Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL LEBAR RETAK PELAT PRACETAK BETON BERTULANG SATU ARAH SKALA PENUH MENGGUNAKAN TIGA LAPIS TULANGAN TARIK DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Mahardhika Raffi Al Farisy; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas, terutama di jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar. Penggunaan pelat beton pada jembatan sering digunakan karena menyediakan permukaan datar. Namun, retak pada beton dapat menyebabkan tulangan terbuka dan korosi, sehingga mengurangi umur layanan struktur. Penelitian ini melibatkan pembuatan tiga spesimen pelat beton bertulang satu arah dengan tiga lapis tulangan tarik D10 yang bervariasi luasnya, yaitu 1021 mm², 1178 mm², dan 1414 mm². Benda uji memiliki dimensi 200 x 20 x 60 cm. Pengujian menggunakan LVDT untuk mengukur lendutan dan Dinolite untuk mengukur lebar retak. Pelat diuji setelah berumur lebih dari 28 hari dengan cara memberikan beban garis yang bertambah setiap 100 kg sampai ditemukan retak pertama dan bertambah 200 kg secara bertahap hingga tegangan baja mencapai kuat layan. Dari studi literatur penelitian sebelumnya dengan pendekatan rumus ditemukan bahwa luas tulangan berpengaruh terhadap pola dan lebar retak maksimum pada pelat. Semakin besar luas tulangan, semakin kecil lebar retak maksimum dan semakin sedikit jumlah retak yang terjadi. Pada hasil penelitian, luas tulangan 1021 mm², memiliki lebar retak maksimum yaitu 0,3148 mm dengan jumlah 8 garis retak. Pada luas tulangan 1178 mm², lebar retak maksimum adalah 0,2598 mm dengan jumlah 7 garis retak. Pada luas tulangan 1414 mm², lebar retak maksimum adalah 0,2195 mm dengan jumlah 6 garis retak. Penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan luas tulangan mengurangi lebar dan jumlah retak pada pelat beton multilapis sehingga diperoleh rumus eksperimental yaitu wmaks = 2,59 As-1,187 fs.
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU LENTUR PELAT PRACETAK SATU ARAH SKALA PENUH MENGGUNAKAN TULANGAN TARIK TIGA LAPIS DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Ahmada Ilyas Arrosidi; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara-negara berkembang seperti Indonesia menghadapi tantangan standar hidup yang rendah dan ketidakstabilan sektor ekonomi. Untuk meningkatkan kondisi ini, fokus pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan, sangat penting. Jembatan berfungsi menghubungkan wilayah yang terpisah oleh hambatan geografis, meningkatkan arus lalu lintas dan logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, peneliti melakukan pengkajian perilaku lentur pelat beton bertulang dengan tiga lapis tulangan untuk menentukan kinerja struktur dalam perencanaan jembatan. Pada penelitian ini digunakan variasi luas tulangan yaitu 1000 mm², 1200 mm², dan 1400 mm². Pengujian dilakukan dengan pemberian beban spesimen pelat yang diletakkan diatas benda uji pada frame uji, pengkajian diujikan pada umur beton lebih dari 28 hari. Hasil penelitian menghasilkan bahwa semakin besar luas tulangan yang diberikan akan semakin kecil lendutan yang dihasilkan. Dan dari pernyataan tersebut didapat bahwa beton dengan pemberian luas tulangan yang besar memberikan ketahanan lendutan yang lebih baik. Kata kunci: Luas Tulangan, Tulangan Lapis, Pelat Satu Arah, Lendutan
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU LENTUR PELAT PRACETAK SATU ARAH SKALA PENUH MENGGUNAKAN TULANGAN TARIK DUA LAPIS DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Muhammad Gymnastiar; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan dapat menjadi salah satu langkah pemerintah negara Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian negaranya. Salah satu dari banyak elemen struktur pada jematan yang terpenting adalah pelat lantai kendaraan. Pelat lantai merupakan pelat beton bertulang yang digunakan untuk menopang beban tegak lurus yang diterapkan padanya. Diperlukan perkuatan pelat beton bertulang dengan salah satunya adalah tulangan tarik dua lapis dengan penggunaan luas tulangan yang tepat. Perlunya pengetahuan lebih lanjut untuk mengetahui terkait pengaruh luas tulangan pada tulangan tarik dua lapis terhadap kapasitas lentur dan lendutan pada pelat beton bertulang. Pada penelitian ini digunakan pelat beton dengan ukuran 200 cm x 60 cm x 20 cm dengan tulangan tarik dua lapis menggunakan diameter tulangan D13. Terdapat tiga benda uji yang masing-masing memiliki luas tulangan As = 1062,29 mm2, As = 1195,07 mm2, As = 1460,64 mm2. Hasil pada penelitian menunjukkan dari semakin besar luas tulangan, maka kapasitas lentur akan pada pelat semakin kecil dan lendutan yang terjadi juga semakin kecil. Kata kunci : Kapasitas Lentur, Lendutan, Luas Tulangan, Tulangan Tarik Dua Lapis, Pelat pracetak.
