Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGNIK CAIR URIN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) Sari Rahmadhini; Indra Dwipa; Aprizal Zainal
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6463

Abstract

Urin kambing merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan serapan hara bagi tanaman yang mengandung mikroorganisme, Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui respon penggunanaan urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman beberapa varietas kentang (Solanum tuberosum L.).Percobaan ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, Sukarami Kab. Solok. Waktu pelaksanaan percobaan mulai Juli- Oktober 2021. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini terdiri atas urin kambing, umbi bibit kentang turunan kedua (G2) varietas Granola, Atlantik dan Intan. Rancangan  percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor.  Perlakuan pertama yang digunakan adalah urin kambing terdiri dari 3 taraf :100 ml/l air, 200 ml/l air, 300 ml/l air  dan 400 ml/l air dan faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari tiga varietas yaitu varietas Granola varietas Atlantik dan varietas Intan. Dengan demikian terdapat 12 interaksi perlakuan dan 3 ulangan maka terdapat 36 unit satuan percobaan. Susunan interaksi data yang diperoleh di analisis secara statitik dengan uji F dan jika di uji F hitung lebih besar dari F tabel 5 % maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT 5 %).%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pada pemberian konsentrasi urin kambing dapat berpengaruh terhadap pertumbuh tanaman, jumlah umbi dan bobot umbi pertanaman.
PENERAPAN TEKNOLOGI PESTISIDA NABATI PADA BUDIDAYA PADI DAN CABAI DI NAGARI CAMPAGO KECAMATAN LIMAKOTO KAMPUNG DALAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN Aprizal Zainal; Silvia Permata S; Musliar Kasim; Auzar Syarif; Gustian Gustian; Benni Satria; Netti Herawati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v5i2.538

Abstract

Nagari Campago is located in Limakoto Subdistrict, Kampung Dalam, Padang Pariaman Regency. The area has great potential in agriculture, because there is a large area of wetland agriculture for white rice cultivation and dry land for chili plants and other seasonal crops. However, the reality that happened to Nagari Campago was that several times the harvest period, farmers experienced pests and diseases that resulted in crop failure. Farmers have limited information on red rice cultivation. The purpose of this activity is for Nagari Campago farmers to gain knowledge and understanding about brown rice, farmers can recognize and be able to make vegetable pesticides that can be used to control plant pests and diseases, thereby reducing maintenance costs. This activity was carried out in Nagari Campago, Limokoto Subdistrict, Kampung Dalam, Padang Pariaman Regency, West Sumatra Province. The method used is lecture, demonstration, discussion, monitoring. Socialization of the benefits of brown rice and demonstration training on the manufacture of vegetable pesticides to partners of the “Bukik Caliak Indah” farmer group. The result of the implementation of the activity is that the community is very interested in the cultivation of organic red rice and chili. The community is able to make their own botanical pesticides to control plant pests and diseases. From the results of the activity, it can be concluded that farmers are aware of environmentally friendly cultivation, and alternative sources of food crops.
Pertumbuhan Dua Genotipe Pisang Ambon Lokal Rejang Lebong Hasil In Vitro pada Tahap Aklimatisasi Rini Suryani; Irfan Suliansyah; Warnita Warnita; Aprizal Zainal; Sukartini Sukartini
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1114

Abstract

Aklimatisasi adalah faktor yang menentukkan keberhasilan pertumbuhan bibit hasil kultur jaringan.  Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pertumbuhan 2 genotipe pisang ambon lokal Rejang Lebong hasil kultur jaringan. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu faktor genotipe pisang ambon lokal Rejang Lebong, yaitu ambon kuning dan ambon hijau. Setiap percobaan terdiri dari 3 ulangan, sehingga ada 6 unit percobaan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians pada taraf 5%. Uji lanjut yang digunakan untuk menguji nyata tidaknya perbedaan adalah BNT (beda nyata terkecil). Ambon kuning memberikan pertumbuhan yang terbaik pada peubah tinggi tanaman dan panjang daun. Rata rata tinggi bibit ambon kuning yaitu 19.74 cm sedangkan ambon hijau tinggi tanamannya 15.18 cm. Panjang daun ambon kuning 11.89 cm  dan ambon hijau 9.61 cm. Diharapkan bibit ambon kuning hasil kultur jaringan ini bisa dibudidayakan oleh petani Rejang Lebong. 
Induksi Kalus Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) Pada Beberapa Konsentrasi 2,4-D Secara In Vitro Aprissilia Taifani Galuh Utomo; Aprizal Zainal; Yusniwati Yusniwati
Agroteknika Vol 7 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i2.263

