Claim Missing Document
Check
Articles

The effect of reminiscence therapy to reduce loneness in elderly Sahmin, Ifing Puji; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 26 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v26i2.3057

Abstract

This study investigates the impact of reminiscence therapy on reducing loneliness among the elderly. The research involved five participants who scored high to medium on loneliness assessments, specifically in the experimental group. Subjects for this group were chosen using a random assignment technique. The study employed a one-group pre-test and post-test design. The data collection tools used in this study included the UCLA Loneliness Scale (3-item version), observations, and interviews. For data analysis, the Wilcoxon Rank Test was employed to assess differences in loneliness scores in the experimental group before and after receiving reminiscence therapy. The results indicated a significant difference in loneliness scores, with a Z value of -2.060 and a p value of 0.039. This finding suggests that reminiscence therapy effectively reduces loneliness among the elderly. Keywords: Reminiscence therapy, loneliness, ederly.
DINAMIKA RESILIENSI REMAJA DENGAN KELUARGA BROKEN HOME Detta, Berna; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 19 No. 2: Agustus 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.279 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v19i2.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika resiliensi remaja dengan keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, responden utama dalam penelitian ini sebanyak dua orang dengan karateristik sebagai berikut : orang tua kandung bercerai serta ayah menikah lagi sebanyak 3 kali dan pertengkaran orang tua yang terus-menerus sehingga memberikan dampak yang negatif pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memperlihatkan dinamika resiliensi cenderung sama, yaitu terbentuknya kemampuan resiliensi berdasarkan proses belajar individu dari permasalahan yang dihadapi, kemampuan individu untuk melakukan evaluasi setiap tindakan yang dilakukan dan segi spritual yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman kehidupan. Sementara itu subyek yang memiliki kemampuan optimis dan efikasi diri yang belum baik, hal ini disebabkan proses belajar individu untuk menghadapi permasalahan yang masih berkembang, ketakutan individu mengenai pengalamannya tentang keluarga broken home menyebabkan kesulitan individu untuk memiliki kemampuan optimisme dan efikasi dengan baik, hal ini menyebabkan remaja cenderung ragu-ragu dengan kemampuan dirinya, berpikir bahwa permasalahan yang dihadapinya akan terjadi hingga di masa depan.
HARGA DIRI DAN KEMATANGAN KARIER PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Purnasari, Kristiana Dwi; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 20 No. 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.806 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v20i1.633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kematangan karier pada mahasiswa S1 tingkat akhir di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara harga diri dengan kematangan karier pada mahasiswa S1 tingkat akhir. Subyek penelitian ini yaitu mahasiswa S1 tingkat akhir di Yogyakarta, dengan usia 21-24 tahun dengan jumlah 101 orang. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode skala yakni skala Harga Diri dan skala Kematangan Karier. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan nilai r = 0,628 (p<0.05). Berdasarkan hasil korelasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga diri dengan kematangan karier pada mahasiswa S1 tingkat akhir di  Yogyakarta, sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa variabel harga diri memberikan sumbangan sebesar  R2 = 0,394 atau 39,4% terhadap kematangan karier dan 60,6% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGARUH PELATIHAN ASERTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA BERCERAI Wikhayah, Amien; Abdullah, Sri Muliati
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 23 No. 2: Agustus 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v23i2.1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertivitas terhadap kepercayaan diri pada remaja dengan orangtua bercerai. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri remaja kelompok yang mendapatkan pelatihan asertivitas (Kelompok eksperimen) dengan kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan asertivitas (Kelompok kontrol), dan adanya perbedaan kepercayaan diri sebelum dan sesudah diberikan pelatihan asertivitas. Hasil penelitian berdasarkan uji man whitney-U didapatkan hasil bahwa adanya pengaruh pelatihan asertivitas terhadap kepercayaan diri antara (kelompok ekperimen) yang mendapatkan pelatihan asertivitas, dengan (kelompok kontrol) yang tidak mendapatkan pelatihan asertivitas, dengan nilai Z -3.976 dan nilai Asymp sig 0,000 (p<0,05). Kemudian berdasarkan hasil uji wilcoxon rank test, didapatkan hasil bahwa adanya perbedaan skor kepercayaan diri sebelum dan sesudah diberikan pelatihan asertivitas, dengan nilai Z -2.940, dan nilai Asymp sig 0.003 (p<0,05).
Psikoedukasi Gaya Hidup Positif di Lingkungan Kelompok Ibu-Ibu Dasawisma Abdullah, Sri Muliati; Fitriana, Nina; Putra, Dimas Prastia; Amalia, Amira Sekar
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.5305

