Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN COPING STRESS PADA MAHASISWA YANG BEKERJA PART TIME Purba, Henri Trioganda; Abdullah, Sri Muliati
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 2 No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v2i1.3939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan psychological capital dengan coping stress pada mahasiswa yang bekerja part time. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang positif antara psychological capital dengan coping stress pada mahasiswa yang bekerja part time. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa part time dengan usia 18 sampai 25 tahun. Jumlah subjek dalam penelitian ini ada sebanyak 102 subjek. Pengambilan subjek mengggunakan teknik purposive sampling dengan data yang dikumpulkan menggunakan skala psychological capital dan skala coping stress. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment dengan menggunakan SPSS versi 22. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai korelasi koefisien (rxy) = 0,425 dengan p = 0,000, sehingga hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Hal ini berarti menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan coping stress pada mahasiswa yang bekerja part time. Dalam penelitian ini juga menunjukkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,181, hasil tersebut menunjukkan bahwa psychological capital memberikan sumbangan yang efektif sebesar 18,1% terhadap variabel coping stress dan sisanya 81,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Coping stress, Psychological Capital, Mahasiswa yang Bekerja Part Time
Dynamics of Flourishing Buddhist Organization Culture: A Case Study on PATRIA Organization Yanti, Bonita Eka Dama; Abdullah, Sri Muliati
Research Horizon Vol. 5 No. 5 (2025): Research Horizon - October 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.5.2025.834

Abstract

A strong organizational culture is vital for youth organizations to thrive, especially those rooted in religious values, yet diverse member backgrounds can create challenges. This study aims to identify factors shaping the organizational culture  and explore its development dynamics. Using a qualitative case study approach, data were collected from October to December 2023 through observations, interviews, and documentation. Six participants, selected based on their active involvement and knowledge of the organization’s activities, provided insights into its culture. The findings reveal that motivation, participation, discipline, communication, support, achievement, satisfaction, and leadership drive the organization’s flourishing culture. These factors, influenced by Theravada Buddhist values like compassion and mindfulness, foster unity and commitment among members. Events such as Dhammacamp and Vesak celebrations highlight the organization’s success in promoting Buddhist teachings and youth development. In conclusion, the study shows that a culture grounded in Buddhist principles creates a positive environment, offering insights for other youth organizations. However, the small sample size and regional focus suggest further research to explore broader contexts.
The effect of reminiscence therapy to reduce loneness in elderly Sahmin, Ifing Puji; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 26 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v26i2.3057