Abstract

Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Robx.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti katekin, floursein, asam catechutannat dan quercetin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, antioksidan, dan biopestisida. Tanaman gambir diperbanyak secara generatif melalui biji sehingga anakan yang dihasilkan memiliki tingkat variabilitas genetik yang tinggi. Teknologi kultur jaringan melalui kultur kalus mampu menyediakan kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak dengan sifat seragam dalam waktu singkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi 2,4-D terbaik serta pengaruhnya terhadap proses pembentukan dan pertumbuhan kalus eksplan gambir. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pemberian 2,4-D yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu 0; 0,5; 1; 1,5; dan 2 mg/L. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksplan daun gambir mampu membentuk kalus pada seluruh konsentrasi 2,4-D yang diberikan. Terbentuknya kalus tercepat didapatkan pada pemberian konsentrasi 2,4-D 0,5 mg/L pada 17,86 HST dengan warna kalus putih kekuningan sebesar 56,7% dan bertekstur remah sebesar 76,7%.
Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Tanaman Jengkol (Pithecellobium Jiringa) di Kabupaten Agam Sumatera Barat Nissa, Ayu Khairun; Yusniwati, Yusniwati; Zainal, Aprizal
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.6.1.9-16.2024

Abstract

Shallot (Allium ascolanicum L.) is one of the horticultural crops that is widely consumed by humans. This study aims to obtain interaction the type of mulch and doses of chicken manure on the growth and yield of shallots. This Research was conducted at Panai Pasir Talang , Muara Labuh, South Solok Regency with a height of ± 430 meters above sea level, in December 2018 to February 2019. The research method is an experiments used factorial complete randomized design with two factors. Factors I is the type of mulch (black plastic mulch, silver plastic mulch, rice straw mulch) and factors II is chicken manure (10 tons / ha, 20 tons / ha and 30 tons / ha).. The results showed that there was no interaction between the use of several types of mulch with chicken manure doses on the growth and yield of shallots. The use of black plastic mulch yielded the best results on fresh tuber weight per plot and per hectare of onion namely 1,643 kg / plot and 11.74 tons / ha. The dose of chicken manure of 20 tons / ha gave the best influence on plant height, number of leaves, fresh tuber weight per clump, per plot and per hectare as well as wind dry weight per clump, per plot and per hectare of onion.
HUBUNGAN KEKERABATAN PISANG AMBON LOKAL DI KABUPATEN REJANG LEBONG BERDASARKAN KARAKTERISASI MORFOLOGI Suryani, Rini; Suliansyah, Irfan; Warnita; Zainal, Aprizal; Sukartini
Akta Agrosia Vol 26 No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/aa.26.1.41-49

Abstract

Morphological characterization is initial information in finding diversity and determining desired superior characters. The purpose of the research is to conduct morphological characterization and determine the relationship of local Ambon banana in Rejang Lebong District. Neko77 This study was conducted during September to October 2019, utilizing a field survey method with purposive sampling to investigate the morphological characterization and determine the relationship of local Ambon bananas in Rejang Lebong District. The kinship relationship of each type of local banana, Ambon เว็บสล็อต | R4shub Curup consists of 3 related groups, where 1st group belongs toAmbon Kuning (1), Ambon Curup (7), Ambon Hijau (2) and Ambon Lumut (6), 2nd group is Ambon Pendek (5), and the 3rd group belongs toAmbon Putih (3), and Ambon Dingin (4). The closest kinship is between Ambon Kuning (1) and Curup (7), with a similarity level of 93,67 %, while the Ambon Curup owns the farthest kinship level with Ambon Pendek (5), which is 48,37%. The high genetic diversity is caused by the frequent occurrence of random inter-species mating. Keywords: Identification, morphology, kinship relationship, local ambon banana, Rejang Lebong
The Effect of Benzyl Amino Purine (BAP) on Indirect Organogenesis of the Titan Arum (Amorphophallus titanum (Becc.)) Putri Salsa Afifah; Yusniwati Yusniwati; Aprizal Zainal; Ryan Budi Setiawan
Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi Vol 26, No 2 (2024): Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v26i2.95804

Abstract

The titan arum (Amorphophallus titanum (Becc.)), an endangered and endemic flora from the island of Sumatra, faces a significant risk of extinction. Conservation efforts for the titan arum were undertaken, including in vitro conservation through tissue culture. The study aimed to determine the optimal concentration of the growth regulator Benzyl Amino Purine (BAP) for inducing shoot formation in titan arum and to observe cellular changes during the shoot stage through histological test. This research was conducted from November 2023 to March 2024 at the Tissue Culture Laboratory, Andalas University. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with five treatment levels: 2, 3, 4, 5, and 6 ppm.  Data analysis was performed using an F-test at a 5% significance level. If the F-test showed significant differences, further testing was carried out using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. Meanwhile, data on explant rooting percentage and root count were presented as means and standard deviations. Results indicated that various concentrations of BAP could induce shoots formation of Amorphophallus titanum Becc., with the percentage of explants forming shoots reaching 80–95%.  The concentration of 5.0 ppm BAP was the most effective, yielding the highest average number of shoots at 7.80. Histological test revealed cell enlargement at the shoot tips. This research is pivotal for the conservation of titan arum and promotes further studies in in vitro culture techniques.
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Cair Terhadap Kandungan Klorofil, Serat Kasar dan Vitamin C pada Tanaman Pakcoy secara Hidroponik Nasution, Rizki Nia Sukri; Warnita, Warnita; Zainal, Aprizal
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.450