Abstract

Permasalahan gaya hidup ternyata tidak hanya dimiliki oleh orang kaya di daerah perkotaan. Permasalahan gaya hidup sering diidentikkan dengan kemampuan pengelolaan pemenuhan keinginan atau kebutuhan yang banyak dilakukan oleh ibu-ibu. Psikoedukasi pada ibu-ibu dasawisma, sebagai kelompok sosial dengan unit terdekat dengan lingkup keluarga memainkan peranan yang sangat penting. Psikoedukasi tentang Gaya Hidup Positif melalui ibu-ibu diperlukan agar ketahanan keluarga dapat tercapai. Psikoedukasi ini dilakukan pada 23 ibu-ibu Dasawisma Dusun Karang Tengah Sleman. Psikoedukasi dilakukan menggunakan metode quasi experiment, dengan a one-group Pretest-Postest design. Evaluasi dilakukan untuk melihat pengaruh psikoedukasi ini. Modul psikoedukasi juga dirancang dengan materi tentang gaya hidup positif agar sehat raga (fisiologis) dan sehat jiwa (psikologis). Materi gaya hidup positif sehat raga meliputi materi pola makan sehat, pola olahraga, dan pola tidur/istirahat. Materi gaya hidup positif sehat jiwa meliputi mengelola stres, cara berpikir dan cara merasa, juga cara berinteraksi sosial yang suportif. Modul Psikoedukasi juga dibuat untuk dapat digunakan kembali bagi kelompok dasawisma yang lain. Hasil sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi gaya hidup sehat pada ibu-ibu dasawisma yang dilakukan perhitungan dengan wilcoxon signed-rank test dengan skor Z= -4,211 dan p= 0,000 (p<0,05). Artinya, memiliki perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi gaya hidup positif kepada partisipan. Berdasarkan hasil ini, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang gaya hidup positif.
Pengaruh Pelatihan Forgiveness terhadap Penurunan Tingkat Kemarahan Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan Ratna Wulandari; Sri Muliati Abdullah; Kondang Budiyani
Jurnal Psikologi Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : LPPM Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the differences in the level of anger among adolescents who live in anti-care treatment before and after forgiveness training. The method used in this study was a non-randomized control group with a pretest-posttest design and measured three times (pretest, posttest, and follow-up). The subjects of this study were 10 adolescents in the orphanage and had anger scores in the high and medium categories. Subjects were divided into experimental group and control group. The experimental group was given treatment in the form of a forgiveness training intervention. The measuring instrument used to see the anger score of adolescent orphanages using State-Trait Anger Expression Inventory-2 (STAXY-2). The data analysis technique used is the Mann Whitney U-Test analysis technique. Result analysis (p = 0.008 <0.05), meaning that there is a difference in the anger score of adolescents in the orphanage after being given a forgiveness training intervention compared to the control group, where the level of anger in the experimental group after being given the intervention was lower than the control group. Based on the explanation above, it can be concluded that forgiveness training can reduce anger in adolescents living in orphanages.
Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Anak Usia Dini Melalui Aplikasi “Y” Wahyu Relisa Ningrum; Sri Muliati Abdullah
PROCEEDING UMSURABAYA Prosiding “Ces” (Conference Of Elementary Studies)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan literasi membaca anak usia dini melalui aplikasi “Y” dan mengetahui kesulitan orang tua dalam meningkatkan literasi membaca anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu orang tua anak didik di sebuah bimbingan belajar. Pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan literasi membaca yaitu orang tua melaksanakan peran ganda sebagai orang tua sekaligus menjadi guru di rumah, memberikan motivasi kepada anak, mengarahkan anak sesuai dengan bakat dan minatnya, serta menyediakan sarana dan prasarana kepada anak dalam hal ini ditunjang melalui penggunaan aplikasi “Y. Kesulitan orang tua dalam meningkatkan literasi membaca anak yaitu tingkat pendidikan orang tua, tingkat ekonomi orang tua, pembagian waktu dan metode pembelajaran yang digunakan. Kata Kunci: Peran Orang Tua, Literasi Membaca, Anak 
Studi Kasus Counterproductive Work Behaviour (Cwb) Karyawan Di Pt X Ani Supriyani; Sri Muliati Abdullah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.8288