Abstract

This study investigates the impact of reminiscence therapy on reducing loneliness among the elderly. The research involved five participants who scored high to medium on loneliness assessments, specifically in the experimental group. Subjects for this group were chosen using a random assignment technique. The study employed a one-group pre-test and post-test design. The data collection tools used in this study included the UCLA Loneliness Scale (3-item version), observations, and interviews. For data analysis, the Wilcoxon Rank Test was employed to assess differences in loneliness scores in the experimental group before and after receiving reminiscence therapy. The results indicated a significant difference in loneliness scores, with a Z value of -2.060 and a p value of 0.039. This finding suggests that reminiscence therapy effectively reduces loneliness among the elderly. Keywords: Reminiscence therapy, loneliness, ederly.
DINAMIKA RESILIENSI REMAJA DENGAN KELUARGA BROKEN HOME Detta, Berna; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 19 No. 2: Agustus 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.279 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v19i2.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika resiliensi remaja dengan keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, responden utama dalam penelitian ini sebanyak dua orang dengan karateristik sebagai berikut : orang tua kandung bercerai serta ayah menikah lagi sebanyak 3 kali dan pertengkaran orang tua yang terus-menerus sehingga memberikan dampak yang negatif pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memperlihatkan dinamika resiliensi cenderung sama, yaitu terbentuknya kemampuan resiliensi berdasarkan proses belajar individu dari permasalahan yang dihadapi, kemampuan individu untuk melakukan evaluasi setiap tindakan yang dilakukan dan segi spritual yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman kehidupan. Sementara itu subyek yang memiliki kemampuan optimis dan efikasi diri yang belum baik, hal ini disebabkan proses belajar individu untuk menghadapi permasalahan yang masih berkembang, ketakutan individu mengenai pengalamannya tentang keluarga broken home menyebabkan kesulitan individu untuk memiliki kemampuan optimisme dan efikasi dengan baik, hal ini menyebabkan remaja cenderung ragu-ragu dengan kemampuan dirinya, berpikir bahwa permasalahan yang dihadapinya akan terjadi hingga di masa depan.
HARGA DIRI DAN KEMATANGAN KARIER PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Purnasari, Kristiana Dwi; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 20 No. 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.806 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v20i1.633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kematangan karier pada mahasiswa S1 tingkat akhir di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara harga diri dengan kematangan karier pada mahasiswa S1 tingkat akhir. Subyek penelitian ini yaitu mahasiswa S1 tingkat akhir di Yogyakarta, dengan usia 21-24 tahun dengan jumlah 101 orang. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode skala yakni skala Harga Diri dan skala Kematangan Karier. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan nilai r = 0,628 (p<0.05). Berdasarkan hasil korelasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga diri dengan kematangan karier pada mahasiswa S1 tingkat akhir di  Yogyakarta, sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa variabel harga diri memberikan sumbangan sebesar  R2 = 0,394 atau 39,4% terhadap kematangan karier dan 60,6% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGARUH PELATIHAN ASERTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA BERCERAI Wikhayah, Amien; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 23 No. 2: Agustus 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v23i2.1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertivitas terhadap kepercayaan diri pada remaja dengan orangtua bercerai. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri remaja kelompok yang mendapatkan pelatihan asertivitas (Kelompok eksperimen) dengan kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan asertivitas (Kelompok kontrol), dan adanya perbedaan kepercayaan diri sebelum dan sesudah diberikan pelatihan asertivitas. Hasil penelitian berdasarkan uji man whitney-U didapatkan hasil bahwa adanya pengaruh pelatihan asertivitas terhadap kepercayaan diri antara (kelompok ekperimen) yang mendapatkan pelatihan asertivitas, dengan (kelompok kontrol) yang tidak mendapatkan pelatihan asertivitas, dengan nilai Z -3.976 dan nilai Asymp sig 0,000 (p<0,05). Kemudian berdasarkan hasil uji wilcoxon rank test, didapatkan hasil bahwa adanya perbedaan skor kepercayaan diri sebelum dan sesudah diberikan pelatihan asertivitas, dengan nilai Z -2.940, dan nilai Asymp sig 0.003 (p<0,05).
Peran Orientasi Karier dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Career Decision Making Siswa Olla, Yoaneta; Abdullah, Sri Muliati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i2.5696

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang penting terhadap kemajuan zaman, dalam bidang Pendidikan istilah karier tidak dapat dilupakan, karier memiliki makna perkembangan dan kemajuan dalam hidup seseorang. Karier tidak selalu berkaitan hanya lingkup sebuah job, karena karir juga selalu berjalan (dinamis) dan terbuka sepanjang lifetime sebagai bentuk kemajuan dalam kehidupannya yang mencakup pekerjaan, pendidikan, pelatihan dan berbagai aktivitas yang menunjang perkembangan diri seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peran orientasi karier dan dukungan sosial keluarga terhadap career decision making. Sampel berjumlah 168 orang, yang ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan Skala berjenis Skala Likert denga nilai Cronbach’s Alpha >0,9 kategori kuat. Analisa data menggunakan analisa regresi. Hasil menunjukan terdapat orientasi karier dan dukungan sosial kluarga terhadap career decision making dengan nilai F sebesar 36,345 (p<0,01). Sumbangan efektif sebesar 67,6% sedangkan sisanya 32,4% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti efikasi diri, konformitas, perencanaan karier dan minat.
Increase The Productivity of Financial Advisors' Work Through Persuasive Communication Putrianti, Flora Grace; Abdullah, Sri Muliati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.7306

