aspek POS yang menyatakan bahwa perawat merasakan adanya dukungan organisasi terhadap ide-ide karyawannya dan adanya dukungan organisasi terhadap kesejahteraan karyawannya, adalah aspek POS yang signifikan berpengaruh terhadap timbulnya Organizational Citizenship Behavior pada para perawat Rumah Sakit.
EFEKTIVITAS PELATIHAN CUSTOMER SERVICE ORIENTATION UNTUK MENURUNKAN EMOTIONAL EXHAUSTION KARYAWAN PEMASARAN
Jufri, Muhammad;
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 21 No. 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.847 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v21i2.870
Tujuan penelitian ini ingin mengetahui efektivitas pelatihan customer service orientation untuk menurunkan emotional exhaustion karyawan pemasaran. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, pada karyawan pemasaran PT. Toyota Hadji Kalla Makassar yang berjumlah 30 orang kelompok eksperimen dan 30 orang sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian The Untreated Control Group Design Dependent Pretest and Posttest Samples. Pengumpulan data menggunakan skala sikap model Likert yaitu Skala Emotional Exhaustion. Hipotesis penelitian diuji menggunakan Anova mixed design. Hasil penelitian menunjukkan nilai F= 195.662 (p<0,005) artinya perubahan skor pretest menuju postest pada kedua kelompok (eksperimen-kontrol) berbeda secara signifikan. Selanjutnya, perbedaan rerata pada kelompok eksperimen signifikan (MD= 39,633; atau p<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol tidak signifikan (MD=2,600; p= 0,170 atau p>0,05). Kesimpulannya, Pelatihan Customer Service Orientation  efektif untuk menurunkan emotional exhaustion karyawan pemasaran.
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN KETERLIBATAN KERJA TERHADAP OCB PEGAWAI
Pudjiomo, Wirawan S.;
Sahrah, Alimatus
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 21 No. 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.974 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v21i2.878
Era globalisasi menuntut organisasi untuk mampu berkompetisi agar mampu tetap bertahan dalam persaingan global. Strategi untuk selalu dapat berkompetisi adalah dengan cara memperkuat kapasitas organisasi dan sumber daya manusia yang dimiliki. Upaya untuk memperkuat kapasitas organisasi dan SDM yang dimiliki adalah dengan memberikan perhatian khusus terkait dengan perilaku individu dalam organisasi agar mampu mencapai kinerja yang efektif dan efisien. Salah satu hal yang dibutuhkan oleh karyawan adalah perilaku prososial sering juga disebut sebagai Organizational Citizenship Behavior (OCB). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh iklim organisasi dan keterlibatan kerja terhadap OCB Pegawai BPKAD Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai BPKAD Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala iklim organisasi, skala keterlibatan kerja, dan skala OCB. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi dan keterlibatan kerja secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap OCB.
Resiliensi Dan Beban Kerja Terhadap Stress Kerja Pada Polisi Lalu Lintas
Purwanto, Andi Bowo;
Sahrah, Alimatus
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikostudia.v9i3.4627
Suatu keadaan yang berkaitan dengan sebuah interaksi dalam pekerjaan sebagai dampak timbulnya perilaku maupun peristiwa dilingkungan kerja dan berdampak pada tuntutan atau tekanan fisik hingga psikologis diluar batas kemampuan seseorang disebut juga sebagai stress kerja. Polisi disebut juga sebagai jenis profesi yang rentan dengan stres dibandingkan dengan jenis profesi yang lainnya. Sebanyak 80% anggota Polri yang mengalami stres dari satuan Reserse dan anggota lalu lintas. Sebuah tuntutan pekerjaan yang harus dijalankan di lapangan seperti Polisi Lalu Lintas berpeluang akan mengalami stresfull yang tinggi dibandingkan dengan pekerjaan yang berada di kantor. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jumlah subjek sebanyak 52. Data diperoleh melalui instrumen skala dengan jenis skala Likert pada ketiga variabel. Hasil uji coba skala menunjukan nilai Cronbach’s Alpha 0,9 kategori kuat. Hasil penelitian membuktikan terdapat pengaruh resiliensi dan beban kerja terhadap stress kerja pada Polisi Lalu Lintas. Dengan nilai F sebesar 28,130 (p<0,05). Sumbangan efektif sebesar 53,4% sedangkan sisanya 46,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pelatihan Job Crafting Sebagai Solusi Meningkatkan Keterikatan Kerja Karyawan Perusahaan Finansial Teknologi
Aprilinda, Lia;
Sahrah, Alimatus
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8345
Employees are expected to have work engagement to be able to increase good work productivity and be able to compete. This study aims to determine the effect of job crafting training to increase work engagement on employees of PT. STI. The subjects of this study were 20 employees divided by 10 employees in the experimental group and 10 employees in the control group randomly. The research method uses a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. Job engagement was measured using the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) and the Job Crafting Scale. The data analysis technique used independent sample t test and paired sample t test. From the results of the independent sample t test analysis, the t value was -3.227 (p <0.05) between the posttest average results of the experimental group of 56.9 and the control group's mean of 47.6. While the results of the analysis of the paired sample t test with a t value of -7.271 (p <0.05) with a pretest of 44.9 and a posttest of 56.9. This indicates that there is a significant difference in the scores between the pretest and posttest of the experimental group. This means that job crafting training is effective in increasing employee engagement. Karyawan diharapkan memiliki keterikatan kerja untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja yang baik dan mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelatihan job crafting untuk meningkatkan keterikatan kerja pada karyawan PT. STI. Subjek penelitian ini berjumlah 20 karyawan yang dibagi secara random dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain pretes-posttest control group design. Keterikatan kerja diukur menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dan Job Crafting Scale. Teknik analisis data menggunakan independent sample t test dan paired sample t test. Dari hasil anlisis independent sample t test didapatkan nilai t sebesar -3,227 (p<0,05) antara hasil rerata posttest kelompok eksperimen sebesar 56,9 dengan rerata kelompok kontrol sebesar 47,6. Sedangkan hasil analisis paired sample t test dengan nilai t sebesar -7,271 (p<0,05) dengan pretest sebesar 44,9 dan posttest sebesar 56,9. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara pretest dan posttest kelompok eksperimen. Hal ini berarti bahwa bahwa pelatihan job crafting efektif untuk meningkatkan keterikatan kerja karyawan.