Abstract

Research on challenges caused by CWB in organizations has been going on for decades. This paper will examine the counterproductive work behavior (CWB) of employees at PT X using a case study approach. The informants in this study include three leaders and three employees at PT X. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis uses the research flow from Miles and Huberman. Data validity testing uses observation extension, member check, observation persistence, and triangulation. The findings of the study state that based on the Affective Event Theory (AET) employees who have positive affect experiences and receive positive performance feedback from the company tend to experience positive emotions, such as pride, satisfaction, and have good performance or productivity. Positive emotions experienced by employees are negatively related to the intention to do CWB. The higher the positive emotions experienced by participants, the lower the intention to do CWB. This condition explains how affective experiences affect performance. The dynamics of how to overcome CWB applied by PT X, including; reward and punishment, company as a support system, employee consultation, conducive work climate, challenges to something new, and employee welfare guarantees.
PROKRASTINASI AKADEMIK: DAPATKAH KONSELING COGNITIVE RESTRUCTURING MENGATASINYA? Huwae, Inggrid Beatrix; Abdullah, Sri Muliati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Academic procrastination is an individual's behavior in the form of postponing the completion of academic tasks. Academic procrastination risks becoming a recurring behavioral pattern that increasingly worsens students’ academic performance and mental well-being. This study aims to determine the effect of group counseling with cognitive restructuring techniques on academic procrastination behavior. This research involved 10 students of SMA “X” with academic procrastination behavior. Data collection was carried out using an academic procrastination scale and interviews. This study employed a quasi-experimental pretest-posttest control group design. Data analysis using the U Mann Whitney test showed that there was no significant difference in academic procrastination levels between the experimental group and the control group. In conclusion, group counseling with cognitive behavioral techniques using cognitive restructuring did not significantly affect the academic procrastination behavior of SMA “X” students.  Keywords: Academic procrastination, cognitive restructuring.  ABSTRAK: Prokrastinasi akademik adalah perilaku individu berupa penundaan terhadap pengerjaan maupun penyelesaian tugas akademik. Prokrastinasi akademik berisiko menjadi pola perilaku berulang yang semakin memperburuk prestasi akademik hingga kondisi mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok cognitive behavioral dengan teknik cognitive restructuring terhadap perilaku prokrastinasi akademik. Penelitian ini melibatkan 10 siswa SMA “X” dengan perilaku prokrastinasi akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan skala prokrastinasi akademik dan wawancara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan pretest posttest control group design. Analisis data dengan uji U Mann Whitney menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terkait tingkat prokrastinasi akademik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kesimpulannya, konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik restrukturisasi kognitif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku prokrastinasi akademik siswa SMA “X”.  Kata kunci: Prokrastinasi akademik, restrukturisasi kognitif.
PROKRASTINASI AKADEMIK: DAPATKAH KONSELING COGNITIVE RESTRUCTURING MENGATASINYA? Huwae, Inggrid Beatrix; Abdullah, Sri Muliati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Academic procrastination is an individual's behavior in the form of postponing the completion of academic tasks. Academic procrastination risks becoming a recurring behavioral pattern that increasingly worsens students’ academic performance and mental well-being. This study aims to determine the effect of group counseling with cognitive restructuring techniques on academic procrastination behavior. This research involved 10 students of SMA “X” with academic procrastination behavior. Data collection was carried out using an academic procrastination scale and interviews. This study employed a quasi-experimental pretest-posttest control group design. Data analysis using the U Mann Whitney test showed that there was no significant difference in academic procrastination levels between the experimental group and the control group. In conclusion, group counseling with cognitive behavioral techniques using cognitive restructuring did not significantly affect the academic procrastination behavior of SMA “X” students.  Keywords: Academic procrastination, cognitive restructuring.  ABSTRAK: Prokrastinasi akademik adalah perilaku individu berupa penundaan terhadap pengerjaan maupun penyelesaian tugas akademik. Prokrastinasi akademik berisiko menjadi pola perilaku berulang yang semakin memperburuk prestasi akademik hingga kondisi mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok cognitive behavioral dengan teknik cognitive restructuring terhadap perilaku prokrastinasi akademik. Penelitian ini melibatkan 10 siswa SMA “X” dengan perilaku prokrastinasi akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan skala prokrastinasi akademik dan wawancara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan pretest posttest control group design. Analisis data dengan uji U Mann Whitney menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terkait tingkat prokrastinasi akademik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kesimpulannya, konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik restrukturisasi kognitif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku prokrastinasi akademik siswa SMA “X”.  Kata kunci: Prokrastinasi akademik, restrukturisasi kognitif.