Abstract

This study aims to determine the effect of persuasive communication training to increase work productivity in Financial Advisors at Koperasi X. The hypothesis of this research is that the work productivity of Financial Advisors after participating in persuasive communication training increases than the work productivity of Financial Advisors before participating in persuasive communication training. This research is an experimental study using a pretest-posttest only one grup design. The number of subjects in the sample of this research were 14 people in the experimental group. The methods of data collection using data on the ratio of work productivity of Cooperative X. The data analysis technique used the Wilcoxon statistical technique. The results of the analysis of both obtained Z value = -3.297 with p value = 0.001 (p<0.05). This means that there is an increase in work productivity in the research subject between before and after persuasive communication training. Subjects after being given training have a higher work productivity score than before given training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi persuasif untuk meningkatkan produktivitas kerja pada Financial Advisor di Koperasi X. Hipotesis penelitian ini adalah produktivitas kerja Financial Advisor setelah mengikuti pelatihan komunikasi persuasif meningkat daripada produktivitas kerja Financial Advisor sebelum mengikuti pelatihan komunikasi persuasif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pretest-posttest only one grup design. Jumlah subjek pada sampel penelitian ini adalah sebanyak 14 orang kelompok eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan data rasio produktivitas kerja Koperasi X. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik Wilcoxon. Hasil analisis keduanya diperoleh nilai Z = -3,297 dengan nilai p = 0,001 (p<0,05). Hal ini berarti ada peningkatan produktivitas kerja pada subjek penelitian antara sebelum dan sesudah pelatihan komunikasi persuasif. Subjek sesudah diberi pelatihan memiliki skor produktivitas kerja lebih tinggi daripada sebelum diberi pelatihan.
Psikoedukasi Gaya Hidup Positif di Lingkungan Kelompok Ibu-Ibu Dasawisma Abdullah, Sri Muliati; Fitriana, Nina; Putra, Dimas Prastia; Amalia, Amira Sekar
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.5305

Abstract

Permasalahan gaya hidup ternyata tidak hanya dimiliki oleh orang kaya di daerah perkotaan. Permasalahan gaya hidup sering diidentikkan dengan kemampuan pengelolaan pemenuhan keinginan atau kebutuhan yang banyak dilakukan oleh ibu-ibu. Psikoedukasi pada ibu-ibu dasawisma, sebagai kelompok sosial dengan unit terdekat dengan lingkup keluarga memainkan peranan yang sangat penting. Psikoedukasi tentang Gaya Hidup Positif melalui ibu-ibu diperlukan agar ketahanan keluarga dapat tercapai. Psikoedukasi ini dilakukan pada 23 ibu-ibu Dasawisma Dusun Karang Tengah Sleman. Psikoedukasi dilakukan menggunakan metode quasi experiment, dengan a one-group Pretest-Postest design. Evaluasi dilakukan untuk melihat pengaruh psikoedukasi ini. Modul psikoedukasi juga dirancang dengan materi tentang gaya hidup positif agar sehat raga (fisiologis) dan sehat jiwa (psikologis). Materi gaya hidup positif sehat raga meliputi materi pola makan sehat, pola olahraga, dan pola tidur/istirahat. Materi gaya hidup positif sehat jiwa meliputi mengelola stres, cara berpikir dan cara merasa, juga cara berinteraksi sosial yang suportif. Modul Psikoedukasi juga dibuat untuk dapat digunakan kembali bagi kelompok dasawisma yang lain. Hasil sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi gaya hidup sehat pada ibu-ibu dasawisma yang dilakukan perhitungan dengan wilcoxon signed-rank test dengan skor Z= -4,211 dan p= 0,000 (p<0,05). Artinya, memiliki perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi gaya hidup positif kepada partisipan. Berdasarkan hasil ini, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang gaya hidup positif.
Pengaruh Pelatihan Forgiveness terhadap Penurunan Tingkat Kemarahan Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan Ratna Wulandari; Sri Muliati Abdullah; Kondang Budiyani
Jurnal Psikologi Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : LPPM Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the differences in the level of anger among adolescents who live in anti-care treatment before and after forgiveness training. The method used in this study was a non-randomized control group with a pretest-posttest design and measured three times (pretest, posttest, and follow-up). The subjects of this study were 10 adolescents in the orphanage and had anger scores in the high and medium categories. Subjects were divided into experimental group and control group. The experimental group was given treatment in the form of a forgiveness training intervention. The measuring instrument used to see the anger score of adolescent orphanages using State-Trait Anger Expression Inventory-2 (STAXY-2). The data analysis technique used is the Mann Whitney U-Test analysis technique. Result analysis (p = 0.008 <0.05), meaning that there is a difference in the anger score of adolescents in the orphanage after being given a forgiveness training intervention compared to the control group, where the level of anger in the experimental group after being given the intervention was lower than the control group. Based on the explanation above, it can be concluded that forgiveness training can reduce anger in adolescents living in orphanages.