Studi Eksperimental Lebar Retak Pelat Pracetak Beton Bertulang Satu Arah Skala Penuh Menggunakan Dua Lapis Tulangan Tarik dengan Variasi Luas Tulangan Tria Wulan Dhamayanti; Agoes Soehardjono; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penting sebagai penghubung antarwilayah di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam jembatan adalah pelat. Pelat beton bertulang yang paling banyak digunakan. Jarak bersih antar tulangan memiliki standar tertentu yang berlaku. Sehingga muncul 2 lapis tulangan tarik sebagai jawaban dari standar tersebut. Retakan salah satu masalah yang sering ada pada struktur beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui pengaruh 2 lapis tulangan tarik dengan variasi luas tulangan terhadap lebar retak maksimum yang terjadi pada pelat beton bertulang. Penelitian ini menggunakan 3 spesimen pelat dengan luas tulangan yang berbeda, yaitu luas tulangan 1061 mm2, 1194 mm2, dan 1459 mm2. Dimensi spesimen pelat yang dipakai, yaitu dengan panjang 200 cm, lebar 60 cm, dan tebal 20 cm. Pada tegangan baja yang sama, ketiga spesimen pelat mengalami lebar retak maksimum yang berbeda-beda. Dimana semakin besar luas tulangan, lebar retak maksimum malah semakin kecil. Jumlah retak dan jarak rata-rata antar retak pada setiap sepesimen pelat dengan luas tulangan yang berbeda-beda juga berbeda. Kata Kunci: Dua lapis, Pelat, Luas Tulangan, Lebar Retak, Pola Retak
Studi Eksperimental Pengaruh Ketebalan terhadap Perilaku Lentur Pelat Beton Pracetak Skala Penuh Darell Shafwan Ramadhana; Agoes Soehardjono; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini pemerintah Indonesia sedang melakukan pembangunan infrastruktur secara intensif, khususnya di bidang infrastruktur transportasi. Jembatan merupakan salah satunya, pada jembatan digunakan pelat beton bertulang. Metode konstruksi beton pracetak dapat dilakukan karena memiliki efisiensi waktu dan kualitas. Penelitian ini dilakukan untuk menguji bagaimana kapasitas beban maksimum dan lendutan pada pelat dengan variasi ketebalan pelat 125 mm, 150 mm, 175 mm, 200 mm, dengan bentang pelat 2000 mm dan lebar pelat 600 mm. Pengujian dilakukan dengan pelat diberi tumpuan sendi-rol dan diberi beban pada tengah bentang menggunakan hydraulic jack dan pengukuran lendutan menggunakan LVDT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada beban yang sama yaitu 70 kN didapatkan lendutan pada tebal pelat 125 mm lendutannya sebesar 13,67 mm, pada tebal pelat 150 mm lendutannya sebesar 5,47 mm, pada tebal pelat 175 mm lendutannya sebesar 3,72 mm, pada tebal pelat 200 mm lendutannya sebesar 2,47 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ketebalan pelat maka lendutannya akan semakin kecil pula. Kata kunci : Pelat beton, Tebal pelat, Perilaku Lentur.
Studi Eksperimental Pengaruh Rasio Tulangan terhadap Perilaku Lentur Pelat Beton Pracetak Skala Penuh Bima Aditya Pratama; Agoes Soehardjono; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia sedang giat membangun infrastruktur, terutama infrastruktur transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Salah satu infrastruktur tersebut adalah Jembatan. Pada jembatan, banyak menggunakan konstruksi beton bertulang salah satunya untuk pelat lantai kendaraan. Penggunaan beton pracetak akan sangat membantu untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Maka dari itu, diperlukan penelitian mengenai perilaku lentur pelat beton pracetak dengan variasi nilai rasio tulangan. Penelitian ini menggunakan variasi rasio tulangan sebesar 0.0147, 0.0126, dan 0.0105 pada mutu beton 20 MPa. Hasil dari pengujian untuk spesimen dengan mutu beton 20 MPa dan pembebanan yang sama yaitu 120 kN, variasi rasio tulangan 0.0147, 0.0126, dan 0.0105 menghasilkan lendutan teoritis sebesar 4.20 mm, 4.50 mm, dan 4.94 mm. Sedangkan hasil lendutan eksperimen berturut – turut sebesar 4.69 mm, 5.28 mm, dan 4.76 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar rasio tulangan, maka lendutan yang terjadi akan semakin kecil dengan beban yang sama.
