Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Science

Knowledge Enhancement: Peran Edukasi Perawat Tentang Terapi Insulin Terhadap Kepatuhan Menggunakan Insulin pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap Firdausa, Sarah; Zufry, Hendra; Sukri Ekadamayanti, Agustia; Suhanda, Rachmad; Wardhana Sucipto, Krishna
Journal of Medical Science Vol 4 No 2 (2023): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v4i2.76

Abstract

Penanganan diabetes di ruang rawat inap lebih kompleks dan intensif dibanding rawat jalan. Kebanyakan pasien rawat inap menggunakan terapi insulin. Perawat ruangan adalah tenaga kesehatan garda depan yang intensif berhadapan dengan pasien sehingga sangat potensial menjadi edukator dalam maintenance terapi insulin. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan perawat serta mengevaluasi kepatuhan pasien diabetes menggunakan insulin setelah keluar dari rawat inap. Pengetahuan perawat dievaluasi melalui kuesioner sebelum intervensi knowledge enhancement berupa workshop insulin. Pengumpulan sampel penelitian cross sectional ini secara total sampling yaitu seluruh perawat ruang rawat inap non akut di RSUDZA selama Agustus−September 2022. Objek penelitian adalah pasien diabetes yang menggunakan insulin selama perawatan di rumah sakit.  Data karakteristik responden, pengetahuan, asuhan keperawatan dan kepatuhan pasien ditampilkan secara deskriptif, untuk menilai kepatuhan pasien sebelum dan sesudah intervensi digunakan analisis independent t-test. Jumlah responden yang berpartisipasi 354 orang, 50,8% memiliki tingkat pengetahuan baik, namun hanya 29,7% berketerampilan baik dalam hal injeksi insulin. Berdasaran hasil asesmen tersebut, dilakukan workshop insulin untuk menjawab gap pengetahuan dan keterampilan. Kepatuhan pasien diukur sebelum dan sesudah workshop. Pasien dengan kepatuhan tinggi sebanyak 44,4% sebelum intervesi dan 40% sesudah intervensi, sedangkan pasien dengan tingkat kepatuhan rendah berkisar di atas 20% baik sebelum maupun sesudah intervensi. Studi ini menyimpulkan bahwa knowledge enhancement terhadap perawat ruang inap tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pasien menggunakan insulin. Hal ini mungkin disebabkan peningkatan kapasitas perawat tentang injeksi insulin tidak menjamin terjadinya peningkatan edukasi perawat terhadap pasien, dan belum membudayanya edukasi terapi insulin yang komprehensif terhadap pasien yang dirawat inap.
Analisis Perbedaan Angka Kesintasan pada Pasien Karsinoma Laring Yang Menjalani Total Laringektomi Dengan Dan Tanpa Diseksi Leher Fadhlia; Kurnia , Benny; Setiani, Lily; Fitria, Sova; Denantika, Oktaria; Suhanda, Rachmad
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.117

Abstract

Pilihan terapi untuk karsinoma laring yang progresif (T3-T4) adalah operasi, baik untuk tumor laring maupun diseksi nodul pada leher, yang setelah itu dilanjutkan dengan kemoterapi, radiasi atau kombinasi kemoradiasi. Diseksi nodul pada leher dilakukan sesuai stadium penyakit. Sebagian besar pasien yang terdiagnosis pada stadium lanjut atau metastasis nodal regional, umumnya memiliki tingkat kelangsungan hidup 50%. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan angka kesintasan pasien dengan karsinoma laring yang telah menjalani total laringektomi dengan atau tanpa diseksi leher. Pengumpulan data menggunakan rekam medis pasien yang berobat ke Departemen THT-BKL RSUD dr. Zainoel Abidin sejak 1 Juli–30 September 2022. Metode penelitian berupa analitik observasional retrospektif dengan desain khusus analisis kesintasan, Diperoleh total 36 subjek, seluruhnya laki-laki, terbanyak (47,2%) pada kelompok usia 56-65 tahun. Mayoritas subjek (97,2%) memiliki riwayat merokok lebih dari 30 tahun, dengan 44,4% lokasi tumor berada di transglotis, dan pasien terbanyak (88,9%) datang ke rumah sakit pada stadium IV, secara histopatologi 75% jenis keratinizing squamous cell carsinoma. Sejumlah 41,7% menjalani total laringektomi saja dan 58,3% menjalani total laringektomi disertai diseksi leher. Hasil analisis kurva Kaplan Meier didapatkan angka bertahan hidup pada total laringektomi rata-rata 33,24 bulan dan 34,29 bulan pada total laringektomi dengan diseksi leher. Penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada angka kesintasan pasien karsinoma laring yang menjalani total laringektomi dengan dan tanpa diseksi leher.
Perbandingan Rasio Albumin Kreatinin Urin Sebelum Dan Setelah Puasa Pada Penyakit Ginjal Diabetik: Comparison of Urinary Creatinine Albumin Ratio Before and After Fasting in Diabetic Kidney Disease Hasan, Desi Salwani; Syukri, Maimun; Balqis, Ummu; Suhanda, Rachmad
Journal of Medical Science Vol 6 No 2 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i2.246

Abstract

Pembatasan asupan kalori selama berpuasa dapat menurunkan berat badan, namun juga memiliki risiko perburukan fungsi ginjal pada pasien dengan penyakit ginjal diabetik. Rasio albumin kreatinin merupakan salah satu penanda perburukan fungsi ginjal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rasio albumin kreatinin urin sebelum dan setelah berpuasa pada pasien penyakit ginjal diabetik. Penelitian ini merupakan penelitian cohort prospektif yang dilakukan mulai 1 Maret 2024-31 Mei 2024 di Poliklinik Endokrin dan poliklinik ginjal Hipertensi Rumah sakit dr Zainoel Abidin, melibatkan subyek penyakit ginjal diabetik yang menjalani puasa Ramadhan minimal 7 hari berturut, usia > 18 tahun, proteinuria +1 atau lebih berdasarkan urinalisis dan kriteria ekslusi adalah sindroma nefrotik atau penyaki glomerulus dan lupus eritematosus sistemik. Perbandingan kadar albumin kreatinin rasio sebelum dan setelah puasa Ramadhan menggunakan uji T-test berpasangan bila distribusi data normal dan uji Wilcoxon bila distribusi data tidak normal dengan tingkat signifikansi pengambilan keputusan pada p<0.05. Penelitian melibat 37 subyek dengan penyakit ginjal diabetik, laki laki lebih banyak dari Perempuan (54,1 %) dengan rerata usia 51,41±9,39 tahun. Median Rasio Albumin kreatinin sebelum puasa Ramadhan adalah 1359(10,57-12442) mg dan 1015(7,89-9764) mg setelah 7 hari menjalani puasa. Perbandingan rasio albumin kreatinin urin pada pasien penyakit ginjal diabetik sebelum dan sesudah puasa Ramadhan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik dengan nilai P 0,140. Simpulan: terdapat penurunan rasio albumin kreatinin namun tidak berbeda secara statistik.