Abstract

Pakcoy menjadi salah satu tanaman yang banyak disukai oleh masyarakat_khususnya di Indonesia karna mengandung banyak manfaat dan vitamin yang tinggi. Nutrisi merupakan kunci utama dalam budidaya hidroponik. Pemupukan dapat dilakukan melalui daun. pemupukan harus diimbangi dengan dosis yang tepat agar memberikan hasil yang maksimal, kandungan nutrisi yang terkandung pada pupuk cair dapat memengaruhi kandungan klorofil yang dapat memengaruhi kandungan serat kasar tanaman dan juga vitamin C pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi serta jenis dan dosis terbaik pada klorofil total, kandungan serat kasar serta vitamin C pada tanaman pakcoy Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2024 di Green House Arif Hydrofarm Kota Padang, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil tTanaman Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (RPT) factorial. Faktor pertama yaitu atas 5 jenis pupuk (Good Grow, Gandasil, Ferti Grow, Yield More dan NPK Vertine) dan faktor kedua yaitu 4 dosis pupuk (0 ml/L, 5 ml/L, 10 ml/L dan 15 ml/L.). Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, jika F hitung lebih besar dari pada F table, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range’s Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil yang didapatkan terdapat interaksi pemberian jenis pupuk dan dosis pupuk cair pada klorofil total daun tanaman pakcoy. Pemberian pupuk cair Good Grow memberikan terbaik terhadap klorofil daun dan peningkatan serat kasar serta Vitamin C yang dibudidayakan pada sistem NFT dengan AB Mix 700 ppm. Dosis 15 ml/L memberikan pengaruh terbaik terhadap klorofil total daun dan peningkatan serat kasar serta vitamin C tanaman Pakcoy yang dibudidayakan pada sistem NFT dengan AB Mix 700 ppm. terdapat interakasi pada kandungan klorofil total, dan adanya peningkatan kandungan serat kasar dan kandungan Vitamin C pada pemberian pupuk Grow Good dengan dosis 15 ml/L.
Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Tanaman Jengkol (Pithecellobium jiringa) di Kabupaten Agam Sumatera Barat Nissa, Ayu Khairun; Yusniwati, Yusniwati; Zainal, Aprizal
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.6.1.9-16.2024

Abstract

Shallot (Allium ascolanicum L.) is one of the horticultural crops that is widely consumed by humans. This study aims to obtain interaction the type of mulch and doses of chicken manure on the growth and yield of shallots. This Research was conducted at Panai Pasir Talang , Muara Labuh, South Solok Regency with a height of ± 430 meters above sea level, in December 2018 to February 2019. The research method is an experiments used factorial complete randomized design with two factors. Factors I is the type of mulch (black plastic mulch, silver plastic mulch, rice straw mulch) and factors II is chicken manure (10 tons / ha, 20 tons / ha and 30 tons / ha).. The results showed that there was no interaction between the use of several types of mulch with chicken manure doses on the growth and yield of shallots. The use of black plastic mulch yielded the best results on fresh tuber weight per plot and per hectare of onion namely 1,643 kg / plot and 11.74 tons / ha. The dose of chicken manure of 20 tons / ha gave the best influence on plant height, number of leaves, fresh tuber weight per clump, per plot and per hectare as well as wind dry weight per clump, per plot and per hectare of onion.
Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi Elisitor Cu2+ Terhadap Kandungan Katekin pada Kalus Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) Secara In Vitro Putri, Yenni Anisah; Zainal, Aprizal; Warnita, Warnita
Agroteknika Vol 8 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i3.497

Abstract

Tanaman gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) merupakan komoditi unggulan Sumatera Barat penghasil senyawa polifenol terutama katekin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan sehingga digunakan dalam berbagai bahan baku industri seperti farmasi, kosmetik, dan pangan. Prospek pasar ekspor yang tinggi namun mutu gambir yang diekspor masih rendah. Penggunaan kultur suspensi sel dengan penambahan elisitor seperti ion tembaga Cu²⁺ dapat menjadi solusi efektif dengan meningkatkan produksi metabolit sekunder dalam jumlah banyak dan waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi elisitor Cu2+ terbaik dalam peningkatan kandungan katekin kalus gambir. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian elisitor Cu2+ (0, 2, 4, dan 6 mg/l) sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian elisitor Cu2+ belum mampu untuk meningkatkan kandungan senyawa katekin pada kalus gambir karena hanya ditemukan pada perlakuan 0 ppm 7 HSS dan terdapat beberapa senyawa bioaktif yang muncul pada kromatogram pengujian HPLC yang tidak dapat teridentifikasi oleh standar katekin yang digunakan.