Studi Komparatif Lebar Retak Balok Beton Bertulang melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Jumlah Lapis Tulangan Tarik Farhan Ahmad Muzakki; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada balok beton bertulang, tulangan tarik umumnya dipasang pada sisi bawah balok secara merata. Namun bila jarak antar batang tulangan tidak memenuhi jarak minimum, tulangan dapat disusun menjadi beberapa lapis. Konfigurasi ini berpengaruh terhadap perilaku lentur balok, termasuk terhadap lebar retak yang merupakan indikator penting yang dapat memicu korosi pada tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lebar retak maksimum balok beton bertulang dengan variasi jumlah lapis tulangan tarik menggunakan metode elemen hingga (FEM) melalui software Abaqus dan pendekatan teoritis berdasarkan SNI 2847:2002, JSCE SSCS 2007, dan Eurocode 2 (1992-1-1:2004). Data analisis FEM menggunakan output tegangan baja (S11) dan regangan plastis beton (PE11), yang kemudian digunakan untuk menghitung lebar retak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah lapis tulangan tarik, lebar retak cenderung menurun. Pemodelan dengan Abaqus menghasilkan nilai lebar retak yang secara konsisten lebih besar dibandingkan pendekatan teoritis dengan deviasi antar pendekatan teoritis antara 8-17%
Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Kuat Tekan Beton Euro Yunansio Riyanatiko; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian lebar retak penting untuk menjaga durabilitas beton bertulang, namun studi yang membandingkan pemodelan elemen hingga dan pendekatan teoritis pada pelat satu arah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kuat tekan beton (f'c) terhadap lebar retak, serta membandingkan hasil pemodelan elemen hingga dengan pendekatan teoritis dari SNI 2847:2002, JSCE SSCS 2007, dan Eurocode 2. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak Abaqus pada pelat satu arah berdimensi 2000×600×200 mm dengan model material Concrete Damage Plasticity dan tiga variasi f'c (9,1; 20,2; dan 35,1 MPa). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan f'c menurunkan lebar retak pada semua pendekatan. Namun, hasil pemodelan elemen hingga menghasilkan lebar retak lebih besar dibandingkan pendekatan teoritis. JSCE (2007) menunjukkan hasil paling mendekati dengan selisih rata-rata 23,8%, diikuti oleh SNI (40,6%) dan Eurocode 2 (65,4%). Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil pemodelan elemen hingga yang lebih detail dengan pendekatan teoritis berbasis rumus empiris.
Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Tebal Selimut Beton Panggabean, Jeremia Aditya; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retak pada beton bertulang merupakan permasalahan signifikan yang dapat memengaruhi kekuatan, durabilitas, dan umur layan struktur. Salah satu faktor penting yang memengaruhi terbentuknya retak adalah tebal selimut beton, yang berfungsi melindungi tulangan sekaligus berperan dalam distribusi tegangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi tebal selimut beton terhadap lebar retak maksimum pada pelat beton bertulang satu arah melalui simulasi numerik berbasis metode elemen hingga (MEH) menggunakan software ABAQUS. Model pelat dibuat dengan variasi tebal selimut beton 25 mm, 30 mm, 35 mm, dan 40 mm, dengan parameter utama berupa tegangan aksial tulangan baja dan regangan plastis serat tarik terluar beton. Hasil simulasi dibandingkan dengan perhitungan teoritis menurut SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Secara umum, lebar retak maksimum dari simulasi ABAQUS lebih besar dibandingkan hasil teoritis, dan regresi linier menunjukkan bahwa semakin besar tebal selimut beton, maka lebar retak maksimum juga meningkat. Metode JSCE menunjukkan hasil yang lebih mendekati simulasi numerik dibandingkan SNI. Kata-kata Kunci: Pelat Beton Bertulang, Selimut Beton, Lebar Retak Maksimum, ABAQUS, Pendekatan Teoritis