Pengaruh Sistem Reward Terhadap Work Engagement di PT.SVU dengan Keadilan Prosedural Sebagai Variabel Kontrol
Agusta, Rendra;
Sahrah, Alimatus
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikostudia.v9i2.3911
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh sistem reward yang sudah disusun di PT.SVU terhadap work engagement dengan keadilan prosedural sebagai variabel kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design, di mana kelompok eksperimen diukur variabel tergantungnya (pretest) kemudian dilakukan perlakuan dan dilakukan pengukuran kembali variabel tergantung tersebut (posttest). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik Analisis Covarian (Ancova), teknik analisis Ancova dirancang untuk mengontrol covariate ketika kelompok secara acak, tetapi tidak untuk mengontrol perbedaan kelompok yang terjadi secara alami. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa Keadilan Prosedural berpengaruh secara signifikan terhadap Work Engagement (F=11,300; p=0,000), sehingga dari hasil ini didapatkan bahwa kelompok berpengaruh terhadap Work Engagement (F=5,369; p=0,000). Berdasarkan hasil analisis dari data yang dianalisis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,024 maka adanya pengaruh sistem reward terhadap work engagement. Keterbatasan dari penelitian ini, yaitu waktu yang terbatas dalam pelaksanaan penelitian ini sehingga tidak dapat melihat perubahan perilaku, seberapa besar dampak yang dipengaruhi oleh sistem reward. Permasalahan lain yaitu tidak adanya kelompok kontrol juga menjadi catatan untuk peneliti selanjutnya. Lebih lanjut hasil penelitian akan dibahas dalam diskusi penelitian.
PSYCHOLOGY FIRST AID VIRUS CORONA (COVID 19) (Sebagai Upaya Penanganan Awal di Masyarakat): PSYCHOLOGY FIRST AID CORONA VIRUS (COVID-19) (As an Initial Handling Effort in the Public)
Sahrah, Alimatus;
Rengganis, Domnina Rani Puna;
Yuniasanti, Reny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemi Corona virus (Covid-19) telah menciptakan ketakutan dan kepanikan di masyarakat. Perlu pihak-pihak tenaga medis, psikolog, pemerhati kesejahteraan dan kesehatan masyarakat untuk untuk menyediakan layanan dukungan psikososial kepada masyarakat untuk mengurangi kecemasan ini. Pelatihan Psychological First Aid (PFA) merupakan salah satu cara yang dapat diberikan sebagai sarana berbagi ilmu dan pengetahuan, terutama tentang pertolongan pertama pada masalah psikologis, sekaligus dan bagaimana strategi meningkatkan dan memperkuat imunitas agar selalu dalam kondisi sehat baik secara fisik maupun psikologis di tengah kondisi pandemic Covid 19. Kegiatan pengabdian difokuskan pada Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk meningkatkan Kesejahteraan Subjektif (Subjective Wellbeing) dan Resiliensi Kader Lansia di masa Pandemi Covid 19. Pelaksanaan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk meningkatkan Subjektif Wellbeing (SWB) dan resiliensi pada Kader Lansia dilaksanakan pada hari Senin, 14 September 2020. Salah satu metode Transpersonal Psychology yang dikenalkan dalam pelatihan dan pendampingan Psychological First Aid (PFA) ini adalah Dialog organ. Kesimpulan yang didapat dari pengabdian masyarakat ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara Subjective Wellbeing (SWB) dan resiliensi. Korelasi tersebut sebesar 0.792 dengan taraf signifikansi sebesar p=0.000. Hasil lain yang ditemukan dalam pengabdian ini adalah Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dapat dengan efektif meningkatkan Subjective Wellbeing (SWB) yang dirasakan responden dengan taraf signifikansi sebesar p= 0.049 (p <0.05). Aspek dari Subjective Wellbeing (SWB) yang mengalami perubahan adalah pada Afek Negatif. Terdapat penurunan yang signifikan pada aspek Afek negatif dari sebelum pelatihan dan sesuadah pelatihan dengan taraf signifikansi sebesar p=0.025 (p <0.05) Kata Kunci: Psychological First Aid, subjective wellbeing, resiliensi, kader lansia, covid 19